peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

toket ABG - aaceritasex



toket ABG
toket ABG - frecholic
perkenalkan namaku Wawan. Aku sedang kuliah di tingkat terakhir
sebuah PTS di Jakarta. Sambil kuliah, aku berwiraswasta. Terimakasih
untuk temanku yang dulu memperkenalkan aku pada bisnis ini, sehingga
keadaan ekonomiku sudah sangat berubah. Aku merasa sangat
bersyukur, di saat banyak sarjana yang masih menganggur, aku yang
masih kuliah sudah mendapatkan penghasilan besar setiap bulannya Kejadian ini berlangsung beberapa minggu yang lalu. Saat itu, hari Jumat
sore, aku sedang mengerjakan salah satu proyekku. Seperti biasa untuk
refreshing, sambil menyeruput secangkir kopi, aku membaca email
email yang masuk. Segera kubalas email permintaan proposal dari
pelanggan, dan aku pun kadang tertawa geli membaca email-email joke
dari teman- temanku. Tetapi ada satu email yang menarik perhatianku,
yaitu dari temanku yang tinggal di Bogor, Andi. Dia sedang suntuk dan
mengajakku untuk refreshing ke Puncak saat aku tidak sibuk. Kebetulan
besok aku tidak ada acara, hanya perlu mengambil pembayaran ke salah
satu klienku. Terlebih lagi Monika, pacarku, juga sedang keluar kota
bersama keluarganya.
Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu.
"Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang
nggak ada"
"Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana?"
"Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan"
"Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh"
"OK"
Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku.
*****
Pagi itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke
tempat salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil
pembayaran proyek yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek
pembayaran, segera aku menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku
sempat kempes, untungnya hal itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol.
Akibatnya, sekalipun aku telah memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30
aku sampai di rumah Andi.
"Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng". Andi berkata
sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya.
"Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti
ganti ban dulu di tengah jalan"
"Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut" sambungku lagi.
"Bentar.. Gue ganti dulu ya". Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke
kamarnya.
Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska,
adik Andi, datang membawa minuman.
"Kok udah lama nggak mampir Mas?"
"Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih" jawabku.
"Mentang-mentang udah jadi pengusaha.. Sombong ya" godanya sambil
tertawa kecil. Siska ini memang cukup akrab denganku. Anaknya
memang ramah dan menyenangkan. Kami pun bersenda gurau sambil
menunggu kakaknya yang sedang bersiap.
Setelah Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban
terdekat. Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank
swasta untuk mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari
itu, akibatnya cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana.
Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00
siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food
untuk makan siang. Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG
cantik yang masih berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek,
dengan wajah yang manis. Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak
hitam, tetapi bersih. Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih
dan berambut panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling
menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak
besar menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada
mereka dan mereka pun membalas dengan genit.
"Wan.. Kita ajak mereka yuk.." kata Andi.
"Boleh aja kalau mereka mau" jawabku.
"Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih"
"Beres deh"
Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan.
Memang Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang
terkenal playboy, punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan
perawakannya yang lumayan ganteng.
"Lisa.." kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya.
"Ini temannya siapa namanya" tanyaku sambil menatap gadis seksi
temannya.
"Novi" kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung
kusambut jabatan tangannya yang halus itu.
Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-
bincang sambil menikmati hidangan masing- masing. Ketika diajak,
mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai
makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak
sedikit bergoyang- goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat
habis payudara gadis belia itu.
*****
Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek
in di sebuah motel di sana.."Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana?" bisik Andi saat kami
sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan
traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu
proyekku.
"Novi" jawabku pendek.
"Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya?" bisik Andi lagi sambil tertawa kecil.
Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan
Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar.
Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi.
Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan
gemas meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi
bibirnya, kuciumi lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju
seragamnya.
"Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya?" godanya.
Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang
tampak kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu.
Langsung kuhisap dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA
cantik ini.
"Ahh.. Ahh" erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras
kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil
tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya.
"Enak Mas.. Ahh" erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas
menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku.
"Jilati putingnya Mas.." pintanya. Erangannya semakin menjadi dan
tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan
senang hati.
Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya
yang cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku
mau. Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak
sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku.
"Ih.. Mas, gede banget.." desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak
di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku
itu.
"Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?"
"Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini." jawabnya. Tampak
matanya menatap gemas ke arah kemaluanku.
"Arghh.. Enak Nov.." erangku ketika Novi mulai mengulum kepala
penisku.
Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan
bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang
penisku. Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang
tiada tara menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa
penisku dengan mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi
batang kejantananku. Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena
capai berdiri, akupun pindah duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok
di depanku.
"Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas.." katanya lirih.
Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus
rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang
mungil. Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat
Novi saat menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur,
payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas
bongkahan daging kenyal itu.
"Nov.., jepit pakai susumu Nov.." pintaku.
Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan
kemudian kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan
payudaranya yang besar, sehingga gesekan daging payudaranya
memberikan rasa nikmat luar biasa pada penisku.
"Yes.. Yes.." akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah
beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang
disambutnya dengan penuh nafsu.
Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia
untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas
rambutnya dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam
abu-abunya, kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai
mengeluarkan cairan membasahi celana dalamnya. Kusibak sedikit
celana dalam itu dan kuusap-usap bibir vagina dan klitorisnya. Tubuh
Novi menggelinjang di dalam dekapanku. Erangannya semakin menjadi.
Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan
kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana
dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya
yang kancingnya telah terbuka.
"Ahh.." jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya
yang sempit.
"Gila.. Memekmu enak banget Nov.." kataku ketika merasakan jepitan
dinding vagina Novi.
Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara
itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya
yang membulat. Novi pun menjerit-jerit nikmat saat tubuh belianya
kusetubuhi dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah
Novi tampak begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang
menikmati ..persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang- goyang
menggemaskan di balik baju seragamnya yang terbuka. Bosan dengan
posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku
dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya
yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus.
Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku.
Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi seirama dengan goyangan badannya di
atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku
untuk dihisapnya.
Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan
kucondongkan tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat
menghisapi payudaranya. Memang enak sekali menikmati payudara
kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit kembarnya dan
sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah muda. Erangan
Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin
bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara ranumnya, kembali
tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa
penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat
begini binal dalam bermain seks.
Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas
kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka
baju seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua
telah telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap
payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan
permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang.
Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
"Ahh.." erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang
kewanitaannya.
Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan
nikmat kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit
ranjang menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik
menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan nikmat.
Tangannya meremas- remas sprei ranjang.
"Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritnya sambil
tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan
tubuhnya pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir
keringat mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama
dengan helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan
padat. Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu
dengan bernafsu.
Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya.
Kali ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi
masih tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam
belahan payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak
dapat bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan
spermaku di atas payudara gadis SMA yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat
puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya,
baik di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi
sambil berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama
lagi, tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari,
sementara ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang
menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan
Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang
cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha
mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya
sambil tanganku mengusap- usap pahanya. Kusibakkan celana
dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku.
"Ehmm.." erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh
gairah. Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan
cup BH-nya sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar
menantang.
"Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus banget" bisikku.
Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting
payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas
gunung kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya
menggelinjang nikmat.
"Gantian dong Nov" bisikku ketika aku sudah puas menikmati
payudaranya yang ranum.
Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai
membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga
penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya.
Novi pun kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu,
dan rasa nikmat menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku.
Sambil menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya,
membuatku tak tahan untuk menahan erangan nikmatku.
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..". Tiba-tiba aku dikagetkan
oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan
aktifitas kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku sambil mengelus- elus rambut Novi yang
masih menghisapi penisku.
Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung
kuciumi wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup
manis. Lidahku dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih
sibuk menikmati penisku.
"Di.. Bentar ya nanti gantian.." kataku pada Andi yang melotot melihat
dari kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di
bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari
mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu suka" kataku sambil sedikit menekan kepala
Lisa agar mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.." katanya sambil dengan imutnya menyibakkan
rambut yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam
mulutnya. Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang
memakan permen lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari
seluruh syarafku.
Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali
menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa
lama kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke
arah kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih
sibuk mengulum batang kemaluanku.
"Nih gantian Nov.." katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut
Novi yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali
mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini
gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku.
Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis
SMA yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara
bergantian. Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati
kelelakianku itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan
tahan terlalu lama lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa.
Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku.
Kusibakkan celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang
nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya,
karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan yang melintas di luar
sana.
"Ah.." desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak
kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
Lisa kemudian menaik- turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun
tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa
penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa
membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam
vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih
dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku
memainkan klitoris Lisa.
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.." desahnya. Semakin cepat kuusap-
usap klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa
penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas
pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan
ejakulasiku dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak,
kami segera membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.
"Mau gantian Di? " tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang
membawa mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang
sepi.
Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi
pindah duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main
threesome, tetapi Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
"Aku cape ah Mas.." katanya.
Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera
melanjutkan perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok
belakang. Lewat kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya.
Karena sudah puas, aku tak begitu mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula,
sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
"Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.." kata Novi manis saat kami
akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin
mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu,
malam lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak
tadi lagi.." kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil pamit pulang.
Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku
tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi
kenyataan. Ternyata hidup itu indah.
*****
THE END


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top