peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Koleksi Kebon 2 - cerita.dewasa.3



Koleksi Kebon 2
Re: Koleksi kebon - 5 stories
Gairah Iffa Sang Jilbaber

Saat itu aku sudah bekerja di sebuah LSM di kota B. Saat itu kantor kami menerima beberapa teman untuk magang dari sebuah univeritas islam negeri yang cukup ternama. Saat itu aku diminta untuk memberikan materi magang. Saat sedang memberikan materi aku melihat ada mahasiswi yang selalu tersenyum kepadaku. Tidak lama kemudia kamipun berkenalan. Namanya Iffa, dia mahasiswi tingkat 4, orangnya cukup manis meski tidak begitu tinggi dan juga bekerja di sebuah LSM anak

Singkat cerita aku mengajaknya untuk terlibat beberapa proyek di kantor kami. Akhirnya selain dia terlibat dalam magang, Iffa juga terlibat di beberapa proyek yang sedang aku kerjakan. Kedekatan kami waktu cukup intim, bahkan kami sempat salin mencuri pandang beberapa kali dan berkirim SMS. Pekerjaan yang selalu membuat kami dekat saat itu adalah pada saat hendak melakukan pemantauan untuk pemilihan presiden secara langsung yang pertama kali. Saat itu aku sering mengantarnya ke tempat kos, karena pekerjaan tersebut menyita waktu hingga malam hari.

Pada suatu malam, saat itu kami hanya berdua di kantor menyelesaikan beberapa persiapan untuk penyelenggaraan simulasi pemilu. Aku berkata ”fa dah malam nih, mau makan malam dulu nggak?” ”Mau mas” katanya. ”kita beli sate yuk, kamu tunggu sini, nanti aku pesankan yaa” lanjutku lagi ”baik mas” katanya. Saat itu aku bergegas pergi untuk membeli sate yang letaknya tidak jauh dari kantor. Dan saat kembali ke kantor, aku mencarinya karena kantor tidak terkunci dan kulihat di ruang rapat tidak ada siapapun. Aku pun menyiapkan piring dan minuman untuk kami berdua. ”Mas Farid sudah pulang toh” dia tiba-tiba keluar dari kamar mandi. ”iya nih, makan yuk” lanjutku. Saat itu, untuk pertama kalinya aku menatapnya lembut dan saat itu aku merasa bahwa aku ingin menikmati tubuhnya. Aku pun langsung memegang tangannya ”fa, aku pengen menikmati tubuhmu” kataku ”jangan mas” dia menolakku. Saat itu yang terpikir olehku adalah bagaimana menikmati tubuhnya, aku pun segera mendekap tubuhnya dan ”sudah kamu jangan melawan fa, nikmati aja” kataku ”jangggan maas” katanya memohon padaku. Saat itu aku sudah tidak peduli dengan permohonannya. Saat itu aku langsung memegang kedua lengan bagian atas Iffa dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju terusan yang dikenakan Iffa. Badan Iffa hanya bisa menggeliat-geliat, “Jangan…, jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Aku tetap melanjutkan aksiku. Sebentar saja baju bagian depan Iffa telah terbuka, sehingga kelihatan dadanya yang kecil mungil itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat mulus dan merangsang. Tangan kanan Aku bergerak ke belakang badan Iffa dan membuka pengait BH Iffa. Kemudian Aku menarik ke atas BH Iffa dan…, sekarang terpampang kedua buah dada Iffa yang kecil mungil sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda agak tegang naik turun dengan cepat karena nafas Iffa yang tidak teratur. “Oooohh…, ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”. Aku mulai mencium belakang telinga Iffa dan lidahnya bermain-main di dalam kuping Iffa. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan Iffa menggeliat-geliat dan tak terasa Iffa mulai terangsang juga oleh permainanku ini. Aku sengaja tidak melepas jilbabnya, karena aku ingin melihatnya telanjang dengan jilbab yang masih terpakai di kepalanya

Mulutku berpindah dan melumat bibirnya dengan ganas, badan Iffa yang tadinya tegang mulai agak melemas, kepala Iffa tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arahku, payudaranya yang kecil mungil tapi bulat kencang itu, seakan-akan menantangku

Aku langsung bereaksi, tangan kananku memegangi bagian bawah payudara Iffa, mulutnya menciumi dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya buah dada Iffa yang sebelah kanan menjadi sasaran mulutku. Buah dada Iffa yang kecil mungil itu hampir masuk semuanya ke dalam mulutku, Aku mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Terasa sesak napas Iffa menerima permainanku yang lihai itu. Badan Iffa terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan, “Sssshh…, ssssshh…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”, mulut Aku terus berpindah-pindah dari buah dada yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting buah dada Iffa secara bergantian selama kurang lebih lima menit.

Badannya benar-benar telah lemas menerima perlakuanku ini. Aku melihat matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badan Iffa tersentak, karena dia merasakan tanganku mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena rok panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Iffa mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan untuk mencoba menghindari tanganku tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci olehku, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan oleh Iffa adalah hanya mengerang, “Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.

Melihat kondisi Iffa seperti itu, Aku yang telah berpengalaman, yakin bahwa gadis ayu ini telah berada dalam genggamanku. Aktivitas tanganku makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha Iffa yang mulus itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas dan jariku menyentuh bibir kemaluannya. Segera badan Iffa tersentak dan, “aahh…, jaannggaan!”, mula-mula hanya ujung jari telunjuk Aku yang mengelus-elus bibir kemaluan Iffa yang tertutup CD, akan tetapi tak lama kemudian tangan kananku menarik CD Iffa dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Iffa. Iffa tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatanku ini. Sekarang Iffa dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai CD dan kedua buah dadanya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka Iffa yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Aku, dengan tetap mengunci kedua tangan Iffa, tangan kananku mulai membuka kancing dan retsliting celanaku, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan CD-ku. Pada saat CD-ku terlepas, maka senjataku yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Aku agak merenggangkan badannya, maka terlihat oleh Iffa benda yang sedang mengangguk-angguk itu, badan Iffa tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua pahaku. Dari mulutnya aku mendengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding. Aku menatap muka Iffa yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Iffa…”, gumam Aku mengagumi kecantikan Iffa.

Kemudian dengan lembut Aku menarik tubuh Iffa yang lembut itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Aku berdiri menghadap langsung ke arah Iffa. Sambil memegang kedua paha Iffa dan merentangkannya lebar-lebar, Aku membenamkan kepalaku di antara kedua paha Iffa. Mulut dan lidahku menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluan Iffa yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Iffa hanya bisa memejamkan mata dan berteriak “Ooohh…, nikmatnya…, ooohh!”, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian. “Ooooohh…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya. “Mass…, aku tak tahan lagi…!”, Iffa memelas sambil menggigit bibir. Tanganku yang melingkari kedua pantat Iffa, kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua payudara Iffa dengan sangat bernafsu.

Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan olehku ini, Iffa benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Maasss…, aakkhh…, aakkkhh!”, Iffa mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepalaku untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambutku keras-keras. Aku melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Iffa yang masih terduduk di tepi meja, aku menarik Iffa dari atas meja dan kemudian Aku gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Iffa ke bawah, sehingga sekarang posisi Iffa berjongkok di antara kedua kakiku dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Iffa sudah tahu apa yang diinginkan olehku, namun tanpa sempat berpikir lagi, tanganku telah meraih belakang kepala Iffa dan dibawa mendekati kejantananku.
Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Iffa, kepala penisku telah terjepit di antara kedua bibir mungil Iffa, yang dengan terpaksa dicobanya dan dikulum alat vitalku ke dalam mulutnya. Ku lihat Iffa bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya. Rasanya sangat seksi melihat gadis yang sudah telanjang tapi masih memakai jilbab sedang menyedot penis

Beberapa saat kemudian Aku melepaskan diri, badannya yang ringan itu dan membaringkan di atas meja dengan pantatnya terletak di tepi meja. Kemudian Aku mulai berusaha memasuki tubuh Iffa. Tangan kananku menggenggam batang penis dan digesek-gesekkan pada clitoris dan bibir kemaluan Iffa, hingga Iffa merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Aku terus berusaha menekan senjataku ke dalam kemaluan Iffa yang memang sudah sangat basah itu.

