Salesman,itulah aku sekarang. Bukannya montir atau pekerja bengkel lainnya,setelah lulus Stm aku jadi salesman. Teman sekelasku bertanya:"Kerja di bengkel mana kau?". Dengan suara agak pelan kujawab,:"Aku salesman". Kalau pacarku tahu dia pasti susah berhenti tertawa karena ternyata aku salesman. Kuharap dia hanya menertawakanku,tidak berlalu karena aku seorang salesman. Bukannya memperbaiki mobil malah jalan-jalan sambil bawa lipstik. Aku memang salesman. Kakakku salesman sejati. Dia sudah terbiasa dipanggil 'Pak Lek'. Tapi tidak denganku,kedengarannya lucu saat ada orang bilang begini:"Mahal betul,nggak bisa kurang kah Pak Lek?". Aku salesman,tapi lebih akrab dipanggil 'Pak Lek'. Sesuatu yang unik dan belum pernah terpikirkan olehku. Di samping semua itu banyak hal baru yang kutemui. Salah satunya adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Yaitu bermacam-macam jenis perempuan. Dari yang lumayan sampai yang luar biasa cantik. Dan aku percaya bahwa Indonesiaku ternyata benar-benar indah. Dari itu juga aku sadar bahwa dunia yang Dia ciptakan ini benar-benar tidak seluas daun kelor. Hingga muncul pertanyaan dalam hati,'Beginikah salesman?'. Jika benar jalan ini mengingatkanku akan kebesaranNya,aku tidak akan ragu mengatakan,'Aku Salesman'.