Aku tak sebaik yang kamu kira, tapi aku juga tak sejahat yang kamu bayangkan.
Aku bukan pengagum Hobbes yang yakin bahwa manusia itu jahat dan destruktif, bagiku semua orang pada dasarnya netral, tak ada orang jahat dari lahir dan tak ada juga orang yang memang sudah baik dari awalnya. Baik dan jahatnya seseorang terhadap kita tergantung dari bagaimana kita menempatkan diri. Adolf hitler sekalipun akan dilukiskan sebagai orang baik kalau kita tanyakan pada Eva Braun.
Bagiku keluarga lebih berharga dari apapun dan siapapun, sahabat sama berharganya dengan diriku dan musuh yang menyerang dari depan lebih berharga daripada teman yang munafik. Aku bukan orang paling jujur, aku hanya orang yang selalu berusaha untuk jujur, aku juga paling tidak suka dibohongi dan dikhianati. Aku tak mau tahu siapa kamu, latar belakangmu, dan pandangan masyarakat terhadapmu, yang penting kamu tidak membohongiku dan tidak mengkhianatiku, itu sudah lebih dari cukup untuk menjalin pertemanan denganku. Aku lebih memilih mantan pelacur daripada mantan orang baik-baik. Entah kenapa.. Aku begitu yakin kalau cinta sejatiku ada pada diri seorang mantan pelacur.
Tak banyak orang yang mau jadi sahabatku, karena ketika kamu jadi sahabatku itu artinya kamu adalah aku dan aku adalah kamu, darah kita satu, nafas kita satu, nyawa kita satu,air mata kita satu, bahagia kita satu, dan duka kita satu.
Kecuali keluarga, kita akan mengorbankan apapun demi persahabatan kita.
Ingat sobat, darah dan air mata untuk persahabatan & mati adalah hukuman paling ringan untuk sahabat yang berkhianat.. Salam,