Pelahan-lahan kepala penisku menerobos masuk membelah bibir kemaluan Iffa. Dengan kasar Aku tiba-tiba menekan pantatku kuat-kuat ke depan sehingga pinggulku menempel ketat pada pinggul Iffa. Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Iffa terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Iffa mencengkeram dengan kuat pinggangku.

Beberapa saat kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat dan bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Iffa berusaha memegang lenganku, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan penisku pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Iffa mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajahku, dengan takjub. Iffa berusaha bernafas dan …:” “Mass…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara aku tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.

Iffa sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Aku menggerakkan tubuhku, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya. Setiap kali aku menarik penisnya keluar, dan menekan masuk penisku ke dalam vagina Iffa, maka klitoris Iffa terjepit pada batang penisku dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penisku yang berurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Iffa menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Aku tersebut terus menyetubuhi Iffa dengan cara itu. Sementara tanganku yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian dada Iffa dan meremas-remas kedua payudara Iffa secara bergantian. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuatku segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi aku terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.
Ia memiringkan kepalanya, dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…, akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Iffa terkulai lemas tak berdaya di atas meja dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana penisku tetap terjepit di dalam liang vaginanya.

Selama proses orgasme yang dialami Iffa ini berlangsung, memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan olehku, dimana penisku yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang vagina Iffa dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang penisku serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha penisku, terlebih-lebih pada bagian kepala penisku setiap terjadi kontraksi pada dinding vagina Iffa, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. Perasaanku seakan-akan menggila melihat Iffa yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnku.

Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Aku membalik tubuh Iffa yang telah lemas itu hingga sekarang Iffa setengah berdiri tertelungkup di meja dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arahku. Aku ingin melakukan doggy style, tanganku kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah payudara Iffa yang kini menggantung ke bawah. Dengan kedua kaki setengah tertekuk, secara perlahan-lahan aku menggosok-gosok kepala penisku yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam vagina Iffa dan menempatkan kepala penisku pada bibir kemaluan Iffa dari belakang.

Dengan sedikit dorongan, kepala penisku tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan Iffa. Kedua tanganku memegang pinggul Iffa dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan Iffa tidak terletak pada meja lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada meja. Kedua kaki Iffa dikaitkan pada pahaku. Kutarik pinggul Iffa ke arahku, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Iffa, “Oooooooh!”, penisku tersebut menerobos masuk ke dalam liang vaginanya dan Aku terus menekan pantatnya sehingga perutnyaku menempel ketat pada pantat Iffa yang setengah terangkat. Aku memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutku mendesis-desis keenakan merasakan penisku terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang vagina Iffa yang ketat itu.
Kemudian Aku merubah posisi permainan, dengan duduk di kursi yang tidak berlengan dan Iffa kutarik duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuanku. Aku menempatkan penisku pada bibir kemaluan Iffa dan mendorongnya sehingga kepala penisnya masuk terjepit dalam liang kewanitaan Iffa, sedangkan tangan kiriku memeluk pinggul Iffa dan menariknya merapat pada badanku, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti penisku menerobos masuk ke dalam kemaluan Iffa. Tangan kananku memeluk punggung Iffa dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan Iffa melekat pada badanku. Kepala Iffa tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulutku bisa melumat bibir Iffa yang agak basah terbuka itu.

Iffa mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga penisku seakan mengaduk-aduk dalam vaginanya sampai terasa di perutnya. Tak berselang kemudian, Iffa merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus…, terus…, Iffa tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, Iffa tak peduli lagi, “Aaduuuh…, eeeehm”, Iffa memekik lirih sambil menjambak rambutku memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuanku.

Kemudian kembaliku gendong dan meletakkan Iffa di atas meja dengan pantat Iffa terletak pada tepi meja dan kedua kakinya terjulur ke lantai. Aku mengambil posisi diantara kedua paha Iffa yang kutarik mengangkang, dan dengan tangan kananku menuntun penisku ke dalam lubang vagina Iffa yang telah siap di depannya. Aku mendorong penisku masuk ke dalam dan menekan badannya. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Iffa yang terkapar lemas di atas meja.

Badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan penisku. Iffa benar-benar telah KO dan dibuat permainan dan benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu, kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Dan aku sekarang merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam penisku yang menimbulkan perasaan geli pada ujung penisku.

Aku mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…, terus”, dan pinggulku menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirku menempel ketat dan batang penisku terbenam seluruhnya di dalam liang vagina Iffa. Dengan suatu lenguhan panjang, “Sssh…, ooooh!”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, aku merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam vagina Iffa. Ada kurang lebih lima detik aku tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Iffa yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat ku yang menyiram ke seluruh rongga vaginanya.

Aku melihatnya lemas dengan jilba yang sudah nggak keruan bentuknya lagi dan aku berkata, supaya lain kali dia pasrah saja dan nggak perlu melawan, aku melihatnya mengangguk sedih sambil menangis. Dalam ahti aku berkata, maafkan aku fa yang telah merenggut keperawananmu
__________________
... Pecinta Jilbab Sejati ...
Asal Connect pasti dapat uang
Klick disini

Tanpa berbayar dapat uang ... gratis lagi ...
kebon($)
Mykakis VIP



Join Date: Dec 2005
Posts: 164
























































31-07-2008, 08:51 PM #12
Re: Koleksi kebon - 5 stories
Kakak Kawan

Namaku Imran. Kawan panggil im jek. Masa kecil lagi makcik dan pakcik aku selalu jaga aku dah jadi keluarga aku yang no2. senang cerita kelurga angkat. Aku selalu tinggal kat rumah mak angkat aku balik umah seminggu sekali atau 2kali. Dia ada sorang anak lelaki dan dua orang anak perempuan. Alim2. lelaki namanya faisal. Sorang kak long... alim bertudung tapi pandai bergaya nama Siti Nur Raudah. Sorang lagi tu tomboy Faezah kekawan pdanggil dia fai. tetapi cun jugak cumer kekadang bila tengok dia pakai tudung geli hati aku.

Aku agak rapat yang tomboi tu tapi kak long ni, bile malam aje pakai baju tido jarang ... aku pun elalu gak perati tapi diam-diam aje le kekadang tu buat modal heheh. Dia tu beza aku 5 tahun jek. Aku ngan yang tomboi tu yang sama umur 20tahun. Yang lelaki tu baru 18 tahun.baik dan alim. Biasa lah sekolah madrasah. Kak long nie dia ukan cakap tak baik. Tapi kalau gi keje selalu pakai baju kurung bertudung. Pat rumah jek dia pakai macam gini. Isk.. mungkin keluarga kut jadi dia tak kisah. Ah.. takper lah. Janji dapat tengok sudah. hehehe

Satu malam sedang aku tido dalam bilik, aku lihat terang semacam aje kat ruang tamu... Aku intai dari celah pintu bilik. Peh! Aku lihat kak long sedang tengok cite blue. Isk macam gini rupanya kak long tak sangka ingat cume pakai baju seksi jek tengok blue fuhh.. . sorang-sorang plak tu wah.. macam nak terkam! Kejap-kejap dia pegang cipap die. Basahle tu.. kata hati aku. Aku berdebar debar jugak. Tapi aku tak berani gi kat dekat dekat...

