peperonity.com
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Oh...Dosenku | thegladiators


Oh...Dosenku
10 Januari 2003

Bergegas aku menaiki anak tangga gedung laboratorium menuju lantai 4. Hari ini aku terpaksa mengikuti praktikum susulan sendirian karena kemarin aku terlambat sedangkan kemarin adalah hari terakhir untuk praktikum sel sperma.
'Belum terlambat kan, Bu?' tanyaku ketika sudah masuk lab. Di sana hanya ada Bu Henny, dosen pembimbingku hari ini. 'Belum,' jawabnya singkat. Kulirik jam dinding lab yang menunjukkan pukul 4 sore, pantas saja lab kosong wong jam praktikum hari ini cuma sampai jam 3. Kulirik lagi ke arah Bu Henny yang sedang menyiapkan sampel sperma. Kata teman-temanku yang mereka amati itu adalah sperma manusia. 'Ayo, mulai. Supaya cepat selesai!' kata Bu Henny memanggilku.
Sekilas aku dapat melihat wajah Bu Henny dari dekat. Wajah berkacamata dengan dua titik tahi lalat tipis di bibirnya serta rambut panjangnya yang diikat membuatku agak terangsang. Apalagi ketika melihat tali bra putih yang melingkar pundaknya. Dadanya memang tidak terlalu besar tapi cukup ideal untuk tubuh langsingnya itu. Ketika aku memulai praktikum pikiranku sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi ditambah secara tidak sengaja tanganku menjamah buah dadanya. Namun dosenku itu seolah tidak tahu-menahu. Tiba-tiba Prannk...Cawan petri berisi contoh sperma jatuh hingga tumpah dan berceceran di lantai. 'Aduh...maaf, Bu. Saya nggak sengaja,' kataku dengan gugup karena melihat tatapan mata Bu Henny yang melotot tajam ke arahku. Cukup lama Bu Henny menatapku tapi kemudian ia berjalan mengambil pel dan kubantu membersihkannya.
'Terserah kamu sekarang mau bagaimana,' kata Bu Henny ketika lantai sudah bersih. 'Maksudnya apa Bu?' tanyaku bingung. Bu Henny mendekat. 'Itu tadi sampel sperma terakhir yang ada dan kamu sudah membuangnya. Jadi sekarang terserah kamu mau praktikum atau nggak. Kalau mau siapkan lagi sampel spermanya tapi kalau tidak kita pulang.' jelas Bu Henny panjang lebar. 'Spermanya harus ada sekarang, Bu?' tanyaku lagi. Bu Henny hanya mengangguk. Aku berpikir sejenak. 'Iya deh, Bu. Mana tempatnya?' kataku. Bu Henny berjalan menuju lemari lalu mengambil cawan untuk tempat sperma yang akan kukeluarkan nanti. 'Ini. Di sini aja ngeluarinnya' kata Bu Henny membuatku kaget. Mana mungkin aku mengeluarkan penisku dan mengocoknya di depan dosen, wanita lagi. 'Disini, Bu!!' aku jadi keder mendengar aku onani di depan Bu Henny.
Setelah berpikir sejenak keputusanku pun bulat. Dari pada tidak lulus lebih baik dilakukan saja. Dengan agak malu kukeluarkan penisku dari resleting celana jeansku. 'Wow...' sempat kudengar desisan Bu Henny ketika menatap batang milikku yang sudah tegang karena di depanku ada seorang wanita cantik yang akan menyaksikanku beronani ria. 'Sini Ibu bantu,' kata Bu Henny sambil jongkok di depanku. Aku kaget bukan main karena tahu-tahu penisku sudah dikulum oleh dosen muda ini. Tapi aku tidak menolak ketika lidah Bu Henny asyik memainkan batang kemaluan milikku yang di sampingnya ditumbuhi rambut yang menghitam. Dasar otakku ngeres atau cerdas, untuk memudahkan Bu Henny maka aku menurunkan celana sampai ke paha. 'Ohh...Bu, enak!' erangku agak keras.
'Huss..Jangan berisik,' kata Bu Henny memperingatkanku sambil melepaskan kancing bajunya. Tampak olehku dua bulatan indah yang masih tertutup oleh kutang. Lalu Bu Henny melepaskan bra putihnya hingga bukit kembarnya yang ternyata begitu montok dan besar menyembul di dadanya. 'Ohh...Indah sekali, Bu.' gumanku sambil mendesah karena Bu Henny sudah menyelipkan penisku di sela-sela payudaranya lalu dengan kedua tangannya ia menekan sisi luar payudaranya ke dalam hingga penisku terjepit. 'Goyang, Di. Nikmatilah, semprot Ibu dengan spermamu,' kata Bu Henny dengan mata terpejam yang mungkin ia sedang menikmati hangatnya gesekan penisku di dadanya. Akupun mulai bergoyang dengan kedua tangan bertumpu di meja praktikum yang tingginya sepinggang. 'Ohhh...Akhh...Wow...,' aku mengerang nikmat sambil menatap dada Bu Henny yang terasa lembut.
