peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

koleksi anwar02 2 - cerita.dewasa.6



koleksi anwar02 2
Re: kuperkosa bibiku yang berjilbab
Syarifah Bunga Kampus

Namanya Syarifah. Kulitnya putih bersih. Kulitnya terlihat sangat terawat, halus dan licin (tapi tentu saja saya belum pernah menyentuhnya). Wajahnya mirip banget sama Aishwarnya Rai, Miss Universe itu lho. Hidungnya mancung, matanya indah, bulu matanya lentik. Bibirnya apa lagi…nggak pernah kena lipstick tapi selalu basah dan menggoda. Bikin pengen nyipok dan French kiss habis-habisan. Pipinya sering merekah indah kalo digodain cowok-cowok. Semua cowok napsu sama dia…wajar lah, primadona kampus.

Gak Cuma wajahnya yang oke. Bodinya juga montok banget. Payudaranya yang gede dan indah itu gak bisa disembunyiin gamisnya yang longgar. Bokongnya yang indah apalagi. Kalo lagi jalan lenggak-lenggok indah, bikin ngaceng. Tubuhnya tinggi semampai, 178 centian lah. Kalo mau jadi model, pasti deh gak ada yang nolak. Aku jadi penasaran dengan betis, leher, atau kakinya bagaimana. Pasti indah banget.

Suaranya merdu. Kalo lagi nanya sama dosen, suara indahnya bikin terangsang. Apalagi kalo lagi ketawa. Wauh…gak nahaan.

sayangnya, gue Cuma bisa ngiler doang. Jilbabnya gede banget khas aktivis kampus. Pengen ngentotin dia tapi kayaknya gak mungkin. dia udah nikah. Sama mahasiswa juga. Huh, bikin emosi aja.

Tapi, mimpi itu akhirnya jadi kenyataan. Gue bisa ngentotin dia habis-habisan. Dari memek, mulut, sampai bokong semuanya gue tusuk. Sempet malah penis gue jepitin ke toketnya yang gede itu. “uh…ah…”suaranya yang indah dan matanya yang sayu bikin pengalaman itu gak pernah terlupakan.

Semuanya berawal ketika suaminya main ke kampus. Kebetulan gue lagi nongkrong di tempat sepi. Dasar suami-istri, si suami gak nahan lagi. Iya lah, kalo punya istri seperti itu siapa sih yang tahan. Akhirnya, di pojokan kampus mereka mulai beraksi.

Suaminya mengecup dahinya, terus bibirnya dilumat. Gila, jago juga French kissnya. Lidah keduanya dengan buas saling berpagutan. Wajah keduanya sayu, menyiratkan nafsu yang amat sangat. Tangan suami Syariffah kemudian meraba-raba payudaranya dari luar gamis. Diremas-remasnya dengan penuh nafsu. Beberapa saat kemudian, lidahnya kemudian menjilat-jilat payudaranya tersebut.

Aku tegang luar biasa. Tanganku udah memegang penis yang mulai membesar. Apalagi setelah Syarifah mulai mengerang-erang. “Ahhh…enak…terus…enak…masss…”. Rupanya gamisnya udah dirogoh rogoh sama suaminya. Tangannya menyelusup dari bawah. Gamisnya tersingkap memperlihatkan pahanya yang luar biasa indah itu. Betisnya juga indah banget. cepat, kancutnya udah dilepas turun. Warnyanya pink. Tapi, gamisnya masih kepake, sementara baju atasnya udah kebuka. Beha tidak lagi mampu menampung payudaranya yang sempurna. Seakan meloncat, toket gedenya lepas dari beha dan membusung iindah. Oohhh…seandainya gue suaminya.

Payudaranya semakin membusung karena terangsang. Warnanya putih mulus, sampai uratnya kelihatan dikit. Pentilnya yang merah jambu tegang menantang. Wajahnya juga semakin sayu merayu. Ahh…mass…

Suaminya mengeluarkan kontolnya. Betapa terkejutnya aku, ternyata ia nggak ada reaksi apa-apa. Kontolnya tetep pada ukuran normal.

Keduanya lalu bergumam lirih. “Maafin mas ya…mas gak bisa muasin adek…”. Syarifah Cuma tersenyum merana. “Gak papa kok bang. Ini kan bagian dari terapi. Pasti bisa suatu saat nanti…”

Suaminya terduduk lesu, sementara Sarifah kemudian memainkan putingnya dengan tangannya sendiri. Diputar-putar dan dipilin pilin toketnya yang indah dan besar itu. Matanya merem melek menyiratkan kehausan atas kenikmatan seksual yang nggak pernah didapatnya dari suaminya. Sesekali dia meremas toketnya dan membawanya ke atas untuk dijilati dengan lidahnya sendiri. Ia menjilatinya kehausan seperti menjilati permen. Suaranya indah, merayu, tapi sendu.

Kesempatan nih! Kontol gue yang udah ngaceng akhirnya bisa ngentotin dia juga. Suaminya yang sedih segera gue bekap sementara Ifah masih asik masturbasi. Gua ikat dia. Nih, tonton cara laki-laki sejati memuaskan Istri.