Sampai lah cite tu abis. Aku mematikan diri takut die tahu. Selepas die masuk bilik (biasenya die tidak kunci), aku tunggu dalam 30 minit.. lama gak! Hati aku bedeba-deba, macam nak gi intai ape die buat klepas tengok cite tu. Ake pong beranikan diri. Pelan-pelan aku jalan . Mana lah tahu nanti ahli keluaga lain tau.. mampos aku.

Aku selak daun pintu pelan-pelan. Cehhh... Dia lena tido.Hampeh ! Baru aku nak berpaling.. terperasan lak aku yang die tidor telentang. Sebelah die adik die yang tomboi tu. Aku pun dikuasaai nafsu... teruslah aku gi tengok kat dekat-dekat. Aku latak tang aku atas cipap die. No respon. Ni dah baik. Aku beranikan lagi.. masukkan tangan aku dalam baju die dari bawah. Kini tangan kau atas seluar dalam aje. Peh laju jantung aku tu. Syok pun ade takut pun ade.

Aku cuba selit kat dalam seluar die.. masih berair beb... Aku cari kelentit die, aku usik-usik. Alamak! She's moving.Tak berani aku nak begerak. Aku pun mematikan diri aku. Tangan Aku masih kat cipap die. Lepas tu die diam lagi. Aku pun lagi lah main die punye kelentit. Puhhh Syok giler first time lah katakan...

Lama-lama makin basah pulak. Aku cuba jolok sikit ke dalam, tibe-tibe die tarik punggung die. Bederau darah aku. mampos! kata hati aku.

Die pegang tangan aku. Aku tak tahu cakap ape dah. Dam hati aku, Habislah. Tebayang-bayang apa yang tejadi kalau die bagitau keluarge die. Die tarik aku ke dapur. Die suruh aku duduk atas kerusi. Lepas tu die diam sambil ambil air suam dan minum. Die tanya aku apa yang cuba aku lakukan. Aku takut.. aku pun minta maap. Aku rayu die jangan hebohkan. “maaf kak. Im.. tak berniat. Im hilang kawalan. Tolong kak. Nanti makcik dan pakcik mengamuk. Maaf kak.”. Aku macam nak nangis aje.. tetiba dia datang kat aku dan pegang tangan aku lalu diletakkan kat cipapnya. Dia kata die tak marah kalau aku cakap terus terang. “Im cakap yang benar. Kakak tak marah.” Aku diam aje.. takut kalau itu hanya lah jerat semate.

Die lurutkan seluar keciknya sambil menaikkan bajunye ke atas. Hulamak.. nak tesembul mata aku tengok cipap perempuan buat kali pertamanya. Dia suruh aku buat macam dalam bilik tadi. “im.. buat macam tadi pat dalam bilik sedap lah.” Aku pandang die.. die pejam mata sambil menganggukan kepala.

Akupun ape lagi. terus menggentel... Die mengerang tapi angat pelahan.takut orang lain dengar kot. Aku tak peduli lalu kujilat dan masukkan lidah aku kedalam laur cipap nya. Sedap siot! Tangan dia tarik kain sarong aku ke atas..tepacak lah senjata aku yang memang keras. Aku tengok dia bergitu nafsu sekali. Tetiba dia terus serang batang aku. Uhh. Sedap tak terhingga. Isk. Ini lah pertama kali batang kena hisap oleh seorang wanita. Dia jilat bergitu tertib. Macam pro gitu. Aku dah syok giler. Macam nak meletup kepala aku.his. aku mula dah naik gila dah otak. Aku mula tengok pat dia. Sambil2 itu.. kak long menjeling manja pat aku. Isk.. aku naik syok. Aku lihat dadanya naik turon bergitu busung sekali dadanya. Isk. Aku beranikan diri pegang... fuhhh.. kenyalnyer.
“kak nak tengok?””mm.. adek nak tengok kak longnyer. Nakal ehh.. hehehe. Dah pandai”
dia terus diri dan terus buka bajunya. Fuhh lamak.. terjojol mataku. Indah sekali tetek kak long disaluti coli hitam. Aku tergamam seketika. Kak long terus lucut colinya dan terserlah lah teteknya yang padat. Aku terus tariknya dekat padaku. Dan aku terus hisap dengan rakus.isk.. pertama kali seh.. tak pernah dapat. Tengok pat cerita tu ader ler. Teteknya yang padat firasatku 38 kut. Besor giler. putingnya dah ler warna Merah. Isk..
punatnye dah ler macam besar kacang waduh.. aku makin syok menjilat. Aku tengok kak long dah stim habis.. habis kepala aku dia tarik2.. dia makin mengerang”ahhh.. auwww. Ohhhh.. scchhhtt. Kuat cikit adek. Ahh.. sedapnyer...” sambil mengigit lenganya untuk kurangkan jeritannya.dia. dengan tiba2.. terus tolak ku dan turun kembali. Dia terus hisap balik batangku.ni kali dengan geramnya.

Aku tengak die semacam aje. Lepas itu die tolak kepala die.Die cakap "kak long ndak" Tak sempat aku cakap dia terus duduk atas senjata kau dan cuba masukkan ke dalam cipapnya. Susah jugak fikir aku.. tapi aku tak nak tanya. ”auwww.. argh.. mmm..” aku rasa dia ketat semacam. Tetiba senjata aku jadi panas. Dah masuk rupanya... Hmmmmmm sambil lidahnya menjilat bibirnya. Dia terus duduk atas aku sambil menggoyangkan punggungnya. “Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! Pap!! ”fuhhh best siot first time main. Bunyi irama henjutan kita.. “mmmm. Ahhh..ohhhhhh..schhhtt..Shhhh....... ummphhh”, itu aje yang keluar dari mulutnya. Aku pun tak tahan jugak. Aku mula cepatkan tempo.”kak long sedapnya” aku bisik”mmm.. adek nak selalu macam gini bole??” dia renung pat mataku lalu” boleh.. kalau im jadi kekasih akak.. hari2 pon boleh” ”err. Yer ker.. im bole dapat ker??” ”im kena panggil akak sayang dulu baru bole. Tapi pat rumah tak bole tau nanti orang syak.hehehe okie??” ”isk.. tul ker nie.. okie.. kaka long. Eh.. salah2 sayang..hehehe tapi” tetiba sambil memacu tu kak long Tanya pat aku“im.. im.. imran taruh hati pat kak long kan??” “err macam mana kak. Ehh sayang tau??” “tau lah.. kakak long kekadang intai im goncang sendiri2 nanti sebut2 nama akak nakal eh..diam2 suker akak eh.. bilang ibu im aru tau.””bilang ler.. nanti im suruh mak im masok meminang hehehe””isk kesitu plak dia. Nakal eh.. aww..” Lalu aku makin hentak kuat-kuat... dia peluk aku lagi kuat semacam aje. Dalam aku kesedapan tu, tibe tibe gerakan die tambah laju. Aku jadi tambah sedap..sedap betul! Dia makin ketatkan kepitannya. Aku rasa dah nak meletup. Tetiba dia kejang. Dia klimaks rupanya. Aku sambung balik terus “Syurrrr.. crit...crit.” tepancut aku penye dalam cipap die hangat siot. Die pun berentikan gerakannya sambil memelukaku dengan kuat dan rapat. Lepas tu, dia bangun sambil senyum kat aku. aku tengok kat anu aku ada darah... Aku tak paham.. Kak long kata dia dara lagi.. “err? Huh.. itu darah dara eh?” aku menjadi gabra sekejap. ”takpelah sayang ku im. Tu untuk im. Akak tak kisah. Asalkan im janji bertanggung jawab okie sayang??” “betul nie sayang?? Isk.. terharu im dengar hehehe... nie yang sayang giler pat akak nie..”Die tanya “im puuas tak...” aku kata “nak lagi.. first time lah kak sedap giler..”.”besar jugak batang im eh.. senak akak. Hehe.. sedap seh. Penuh cipap akak. Tapi im tak bole selalu tau pancut pat dalam. Nari akak datang bulan tu pasal akak tak kisah. Lain2 hari kena pancut pat luar tau.. okie sayang.. sayang im. Muaccch.” Kak long mencium aku dengan bergitu erotic . Fuhh. Best dapat cium. Bekas aku pon tak pernah macam gini. Yelah sume alim2. pegang tangan pun tak bole.

