peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

AJI REMPUG GALUNGGUNG - ajian



AJI REMPUG GALUNGGUNG

Gunung Galunggung mencuat namanya setelah tragedi letusannya yang dinilai terlama di dunia, Rabu 4 April 1982. Para penghayat spiritual ada yang mensinyalir jika letusan itu akibat ulah penghuni gaib kawasan selatan Pasundan ini. Benarkah demikian...?
Bila menyibak sejarah Pasundan, Gunung Galunggung sudah kadung dijadikan lokasi mengasah ilmu kedigdayaan tingkat tinggi. Buktinya, telah banyak jawara dari Tatar Pasundan yang mafhum betul jika kawasan ini sering menjadi tempat tapabrata plus berguru kepada sesepuh yang berdaya linuwih.
Syahdan, di zaman yang masih sedikit sekali penghuni seputar Lembah Galunggung, ada sepasang suami isteri bernama Aki Parana dan Nini Parana. Huma mereka sangatlah luas. Tapi aneh, humanya selalu dituai pada malam hari dan tidak dilakukan oleh manusia.
Lantas siapa yang melakukannya? Tak ada yang mengetahui secara persis. Tanaman yang sudah siap panen itu tahu-tahu telah dituai hasilnya. Kalaupun manusia, disamping perlu waktu lama dan tentu membutuhkan banyak orang. Padahal di tempat itu cuma mereka berdua saja. Tetangganya hanya mengetahui bahwa huma yang luasnya berbahu-bahu, dicangkul, ditanami, disiangi dan dituai oleh keduanya.
Fenomena semacam itu bukanlah sesuatu hal yang muskil dapat terjadi dalam kacamata dunia gaib. Mitos dan legenda yang berkembang telah mengisyaratkan jika lelaku yang dikerjakan oleh suami isteri tersebut adalah aura gaib dari mantra andalannya yang disebut Aji Rempug Galunggung. Kedahsyatan mantra ini, bila dibaca dan diamalkan dengan serius, maka yang mengamalkannya dapat dengan mudah memberdayakan jin dan makhluk lelembut untuk membantu menyelesaikan sesuatu pekerajaan yang menguras tenaga.
Konon, aji inipun digunakan oleh tokoh Sangkuriang untuk membantu membendung Sungai Citarum dan membuat perahu hanya dalam satu malam saja.
Agar pembaca tak penasaran untuk mengenal ajian ini, berikut ini mantara dan cara lelakunya:
Mantera Aji Rempug Galanggung:
"Bismillah hirohmanirrohiim
rempug gunung ti Galunggu
rempug jami ti jaksani
awaking terung ngambung
pangmamangkeun sora awaking
kula ibu ngimpi ngadu dipicis di langit,
masang di awang-awang
boga hutang teu mayar
mayar kutangga tilepan
sakurupuk jadi puyuh
sagarapak jadi heulang
moro munding janggawati
majapahit!
Moro badan kaula..... (sebut nama diri sendiri)
ret jleg sajagat kabeh,
ashadu alla ilaha ilallah
waashadu anna muhammadarasulullah."
Lelakunya harus dibarengi dengan rasa ikhlas, yakni melalui urutan berikut:
1. Puasa selama tujuh hari, mulai dari terbit fazar hingga matahari terbenam.
2. Membaca surat Al-Ikhlas, Alfatihah, dan An-Nas, masing-masing sebanyak 7 kali dilakukan setelah sholat Maghrib.
3. Memperbanyak dzikir setelah sholat Isya.
4. Melakukan sholat Tahajud selama 17 malam berturut-turut.
Pantangannya:
Tidak boleh berzina, meminum minuman keras atau mengkonsumsi narkoba, dan tidak boleh iri dengki terhadap sesama.
Bila Yang Maha Kuasa menghendaki, maka anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa enteng dan cepat, hanya dengan menarik nafas dalam-dalam sebanyak tiga kali, lalu membaca mantra itu sambil menghadap ke Barat.


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top