peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Koleksi bokep 2 - cerita.dewasa.2



Koleksi bokep 2
Kosan Nikmat
sungguh nikmatnya pemilik kostku

aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Malang,sebut saja namaku jono.

aku belum lama kuliah di sini, kira2 masih 1/2 tahun, trus aku bingung cari tempat kost.
selama berhari2 aku keliling daerah disekitar kampusku.
Rumah demi rumah aku masuki, hanya untuk mencari tempat kost.
Setalah lama aku mencarinya, aku berhenti sejenak, untuk melepas lelah sekaligus memulihkan energi. Aku beli minum di warung nasi Bu Marnie,
kuminum segelas es teh dan kunyalakan rokok yang tinggal 2 batang, lalu tiba2 mataku terperanjak saat aku melihat wanita sexy dengan memakai rok mini yang kalau dia duduk, celana dalamnya hampir kelihatan.
Mataku tak henti2nya melihatnya, tanpa berfikir panjang lalu aku hampiri saja.
Lalu aku bertanya

"Permisi Mbak, Tau tempat kos yang murah ga disini?"
Lalu dia menjawab"O adek mau kost ya?"
aku menganggukan kepala, itu tanda iya
"Kost di tempat saya aja"pintanya
"di rumahku ga banyak kamar kok, lagian dulu rumahku juga tempat kost kok"
Tanpa berfikir panjang aku langsung menjawab"iya mbak kita lihat dulu tempatnya ya"
aku bayar minuman dan langsung meluncur ketempat mbak tersebut yang namanya Wina.


Dia berjalan di depanku, dan aku mengikutinya,sungguh indah sesuatu yang tertutupi oleh rok mini itu.
Ternyata rumahnya tidak jauh dari warung yang tadi.

"Silahkan masuk dek, oh iya namanya siapa?"
"Jono mbak"jawabku dengan sopan dan lugu
"jangan panggil saya mbak, panggil saja wina"
"oooo............."
"saya nih masih muda kok,saya tinggal sendiri disini,ibuku telah meninggal sejak aku SMP" sambil menunjukan foto ibunya
"trus bapalnya dimana mbak?" tanyaku dengan serius
"bapaku menikah lagi"dengan nada rendah

"ooo iya..... ini kamarmu dik jono"sambil membukakan pintu kamarnya
saat itu terlihat begitu besar dada wina, benar2 besar, kira2 36 lah ukurannya

aku langsung setuju saja, tanpa melihat kamarnya lebih lama.
Tak terasa sudah sore, aku pun bergegas pulang ke tempat kost kakaku.

Keesokan harinya, tepatnya hari minggu, aku langsung membawa perabotanku ketempat kosku yang baru. Mbak Wina menyambutku dengan ramah, sekarang dia mengenakan celana pendek yang sangat pendek.
Entah kenapa dia senang memakai pakaian yang mini.

Tak kusadari saat aku sibuk dengan menata kamarku, ternya ta mbak Wina membuatkanku air minum.
Dalam hatiku bertanya"Keapa dia baik sekali ya?"

Akhirnya aku selesai menata kamarku, Sedangkan Mbak Wina lagi asik nonton TV sambil tiduran di sofa.
Setelah itu aku mandi.Ternyata kamarmandinya jadi satu dengan kamarmandi Mbak Wina,.
Di kamarmandi aku melihat Beberapa Bra yang digantung, wah aku jadi berfikir yang tidak2.

Ketika aku keluar dari kamarmandi, Mbak wina Sudah tertidur di depan TV.
Tak ku sia2kan kesempatan ini. Aku hampiri dia, lalu aku memandangi seluruh tubuh indah mbak Wina.
Aku masih mengenakan Handuk untuk menutupi Penisku. Jadi kelihatn menonjol kalau sedang menegang.

Sungguh mulus kulit Wanita ini, Dadanya yang montok dan sintal, apa lagi bibirnya yang seksi, kecil tapi agak tebal membuat kejantananku bangkit.

Tak begitu lama tiba2 mbak Wina Bangun dari tidurnya, Aku bingung sekali, aduh gimana nih......
Trus aku ngomong " Mbak Kalau tidur dikamar aja"

"Iya dek Kamu dah selesai mandinya?"tanyanya dengan mata agak terpejam.
"udah mbak"
"wah badanmu kekarjuga yah"
"alah mbak nih bisa aja"sahutku dengan malu
"Dek kalau mau bikin kopi, ambil sendiri dapur ya"sambil berjalan menuju kamarnya.

Pintu kamarnya tertutup rapat, akuga bisa ngintip.

Saat malam tiba.
Aku sedang sibuk dengan komputerku, sedang mbak Wina Nonton TV di Sova seperti yang tadi.

Tak begitu lama, dia masuk kekamarku.
"Dek lagi ngapain?"
"Nih lagi Buat animasi" Aku kuliah di fakultas Desain Grafis
"Wah bagus ya" Cletuknya

Obrolan2 ringan kami lakukan
lalu yang bikin aku kaget adalah saat dia bertanya "Dek di komputermu ada Filem gituan ga?"
Aku langsung kaget
"ya jelas ada dong mbak, Kalau komputer ga ada Filem Gituannya namanya komputer ga sehat"Gurau ku
"HaHAHA, coba mana, lihat dunk"

Langsung aja aku tunjukin filem barat.

Aku agak degdegan juga sih,
setelah sekitar 5 menit kami nonton bersama, Mban Wina mulai ada gejala2 aneh.
mula2 dia bingung menata duduknya, trus lama kelamaan dia mulai menaruh tangannya di atas dadanya yang montok itu.
"Mak kenapa?" Tanyaku sedikit basa basi.
"Eh enggak, nih filem nya bagus ya" Jawabnya agak menutupi keterangsangannya
"Mbak dah sering nonton beginian ya?"tanyaku agak malu2
"Ga juga sih, paling2 kalau lagi pingin aja"jawabnya dengan tenang
"Mbak Ga pingin gituan?"tanyaku sambil tetap melihat adegan filem yang semakin panas itu

Dia tak menjawab,kelihatannya dia masih keenakan dengan filem itu.

Tak lama kemudian, Tak tau mengapa duduk kami menjadi semakin dekat, dan kemudian
tanggannya ternyata sudah ada di atas pangkuanku, tepat di aras pusakaku yang sudah menegak dari tadi.
Tanpa sempat berfikir, tangan Mbak Wina semakin menggila.Mula - mula dia hanya mengelus2 dengan pelan tapi leme kelamaan dia membuka resletingku.
Akupun tak mencegahnya.
Tak lama kemudian, celanaku sudah jauh berada di sudut kamarku, dan dia sidah mulai mengocok pusakaku, dan juga sesekali dia menghisap dan mengulumnya
Aku tak tahan merasa geli dan enak beracampur menjadi satu, sehingga aku tak sempat lagi menyaksikan filem itu.
aku pun mengimbanginya dengan meremas2 dengan mesra dada yang indah itu.
"oh enak mbak"
"kamu suka ga De'?"
"suka banget mbak"Dengan tanganku bergerila di sekitar dadanya, tak menunggu perintah aku langsung melucuti kaos ketat beserta Branya.

Wah ternyata kulitnya bener2 mulus, dadanya juga montok apalagi dipucuknya terdapat puting yang indah dan siap untuk di permainkan.
Mulut dan lidahku mulai beraksi, kujilat, kukulum semua bagian dada Mbak Wina dengan nikmat, dan tanganku mulai mencoba masuk kedalam celana pendeknya yang super mini itu.
ternyata didalam celana itu ada sebuah gundukan daging yang sudah basah.
"Ah dek, enak dek" rintihnya perlahan

Aku mulai membuka resletingnya, dan kubuka Celana dalamnya.
Wah benar2 indah sesuatu yang tersembunyi disini.
"Mbak ini bener2 menggairahkan"Rayuku, sambil aku menentuhnya dengan lembut di bagian lipatan paha itu
tak lama, aku langsung menciumi daerah sekitar paha itu, lalu aku menetap di daerah lipatan itu.
Benar - benar wangi, aroma khas wanita.

"Aaaaaaaaaaaaaah dek, enak banget ahhhaahhh"rintihnya saat kujilati dan kuhisap2 mem*k yang sudah basah itu
"Iya dek lanjutkan dek, terus ahhh ought"

"Masukin aja dek "
Mendengar kata itu, aku langsung bergegas.Pusakaku yang sudah siap untuk menghujangnya aku persiapkan.
dia terlentang dengan pasrah. aku masukan pusakaku yang ga terlalu besarsih, tapi lebih panjang jika dibandingkan dengan milik orang asli indonesia.

"Kok seret ya mbak?"tanyaku
berkali2 aku coba memasukan, sangat sulit.
"iya nih jarang dipake kok"guraunya.

akhirnya aku bisa memasukannya
"ahh ayo dek mainkan"desahnya membuatku semakin bernafsu.

aku mulai melakukan gerakan kluar masuk.
Lama kelamaan terasa ritme yang tetap, dan dia mengimbangi irama yang aku mainkan.
Suara yang khas dari tepukan paha kami membuat irama yang sungguh indah.

Semakin lama irama menjadi semakin cepat
"ooouuuuuhhh aaaahh iya dek itu enak dek"rintihnya lagi
"ahhhh dekkkkkkkkkkk aku hampir nih"
"iya mbak kluarkan aja"


"iya dek, nih"
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH"rintihnya seiring dengan kurasakannya cairan hangat di dalam mem*k itu.

akhirnya kami ganti posisi dengan gaya DoGy
"ayo dek, maenkan lagi"
"Iya mbak"
aku sudah mulai panas, irama semakin keras dan dia jadi semakin sering mengeluarkan cairan hangat itu.

"ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh enak dek, lagi dunk"Setiap dia mulai klimaks, selalu ngomong kayak gitu.

Akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari pusaka ini,seolah tak mau ditahan.
"aaaahhhh Mbak aku hampir kluar nih"
"Kluarin didalam aja dik, aku juga hampir nih ahhh"
"Kita bareng2 aja ya mbak"pintaku.