Kemudain die terus baring atas lantai. Kali ini aku tak tunggu arahan die .aku gesek batang aku pat cipap die pastu terus aku masukkan batang aku dalam cipapnya. Malam tu aje kite orang main empat kali..macam gaya kita buat.. fuhh aku kejekan dia cukup2. Letih sekali. Aku lah yang pecahkan daranya dan aku ler kekasih sejati pertamanya rupanya. Kak long tak pernah ada kekasih selepas tamat pengajian dia. Kesian kak long lawa2 takda orang nak. Takper lah ader sebalik kisahnya. Pasal aku yang dapat . hahaha Maut beb. Setelah 2 tahun bergitu aku akhirnya pasang niat untuk kahiwn aku pun dah ader kerja tetap pegawai executive beb baru 23 dah jadi executice terer gua.. lagi pon dah keje kan anak orang.. tanggungjawab haha. Mula2 aku hajatkan niatku pat ibu dan ayahku. Dorang terperanjat siot. Dorang macam2 tanyer. Aku cakap simple jek. Aku cume suke jek ngan kaklong tu. Alah lagi pon ukannyer aper sepupu jugak cume dia tua aku jek mak aku pon gi selidik2. hehekk. Konon tolong lah kan. Mak cik aku terperanjat lah lagi pon dia dah anggap macam keluarga sendiri. Aku datang jumpe makcik aku. Cakap baik2 lah ngan dia. Aku cume nak sunting kaklong itu pun kalau dia sudi. Dolak dalih lah cikit. Makcik aku keberatan jugak pasal dia ingat kaklong akan tolak kan. Lagi pon kita dah lama siot tinggal serumah. Dah 2 hari kemudain makcik talipon ibu aku cakap kaklong setuju. Hahahkk.. eleh.. dia mestinyer. Dah planning siang2 hahahahaha... hujung bulan tunang 1tahun lagi pastu khawin. Fuhh malam pertama punya lah ganas kaklong. Habis dia kejekan aku cukup2. dia kata nak balas dendam kasi puas2. asyik seminggu dua tiga kali jek masa dulu..hehehek. Tapi mana bole beb. Masok 2 raound dia dah pancit aku pulak yang kejekan hahahak!! Fuhh samapai kaklong cume kakang jek dia dah tak bole gerak badan penat giler aku kejekan. Sampai dia tido mati pon aku masokan jugak. Best giler. malam pertama aku kasi 10 round campur 2 round kaklong. Fuhh 12 round beb. Besok pagi. Kaklong jalan kengkang cikit. Kena kacau ngan ibu ngan makcik “aik.. kenkang nampak.. sedap ker kena ngan adek sepupu sendiri. ”. Hehehe.. sampai sekarang masih hebat. Kekadang tu kalau nafsu dia dah naik. Dengan pakai tudung pun jadi. Fuhh. Best giler kakak long nie. Kekadang dah pancut.. tudung dia pon jadi pakai buat lap.. hahakkk.. Lain kali aku ceritakan macam mana aku tibai bini aku masa balik dari mengaji.. hehehkk.. selamat…
__________________
... Pecinta Jilbab Sejati ...
Asal Connect pasti dapat uang
Klick disini

Tanpa berbayar dapat uang ... gratis lagi ...
kebon($)
Mykakis VIP



Join Date: Dec 2005
Posts: 164

06-08-2008, 07:45 PM #13
Re: Koleksi kebon - 5 stories
Sikembar Bertudung

Ini ceritaku entah berapa bulan lalu ketika sore aku aku sedang menghabiskan waktu selepas bekerja disebuah mall dijakarta. Penat bekerja seharian dan jalanan yang sangat macet membuatku untuk rilex sebentar kesebuah pusat perbelanjaan sekedar untuk minum kopi.

Akupun memesan sebuah kopi dan duduk disebuah sudut restoran. Sambil minum aku menikmati pemandangan mall yang sungguh berbeda dari kantorku. Sangat nyaman rasanya, tapi pandanganku beralih sekitar 2 meja di depanku, duduk dua orang siswi SMU lengkap dengan baju seragamnya. Mereka tertawa-tawa ceria. Setelah kuperhatikan lebih seksama lagi, ternyata mereka sungguh manis, dan astaga ternyata mereka kembar. sekilas aku tak bisa membedakan antara 2 gadis remaja itu. Dua-duanya berwajah cantik, putih, dan mulus. Sungguh wajah yang enak dpandang. Selain itu keduanya juga punya tubuh mungil, dengan dada yang tidak begitu besar namun montok dan menantang yang mereka coba sembunyikan dibalik seragam SMU lengan panjang yang agak longgar dengan jilbab tipis yang tidak terlalu panjang namun cukup menutup buah dada mereka, lengkap dengan rok panjang abu2nya.

Uhhh sungguh gadis2 berjilbab yang mungil dan sangat menggemaskan.entah kenapa aku tak bisa melepaskan pandanganku dari wajah dan payudara kedua gadis berjilbab tersebut tanpa kusangka salah satu gadis itu melihatku., tampaknya dia tau kalau daritadi aku sedang menikmati tubuhnya, lalu dia tersenyum padaku. Ah kesempatan pikirku, lalu kudekati saja meja mereka.

“Selamat siang nih adik-adik, lagi pada ngapain nih ??” tanyaku.
“Siang juga om..” jawab mereka bersamaan sambil tersenyum.
“Lagi iseng-iseng aja om, abis dari sekolah” jawab yang satu.
“Om boleh duduk disini ga ?” tanyaku dengan sopan.
“boleh donk om, silakan” jawab yang satu lagi.

“Om boleh kenalan kan ??” tanyaku.
“Hihi…iya boleh donk om…” jawabnya
“Aku gina, yang ini saudaraku gita” jawabnya sambil ternsenyum.

Setelah kuperhatikan kedua gadis berjilbab ini mengenakan aksesoris yang lumayan mahal dari bros untuk peniti jilbab mereka, sampai cincin, gelang, jam tangan bahkan handpone seri terbaru. Wah keliatannya mereka betul2 anak2 dari kalangan atas.

“Kalian saudara kembar kan ?? berapa nih usianya ??” tanyaku penasaran.
“Iya om…kita sekarang 16 tahun sebentar lagi 17 tahun”
“Oooh…udah gede-gede ya” kataku sambil melirik payudara gina, uh penisku perlahan lahan mengeras, membayangkan bisa meremas2 empat buah payudara dibalik jilbab gadis gadis ini.
“ya iyalah om, kan udah sma” jawab gita yang tak sadar apa sebenarnya yang aku maksud.

“kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 cantik seperti kalian masi blum pulang”

“om bisa aja ah, masi mau minum2 dulu om bentar lagi juga pulang” jawab gina

sambil ngobrol kuperhatikan kedua gadis ini, walaupun kembar namun aku mulai bisa membedakan antara gina dengan gita. Gina yang berusia lebih tua beberapa menit dari gita ini memiliki buah dada yang sedikit lebih besar dari adiknya.selebihnya tak ada perbedaan. “ ah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab ini, apa mungkin rasa jepitan vagina 2 orang saudara kembar berbeda yah” kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu.

“Kalian udah punya pacar belum ??” tanyaku.
“gina udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…”
“Iiih….apaan sih git, dia tuh cuma temen deket aja juga…” katanya malu

kulihat ada yang aneh dengan kedua remaja berjilbab ini. Mengapa sepertinya sangat mudah akrab dengan orang yang belum dikenal seperti aku. Aku mulai berpikir sepertinya dua gadis ini bisa kupakai malam ini. Akupun mulai mengeluarkan jurus mautku.

“Kalian udah pernah pacaran kan ?”
“Iya udah Om…tapi ya gitu deh namanya juga anak sma.” jawab gita
“Umm tapi maaf nih yah, kalian udah pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum nakal.

Gina sedikit kaget “begitu gimana om??”

“umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2 itu sama pacar kalian belum”

Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku lalu gita balas menjawab
“Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan”
“Ya kan om mau tau ??”

Mereka terdiam sejenak kemudian saling berbisik.

“Emang bener om mau tau ???” tanya gina menggoda.
“ya iya dong dik gina yang cantik” kataku sambil mengedipkan mata

sepertinya mereka sadar maksud gerak gerikku, lalu dengan tersenyum nakal gita menjawab.

“om, kalau mau kita bisa jalan2 sama om tapi kaloo...” gita berhenti berbicara lalu mengambil handponnya dan mengetik lalu memberikan handponnya padaku.

Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan. Gita ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Kesempatan ini tak boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku semakin berdegup kencang. Tiba2 aku tersadar suatu hal

“eh maaf yah gina, gita, kalo kalian mau nemenin om kok kenapa kalian memakai jilbab”

“oh ini, ini kan ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab gina

oh aku baru menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua gadis berjibab ini masi dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka memakai barang2 mahal, kenapa mereka mudah sekali untuk diajak ngobrol sampai ke hal2 yang nakal.

“ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil uang saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal.

Sekitar jam 6 sore, aku bersama kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju sebuah atm dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, hanya berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat memandangku iri, karena aku yang asyik bercanda dengan kedua gadis berjiblab ini.



Atm tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar. Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 aku lirik keadaan diluar, tampaknya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah aku yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku. Kedua gadis berjilbab ini berdiri dikanan kiriku, sambil menunggu mesin atm bekerja, aku tarik kedua tanganku kebelakang lalu meremas2 kedua buah pantat gina dan gita yang kenyal itu. “ iihh om nakal, masi dibasement juga” jawab gita dan sebuah cubitan kecil dipinggangku oleh gina. “Iya deh iya deh om nggak nakal” jawabku sambil menarik tanganku dari pantat kedua gadis ini, lalu kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan menarik mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab kedua gadis berjilbab ini sungguh sama kenyal dan nikmatnya. “ihhh si om ini nakal banget sih” kata mereka dengan senyum manja. Lalu tanganku mulai meraba naik kepunggungnya lalu bergeser masuk keketiak mereka menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersentuhan dengan dadaku.” iiiiihh si ooomm daritadi bandel banget sihhh” kata gina sambil kedua gadis ini mencoba melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada mereka.

“duh gina gita, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah”

akupun mengambil uang tersebut lalu memperlihatkan uang tersebut kepada mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2 melihat uang yang cukup banyak tersebut dan mulai tersenyum genit. Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab gina dan gita kepundaknya lalu membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi membuat penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat menggemaskan terbungkus bra yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah kedalam bra mereka sambil merasakan kenyalnya payudara mereka lalu aku lanjutkan dengan meremas2 payudara montok kedua gadis ini. “uhhhh, dada gina lebih besar sedikit tapi sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan gita, om udah bener bener nggak kuat nih, ini uangnya dp dulu yah nanti kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku dengan penuh nafsu. Gita dan ginapun hanya tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka.



Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan kepalang, aku baru menyadari ada orang antri menunggu dari tadi. Akupun segera menarik kedua tanganku dari payudara mereka, gita dan ginapun kaget luar biasa dan langsung mengancingkan kembali baju mereka dan menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya.

“ih om si, untung nggak dibuka pintunya kan malu om” kata gita

“iya deh maaf, tapi om udah nggak kuat nih, kita cari tempat yuk nanti disambung lagi deh ditempat om” kataku

“ih si om, kita cantik sih jadi om nggak kuat deh” kata gina dan disambut tawa mereka cekikian.

“yaudah, yuk, eh ayo gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya

kamipun keluar dari kotak atm yang sudah ditunggu 3 orang yang mengantri dari tadi.mereka tampak kesal namun agak kaget ketika melihat seorang lelaki digandeng dua orang gadis smu kembar yang masih segar dan berjilbab. Ah biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang sungguh menggemaskan ini kesudut lapangan parkir tempat mobilku berada yang jauh dari tempat tunggu supir dan satpam. Sambil berjalan kedua lengan atasku merasakan lembutnya bagian luar buah dada gina dan gita yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul. Aduh sungguh nikmat rasanya, batang penisku semakin tak kuat ingin segera menikmati kedua gadis kembar ini.



Gedung parkir di mall ini hanya setengah mobil kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya hanya ditutupi oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 bisa terlihat dari luar gedung parkir. Ide gilapun muncul dikepalaku aku akan menikmati kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi, kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka dirumahku nanti.



Setelah sampai disudut tempat mobilku diparkir akupun mendorong perlahan kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua tanganku menekan sebuah payudara gina dan gita.

“gina, gita, kita main disini dulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih, nanti uang jajannya om tambah deh, tapi nanti malem main kerumah om dulu kita main2 lagi, besok pagi baru om anter kesekolah, gimana?”

gita dan gina hanya berpandangan lalu salah satunya mengangguk, “boleh om tapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang”

akupun tersenyum dan tanpa basa basi langsung kusampirkan jilbab gina dan gita, langsung kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan langsung kulepas bra mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang mobilku lalu kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi lagi, sungguh indah tubuh saudara kembar ini. Dengan jilbab putih yang masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak mampu menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka hingga hisapan hisapan dan gigitan2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah menikmati permainanku.



Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan2 kulihat kaki mungil mereka yang dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka, lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus lalu kemaluan yang masih tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak kuat, langsung kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi vagina gina dan gita yang kecil karena umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu mobilku.

“ lho om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata gita khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang terbuka yang memperlihatkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil mengangkat rok sampai pinggang yang memperlihatkan vaginanya.

“Nggak papa gina, nanti kamu tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat begini lho” kataku sambil menarik kedua gadis itu dan kusuruh duduk dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2.

“iii om malu” jawab gita sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan didadanya.

Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap kunikmati beberapa saat lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi walaupun agak gelap tapi pasti secara samar2 terlihat dari jalan raya diluar gedung.

Tanpa memperdulikan ucapan gita akupun menarik kepala kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah nikmat rasanya saat mencium mereka bersamaan. Tampaknya mereka menyukainya, lalu tanpa basa basi kuangkat rok sekolah gina dan kujilat2 vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki gita dan mengelitik vagina dan klitorisnya sambil aku memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini hanya bisa menggelinjang dan mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya sudah tak malu lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri. Kurasakan cairan mulai membasahi vagina kedua saudara kembar ini.

