Sebuah perjalanan panjang tak berujung langkah, jalan yang ditempuh adalah satu. Satu tujuan, satu cita-cita; Mardhotillah dan syahid puncaknya. Sebagai da'i seharusnya berkata "Aku tidak meminta balasan apapun dari dakwah ini melainkan terciptanya Al-Mawaddah, kasih sayang dalam kekerabatan". Inilah yang disabdakan Nabi akhir zaman penuh teladan disetiap perilaku dan perkataannya. dialah Muhammad Saw, kekasih Allah Swt. Patutlah kita menyadari bahwa perjalanan yang kita tempuh belum sebegitu indahnya jika
Jika kita masih berharap senang-senang dan berlomba-lomba dalam kemaksiatan, sementara disana banyak sekali kesenangan dan kebaikan-kebaikan yang pantas untuk kita banggakan. Sebagian dari kita mengaku mencintai Nabi Saw, namun berperilaku sebagaimana babi-na'udzubillah. Banyak pula diantara kita yang mengaku memcintai Islam-dengan segala macam atribut digunakan, namun perkata an dan akhlaknya jauh dari kemuliaan. Barangsiapa berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa ya
Yang mengerjakan kejahatan, maka akibatnya untuk dirinya juga. Berbuatlah kebaijan untuk dunia mu seakan-akan kau terus hidup selamanya, dan-INGA'-INGA' beribadahlah untuk akhirat mu seakan-akan kau mat-i besok!. Bangkitlah Saudara ku... Karena harapan itu masih ada...!!!
Perbaiki diri dari hari ini hingga akhir hari, introspeksi diri dalam-dalam temukanlah makna yang hakiki. Manusia bisa kuat karena ada jiwa yang sehat, jiwa yang sehat karena siraman ruhani dan gizi aqli yang didapat. Ketahuilah bahwa amal mengikuti ilmu, bahwa perbuatan kita didasari pemahaman baik dan buruk yang dìsadari atau pun tidak. Makanan akal (gizaaul aqli) adalah ilmu, ilmu dari baca an, dari tiruan dan kebiasa an serta pengalaman. Makanan jasad adalah materi, uang, wanita dan kekuasa an.contoh |