"Iya ddiiieekk,ahhh"
"hampirmbak"

"Ah ahhh UHHH aHHHHHHHHHHHHHAAAAAHHH"cairan yang panas keluar dari pusaka ku seiring dengan sesuatu yang panas juga kluar di dalam mem*k nikmat itu

Kemidian kami terkulai tak berdaya di atas ranjangku, pusakaku masih menancap di mem*k indah itu.
Dan filem dikomputerku tetap menyala hingga pagi hari.

Selanjutnya kami semakin sering melakukannya, kadang di sofa, di kamar mandi, bahkan di dapur juga pernah dan yang aneh lagi, di kebun belakang juga pernah.walau sudah banyak yang kost disini.
saat sepi kami manfaatkan waktu itu. bokep
Hardcore Kakis

Join Date: Jul 2006
Posts: 101
























































05-08-2009, 08:24 PM #12
Kosan Nikmat 2
Sudah 2 minggu aku kost disini.
setiap hari setelah pulang dari kampus atau saat malam hari, aku dan Mbak Wina selalu melakukan perbuatan itu.

Sampai akhirnya, anak kost disini mulai bertambah.
Sebut saja Roni dan niko. Mereka berdua juga mahasiswa baru, sama seperti aku.
Setelah mereka berdua kost disini, Aku dan Mbak Wina melakukan dikebun, kamar mandi dan kadang di kamar Mbak Wina.
Pokoknya Anak2 kost yang lain tidak tahu.

Suatu siang, saat semua tidur siang. Aku sangat horny, dan aku bingung.
"Duh kok anak2 ga kluar ya?" Pikirku dengan jengkel.
akhirnya aku nekad. aku masuk kekamar Mbak Wina.dan mengajaknya kekebun belakang.

"Mbak, Mau ikut aku ga?"Tanyaku dengan lirih ku bisikan ketelinganya.
"Kemana De?"

"Kekebun, disana ada sesuatu yang enak"Jawabku yang membuatnya penasaran.
"Masak sih? emang ada apaan?" dengan penasaran
"Ada deh"Aku sambil meraih tangannya dan menariknya.
Karena kamar Mbak Wina Berdekatan dengan kamar roni, maka aku ajak Mbak Wina kekebun, karena takut suara rintihan dan desahan kami terdengar anak2.

Setelah sampai di Kebun, kani duduk di tempat duduk yang kecil tapi cukup untuk kami berdua.

"Ada apa sih di sini dek?" Tanya Mbak Wina dengan penuh rasa penasaran.
"Pingin tau ya?"
"Nih aku tunjukin" Sambil kepalaku mendekati kepalanya, sampai akhirnya kulumat bibirnya yang sexy itu.

ternyata dia juga mengimbangi dengan agresif dan menggila.
Sehingga membuat Pusakaku langsung mengeras dan seakan celana dalamku ini tak cukup.

Aku mulai tak sabar, kuciumi lehernya, dan tanganku mulai bergerak di area yang agak menonjol di bawah leher.
"Ahhhh, Dek, enak ahhhh uh"Rintihnya yang semakin membuatku panas.
tanganku mulai masuk kedalam kaos ketat kesukaannya itu, dan kubuka sekalian Bra yang menutupi dua gunung salju yang hangat itu.
dia pun juga mulai bergerilya. Tanpa aku sadari tanggannya sudah ada di dalam celanaku.

Tak kusia-siakan kesempatan itu. Aku langsung melucuti kaos Beserta Bra Hitamnya.

Bibirku mulai menciumi seluruh bagian tubuhnya yang tak tertutupi.
dia terus mendesah dengan pelan" Ah dek kamu kok nakal banget sih ahhhh tapi enak dek"

Tanganku mulai masuk kedalam celana mini yang dipakainya. Lagi2 Daging hangat didalam celana itu mulai basah.
Langsung saja aku lucuti juga celana itu beserta celana dalamnya. tapi akupun juga copot kaosku.

Sekarang tak ada sehelaipun benang yang menutupi tubuhnya. Kuciumi seluruh sudut tubuhnya yang indah itu.
Sampai akhirnya aku berhenti di daging yang hangat itu.

Kujulat meki indah yang sudah basah itu, kuhisap dan sesekali jari2ku kumasukan kedalam lubang kenikmatan itu.

"Ouuugghhtttt terus dek, jangan berhenti dek"rintihnya yang membuatku semakin menggila.

"Sekarang Dek"Tandanya aku harus segera memasukan pusakaku.

Aku duduk di kursi, dan dia berdiri diatasku.
Tanganya membimbing pusakaku untuk masuk kedalam lubang kenikmatan itu.
"AAAhhhh"begitu pusakaku masuk, dia langsung merintih dengan nikmat.

Dia mulai bergerak naik turun layaknya seorang pemain Bokep yang sudah mahir.
pertama gerakannya pelan pelan, tapi lama kelamaan menjadi semakin keras.

"Aaaaahhh dekkkk, aku hampiiiiiiirrrrr"gerakannya pun semakin keras.
Aku pun mengimbangi gerakan kerasnya, Ku pegang pinggangnya, dan pusakaku ku gerakan dengan keras, kluar masuk di lubang itu.

"Deekkkk addeeeekk, dekkk sekarangggggggggg AHHHHHHHHHHHHHHHHAAAAAHHHHH"akhirnya dia ejakulasi untuk yang pertama.
dan didalam sana serasa ada cairan hangat yang membanjiri pusakakku.

Setelah dia ejakulasi, kami berganti posisi, Doggyy
aku berdiri dan dia merangkak.

Aku masukan pusakaku.
"AAhhhh dek rasanya tambah nikmat"" rintihnya
"Iya mbak"

Karena kurasa aku sudah hampir saatnya. Aku semakin mengeraskan tempo gerakanku.

"AAAhhhh dek, aahhh aduuhhhh aahh"
"Dek aku mo kluar lagi, ahhh kamu kapan dek?"
" Aku juga mau kluar mbak, kita bareng lagi ya"pintaku, agar kenikmatan semakin terasa.
"iya dek, aaahhhh terus dek, sebentar lagi dek"

Serasa lahar didalam tubuhku ingin kluar
"AAAhhhhhh nih mbak aku kluarkan mbak ahhhh"
"Ahhh aku juga ahhhhhhhhhhhhhhhhhaaahhhhhhh" Bersamaan kami ejakulasi. Nikmat sekali kalau bisa bersamaan.

Dengan terpuaskannya Libidoku, maka kamipun memakai baju kami masing masing.
Setelah itu Mbakl Wina mandi dan aku kembali melanjutkan Gameku tadi.

Episode 3

AKU dan Roni Bercinta bersama Wina.

Suatu siang aku sangat pusing sekali mikirin tugas kuliahku.
seakan ingin rasanya kubenturkan kepalaku ke dinding sampai kluar semua isi otak ku.
Aku mandi untuk mendinginkan otak ku yang sangat tidak karuan ini.
lagi2 Mbak Wina naruh Bra sembarangan. "Kalau anak2 tau pasti jadi horny."Pikirku

aku tak ambil pusing mikirin sebuah bra ukuran 36 itu.

aku tetep menikmati mandiku. entah kenapa aku pingin mengocok pusaka hebatku.

saat menyabuni seluruh tubuhku, dengan perlahan ku gosokan pula tanganku yang penuh dengan busa ke pusakaku yang belum mengeras layaknya seekor ikan yang lagi malas malasan.
Entah kenapa ini, setelah melihat Bra Mbak Wina tadi, Wajah mbak Wina selalu hadir di kepalaku yang dari tadi ingin meledak.

Sambil membayangkan betapa indah Payudara itu bagaikan 2 Gunung salju dengan sebuah gubuk kecil di atasnya.
lambat laun pusakaku mulai berdiri, sambil tanganku tetap membelainya dengan perlahan dan nikmat.
"oohhh........". rintihku lirih, saat itu ga ada orang di rumah.


Saat pusaka ini sudah mengeras, tempo kocokanku semakin cepat, dan semakin nikmat saja.
sekitar 2 menit aku mengocoknya. Setelah itu terasa ada lahar panas di dalam pusakaku yang ingin segera meledak dan keluar melalui ujung pusakaku.

Tak tahan rasanya ingin cepat2 keluar, kukocok semakin keras,
"AAAAAAAAAhhhhhhhhhhhh uuuh oought "Jerit dan desahku keras.

Seharian pikiranku seakan mo pecah, akhirnya sekarang bisa agak enakan sedikit. walau aku cuma onani sendiri.

ku ambil handuk dan segera aku kluar dari kamar mandi.
Lelah juga hari ini. Aku tidur singa dengan keadaan sangat lelah dan panas di kepala yang agak mendingan

Saat aku sudah terlelap, aku mimpi sedang bercinta dengan seorang artis, ah sungguh enak banget. Tapi kenapa, ini begitu kelihatan nyata?
Aku merasakan seakan ada sesuatu yang hangat di pusakaku,????????
dan semakin geli dan nikmat, sehingga aku sadar dari tidurku,

Dengan mata agak tertutup, coba kupandangi kebawah..................


Dan ternyata, ada seorang wanita yang sedang asik meng-oral pusakaku yang ga begitu besar tapi lumayan panjang.

Dia menjilat dengan mesra........."SRrrttttttttttt" Suara jilatannyan terdengar nikmat.
dan dia memasukan pusakaku kedalam bibirnya, dengan sedotannya yang mantab, dia mengerakan pusakaku kluar masuk ke mulutnya... "ahhhh" sungguh nikmat rasanya.

Aku cuba membuka mataku lebar2, dan kulihat lagi dengan seksama. Dibalik rambut yang lurus dan hitam itu ternyata dia wanita yang tak asing lagi bagiku...........
Dia Adalah Mbak Wina. Sudah stu minggu aku tak bercinta denganannya, karena kesibukanku dengan kuliahku. dan Dia juga sibuk dengan kerjaannya, Dia kerja sebagai penyaji di Food center di suati Supermarket di kota malang.