Akupun semakin tak tahan, langsung kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku dan kumasukkan kedalam vagina gina sambil terus mengaduk2 vagina gita dengan 3 buah jariku. Ahh penisku serasa dipijit2 didalam vaginanya. Walaupun sempit tapi ketika mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang menghalangi, ternyata gina sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan gita yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku divaginanya.

Akupun dengan cepat memajumundurkan penisku didalam vagina gina bergantian dengan gita. Wajah mereka yang terbungkus jilbab sungguh tampak menggemaskan membuatku semakin bernafsu meremas2 payudara2 mereka.

Aku memerintahkan kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya aku bisa melihat pantat, vagina dan bagian kaki gadis gadis ini.Mungkin karnea kedua gadis kembar ini belum orgasme mereka tampak mau melakukan apa saja asalkan terus kuaduk2 vagina mereka. Mereka tak malu walaupun samar2 terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun semakin bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam vagina gita dan gina bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang membuat mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku dilubang vagina mereka secara bergantian.



Tak lama kemudian gina merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya cepetan sedikit aku udah nggak tahan mau keluar”

akupun yang memang penuh nafsu segera menuruti permintaan gina, kucengkram kedua payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih dalam kelubang vaginanya.yang membuat gina semakin menjerit2 kecil menikmatinya.

Tiba2 dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir diseberang jalan tampaknya melihat adegan yang kulakukan, dan gina walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh.

“om ada orang tuh dihalte ngeliatin kita, tapi aku udah nggak kuat om dikit lagi mau keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh...” jawabnya yang tampak semakin bernafsu karena dilihat orang tersebut.

Akupun semakin bernafsu mempertontonkan adegan mesra ini keorang tersebut yang semakin membuatku terpacu.tiba2 “ahhhh ahhhh ahhh” gina merintih dan kurasakan vaginanya mengeluarkan cairan yang sangat banyak dan akhirnya gina terdiam lemas walaupun aku tetap memacu penisku kevaginanya. Akupun menghentikan aksiku.

“duh om udah nggak kuat, om lanjutin sama gita aja yah..” katanya dengan tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kamu disini aja ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok gina sehingga menutupi bagian bawah tubuhnya lalu kubalikkan tubuhnya kucium mesra, dan kupandangi adiknya.

“ihh omm kan udah sama kak gina tadi, aku dicuekin, daritadi udah nggak tahan om” katanya dengan cemberut nakal. Ternyata walaupun payudara gita sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat sexnya jauh melebihi kakaknya.

“gita juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi ngeliatin, gita udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata gita memelas. Wah ternyata adiknya jauh lebih agresif dan maniak dari kakaknya. Akupun langsung menancapkan penisku kevagina gita dari belakang yang sudah memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot vaginanya, kuremas2 payudara kiri gita dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku kugunakan untuk memeluk gina sambil mencium bibirnya dan meraba2 payudaranya.tak disangka gita ternyata begitu exebisionis, dalam genjotanku dia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang menatap aksi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan vaginanya. Tapi lama kelamaan aku bosan dengan posisi ini, kubalikkan tubuh gita, dan kugendong lalu kududukkan ditepi kap depan mobil jeepku dan kusandarkan gina berdiri disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku kevagina gita sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya bergantian dengan mencium bibir gina kakaknya, sambil tangan kiriku meremas2 payudara gina.ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati tubuh dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan vagina gita sedang kunikmati dengan penisku dan vagina gina sesekali kuremas2 dari balik rok yang kuangkat keatas. Tak lama kemudian, gitapun mencapai titik puncaknya,dia menggelinjang dan mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya dengan erat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam vagina gita bersamaan dengan semprotan spermaku didalamnya..

“aahahhchhhhh ommmm aku ahhhhh” jeritnya... ginapun hanya tersenyum melihat ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya.

Setelah beberapa saat kurapihkan pakaian kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka, lalu kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka menutupi payudara dan vagina yang kini tak mengenakan bh dan celana dalam. “Yuk kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om yah” kataku genit. Gina dan gita hanya tersipu malu. Lalu kedua gadis kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya kuraba payudara mereka yang kali ini dengan mudah kuplintir dari luar pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, namun sengaja ditutupi jilbab mereka agar tak ketahuan, namun buah dada buah dada yang tak disanggah itu tampak lebih menggoda bergoyang goyang dibalik pakaian mereka walaupun sudah ditutupi jilbab, gesekan demi gesekan dan remasan tanganku dipayudara mereka sungguh nikmat, walaupun batang kemaluanku sudah lemas, tapi aku masih inginmenikmati tubuh gadis kembar berjilbab ini. Kamipun masuk kedalam mall dan mulai jaga image, gina dan gita jalan disampingku dengan biasa2 saja agar tak terlalu menarik perhatian.. kamipun menuju bioskop dilantai atas dan membeli tiket film, tapi sebelum masuk ke bioskop, gita mengajak kakaknya ketoilet untuk membersihkan sisa2 cairan vagina dan spermaku yang masi membasahi vaginanya.
__________________
... Pecinta Jilbab Sejati ...
Asal Connect pasti dapat uang
Klick disini

Tanpa berbayar dapat uang ... gratis lagi ...
kebon($)
Mykakis VIP



Join Date: Dec 2005
Posts: 164

06-08-2008, 07:52 PM #14
Re: Koleksi kebon - 5 stories
Pak Andi

Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak andi dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tapi aku kaget ternyata saat itu aku hanya mengenakan jilbab, tampaknya pak andi melepaskan seluruh pakaianku yang tersisa selain jilbabku lalu menyelimutiku. Pasti dia tadi memandangi lekat2 tubuhku yang menjadi fantasinya. Ya gadis berjilbab tapi telanjang dari pundak keujung kaki. Tampak olehku Pak andi hanya menggunakan handuk dan berkata, “Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?”.
Badanku masih agak lemas ketika bangun dan pak andipun membantu melepaskan jilbabku hingga rambut panjangku terurai. dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak andi masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak andi menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.