Setelah beberapa lama aku bergerak dan crutt...crutt...craattt...
'Aahh...Buu...' kupegangi kepala Bu Henny yang menunduk menyaksikan ujung penisku mengeluarkan cairan kental keputihan. Dia melepaskan penisku dari dadanya lalu membersihkannya dengan lap basah. Dada Bu Henny terlihat memerah. Ia mendekat dan mengecup bibir dan puting di dadaku. Aku yang sudah sangat lelah jadi agak bergairah lagi. 'Sekarang Ibu minta Aldi puaskan Ibu. Jika berhasil nanti nilai A jadi jaminan,' bisik Bu Henny di telingaku yang dilanjutkan dengan melumat bibirku. Kubalas dengan ganas sambil meremas buah dadanya dan memelintir kedua puting susunya. Kurasakan Bu Henny mendesah di sela-sela bibirku. Sungguh aku tidak pernah membayangkan bisa merasakan ini semua. Kuisap bibir bawah Bu Henny lalu melepaskannya.
Dengan cekatan kulumat habis leher Bu Henny yang membuatnya menggelinjang keenakan. Aku tidak mau terlalu lama menciumi lehernya karena takut memerah maka aku turun menyusuri dadanya. Kuremas dua bulatan itu dengan lembut lalu mulai kujilati seluruh permukaan buah dadanya dan menghisap puting susunya yang berwarna kemerahan itu. 'Ahk..enak, Di. Terus...satu lagi,' erang Bu Henny girang. Tanpa basa-basi langsung kuputari sirkuit cembung itu dengan lidahku dan diakhiri dengan menetek sepuasnya.
'Tunggu sebentar, Di!' kata Bu Henny ketika aku selesai mencumbu dadanya. Lalu ia melepaskan rok hitam panjang yang dikenakannya. CDnya yang pink juga tak ketinggalan sehingga Bu Henny bugil. Tak henti-hentinya aku memandangi segitiga cembung yang menghitam itu sambil melepas celana dan bajuku. Bu Henny duduk di meja dengan kaki terbuka.
Kubuka bibir vaginanya dengan telunjuk lalu kujilat daging merah bulat yang ada di tengah-tengah lubang vaginanya itu. 'Ouch...Aldi, terus Di, enak...Akhhh...!' Bu Henny meracau tidak karuan. Aku terus menjilat dan sesekali ngemut bibir vagina Bu Henny yang beraroma khas. Hingga kurasakan tubuh Bu Henny kelojotan. 'Aldiii...akhhh...' dari vaginanya mengalir cairan bening yang terasa asin saat kujilat. Saat itu kutahu bahwa Bu Henny sudah orgasme. Dan saat aku menghentikan jilatankt, tubuh Bu Henny sudah lunglai terkapar di meja ubin tersebut. Kulihat dadanya bergoyang turun naik. Kuusap vagina Bu Henny yang basah itu dengan lembut dan sesekali menepuk-nepuknya lembut. Kulirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 tepat. Rupanya sudah 30 menit lebih kami bermain-main.
Beberapa menit kemudian Bu Henny turun dari meja lalu tanpa bicara ia langsung mengulum penisku lagi. Sehingga penisku yang sudah tegang menjadi kembali bertenaga. 'Ayo, Di. Cepat!' Bu Henny naik lagi ke meja menelantankan tubuhnya dengan pantat setengah mengambang. Aku paham maksud Bu Henny. Dia ingin gaya pesawat terbang. Kupegangi kedua pahanya yang mulus sehingga penisku tepat di depan lubang kenikmatan miliknya. Lalu tangan Bu Henny memegang penisku dan menuntunnya memasuki daerah yang sebenarnya terlarang untukku itu. Bleess...'Ohh...ahhh...' kami meringis pelan dengan nikmatnya ketika kutekan pinggangku ke depan yang membuat batangku amblas ditelan vagina Bu Henny. Erangan dan rintihan nikmat yang terdengar sayup menggema di lab bio itu.
Aku terus bergerak maju-mundur keluar masuk vagina sementara Bu Henny tampak begitu keenakan sambil meremas-remas buah dadanya yang terus bergoyang seiring goyanganku. Hingga akhirnya kami berdua menjerit tertahan hampir bersamaan ketika air maniku tumpah di vagina Bu Henny. Sejenak aku diam dan kunikmati gesekan terakhir penisku di dalam vagina yang licin dan hangat itu ketika penisku mulai kutarik keluar.

'Kamu hebat, Di!' kata Bu Henny setelah berpakaian. Aku hanya tersenyum dan untuk yang terakhir kucium bibir sensual Bu Henny yang begitu menggairahkan.

Setelah rapi, kami pun pulang. Dan hubungan kami terus berlanjut. Tapi tidak di lab lagi melainkan di hotel atau di rumah Bu Henny ketika suaminya pergi dan dengan berbagai gaya. Tapi Bu Henny suka sekali sama Doggie Style yang katanya ia bisa banyak orgasme.

=the end=


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.