"Mbak wina, Kok udah disini"Tanyaku dengan nada bingung.
"Iya dek, aku tadi dengar ada rintihan di kamar mandi, trus aku ngintip sedikit, aku jadi horny"tangannya tetap memegang pusakaku yang suap menghujang siapapun.
"Wah kirain ga ada orang tadi"
"Aku ga kerja kok tadi, aku lagi libur"kocokan tangannya semakin keras.

"Ahhhh eaahhh"serasa kepala pusakaku ingin digaruk, rasanya geli sekali.

melihat aku menggerang, Mbak Wina segera membuka semua bajunya.

Kelihatan dia sudah puas bermain dengan pusakaku. Kini giliranku bermain dengan meki indahnya.

Aku tetap dengan posisi terlentang.
Sedangkan mbak wina duduk di atas mukaku.


Aroma yang tak asing bagiku, aroma kewanitaan yang menggairahkan.
Dia mulai menata posisi duduknya diatas mukaku. sambil kujilat dan kupermainkan klitorisnya yang mungil dan wangi itu.
dia mulai kegelian dan merasakan nikmatnya lidahku yang menggila " ahhaaa ussstttttt uuhhhhssstttt"

sisikali dia menggoyangkan bokongnya, sehingga jilatanku mulai tak karu karuan, tak lupa aku juga menghisap2 di semua daerah lubang kenikmatannya.
Tak lama, ada sedikit cairan yang keluar dari lubangitu.... " Ahhhhhaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh" Rintihnya keras, siring dengan kluarnya cairan hangat itu.

Tak kurasa, ternyata kami dari tadi di intip oleh roni.
Entah dari bagaimana dia masuk rumah, aku tak mendengar sedikitpun suara geraknya.
saat masuk kamarku tadi mbak Wina lupa menutup pintunya.

Entah bagaimana, mbak wina tau kalau roni mengintip, lalu dia panggil si roni.

" Ron mau gabung ga?"pintanya dengan nada menggoda.
saat di bawah tubuh mbak wina aku tak bisa berfikir apapun.

"Iya, emang boleh saya gabung?" Tanya Roni malu malu.
"Ayo ron cepetan."Mbak wina bener2 gila.

"Roni langsung duduk di sampingku, dan melepas semua pakaiannya. Kulihat dari celah2 paha mbak wani, Pistol si Roni sudah menegang dan suanm untuk menghujam.
Lalu mbak wina merubah posisi duduknya menghadap ke atas kepalaku.
Dia menyuruh roni untuk berada di atas kepalaku tapi tetap dengan possisi tidur.

Perlahan dia mulai mengocok pistol si Roni, dan aku masih enak dengan vagina basah itu.
"Gimana Ron enak ga?" Sambil sesekali dia hisap pistol si Roni.Tak lupa jilatanna Mbak Wina selalu menghiasi oral yang dilakukan kepada Roni itu
"Uhuuuuuuuuuuuuuuhh eak banget mbak" Desah Roni


Gelitikanku mulai menggila di klitorsinya, dan dia semakin cepat pula mengocok pistol Roni. Sambil mendesah" Aaaaahhhhhh Dek Jono ahhhhh aduh geli ahhhhhhhh" cairan yang hangat itu keluar lagi.


Lalu Mbak wina menyuruhku untuk berdiri dengan mesra dan membuat aku semakin ingin membuatnya lemas.


Dia sudah siap dengan posisi merangkaknya, mulutnya tepat mengarah di pistol roni, dan tangannya masih tetap memegangnya.
Tangan kirinya membimbing pusakaku untuk masuk kedalam lubang kenikmatannya, dengan posisi kakiku berlutut, kuhujam pangkal pahanya dengan perlahan dan halus.

"OOOhhhhhh nikmatnya mem*k Mbak Wina" Ucapku sambil mulai memainkan pusakaku keluar masuk.
Sedikit demi sedikit gerakanku semakun kuperkeras. Pantatnya dan pahaku yang saling bertemu membuat irama dengan tempo yang tetap, sehingga kenikmatan sangat terasa.

Mbak wina pun juga semakin menghisap dengan kuat tapi halus sehingga membuat roni lupa daratan, dia lupa kalau sedang bercinta dengan ibu kostnya.

"Jon, Gantian dunk!!"Pinta roni dengan nada yang agak rendah, karena dia merasakan kenikmatan bibir sexy Mbak wina.
Mbak Wina pun segera memutar posisi tubuhnya, Tapi kali ini dia terlentang. Tanpa Dibimbing oleh mbak wina, Roni langsung menghujang lipatan paha itu dengan pelan.
"OOOOuuuuggghhhtttt" Rintih roni merasakan nikmatnya di dalam sana.

Dia pun memainkan tempo yang sama dengan tempo yang akumainkan.

"Ron siniin Ko***Lmu"Mbak wina memintaku
Rupanya dia masih ingin menghisap dan menjilat.
Aku dengan posisi miring .

Setelah tak begitu lama, tiba tiba roni menggerang dengan keras.
" OOOuuuuuuhhhhh, aku mo keluaaaaarrrrrrr,,, aaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Mbak wina semakin keras mengocok penisku
"OOuuhhhh" Rintih Roni kleenakan.
" Gimana Ron, enak kan mem*k Ibu kostmu?" Tanyaku dengan gurauan.

"Udah aku capek, sekali aaja, Aku tadi habis Basket.Makasih ya Mbak Wina, Makasih ya joonn dah di bolehin gabung."sambil mengambil pakaiannya dan pergi keluar kamarku.
"Kalau mau lihat ga apap kok
ROn"Gurauku
Setelah Roni pergi, kami melanjutkan pertandingan yang tadi kami langsungkan berdua.

Aku langsung saja ambil posisi tidur terlentang, dan mbak wina juga langsung menghampiriku. Dia langsung ambil posisi menindih tubuhku. Dia pegang penis ini dan sesegara dia masukan kedalam Vgna nya.
Pertama sih dia melakukan gerakan naik turun yang perlahan, tapa kurasakan lama kelamaan jadi semakin keras.

" Ahhh Deek eeenaaak banggeeet Ko***l mu" rayunya dengan penuh nafsu.
"masak ssiiihh ahhhh?"kubalas
Aku tak sabar dengan gerakannya yang perlahan.
Aku pun dari bawah melakukan gerakan keluar masuk yang cepat.

" Iiiiyyaa iya ioya dek, iya terussss dek terus"Ucapnya.
aku semakkin mempercepat........"Deeeekkk aku hampir nih deeeekkk, ini yang kettiiiggaa dekk" tapi aku tetap mempercepat gerakanku.


" Ayo kita selesaikan mbak heeehhuuuuh" dengan merasa gregetan karena larva putih yang sangat panas dalam pusakaku sudah tak tahan ingin meledak keluar.
"Ayo Deeekkkk Sekarang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaghhhhhhhhhh" Saat bersamaan lagi aku juga merasakan Pusakaku juga keluar memenuhi lubang nikmat itu, Sangat panas sekali terasa didalam sana.

Serasa lari 50 Km rasanya, aku ga kuat mo ngapa2in, akhirnya aku tetep terlentang, mau nyabut pusaka aja ga kuat.
Apa lagi mbak wina, dia hanya bisa terkulai di atas tubuhku. seakan dia ga bisa lagi mengangkat kepalanya.
Kami tetap tertidur dalam keadaan penuh keringat dan kepuasan sampai sore hari............ bokep
Hardcore Kakis

Join Date: Jul 2006
Posts: 101

05-08-2009, 08:25 PM #13
Dengan Pramugari
Ini pengalaman pribadiku yg original....

Waktu itu aku main friendster, sengaja cari dengan search "pramugari" atau F.A., nach ketemulah 1 orang yg respon dan cantik, singat crita setelah email2an kita ketemu di SENAYAN CITY, karena dia dulunya kerja di Air Paradice BALI yg udah tutup. sebuah penerbangan international. Nama anak itu DEVI, anak sunda tinggi 168CM, berat 49Kg dengan BRA 36B.

Pas, ketemu, ternyata emang betul2 cantik... putih... and sexy abis. Tapi yg bikin kesel tuh anak belagu amat, maklum bekas pramugari penerbangan international. dia pake baju dengan belahan dada terbuka cocok banget dengan 36B-nya. Pertama ketemu tuh anak agak ogah2an dan ngomongnya gede banget. Ini tantangan buat gue untuk naklukin tuh cowok. Kita makan di sebuah resto yang sengaja gue pilih agak mewahan dikit biar gue ngga kalah gengsi... dan setelah itu gue pingin tau dia brangkat pake mobil ato kagak untuk ngukur kekuatan... ternyata dia pake taksi jadi ada alasan gue untuk nganterin dan pamer TOYOTA HARRIER pinjeman yg gue bilang punya gue....ha...ha...

Sambil menuju ke mobil, dia masih agak sok2an dan bergaya tinggi. Pas di parkiran dia nanya, "mobil loe yang mana?" dan saya tunjuk karimun tua dan dia agak kaget, dan mulai belagu lagi.. sambil bercanda gue bilang "kita coba teken alarm, mobil mana yg buka" dan yg nyala HARRIER di samping karimun tua, barulah DEVI senyum2 manja sambil nyubit dia bilang "kok ngerjain gitu, emang tuh mobil punya kamu?", dengan jawaban diplomasi gue jawab "kalo ngga percaya kamu bawa aja sebulan pasti ngga ada yg komplain", karena emang yg punya lagi pergi ke luar negeri 3 bulan.

Di mobil, dia mulai nanya2 kerja aku apa, dan kujawab manajer di perusahaan telekomunikasi, walaupun semua itu bualanku saja. Mulailah dia manja2 dan menggoda, "Mas pasti pacarnya banyak dan cantik2, kan udah mapan dan ganteng lagi???" Padahal tadi di caffe dia tuh sombong dan cenderung meremehkan sempat dia bilang "loe bukan tipe cowok gue".