Setelah semua selesai, Pak andi membantuku mengenakan pakaianku, sepertinya dia masih menikmati fantasinya, dia membantuku memakaikan jilbabku, lalu membiarkanku dalam keadaan itu beberapa saat sambil menatap tubuhku.. “iiihh pak andi nakal, pasti deh lagi bikin aku kayak digambar itu” kataku nakal. Pak andi hanya tersenyum sambil bergerak kebelakang lalu memelukku sambil tangan kanannya merangsang membelai2 vaginaku sementara tangan kirinya asik memilin milin putting payudaraku bergantian. Pak andi menghadapkan tubuhku kecermin besar dikamarnya. “Tuhkan kamu cantik sekali” katanya sambil mempermainkan tubuhku. Aku hanya bisa gemetaran dipenuhi nafsu yang muncul lagi. Tampak wajahku yang kenikmatan masih mengenakan jilbab yang selebihnya telanjang sedang dipermainkan pak andi. Aku melirik kekomputer pak andi, wah gambar gadis berjilbab yang telanjang masih disitu, tampak persis sekali dengan keadaanku yang dipeluk dari belakang dan diraba organ2 seksnya. Tiba2 kurasakan penis pak andi mengeras lagi diantara rokku. Dengan cepat dia mendorong punggunggku kedepan akupun segera menopangkan tanganku kecermin besar didepanku lalu memasukkan penisnya kevaginaku dari belakang. Lalu pak andi mulai menggenjot aku dengan tergesa2. Ah ah ah ah ampun pak ampuunn.. ohhh nikmaaat.... pak andi menarik pingganggu lalu mepercepat keluar masuknya penisnya didalam vaginaku. Aku melihat cermin besar didepanku tampak diriku yang sedang diaduk2 dari belakang dengan pak andi yang wajahnya tampak kenikmatan. Pak andi lalu menarik pundakku lalu beralih mencengkram kedua payudaraku dari belakang sambil tetap mengaduk2 vaginaku.. sampai akhirnya... “akhhhhhh aku mau keluar et”, “aku juga pak ayo teruuuusss” kataku meracau. Tiba2 secara hampir bersamaan aku merasakan cairan hangat menyembur dari penis pak andi juga dari dalam vaginaku. Karena terlalu kuat rasa nikmatnya membuat kaki pak andi lemas dan terjatuh kelantai. Aku betul2 kaget kita jatuh bersamaan kelantai dengan tetap penis pak andi tersangkut divaginaku juga cengkraman erat tangannya di dua payudaraku. Aku merasakan muncratan kedua dari vaginaku dan penis pak andi secara bersamaan ketika terjatuh dan penis pak andi melesat dengan cepat kedalam vaginaku. Dalam posisi itupun pak andi tetap menggenjot vaginaku sehingga aku merasakan kenikmatan berulang kali.


Ketika kenikmatan itu habis kurasakan lemasnya badanku dan penis pak andi yang menciut didalam vaginaku. Aku berkata “bapak sih nakal banget, kitakan udah mandi pak”. “Nggak papa et, nanti kubersihin deh vaginamu” sambil mengedipkan sebelah matanya. Akupun tersenyum melihat nakalnya guruku ini. Kemudian pak andi mengajakku kekamar mandi lagi dan mengangkat sebelah kakiku kekloset, pak andi mengambil shower lalu menceboki pantat dan vaginaku, mengsuap2nya dengan lembut. Lalu dengan serta merta akupun bergantian membersihkan penis pak andi dengan kedua tanganku. Pak andi tiba2 tampak keheranan,”ada apa pak” kataku. “nggak, kamu pasti tambah cantik kalo jembutmu dibersihin” katanya sambil mengambil alat cukur jenggotnya. “Ihh bapak apa2an sih kan malu pak” ketika dia mengambil sabun lalu melumuri jembutku.”eh ayo , biar kamu tambah cantik” katanya sambil mengedipkan mata. Aku malu sekali, mana mungkin seorang yang masih mengenakan jilbab tapi telanjang, bahkan sekarang sedang dicukuri jembutnya. Wajahku langsung memerah seketika. “dah selesai” katanya sambil membilas sisa2 sabun di vaginaku dengan shower. “tuh kan tambah cantik” katanya sambil menghadapkan vaginaku kecermin besar dikamar mandi. Aku hanya menunduk malu.”iya deh, jangan begitu dong, kamu boleh kok nyukurin jembut bapak, ayo gantian” katanya tersenyum. Akupun mulai balas dendam kucukuri bulu jembut pak andi perlahan2 sambil aku berpura2 memegang penisnya.hihi aku memang suka meraba2 barang yang baru kunikmati ini. Pak andi lalu membuatkan aku teh manis panas secangkir sementara aku berpakaian. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak andi memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Tak lupa rabaan tangannya dipayudaraku juga divaginaku. Bahkan ketika aku membuka pintu mobilku tangan pak andi sudah berada diselangkanganku membelai dari belahan ujung vaginaku sampai ujung pantatku. “Iii bapak bandel” kataku yang dijawab dengan lambaian tangannya. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.

Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Freddy untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak andi walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran. Sesekali bahkan hanya sekedar petting di toilet dengan aku yang masih mengekan pakaian lengkap dengan jilbabku. Pernah Pak andi menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, langsung kujawab iya,sehingga akhirnya aku bisa menikmati penis pak andi dari berbagai posisi tiap malam.
__________________
... Pecinta Jilbab Sejati ...
Asal Connect pasti dapat uang
Klick disini

Tanpa berbayar dapat uang ... gratis lagi ...
kebon($)
Mykakis VIP



Join Date: Dec 2005
Posts: 164

06-08-2008, 07:58 PM #15
Re: Koleksi kebon - 5 stories
Aku yang bersalah


Aku Salmiah berumur 24 tahun berkerja sebagai guru. Suaminku, Azlee yang berumur 29 tahun juga seorang guru..tapi berlainan sekolah..aku sekolah menengah dan suamiku pula disekolah rendah... Usia perkahwinan kami sudah menjangka tiga tahun…dan masih belum ada tanda akan memiliki cahaya mata…tak tahulah apa puncanya…hubungan seksual kami tiada masalah..dan kami sentiasa memadu kasih apabila sahaja ada masa terluang.

Kami tinggal di sebuah taman perumahan dimana rumah kami (jenis corner lot) terletak jauh sikit kedalam bersebelahan dengan belukar..Deretan rumah aku kebanyakannya didiami oleh kaum lain..aku dan keluarga Talib saja (yang menghuni dihujung lot deretan juga) saja dari kaum melayu… Jiranku disebelah kiri adalah Sarjit Singh…yang berumur dalam lingkungan 56 tahun…masih lagi bujang walaupun sudah berumur dan bertubuh tegap sasa, tinggi lebih kuran g 6 kaki , berkulit hitam manis dengan wajah muka yang bermisai dan tidak berserban tapi berambut rekrutyang pendek seperti 'skinhead'….

Sarjit dan suamiku berkawan baik …mungkin Sarjit duduk sorang…Mereka sering berborak di kedai kopi malah kadangkala kami sering mengajak Sarjit untuk makan malam. Oleh kerana hubungan kami agak rapat maka dan
Sarjit selalu tolong kami jika kami perlukan apa apa pertolongan dan kaai juga berbuat demikianuntuknya.

Pada satu ketika... Azlee terpaksa menjalani satu kursus lanjutan di Langkawi selama sebulan... sebelum beliau pergi ..beliau telah meminta Sarjit menengok-nengok dan membantu dan Sarjit tanpa membantah bersetuju..aku juga ikut saja... Maka terpaksalah aku ditinggal selama sebulan...

Pada mulanya..semua berjalan dengan baik... tapi pada suatu hari pada minggu kedua..aku telah mempelawa Sarjit untuk makan malam dan dia seperti biasa bersetuju... Malam tu selepas makan, hujan mula turun dengan lebatnya..dan ini menyebabkan Sarjit tak dapat balik kerumah... walaupun Sarjit berkeras juga nak balik kerana takut timbul fitnah orang... tapi aku menghalangnya... dan sambil menunggu hujan reda..kami berbual seketika mengenai diri masing masing

