Jejari malam mengelus
Sketsa yang terkanvas
Nuansa malam kian menjamu
Kerling netra pualam mimpi
Laksana gugusan gemintang
Mencipta aksara berpendar
Di cakrawala angan
Menjelajah lekuk rona wajah
Engkau bertudung kudung
Hadir merayu imaji perenung
Ibarat bias bercumbu dengan rayu rembulan
Bercanda, bergumul, di percik bias merona, kelam
Bestari…!
Mencuri gerak nurani
Intari munajat membumbung
Menjaring mimpi pijar memijar
Jelajahi bait mahabbah di pendaran kalam
Marka -Mu minangan rasa, diri masih menderu
Dalam diam
Dalam hening
Dalam aksara membumbung
Di tenggeran cakrawala langit
Rencana-Mu mengguntur dirgantara
Kemanakah sepasang netra pengisi sepi..?
Tat kala kalbu tergori
Sirat islah menuju-Mu
Memimpi jejeari lentik
Hadir temani sunyi, senyap…..!
Mujahadah dekap mahabbah-Mu
Menikmati nukilan kisah kekasih-Mu
Uswatun hasanah di pendaran jejak
Menutur kalbu
Menangkap anila malam-Mu
Kobar anala rengkuh kalam-Mu
Duhai bestari pemilik rona ayu..!
Ukhti di mu’amalah zaman beredar
Besarkan asa pada istikharah membuncah
Relakan Allah hadirkan yang tertunda dalam jedah
Kini,
Esok
Lusa
Bahkan mungkin samapai pijak di sisi lahat…!
Telah tertakar dari neraca sang pemilik alam
Hendak kemana jiwa bergantung kala gamang
Menutur kalbu pada sepoi anila malam-Mu
Mengobarkan anala di bebaris kalam-Mu
Jejari malam mengelus
Sketsa yang terkanvas
Nuansa malam kian menjamu
Kerling netra pualam mimpi
Laksana gugusan gemintang
Mencipta aksara berpendar
Di cakrawala angan
Menjelajah lekuk rona wajah
Engkau bertudung kudung
Hadir merayu imaji perenung
Ibarat bias bercumbu dengan rayu rembulan
Bercanda, bergumul, di percik bias merona, kelam
Bestari…!
Mencuri gerak nurani
Intari munajat membumbung
Menjaring mimpi pijar memijar
Jelajahi bait mahabbah di pendaran kalam
Marka -Mu minangan rasa, diri masih menderu
Dalam diam
Dalam hening
Dalam aksara membumbung
Di tenggeran cakrawala langit
Rencana-Mu mengguntur dirgantara
Kemanakah sepasang netra pengisi sepi..?
Tat kala kalbu tergori
Sirat islah menuju-Mu
Memimpi jejeari lentik
Hadir temani sunyi, senyap…..!
Mujahadah dekap mahabbah-Mu
Menikmati nukilan kisah kekasih-Mu
Uswatun hasanah di pendaran jejak
Menutur kalbu
Menangkap anila malam-Mu
Kobar anala rengkuh kalam-Mu
Duhai bestari pemilik rona ayu..!
Ukhti di mu’amalah zaman beredar
Besarkan asa pada istikharah membuncah
Relakan Allah hadirkan yang tertunda dalam jedah
Kini,
Esok
Lusa
Bahkan mungkin samapai pijak di sisi lahat…!
Telah tertakar dari neraca sang pemilik alam
Hendak kemana jiwa bergantung kala gamang
Menutur kalbu pada sepoi anila malam-Mu
Mengobarkan anala di bebaris kalam-Mu
Jejari malam mengelus
Sketsa yang terkanvas
Nuansa malam kian menjamu
Kerling netra pualam mimpi
Laksana gugusan gemintang
Mencipta aksara berpendar
Di cakrawala angan
Menjelajah lekuk rona wajah
Engkau bertudung kudung
Hadir merayu imaji perenung
Ibarat bias bercumbu dengan rayu rembulan
Bercanda, bergumul, di percik bias merona, kelam
Bestari…!
Mencuri gerak nurani
Intari munajat membumbung
Menjaring mimpi pijar memijar
Jelajahi bait mahabbah di pendaran kalam
Marka -Mu minangan rasa, diri masih menderu
Dalam diam
Dalam hening
Dalam aksara membumbung
Di tenggeran cakrawala langit
Rencana-Mu mengguntur dirgantara
Kemanakah sepasang netra pengisi sepi..?
Tat kala kalbu tergori
Sirat islah menuju-Mu
Memimpi jejeari lentik
Hadir temani sunyi, senyap…..!
Mujahadah dekap mahabbah-Mu
Menikmati nukilan kisah kekasih-Mu
Uswatun hasanah di pendaran jejak
Menutur kalbu
Menangkap anila malam-Mu
Kobar anala rengkuh kalam-Mu
Duhai bestari pemilik rona ayu..!
Ukhti di mu’amalah zaman beredar
Besarkan asa pada istikharah membuncah
Relakan Allah hadirkan yang tertunda dalam jedah
Kini,
Esok
Lusa
Bahkan mungkin samapai pijak di sisi lahat…!
Telah tertakar dari neraca sang pemilik alam
Hendak kemana jiwa bergantung kala gamang
Menutur kalbu pada sepoi anila malam-Mu
Mengobarkan anala di bebaris kalam-Mu