Menjelang sampai ke rumahnya, dia mulai merendah "jangan ketawain ya.. rumah ortuku yg sederhana saja", dengan diplomatis aku jawab "ach, kan aku mau pacaran ama DEVI bukan ama rumahnya". Rumahnya memang kecil model BTN, dan aku bawa mobil hati2 banget takut kebaret ama bajaj, MAKLUM MOBIL PINJEMAN....HA...HA...

Sampai di rumah, aku terpaksa harus basa-basi dan tiba2 kaget bukan kepalang sewaktu dikenalin ke ortunya "MAMA, ini mas RONI, pacarku yg pernah aku ceritain itu ma". Aku kaget dibilang pacarnya padahal kita BELUM PERNAH JADIAN SEBELUMNYA.... Oh, ya.... Namaku RONI.

Aku ngobrol 10 menit, sebelum pamit pulang karena udah mau jam 22 malam dan parkir mobil tidak di depan rumah. Pas aku mau masuk ke mobil, dia ikutan ke dalam mobil dan aku kasih dia kecuman pipi, tapi dia malah nantangin.... "kan udah pacar ciuman bibirnya mana", tanpa membuang waktu aku ciumin bibirnya dan aku remas2 payudaranya yg montok, kenyal dan 36B. Dia hanya berbisik pelan "ich, nakal baru kenal pertama udah berani ke situ". Aku pun bales bilang "Kan tadi udah pacarnya". Sebelum pulang aku bilang kalo minggu besok aku mau ajak dia untuk jalan2 ke bandung pagi2 dan dia menyanggupi".

Sampai di rumah sabtu malam jam 23.30 aku mencoba menelpon dia, gila dia bercerita pengalaman pacarannya yg sangat gila dan dilanjutkan ngajak PHONE SEX, sampai jam 02.00 pagi sebelum aku akhiri "sayang, kan besok jam 8 aku harus jemput kamu ke bandung"

Pagi jam 8 tepat aku udah di rumahnya, dan DEVI muncul dengan pakaian yg sangat2 sexy, maklum pramugari. Dia pakai Tanktop warna hitam dan celana jeans ketat banget serta terlihat pusarnya sewaktu mengangkat tas.... aku sempat tanya "mama kamu ngga marah kamu pakai baju begitu", dan dia jawab "kamu kan pacarku jadi mama nggak akan marah". Setelah basa-basi dengan ortunya tepat jam 9.00 pagi kita berangkat ke bandung dengan alasan "TEMENNYA DEVI ADA YG MARRIED".

Di jalan, aku sempat bengong SIAPA YG KAWINAN". Akhirnya aku memberanikan mengkonfirmasi DEVI, "Say, yg kawinan emang siapa? kan semula kita hanya mau jalan aja?" Dijawab ama DEVI "ach, kamu jadi cowok lugu gitu, kebanyakan kerja sich jadi seriusan melulu.... yg KAWIN ya... sapa kek... kalo ngga ada yg KAWIN YA KITA". Mendengar jawaban begitu aku makin nakal, "Brani KAWIN? paling 20 menit udah keok??" dia jawab singkat "SAPA TATUT".....

Di sepanjang perjalanan dia selalu menggoda bahkan pas selepas CIKAMPEK, dia mulai berani meraba2 penisku, dan sempat komentar "Gila gede juga ya.. punya kamu", dan aku pun berani masukin tanganku ke buah dadanya walaupun mobil melaju 120 KM/jam di tol. Menjelang masuk bandung, dia buat kejutan dengan melepas BRA dan hanya pake tank top saja. Tanpa pikir panjang, saya langsung ngajak CHECK IN di hotel JAYAKARTA. "Say, kita ke hotel dulu baru nanti jalan2nya, capek habis nyetir". Dia pun dengan cuek bilang "yg capek DEDEKNYA KALI"

Setelah tiba di JAYAKARTA, kita menempati kamar 311, dan setelah BELL BOY memasukkan tas, saya mencoba menyalakan TV, dan udah di dekap DEVI dari belakang "SAY, AKU MAU NGETEST SAPA YG KALAH DALAM 20 MENIT". Tanpa berbikir panjang, aku langsung membalikkan badan dan memeluk DEVI yg sudah sangat horny, aku lumat bibirnya dalam2 sampai nafasnya tersengal2 pendek2...."Say, cium donk nipel aku tolong... say" iba DEVI yg sudah horny berat. Tanpa membuang waktu aku pun tarik tank top-nya yg sudah TANPA BRA. Payudara yg montok, 36B, putih mulus dengan puting berwarna kemerah2an langsung saya cilatin dan gigit2 kecil sambil tangan kiri menyusup ke celana dalamnya. DEVI memang cewek yg agresif dia pun langsung membuka bajuku dan meraba2 penisku. Tanpa sadar dia pun mulai menciumin Penisku yg memang berukuran super, 17 CM. dengan posisi terbalik, aku mencoba untuk menarik celana jeansnya dan ternyata dia memakai CD jenis G-string warna merah. dengan cepat aku buka CD dan DEVI telah mencukur bersih vaginanya yg berwarna kemarah2an dan telah diberi parfum ... wangi sekali dan aku pun tanpa ampun menciumin vaginanya sambil menyedot lendirnya sampai dia meremas kepalaku keras2 "say terus... jangan lepas"

Setelah, menggunakan gaya 69, dia pun mulai basah dan mendekatkan penisku ke vaginanya "Sayang, kamu kan belom statement aku, dan kita belum jadian, kamu mesti statement dulu dan baru kita ML". Aku pun bangun dari tempat tidur dengan keadaan dua2nya bugil dan menyatakan cinta ke DEVI (walaupun aku belom merasakan cinta itu). Setelah itu aku pake Condom dan DEVI minta di atas, pas penisku mau masuk, DEVI kaget, "Lepas Condomnya, kamu kan pacarku, ML pake Condom emangnya gue perek apa??", dia tarik keras2 condomku.... trus aku pun balik bertanya "nanti kalo keluar di dalam gimana???" Devi pun menjawab "Bukannya enak yg begitu" sambil dia menekan vaginanya ke penisku yg sudah berukuran maksimal tadi. Berbagai gaya dia tunjukkan, dan pas dia mulai main2 JEPITAN, aku nyaris nggak tahan padahal baru 10 menit, untuk saya sudah belajar pernafasan dan akhirnya menjelas 30 menit DEVI mengeluarkan gejala2 akan orgasme... cepat2 saya ciumin putingnya bergantian, dan dia pun bilang "SAY, KITA KELUARIN BARENGAN YA...." aku pun mengangguk dan 1 menit kemudian dia berteriak kesetanan "A YOO.... CEPETIN TERUS SEMPORTIN KENCENG...." DEVI benar2 orgasme dan GELINJANGAN luar biasa sekali, padahal aku masih nahan.... setelah 10 menit DEVI baru sadar "AN GUE KALAH" tapi gue mau MULTI ORGASME....

Aku pun makin liar, dan tiba2 aku memegang anusnya, dan DEVI pun tau, "JANGAN SAY, ANASKU ITU MASIH VIRGIN" aku pun berusaha merayu dan merangsang DEVI. Pantatnya yg putih mulus tak mungkin kubiarkan begitu saja.... setelah dia merintih2 karena jariku kumasukkan, lalu aku bilang "SAY AKU MASUKIN YA..." Dia pun sambil tersengal2 bilang, "KAMU SAYANG KAN KE DEVI? KALO IMANG BENER2 SAYANG KAMU LAKUIN AJA TAPI BUANG DI DALEM KARENA AKU MAU NGERASAIN SENSASINYA" Tanpa berpikir panjang aku pun lakuin dengan memasukkan kepala penis pelan2 sampai akhirnya dia teriak keras "SHIT..., masuk .... CEPET ent*t DEVI".... aku pun mematuhi apa yg dia inginkan mulai dari pelan lama2 cepat sekali dan CROT2 keluar maniku ke anusnya sampai ke kasur.... dia pun bilang "GUE NGERASAIN ML PALING ENAK HARI INI".

Hari itu, kita ML sampai jam 8 malam sebanyak 5 kali dan 3 kali anal. DEVI emang maniak, dia sempat nelen maniku dan facial ke mukaku..... Kita sempat pacaran selama 3 bulan sebelum bubar karena ketauan modal gue cekak....

Ada yg berminat ama dia, FS nya ada bokep
Hardcore Kakis

Join Date: Jul 2006
Posts: 101

16-08-2009, 04:17 PM #14
pijitan pembantu
Namanya Tini

‘Dari Cisompet, Bu ‘ kata pembantu baru itu kepada isteriku ketika ditanya asalnya dari mana.

‘Cisompet ? Daerah mana tuh ‘

‘Itu Bu ‘ Garut terus ka kidul .. jauh ‘. Dekat perkebunan teh ‘ jelasnya lagi dengan wajah memerah karena malu2 kali.
Wajah yang biasa saja seperti wajah gadis desa lainnya, tapi Tini ini punya kelebihan, kulitnya kuning langsat dan bersih, badannya sedikit agak gemuk.

‘Pameumpeuk, maksud kamu ‘ kataku nimbrung, ingat daerah pantai selatan Garut, yang ada tempat peluncuran roket itu.

‘Sebelumnya Pak. Tempat saya daerah pegunungan, kebun teh. Pameumpeuk mah cakeut pisan ka laut ‘

‘Berapa umur kamu ‘

‘Bulan depan 21 tahun, Bu ‘

‘Udah berkeluarga ? ‘

‘Sudah Bu, tapi sekarang udah cerai ‘

‘Punya anak ? ‘

‘Satu Bu, laki2, umur 2 tahun ‘

‘Dimana anaknya sekarang ? ‘

‘Di kampung, ikut neneknya ‘

‘Udah pernah kerja sebelumnya ? ‘ tanya isteriku lagi.

‘Pernah dua kali Bu ‘.