Malam tu..aku berpakaian baju kurung dengan bertudung labuh dengan wajah yang berseri duduk bersama Sarjit di ruang tamu sambil menonton TV dan berbual manakala Sarjit berpakaian T-Shirt hitam dengan seluar askar.Semasa kami berbual Sarjit bertanya bagaimana aku jumpa Azleedan latar belakang keluarga aku dan sebagainya dan dia juga bertanya kenapa aku kahwin muda. Aku jawab "Sebab Azlee dah datang meminang dan saya pun berkenan degannya jadi keluarga saya bersetuju menerimanya sebagai menantu"
Kemudian saya bertanya kepada "Sarjit tak kahwin kenapa... maafkan saya kalau tak suka saya tanya soalan tu?" Sarjit kata" Tak apa... tak ada ape yang sensitif pun... saya ni dulu banyak sibuk bertugas..selalu outstation..maklumlah kerja askar..tentulah selalu ke hutan... jadi susahlah sikit kalau nak kahwin dan lagi satu saya selalu bertukar kem..5 tahun sekali mesti tukar..jadi setiap kali tukar terpaksa bawa family..tak kan nak tinggal dioarng kat rumah orang tua..jadi itu pasal susah orang mahu kasi anak dara dia pada saya
" Sarjit ketawa sinis mengenangkan nasibnya...
" Sarjit pernah tembak orang tak..?" Tanya aku... " Adalah sekali sekala... masa komunis tengah banyak dulu... biasalah kerja askar" Jawab Sarjit..
Dalam dia aku mula merasa gerun dan kagum terhadap Sarjit tetapi walaupun gerun aku mula mesra tertarik dengan kelelakiannya kemudian aku bertanya " Sarjit... marah tak kalau Salmiah tanya sesuatu... ?"
" Apa lah awak ni... kalau tak tanya lagi... mana saya tahu saya marah ke tidak..tapi tak apa..awak nak tanya apa... tanyalah... "Jawab Sarjit
" Sarjit... hmmmmm... Sarjit tak sunyi ke tanpa perempuan..takkan takda perasaan langsung pada perempuan?”Tanya ku..”Aiyoo..manyak bahaya ni soalan.. awak jangan ingat saya tak suka sama perempuan..saya suka woo!!!..tapi macamana saya hilang sunyi tak boleh cerita lah..cencored wooo!” Balas Sarjit sambil ketawa kecil..
Salmiah kemudian aku beranikan diri dan terus bertanya " Kalau Sarjit rasa macam gian semasa bertugas Sarjit buat apa " Sarjit " Oh itu... biasanya kami romen isteri jiran... sebab kebanyakan isteri jiran suamimereka askar jugak yang bertugas di kawasan lain dan kekadang mereka itu gian jugak "
Tersentak nafas aku terdengar cerita Sarjit dan terkejut dan bertanya "betulkah ?" Sarjit berkata " Betul… Biasalah itu... kekadang kami buat dalam kumpulan... !" Aku terus terkejut dengar cerita macam ni.
Sarjit menyambung" Lagi pun kebanyakan mereka kenal saya dan suka pada barang saya jadi selalulah panggil saya makan malam!" Dan aku terus tergamam mendengar kata katanya lalu berfikir adakah dia ingat aku ni berkenan dengan dia?
Kemudian dia tanya " Salmiah kenapa tanya semua ni... berkenan kah dengan Sarjit yang dah tua ni?!"
Aku terus kata " Tidak Sarjit... I am sorry... saya tak patut tanya hal peribadi Sarjit... saya minta maaf... "
Sarjit kata " apa nak minta maaf... awak tanya saya jawap... lagi pun dah lama saya tak cakap pasal sex... saya tanya satu soalan boleh ke... ” ”Tanyalah..apa dia?” jawab aku
”Masa Salmiah kawin dulu..Salmiah masih dara ke? Sarjit tanya kemudian di mula bangun dan duduk bersebelahan aku.
Aku mula menjadi resah dan gelisah..” saya rasa sarjit dah salah faham... mungkin Sarjit patut balik rumah sekarang... hujan pun dah tak lebat lagi"
Kemudian dia berkata " Salmiah takutkah... nak takut apa... Salmiah pernah tengok barang yang berkulup ?"
Terkejut aku dengan soalannya lalu bangun dan bergegas ke pintu depan tetapi sempat aku di terkam oleh Sarjit seperti harimau yang lapar dan di tarik duduk bersebelahan dengannya dan dia mula amengucup mulut aku dengan begitu ghairah sekali. Aku meronta untukmelepaskan diri tetapi berbadan gergasi itu merangkul aku di dakapannya dengan rapi.
Kucupannya mula menganasi mulutku dengan lelehan air liurnya dan jeliran lidahnya di dalam mulutku. Aku meronta kegelian "hmmmmn..hmmm.Sarjit... lepas... lepaskan ku... hmmmmm... " Mulutku dipenuhi liurnya yang mulu meleleh keluar ke tengkuk aku. Aku semakin lemas dalam dakapannya. Sarjit mula melurutkan tudung aku kini wajahku yang putih itu ditatapi dengan penuh buas oleh mata yang liar itu. Dia mula melemaskan aku di dalam dakapannya sambil aku masih menolak pengodaannya tetapi kini dia mula menganasi aku dengan mengoyakkan baju aku satu demi satu dan tubuh aku hanya ditutupi oleh bra dan panties aku yang berwarna hitam. Aku yang berkulit cerah dan bertubuh gebu itu di perkosai kesuciannya oleh Sarjit tanpa berlengah dengan melepaskan gengaman cangkuk coli aku maka tersembulah 'buah' aku yang masih kelihatan segar dan muda untuk dijamah oleh mulut berbibir kasar dan tebal Sarjit itu.

Aku meronta untuk ' keampunanannya ' demi Azlee tetapi Sarjit seperti binatang yang buas telah mula sedar dari tidurnya dan kini memulakan pemburuan terhadap buruannya yang cantik ini tetapi sambil aku meronta mulalah Sarjit mula melurutkan pakaiannya satudemi satu sehingga. tinggal hanya seluar dalamnya yang berbelang seperti corak seluar askar. Selepas itu dia mengoyakan seluar dalam aku yang menutupi mahkota
yang aku pelihara selama ini hanya untuk Azlee maka terpaparlah keayuan dan kewanitaan aku untuk matanya yang liar itu untuk menikmati sekujur tubuh yang masih segar untuk dipandang dan lagi segar jika dijamah.
Aku mula meminta Sarjit untukmelepaskan aku demin Azlee tetapi rintihan aku tidak di pedulikan oleh lelaki sikh yang di puncak nafsunya lalu dia berkata "Jangan takut Salmiah aku akan jadikan kau bahagia sekejap lagi dengan 'senjata kulup' aku !'" Terkejut besar aku mendengar rancangannya untuk merasa madu aku yang selama ini milik azlee seorang sahaja aku menjadi keliru dan takut dan yang aku takuti mula menjelma Sarjit mula melucutkan seluar dalamnya yangmenutupi 'benda' dia dan menunjukan pada aku tetapi aku menoleh kearah lain kerana takut tetapi di toleh muka aku kearahnya dan menyuruh aku melihatnya lalu tanpa sedar aku membuka mata dan terbeliak aku melihat 'barang' dia yang begitu seram berwarna gelap dan berkulup dan dan telah tegang dan keras untuk meneroka aku dan ketebalannya adalah sesuatu yang tak pernah aku terfikirkan.

Tidakpernah selama inin aku dan Azlee berasmara dan tidak sekalipun barangAzlee sebesar ini. Aku semakin takut dan gerun melihat Sarjit mengusap usap 'kepala' senjatanya yang begitu bulat dan besar.Aku merayu padanya jangan buat begini pada aku sambil airmata bergelinangan tetapi tangisan dan rayuan aku hanyahiburan baginyauntuk memulakan 'pemburuan harta' terhadap aku. Aku semakin hilang keyakinan dan kesolehan aku sebagai seorang isteri semakin pudardan kini aku di heret ke bilik tidur dan di hampar ke atas katil yang mana aku di jamah oleh Azlee. Sarjit menuju kearah aku sambil akumenangis padanya dan dia berkata "Jangan nangis" kemudian di menyuruh aku baring dan dia mula mengucup mulut aku dengan bibirnya
yang tebal d
Visits: 41949


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top