......
Kesalahan terbesarku adalah ketika aku melepaskan Andieni dari hati aku. Sudah hampir satu tahun ini aku menjalani kehidupan aku dengan kesendirian tanpa kamu di sini, kau tahu? Dunia terasa begitu sangat sepi bagiku. Aku sudah tidak lagi memiliki kehangatan cinta seperti dulu, aku sudah tidak lagi memiliki pelindung hati seperti kamu, yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan, dan kesedihan yang sangat menyakitkan.
Tapi seharusnya aku bersyukur karna kebahagiaan masih ada buatku saat ini, lewat sahabatku, dan sisa kenangan bersama kamu. Namun itu semua ngga' akan bertahan lama sebab satu,atau dua bulan lagi atau bahkan ngga' nyampe' waktu itu kebahagiaan ini akan hilang dari kehidupanku sebab semuanya akan pergi meninggalkan aku, kamu, sahabatku dan cintaku.
Aku sudah berusaha menepis semua kegelisahan ini, mencoba menghibur diri, menghapus semua kenangan, kesedihan dan menghilangkan perasaan ini, perasaan dimana ternyata selama ini aku masih sangat mencintaimu, perasaan dimana dulu aku begitu takut kehilangan kamu, perasaan dimana aku masih mengharapkan kamu tetap jadi milik aku, padahal itu ngga' mungkin kan? Mengapa dunia ini begitu kejam terhadap perasaanku? Terkadang aku senang ketika perasaan ini datang, kadang juga aku ingin membencinya. Katakan padaku bahwa cinta ini terlarang buatku? Katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa melupakan semua itu? Andai aku bisa seperti kamu yang begitu dengan sangat mudah melupakan segalanya.
Sementara ketika aku pulang dari Jember keinginanku cuman satu, aku pingin ketemu kamu, aku pingin melihat wajah kamu, aku pingin tahu keadaan kamu, tapi begitu sulitkah aku untuk bisa ketemu kamu? Sibukkah kamu? Aku berusaha ingin tahu keadaan kamu, meski kabar yang aku dapat hanya lewat sahabatku. Kau akan jauh, kau akan pergi meninggalkan aku di sini, meninggalkan desa ini dan meninggalkan semua yang ada di sini. Bagaimana aku harus hidup tanpa kamu, kau adalah segalanya buatku, semangat hidup di hatiku dan di desa ini. Meski aku sudah tidak lagi memiliki cinta kamu tapi minimal aku bisa lihat wajah dan senyum kamu kan? Aku ngga' tahu apa yang bakalan terjadi dengan perasaanku setelah ini, yang jelas pasti aku sangat kehilangan kamu. Kau ingat kata-kata terakhir aku bahwa "aku menunggumu". Mungkin kau akan beranggapan kalau aku ini seperti anak kecil, gadis bodoh, tolol, dsb. Namun inilah kenyataannya perasaanku saat ini dan ngga' ada satupun orang tahu, bahkan kamu.
Bagimu mungkin aku sudah mati, namun buatku kau akan selalu hidup di hati ini, meski dulu aku pernah bilang kalau Andiku telah mati. Itu hanyalah sebatas alasan agar aku bisa berbagi sedikit kebahagiaan dengan orang lain meski itu sangat menyakitkan buatku, sebab dulu aku memiliki segalanya, kamu, cinta kamu, perhatian kamu, dsb. Padahal dulu aku ingin melepas satu tapi semuanya hilang dari kehidupanku.
Aku masih menaruh begitu banyak harapan ke kamu, sebab aku masih sangat sayang banget sama kamu. Jika Tuhan masih mengijinkan aku untuk menunggumu maka aku akan berusaha untuk setia pada komitmen aku dan menerima segala konsekuensinya. Namun jika Tuhan berkehendak lain terhadap nasibku aku hanya bisa ikhlas dan pasrah.
Semoga apa yang menjadi tujuan kamu tercapai dan menemukan apa yang kamu cari di sana. Aku hanya bisa berdoa good luck to Andi. Aku harap kamu tidak benci dan menyimpan dendam sama aku. Aku minta maaf atas kesalahan aku mulai dari aku kenal kamu sampai kau akan meninggalkan aku.
I will always miss you. (Friendship & Love)