‘Kerja di mana ? ‘
‘Di Jakarta ‘
‘Pembantu juga, trus pindah ke Swasta hanya sebulan

‘Sebagai apa di swasta ‘

‘Biasa Bu, buruh ‘

Singkatnya, setelah ‘wawancara rekrutmen ‘ itu akhirnya isteriku menerima Tini sebagai pembantu rumah tangga kami yang baru. Sebenarnya, ‘interview’ yang dilakukan oleh isteriku kurang mendalam, setidaknya menurut text-book yang pernah kubaca. Tapi biarlah, toh hanya PRT dan kami memang sangat membutuhkannya. Di hari pertama Tini bekerja, isteriku terpaksa ambil cuti sehari untuk ‘memberi petunjuk ‘ kepada pembantu baru ini.
Pembaca yang baik, dari sejak diterimanya Tini sebagai pembantu rumah tangga kami inilah kisah nyataku berawal. Cerita ini memang sungguh2 saya alami sekitar setahun yang lalu. Setelah aku dapat kiriman URL address Samzara lewat seorang mail-mate dan aku membaca cerita2 serunya, aku terdorong untuk ikut berkisah tentang pengalamanku nyataku ini, walaupun aku sebenarnya bukan penulis.

Kami suami isteri memang sama-sama bekerja sebagai karyawan, tapi beda perusahaan. Anak kami orang. Si sulung, laki2, baru sebulan ini mulai kuliah dan kost di Jatinangor. Walaupun kami juga tinggal di Bandung, tapi untuk menghemat waktu dan biaya transport dia kost di dekat kampusnya. Nomor dua perempuan, SMU swasta kelas dua, masuk siang, dan si Bungsu lelaki, masih SLTP negeri masuk pagi.

Walapun aku terkadang ‘jajan‘ kalau keadaan darurat, sebenarnya aku tak tertarik kepada Tini. Selain karena dia pembantu, juga karena isteriku masih mantap dan mampu memuaskanku dalam banyak hal, termasuk seks. Kenapa masih suka jajan? Ya .. karena dalam keadaan darurat itu. Tapi sekepepet gimanapun aku engga akan ‘makan ‘ pembantu. Tak baik. Lagipula Tini, yang
menarik darinya sebagai wanita, hanya kulit tubuhnya yang langsat dan bersih.
Demikian juga setelah Tini sebulan kerja di rumahku. Sampai suatu saat, aku mulai lebih sering memperhatikannya karena peristiwa yang akan kuceritakan ini.

Waktu itu aku tak masuk kantor sebab badanku tak enak. Seluruh badan pegal2, mulai dari punggung, pinggang sampai kedua kaki. Mungkin ini cuma flu atau masuk angin, aku tak perlu ke dokter. Tapi karena pegal2 tadi aku memutuskan untuk istirahat di rumah saja. Tiduran saja sambil membaca.

‘Oh, maaf Pak‘ Saya kira Bapak ke kantor ‘ seru Tini kaget.
Dia masuk ke kamarku untuk membersihkan seperti biasanya. Tini langsung menutup pintu kembali dan keluar.

‘Engga apa2 bersihin aja ‘

‘Bapak sakit?‘ tanyanya

‘Engga ‘. Cuman pegel2 badan, kayanya masuk angin ‘

Tini mulai menyapu, kemudian mengepel. Ketika dia membungkuk-bungkuk ngepel lantai itulah aku ‘terpaksa‘ melihat belahan dadanya dari leher T-shirt nya. Kesan pertama : bulat dan putih. Wah ‘pemandangan menarik juga nih, pikirku. Tak ada salahnya kan menikmati pemandangan ini. Bentuk buah dada itu semakin jelas ketika Tini mengepel lantai dekat tempat tidur. Belahan dada itu menyiratkan ‘kebulatan‘ dan mantapnya ukuran bukit-bukit disampingnya. Dan lagi, putihnya ampuun.

Walaupun aku mulai terrangsang menikmati guncangan sepasang ‘bola’ kembar besar itu, aku segera menghilangkan pikiran-pikiran yang mulai menggoda. Ingat, dia pembantu rumah tangga kamu.

‘Kalo masuk angin, mau dikerokin Pak?‘
Pertanyaan yang biasa sebenarnya, apalagi ekspresi wajahnya wajar, polos, dan memang ingin membantu. Tini ternyata rajin bekerja, isteriku senang karena dia tak perlu banyak perintah sudah bisa jalan sendiri. Jadi kalau dia bertanya seperti itu memang dia ingin membantuku. Tapi aku sempat kaget atas tawarannya itu, sebab lagi asyik memperhatikan belahan putihnya.

‘Kerokin? Bapak engga biasa kerokan. Punggung pegal2 begini sih biasanya dipijit‘
Memang aku suka memanggil Mang Oyo, tukang pijat, tapi dia sedang ada panggilan ke Cimahi. Besok lusa baru tukang pijit langgananku itu janji mau dateng.
‘Oo .. tukang pijit yang ditelepon Ibu tadi ya‘ sahutnya.
Tini rupanya memperhatikan isteriku menelepon.
‘Dia kan baru dateng 2 hari lagi‘ lanjutnya sambil terus mengepel.
Tini memang suka ngobrol. Tak apalah sekali2 ngobrol ama pembantu, asal masih bisa menikmati guncangan bukit kembarnya. Aku tak menjawab. Kini ada lagi ‘temuanku’. Meski Tini agak gemuk, tapi badannya berbentuk. Maksudku shaping line-nya dari atas lebar, turun ke pinggang menyempit, terus turun lagi ke pinggul melebar. Seandainya tubuh Tini ini bisa di ‘re-engineering‘, dibentuk kembali, tingginya ditambah sekitar 5 cm tapi tidak perlu tambahan ‘bahan baku ‘, jadilah tubuh ideal.

‘Entar kalo kerjaan saya udah beres, Bapak mau saya pijitin?‘
‘Hah’ Berani bener dia menawari majikan lakinya untuk dipijit? Tapi kulihat wajahnya serius dan masih tetap polos. Jelas tak ada maksud lain selain memang ingin membantu majikannya.
‘Emang kamu bisa ? ‘

‘Saya pernah kursus memijat, Pak ‘

‘Boleh‘ hanya itu jawabanku.
Sebenarnya aku ingin tanya lebih jauh tentang kursusnya itu, tapi dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan terus keluar kamar. Tinggal aku yang menimbang-nimbang. Aku memang senang dipijit, baik oleh Mang Oyo apalagi oleh wanita muda. Tapi gimana kalau isteriku tahu aku dipijit oleh Tini, aku belum tahu reaksinya. Terima sajalah tawarannya ini, toh aku nanti bisa pesan sama dia untuk tak bilang ke isteriku.
‘Dipijat sekarang, Pak?‘ tawarnya ketika ia membawa minuman yang kuminta.
Kulihat baru jam 12 siang.

‘Kerjaan kamu udah beres ? ‘

‘Belum sih, mau seterika tapi jemuran belum kering ‘

Aku juga ingin sekarang, tapi anakku yang sekolah siang belum berangkat. Tak enak kalau dia tahu bapaknya dipijat oleh pembantu wanita muda.

‘Entar aja. Sekitar jam 2′
Pertimbanganku, pada jam itu anak kedua sudah ke sekolah, si Bungsu sudah pulang sekolah dan main keluar rumah seperti biasanya, dan masih cukup waktu sebelum isteriku pulang kantor pada pukul 5 sore.
Sekitar pukul 2 lewat seperempat, Tini mengetuk pintu kamarku.

‘Masuk‘ Tini nongol di pintu.

‘Bapak ada henbodi?‘ Maksudnya tentu hand-body lotion.

‘Cari aja disitu ‘ kataku sambil menunjuk meja rias isteriku. Aku membalikkan tubuh, telungkup, siap dipijat.

‘Lepas aja kaosnya Pak, biar engga kena henbodi ‘

Celaka! Ketika aku melepas kaos, aku baru sadar bahwa aku dari pagi belum mandi dan masih mengenakan ‘pakaian tidur‘ kebiasaanku : T-shirt dan singlet untuk atasnya, dan hanya sarung sebagai penutup tubuh bawahku. Pakaian ‘kebesaran‘ ini memang kesukaanku, sebab memudahkan kalau sewaktu- waktu aku ingin meniduri isteriku. Akupun menuntut isteriku untuk berpakaian tidur khusus pula : gaun agak tipis model tank-top dan mini, tanpa apa-apa lagi di dalamnya!

Jadi kalau aku akan berhubungan seks aku perlu stimulasi lebih dulu, maklum sudah belasan tahun aku menikah. Stimulasi yang paling aku senangi dan bisa membuat penisku keras adalah oral. Isteriku tinggal menyingkap sarung dan melahap isinya. Dan setelah kami siap tempur, aku tak perlu direpotkan oleh pakaian isteriku. Aku tinggal ‘menembak‘ setelah menindih tubuhnya, sebab biasanya baju tidur pendeknya itu akan tersingkap dengan sendirinya ketika aku menindih dan menggeser-geserkan tubuhku‘

Tini memang pintar memijat. Dengan hand-body lotion dia mengurut tubuhku mulai dari pinggang sampai punggung begitu enak kurasakan. Dia tahu persis susunan otot2 di punggung. Sepertinya dia sudah pengalaman memijat.
‘Kamu pernah kursus pijat di mana?‘ tanyaku membuka percakapan.

‘Ehhmm ‘ di… di panti pijat Pak ‘

‘Ha. Kamu pernah kerja di panti pijat ? ‘

‘Iiyyyaa ‘ Pak ‘ ‘

‘Kok engga bilang ‘

‘Takut engga diterima ama Ibu, Pak ‘

‘Dimana dan berapa lama ? ‘

‘Di panti pijat ———-, cuma sebulan kok. Tapi Bapak jangan bilang ke Ibu ya‘

‘Iya deh, asal kamu mau cerita semua pengalaman kamu kerja di panti pijat‘.
Untuk sementara aku menang, punya kartu as yang nanti akan berguna kalau aku harus bilang ke Tini, jangan bilang ke Ibu ya‘

‘Sebelum kerja ‘kan ikut trening dulu seminggu Pak ‘

‘Oh iya ‘

‘Soalnya itu emang tempat pijat beneran‘
Aku tahu, panti pijat yang disebutnya itu terletak di Jakarta Selatan dan memang panti pijat ’serius‘. Bukan seperti di Manggabesar misalnya, semua panti pijat hanya kamuflase dari tempat pelayanan seks saja.

‘Trus kenapa kamu hanya sebulan, gajinya lumayan kan, dibanding pembantu‘

‘Iya sih ‘cuman cape‘ Pak. Saya sehari paling tahan memijat 2 orang saja. ‘

‘Kerja memang cape ‘

‘Tapi tangan saya jadi pegel banget Pak. Sehari saya memijat 5 – 6 orang.
Penghasilan memang gede tapi biaya juga gede. Mendingan pembantu aja, semua biaya ada yang nanggung, bisa nabung ‘

‘Kamu senang kerja di sini?‘

‘Saya kerasan Pak, semuanya baik sih‘
Memang aku mengajarkan kepada anak-anakku untuk bersikap baik kepada pembantu.

‘Kamu mijit sekarang ini cape juga dong ‘

‘Engga dong Pak, kan cuma sekali2 ‘

‘Kalau Bapak minta tiap hari ? ‘

‘Engga baik Pak pijat setiap hari. Paling sering sekali seminggu ‘

Lalu hening lagi. Aku asyik menikmati pijatannya, masih di punggungku.

‘Punggungnya udah Pak. Kakinya mau ? ‘

‘Boleh‘
Kaki saja bolehlah, asal jangan ke atas, soalnya burungku sedang tak ada kurungannya. Tini menyingkap sarungku sampai lutut, lalu mulai memencet-mencet telapak kakiku.

‘Aturan kaki dulu Pak, baru ke atas ‘

‘Kenapa tadi engga begitu ? ‘

‘Kan Bapak tadi minta punggung ‘

Lalu naik ke betis, kemudian mengurutnya dari pergelangan kaki sampai lutut, kaki kiri dulu baru yang kanan.

‘Apa aja yang diajarin waktu trening ? ‘

‘Pengetahuan tentang otot2 tubuh, cara memijat dan mengurut, terus praktek memijat. Paling engga enak prakteknya ‘

‘Kenapa ? ‘

‘Mijitin para senior, engga dibayar ‘

Kedua kakiku sudah selesai dipijatnya. Tiba2 Tini menyingkap sarungku lebih ke atas lagi dan mulai memijat paha belakangku (aku masih telungkup). Nah,
ketika mengurut pahaku sampai pangkalnya, burungku mulai bereaksi, membesar. Aku yakin Tini sudah tahu bahwa aku tak memakai CD. Meskipun sarung masih menutupi pantatku, tapi dalam posisi begini, terbuka sampai pangkal paha, paling tidak ‘biji ‘ku akan terlihat. Tapi Tini terlihat wajar-wajar saja, masih terus mengurut, tak terlihat kaget atas kenakalanku. Bahkan dia sekarang memencet-mencet pantatku yang terbuka.

‘Cuma itu pelajarannya?‘ tanyaku asal saja, untuk mengatasi kakunya suasana.
Tapi aku mendapatkan jawaban yang mengejutkan.

‘Ada lagi sebetulnya, cuman ‘ malu ah bilangnya ‘

‘Bilang aja, kenapa musti malu ‘

‘Engga enak ah Pak ‘

‘Ya udah, kamu cerita aja pengalaman kamu selama kerja mijat ‘

‘Ahh ‘ itu malu juga‘
‘Heee‘. Udah‘ cerita apa aja yang kamu mau‘
‘Kan tamu macem2 orangnya. Ada yang baik, yang nakal, ada yang kurang ajar ‘
‘Trus?‘

‘Kita diajarin cara mengatasi tamu yang ingin coba-coba ‘

‘Coba2 gimana? ‘

‘Coba itu ‘ ah .. Bapak tahu deh maksud saya ‘ ‘

‘Engga tahu ‘ kataku pura-pura

‘Itu ‘ tamu yang udah tinggi ‘. Emm ‘ nafsunya ‘ Wah menarik nih.

‘Gimana caranya ‘

‘Hmm‘ ah engga enak ah bilangnya‘ katanya sambil mengendurkan otot2 pantatku dengan menekan dan mengguncangkan.
Punyaku makin terjepit.

‘Bilang aja ‘

‘Dikocok aja ‘

‘Ha ‘! ‘

‘Kalo udah keluar, kan tensinya langsung turun ‘

‘Kamu diajarin cara ngocoknya ? ‘

‘Sebenernya bukan itu aja sih Pak, tapi diajarin cara mengurut ‘itu’.

‘Wah .. kamu jadi pinter ngurut itu dong‘
Pantesan dia biasa2 saja melihat pria telanjang.

‘Buat apa itu diurut ‘ tanyaku lagi.

‘Biar jalan darahnya lancar ‘. ‘ Maksudnya peredaran darah.

‘Kalo lancar, trus ? ‘

‘Ya‘ biar sip, gitu. Ah Bapak ini kaya engga tahu aja. Sekarang depannya mau Pak?‘
Mau sih mau, cuman malu dong ketahuan lagi tegang begini. Ketahuan sama pembantu lagi. Apa boleh buat. Dengan acuhnya aku membalikkan badan. Jelas banget yang tegang itu di balik sarungku. Punyaku memang besarnya sedang2 saja, tapi panjang. Kulihat Tini melirik sekilas kepada punyaku itu, lalu mulai mengurut kakiku. Ekspresinya tak berubah. Biasa saja. Dia memang udah biasa melihat ‘perangkat’ lelaki.

‘Cerita lagi pengalaman kamu‘ kataku sambil menahan geli.
Tangan Tini sudah sampai di pahaku. Kedua belah telapak tangannya membentuk lingkaran yang pas di pahaku, lalu digerakkan mulai dari atas lutut sampai ke pangkal pahaku berulang-ulang. Terasa jelas beberapa kali jari2nya menyentuh pelirku yang membuat penisku makin kencang tegangnya. Apalagi gerakan mengurut pahaku itu membuatnya harus membungkuk sehingga aku bisa makin jelas melihat belahan dadanya dan sebagian buah putihnya itu. Bahkan sampai guratan2 tipis kehijauan pembuluh darah pada buah dadanya nampak. Aku harus berusaha keras menahan diri agar tak hilang kendali lalu menggumuli wanita muda di depanku ini, menelanjanginya dan memasukkan penisku yang sudah tegang ke lubang vaginanya. Walaupun udah high begini, aku tak akan memberikan air maniku kedalam vagina pembantuku sendiri. Semacam pantanganlah. Lebih baik sama isteri atau cari di luaran. Ada kawan kantor yang bersedia menerima penisku memasuki tubuhnya, kapan saja aku butuh. Termasuk sedang mens, tentunya dengan teknik oral kalo bulannya lagi datang.

‘Banyak susahnya dibanding senengnya, Pak ‘

‘Ah masa ‘

‘Iya. Makanya saya hanya tahan sebulan ‘

‘Gimana sih engga enaknya ‘

‘Banyak tamu yang dateng maunya ‘main’, bukan pijit. Saya kan engga mau begituan. Lagian udah jelas di situ kan engga boleh buat main ‘

‘Kalo tamunya ngotot minta ‘

‘Yaah .. dikocok aja, sambil ” ‘ Aku tunggu dia tak meneruskan kalimatnya.

‘Sambil apa ‘

‘Kalo ada yang nekat, daripada bikin repot, saya kasih aja pegang2 tetek, tapi dari luar aja. Saya engga kasih buka kancing ‘

‘Pantesan kamu laris, ada bonusnya sih.. ‘

‘Engga semua tamu Pak, emangnya diobral. Hanya yang bandel aja. Biasanya sih kalo mulai nakal pengin pegang2, trus saya tolak terus, dia bisa ngerti. Kalo udah keluar ‘kan langsung surut nafsunya ‘

Paha kanan selesai diurut, kini pindah ke paha kiri. Mungkin karena posisinya, kayanya kali ini pelirku lebih sering disentuh dan terusap. Baru aku menyadari, lengan Tini ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku makin tegang saja, penisku sudah tegang maksimum, siap untuk digunakan. Tapi aku tetap bertahan untuk tak lepas kontrol.

Tiba2 muncul ide nakalku. Dengan menggerakkan pinggul dan kaki, aku diam2 menarik sarungku seolah-olah tak sengaja sehingga kini seluruh batang kelaminku terbuka. Aku juga pura2 tak tahu. Tapi dasar ‘. Reaksi Tini tak seperti yang kuduga. Dia hanya sekilas melihat kelaminku, lalu kembali asyik mengurut dan acuh. Dia sudah terlalu sering melihat kelamin lelaki yang tegang ‘.

‘Setiap tamu kamu kocok ‘

‘Engga dong, yang nakal iya, ada juga yang minta. Sebenarnya saya bukan ngocok, tapi mengurut supaya darahnya lancar, tapi tamunya yang minta sekalian dikocok ‘

Ah ‘ pengin juga punyaku diurut, supaya lancar. Terus dikocok, supaya segar ‘

‘Kamu ngocoknya selalu sampai keluar ‘

‘Iya dong Pak, kan supaya aman. Lagian cuman sebentar. ‘

‘Oh iya ‘

‘Iya .. ada juga sih yang lama, tapi umumnya 2-3 menit juga keluar. Malah ada yang udah keluar duluan sebelum diurut, cuman kesentuh ‘

‘Oh ..ya ‘

‘Waktu saya ngerjain perutnya, kalau dianya udah tegang, sering kesentuh ama tangan saya. Eh .. tahu2 jari saya kesiram ‘air hangat ‘.

‘Oh iya .. terus gimana‘
‘Saya emang sedikit kaget, tapi pura2 engga tahu, supaya dia engga kesinggung‘
Bijaksana juga dia.

‘Yang lucu lagi, ada yang udah keluar sebelum disentuh ‘

‘Ah masa ‘

‘Anak muda. Setelah selesai pijit belakang, terus kan saya suruh balik badan buat pijit depan. Dianya engga segera membalik. Trus saya minta ijin buat minum sebentar. Waktu saya masuk lagi, dianya udah terlentang dan itunya ditutup pakai handuk. Padahal tadi dia telanjang. Trus waktu saya ngurut paha kaya sekarang ini lho, terasa basah2 di situ. Setelah dia pulang ‘ spreinya basah. Dia udah keluar sewaktu telungkup‘

Paha kanan dan kiriku sudah selesai diurut, pelir kanan dan kirikupun sudah beberapa kali disentuh.

‘Terus, what next ?

Dengan ‘dingin ‘nya Tini menutupi kembali kelaminku dengan sarung, lalu.

‘Sekarang atasnya, Pak ‘

Tini lebih mendekat, berdiri di samping kiri perutku dan mulai memijit bahuku, trus dadaku. Bulu-bulu di lengannya makin jelas, lumayan panjang, halus, dan berbaris rapi. Hali ini menambah rangsanganku. Kedua tanganku bebas. Kesempatan ini kugunakan buat ‘tak sengaja ‘ menyentuh pantatnya yang begitu menonjol ke belakang, dengan tangan kiriku.
Uh ‘padat banget pantat si Tini.
Dia tak bereaksi. Tanganku makin nakal. Kali ini tak menyentuh lagi, tapi sudah meremas-remas kedua bulatan di belakang tubuhnya itu. Tini tak protes, tapi dengan amat ’sopan‘ dan lihai dia menghindari kenakalan tanganku sambil terus memijit, seolah-olah tak sengaja menghindar. Benar2 dia ‘bijaksana‘. Akupun segera tahu diri, dia tak suka diganggu oleh majikannya ini.

Begitu juga waktu dia memijat tanganku. Ketika mengurut di bagian lengan atas telapak tanganku berada di wilayah dadanya. Aku lagi2 ‘tak sengaja menyentuh bukit kanannya. Uuuh bukan main padat dada janda muda beranak satu ini. Tapi aku tak berani melanjutkan aksi tanganku di dadanya. Ada rasa tak enak.

Kedua tangan selesai diurut. Tini menyibak sarung yang menutupi perutku, sehingga seolah-olah makin mempertegas menjulangnya penisku. Dengan perlahan ia mengurut perutku.

‘Kalau perut memang engga boleh kuat2 ‘ katanya.
Memang, dia lebih mirip mengusap dibanding mengurut. Hal ini makin menambah rangsanganku saja. Benar, dalam mengusap perut Tini beberapa kali menyentuh penisku, tapi tak langsung, masih kehalangan dengan kain sarung. Lebih nikmat kalau langsung ‘.

‘Selesai Pak ‘ katanya begitu selesai mengurut perut.

Selesai? Aku ingin dia mengurut penisku, seperti yang dilakukan kepada customernya.

‘Engga sekalian‘ kataku setengah ragu dan dengan suara agak serak.

‘Apa pak? ‘

‘Punya Bapak diurut sekalian ‘ ‘

‘Ah engga perlu Pak, punya Bapak masih bagus, masih sip .. ‘

‘Tahu dari mana kamu ‘

‘Itu ‘ tegangnya masih bagus ‘ katanya.
Anak ini benar2 . Ekspresi wajahnya biasa2, polos wajar, padahal bicara tentang suatu yang amat sensitif dan rahasia. Dan‘. Kaget banget aku dibuatnya. Dia tiba2 menyingkap sarungku dan lalu”. Memegang batang penisku!

‘Tuh kan ‘ kerasnya juga masih bagus ‘

‘Ah ..masa ‘ ‘

‘Benar Pak, masih tok-cer ‘

Anak Cisompet ini benar2 mengagumkan, seperti sex-counselor aja. Apa yang dikatakannya benar. Punyaku tak pernah ngambek bila ingin kugunakan.

‘Engga apa2, biar tambah sip ‘ aku masih belum menyerah ingin menikmati urutannya.

‘Eehmm ‘.. sebenarnya saya mau aja mengurut punya Bapak, cuman rasanya kok engga enak sama Ibu ‘

”Kan engga perlu bilang sama Ibu ‘

‘Seolah saya mengganggu milik Ibu, engga enak kan ‘ bu kan baik banget ama saya‘

‘Ah .. siapa bilang mengganggu, justru kamu membantu Ibu. Ini kan untuk kepuasan Ibu‘
Tini termakan rayuanku. Dituangnya hand-body ke telapak tangan, lalu menyingkirkan sarungku, dan mulai bekerja.

Pertama-tama, dioleskannya ke pahaku bagian dalam yang dekat-dekat kelamin, dan diurutnya. Lalu urutan pindah ke kantung buah pelir dan bergerak keatas ke batangnya, dengan kedua tangan bergantian.
‘Ahhh sedapnya”
Lalu dengan telunjuk dan ibu jari dipencetnya batang penisku mulai dari pangkal sampai ke ujungnya. Demikian gerakannya bergantian antara mengurut dan memencet. Lalu proses diulang lagi, mulai dengan mengurut paha, biji pelir, batang, dan seterusnya sampai empat kali ulangan. Begitu ulangan keempat selesai, dia lanjutkan dengan gerakan urut naik-turun. Kalo gerakan ini sih lebih mirip mengocok tapi lebih perlahan ‘ enak campur geli2 ‘
Pencet lagi dengan kedua jari, lalu urut lagi, dilanjutkan mengocok pelan. Terkadang kocokannya diselingi dengan kecepatan tinggi, tapi hanya beberapa kali kocokan terus pelan lagi. Kurasakan aku mulai mendaki‘.
Tangan Tini benar-benar lihai menstimulir kelaminku hingga mulai meninggi ‘ terus mendaki ‘.. mungkin beberapa langkah lagi aku sampai di puncak. Tapi ‘..
‘Udah Pak ‘ ‘

‘Udah ..? ‘ aku kecewa berhenti mendadak begini.

‘Masih yahuud begini‘ kalo orang lain sih udah muncrat dari tadi ‘

‘Ah masa‘

‘Bener Pak, udah lebih dari 10 menit Bapak belum‘. ‘

‘Sebentar lagi aja udah hampir kok‘

‘Jangan ah pak ‘ simpan aja buat Ibu nanti malem‘

‘Sebentar aja deh ‘

‘Udahlah Pak. Bapak hebat. Ibu beruntung lho memiliki Bapak ‘

Akhirnya aku mengalah.

‘Iyalah‘. Makasih ya‘ bapak jadi seger nih‘
Memang perasaanku menjadi lebih segar dibanding tadi pagi. Tapi ini ‘rasa yang menggantung ini perlu penyelesaian. Tiba2 aku berharap agar isteriku cepat2 pulang‘.

‘Makasi ya Tin‘ kataku lagi waktu dia pamitan.

‘Sama-sama Pak‘

Pukul lima kurang seperempat. Tini memijatku selama satu setengah jam. Sebentar lagi isteriku pulang. Aku cepat2 mandi menghilangkan wanginya hand-body lotion, entar curiga isteriku, tumben2an pakai handbody.

Isteriku terheran-heran ketika sedang mengganti baju aku serbu dari belakang

‘Eh ‘ ada angin apa nih‘

‘Habis‘ seharian nganggur, jadinya mengkhayal aja‘ kataku berbohong.
Isteriku sudah makfum maksud seranganku ini. Akupun sudah pengin banget, gara-gara nanggungnya pekerjaan tangan Tini tadi. Tahu suaminya udah ngebet banget, dia langsung melepas Cdnya dan pasang posisi. Kusingkap dasternya. Kusingkap juga sarungku, dan aku masuk. Goyang dan pompa. Kiri kanan, dan atas bawah. Sampai tuntas, sampai kejang melayang, sampai lemas. Seperti yang sudah-sudah. Hanya bedanya sekarang, waktu menggoyang dan memompa tadi aku membayangkan sedang menyetubuhi Tini! Hah!

Sejak Tini memijatku kemarin, aku jadi makin memperhatikannya. Padahal sebelumnya hal ini tak pernah kulakukan. Seperti waktu dia pagi hari menyapu lantai terkadang agak membungkuk buat menjangkau debu di bawah sofa misalnya. Aku tak melewatkan untuk menikmati bulatan buah dada putihnya. Atau kalau dia sedang naik tangga belakang ke tempat jemuran. Aku bisa menikmati betis dan bagian paha belakangnya, walaupun bentuk kakinya tak begitu bagus, tapi putih mulus. Paling menyenangkan kalau memperhatikan dia mengepel lantai, makin banyak bagian dari buah dadanya yang terlihat, apalagi kalau dia memakai daster yang dadanya rendah. Tentu saja sebelum memperhatikan dia, aku harus memeriksa situasi dulu, ada isteriku atau anak-anakku engga.

Yang membuatku merasa beruntung adalah ketika aku terpaksa pulang lagi ke rumah karena ada berkas kantor yang ketinggalan. Waktu itu sekitar jam 10 pagi. Aku parkir mobilku di tepi jalan, tidak di garasi, toh hanya mengambil dokumen. Aku ketok pintu depan tak ada yang menyahut. Kemana nih si Uci (anakku yang SMU masuk siang). Si Tini pasti ada di belakang. Ternyata pintu tak terkunci, aku masuk, sepi, langsung ke belakang. Maksudnya mau memperingatkan anakku dan pembantu tentang kecerobohannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang tak ada seorangpun. Ke mana mereka ini. Aku kembali ke ruang tengah. Saat itulah Tini muncul dari kamar mandinya. Aku berniat menegurnya, tapi niatku urung, sebab Tini keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang tak begitu lebar. Buah dada besar itu seakan ‘tumpah‘?. Lebih dari separuh dada tak tertutup handuk. Puting dada ke bawah saja yang tersembunyi. Dan bawahnya ”Seluruh pahanya tampak! Handuk sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil posisi yang aman buat mengamatinya, dibalik pintu kaca belakang. Viterage itu akan menghalangi pandangan Tini ke dalam. Aman. Habis mandi dia masih berberes-beres berbagai peralatan cuci, dengan hanya berbalut handuk. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin dikiranya tak ada orang, berarti Si Uci lagi pergi. Yang membuat jantungku berdegup kencang adalah, dengan membelakangiku Tini membungkuk mengambil sesuatu di dalam ember. Seluruh pantatnya kelihatan, bahkan sedetik aku sempat melihat kelaminnya dari belakang!

Tak hanya itu saja. Setelah selesai berberes, Tini melangkah memasuki kamarnya. Sebelum masuk kamar inilah yang membuat jantungku berhenti. Tini melepas handuknya dan menjemurnya dengan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh polosnya dari belakang agak samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya nyaris bagus, kecuali agak gemuk. Dada besar, pinggang menyempit, pinggul melebar dan pantat bulat menonjol ke belakang. Dia langsung melangkah masuk ke kamarnya. Dalam melangkah, sepersekian detik sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Tini lebat!

Aku tegang. Rasanya aku harus melanggar janjiku sendiri untuk tak meniduri pembantu. Ini adalah kesempatan baik. Tak ada siapapun di rumah. Aku tinggal masuk ke kamarnya dan menyalurkan ketegangan ini. Kukunci dulu pintu depan. Dengan mantap aku melangkah, siap berhubungan seks dengan wanita muda bahenol itu. Tapi sebelum keluar pintu belakang, aku ragu. Bagaimana kalau dia menolak kusetubuhi?. Kemarin saja dia menolak meneruskan mengocok penisku sampai keluar mani. Apakah sekarang ia akan membiarkan vaginanya kumasuki? Dia begitu merasa bersalah sama isteriku. Bahkan hanya buat mengonaniku, apalagi bersetubuh. Aku menimbang. Rasanya dia tak akan mau. Lagipula, apakah aku harus melanggar pantanganku sendiri hanya karena terangsang tubuh polosnya? Tapi aku sudah high sekarang.

Ah sudahlah, aku harus bersabar menunggu Senin depan, saatnya dia memijatku lagi. Mungkin aku bisa merayunya sehingga dia merasa ikhlas, tak bersalah, memberikan tubuhnya buat kunikmati. Untuk menyalurkan yang sudah terlanjur tegang ini terpaksa aku akan mengajak ‘makan siang’ wanita rekan kantorku seperti biasa kulakukan : makan siang di motel”’.!
bokep
Hardcore Kakis

Join Date: Jul 2006
Posts: 101

16-08-2009, 04:17 PM #15
Pijitan Pembantu 2
Kami sudah di dalam kamar motel langgananku. Begitu pelayan berlalu, aku langsung mengunci pintu dan kupeluk si Ani, sebut saja begitu, mantan anak buahku, pasangan selingkuhku yang selalu siap setiap saat kubutuhkan.

‘Eehhmmmmhh‘? reaksinya begitu ciumanku sampai di lehernya.
Katanya mau makan dulu ‘. ‘?

‘Makan yang ini dulu ah .. ‘? kataku sambil tanganku yang telah menerobos rok mininya mampir ke selangkangannya.

‘Ehhmmmm kok tumben semangat banget nih‘ tadi malem engga dikasih ama dia ya?’
‘Udah kangen sih?’ Kutanggalkan blazernya.

‘Huuu .. gombal ! Kemarin aja acuh banget ”?

‘Kan sibuk kemarin’ Kubuka kancing blousenya satu persatu.
Padahal kami masih berdiri di balik pintu.

‘Alesan’
BH-nya juga kucopot, sepasang bukit itu telah terhidang bebas di depanku. Dengan gemas kuciumi kedua buah kenyal itu. Putingnya kusedot-sedot. Gantian kanan dan kiri. Walaupun sudah sering aku melumat-lumat buah ini, tapi tak bosan-bosan juga. Mulai terdengar lenguhan Ani. Tanganku sudah menerobos CD-nya, dan telunjukkupun mengetest, ‘pintu‘-nya sudah membasah. Lenguhan telah berubah menjadi rintihan. Yang aku suka pada wanita 30 tahun ini selain dia siap setiap saat kusetubuhi, juga karena Ani cepat panasnya.

Mulut dan jariku makin aktif. Rintihannya makin tak karuan. Hingga akhirnya‘

‘Ayo‘.. sekarang ‘Pak .. ‘? katanya.
Akupun sudah pengin masuk dari tadi. Kupelorotkan CD-nya dan kulepas celana dan CD ku juga. Kutuntun Ani menuju tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya. Kusingkap rok mininya dan kubuka pahanya lebar-lebar. Siap. Padahal roknya masih belum lepas, begitu juga kemejaku. Kuarahkan penisku tepat di pintunya yang basah itu, dan kutekan.

‘Aaaaafffff hhhhhh ‘ teriak Ani.
Dengan perlahan tapi pasti, penisku memasuki liang senggamanya, sampai seluruh batang yang tergolong panjang itu tertelan vaginanya. Kocok ‘ goyang ‘. Kocok ‘. Goyang ‘. Seperti biasa.

Sampai jari2 Ani mencengkeram sprei kuat-kuat diiringi dengan rintihan histeris. Sampai aku menekan kuat2 penisku guna menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya. Sampai terasa denyutan teratur di dalam sana. Sampai kami berdua rebah lemas keenakan ‘. Begitulah. Persetubuhanku dengan Ani begitu sama gayanya. Gaya standar. Hal ini karena kami hampir selalu diburu waktu, memanfaatkan waktu istirahat makan siang. Atau juga karena Ani cepat panasnya. Aku merasakannya monoton. Aku ingin sesuatu yang baru, tapi masih sayang melepaskan Ani, sebab sewaktu-waktu dia amat berguna meredakan keteganganku. Berarti harus menambah ‘koleksi ‘ lagi?
Mungkinkah sesuatu yang baru itu akan kudapatkan dari Tini? Ah, masih banyak hal yang musti kupertimbangkan. Pertama, tentang janjiku yang tak akan meniduri pembantu. Kedua, resiko ketahuan akan lebih besar. Ketiga, si Tini belum tentu mau, dia merasa terhalang oleh kebaikan isteriku. Tapi bahwa aku akan mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu : jauh lebih muda dari umurku, buah dada yang sintal dan besar, foreplay yang mengasyikkan dengan memijatku, makin mendorongku untuk mendapatkan Tini. Tak sabar aku menunggu Senin depan, saatnya Tini akan memijatku lagi ‘.

Senin, pukul 12.00. Aku menelepon ke rumah. Uci yang mengangkat, belum berangkat sekolah dia rupanya. Aku mengharap Tini yang mengangkat telepon sehingga bisa janjian jam berapa dia mau memijatku. Satu jam berikutnya aku menelepon lagi, lama tak ada yang mengangkat, lalu

”Halo‘ suara Tini.
Aha!

‘Uci ada Tin?‘

‘Udah berangkat, Pak‘

‘Si Ade?‘

‘Mas Ade tadi nelepon mau pulang sore, ada belajar kelompok, katanya?’
Kesempatan nih.

‘Ya sudah ‘.. ehm ‘.. kerjaan kamu udah beres belum?‘

‘Hmm udah Pak, tinggal seterika entar sore?‘

‘Mau ‘kan kamu mijit Bapak lagi? Pegal2 nih kan udah seminggu‘
‘Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang?‘

‘Sekarang?‘

‘Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu‘

Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya.

‘Maaf Pak, tadi baru mandi‘. Kata Tini tergopoh-gopoh.
Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian dan jelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buru-buru.

‘Engga apa-apa. Bisa mulai?‘

‘Bisa pak, saya ganti baju dulu‘
Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya. Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut.

‘Siap Tin?‘

‘Ya pak‘

Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan handukku, aku jadi benar2 bugil sekarang. Wangi sabun mandi tercium dari tubuhnya ketika ia memijat bahuku. Selama telungkup ini, penisku berganti-ganti antara tegang dan surut. Bila sampai pada daerah sensitif, langsung tegang. Kalau ngobrol basa-basi dan ’serius‘, surut. Kalau ngobrolnya menjurus, tegang lagi.

‘Depannya Pak?‘

Dengan tenang aku membalikkan tubuhku yang telanjang bulat. Bayangkan, terlentang telanjang di depan pembantu. Penisku sedang surut. Tini melirik penisku, lagi2 hanya sekilas, sebelum mulai mengurut kakiku. Sekarang aku dengan jelas bisa melihatnya. Bayanganku akan bentuk buah dadanya di balik pakaiannya membuat penisku mulai menggeliat. Apalagi ketika ia mulai mengurut pahaku. Batang itu sudah tegak berdiri. Cara mengurut paha masih sama, sesekali menyentuh buah pelir. Bedanya, Tini lebih sering memandangi kelaminku yang telah dalam kondisi siap tempur.

‘Kenapa Tin?‘
Aku mulai iseng bertanya.

‘Ah ‘ engga‘ katanya sedikit gugup.
‘Cepet bangunnya’

Hi ..hi..hi..‘ katanya sambil ketawa polos.

‘Iya dong ‘. Kan masih sip kata kamu‘

Ada bedanya lagi. Kalau minggu lalu sehabis dari paha dia terus mengurut dadaku, kali ini dia langsung menggarap penisku, tanpa kuminta! Apakah ini tanda2 dia akan bersedia kusetubuhi. Jangan berharap dulu, mengingat ‘kesetiaan‘-nya kepada isteriku. Cara mengurut penisku masih sama, pencet dan urut, hanya tanpa kocokan. Jadi aku tak sempat ‘mendaki‘, cuman ‘ pengin menyetubuhinya!

‘Udah. Benar2 masih sip, Pak?‘

‘Mau coba sipnya?‘ kataku tiba2 dan menjurus.
Wajahnya sedikit berubah.

‘Jangan dong Pak, itu kan milik Ibu. Masa sih sama pembantu?‘

‘Engga apa-apa ‘ asal engga ada yang tahu aja”

Tini diam saja. Dia berpindah ke dadaku. Artinya jarak kami makin dekat, artinya rangsanganku makin bertambah, artinya aku bisa mulai menjamahnya.

Antara 2 kancing baju di dadanya terdapat celah terbuka yang menampakkan daging dada putih yang seteng
Visits: 69882


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top