Aku segera meluncur. Sayrifah gelagapan ketika toketnya tiba-tiba gue remas-remas dengan penuh nafsu. Keterkejutannya gua sumpal dengan ciuman maut di bibirnya yang seksi dan ranum. Dasar nafsu, ternyata ia menyambut juga dengan lidahnya.

Gamisnya segera gue pelorotin.wow, gadis berjilbab ini tinggal polos. Tinggal jilbabnya aja yang semampir. Aku tidak bosan memandang tubuh yang sudah haus seks ini. Dadanya membusung dan mulai berwarna kemerahan. Bodinya ideal: pantat gede, betis oke, kaki jenjang, jemari lentik. Memeknya terlihat indah. Kue apemnya terlihat besar merangsang dan mulai basah oleh cairan nafsu.

Tadinya, dia protes. Tapi nafsu rupanya udah gak ketahan. Istri sholehah ini akhirnya diam saja ketika gua raba-raba. Aku pilin pilin putingnya dengan teknik canggih. Kutelusuri tubuhnya dari bawah ke atas. Mulai dari kakinya yang mulus itu. Gua jilat jmarinya yang bersih karena selalu tertutup kaos kaki. Terus ke atas, ke betisnya yang indah. Aku gigit-gigit kecil. “Awww….awas….nanti kamu kulaporinn,,,uhh….”

Mulutnya memang protes, tapi tubuhnya mendukung aksiku. Lidahku naik dan menemukan sasarannya. Pertama, kucium-cium dan jilat perutnya yang rata dan indah itu. Sementara tanganku masih memutar-mutar dan memilin-milin toket dan putingnya yang tegang dan membusung terangsang. Berikutnya, lidahku akhirnya mengaduk-adik liang kewanitaannya yang sudah terangsang berat. Rasanya yang unik menambah nafsuku. jembutnya halus menggelitik penisku.

Akhirnya, kumasukkan jari-jariku bermain di liang rahasianya. Sementara mulutku gentian menghisap payudaranya. Matanya semakin terangsang. Akhirnya, tanpa menunggu lagi. Kumasukkan penisku ke dalam vaginanya. Kudorong maju mundur. “Aww…tolongh….” Kusodok terus. Rasanya enak sekali kontolku dijepit vaginanya yang masih sempit ini. Sangat sulit menembusnya, kayaknya masih perawan. Mungkin suaminya gak pernah berhasil. “Ah…uh…ah….” desisnya merangsang.

Kupercepat kocokanku. Akhirnya, penisku serasa terjepit hebat. Ia orgasme pertama kali. Penisku hangat dan enak disiram cairan kenikmatannya.

Kucabut penisku dan kujilati memeknya dengan bernafsu. Ia terangsang lagi meskipun sudah lemas. Aku masih ingin menikmati tubuhnya.

Penisku segera kuangkat ke atas. Kusuruh gadis sholehah ini duduk berjongkok. TAngannya kubimbing mengocok penisku. Ia meronta tapi sia-sia. Sensasi yang kurasakan luar biasa ketika tangannya yang halus lembut dan lentik itu mengocok kontolku. Nikmat sekali.

Akhirnya, kumasukkan kontolku ke mulutnya yang indah itu. Wajahnya yang masih memakai jilbab terlihat semakin cantik dan terangsang. Tadinya ia menolak dengan menutp mulutnya. Namun, kontol yang udah licin karena cairan kewanitaannya ini akhirnya bisa masuk. Ia akhirnya mengulumnya dengan indah. Jauh lebih enak daripada pacarku.

Hampir 10 menit penisku dikocok di mulutnya. Auh….seruku kenikmatan, Akhirnya, aku meledak juga. Tumpahlah spermaku di mulutnya. Matanya kelihatan terkejut karena spermaku tertelan. Ia muntah-muntah dari bibirnya yang seksi.

Aku kemudian mengocok penisku yang mengecil. Ku French kiss dia beberapa menit. Payudaranya tiba-tiba mengencang lagi. Wow…indah membusung. Dengan sigap, burungku yang tadinya kecil ini membesar lagi. Kujepitkan di antara payudaranya yang besar. Payudaranya berguncang-guncang indah ketika kugenjot dia. Ahhh uhhh…desisnya gak karuan.

Payudaranya yang ngaceng semakin besar. Mulutnya semakin basah oleh air liur. Memeknya mulai basah lagi. Setelah beberapa lama, tiba-tiba ia orgasme lagi yang kedua. Awwww….Kali ini cairannya menyemprot jauh.

Kuambil sisa-sisa cairannya sambil merogoh-rogoh memeknya yang basah dan memerah jambu. Kuusap-usap di pentilnya yang indah. Kemudian, kujilati dan kugigit-gigit toketnya itu dengan bernafsu. Ia menggelinjang keenakan lagi, meskipun terlihat sangat lemas.

Akhirnya, tiba saatnya bagiku. Kubalik badannya dan terlihatlah bodinya yang indah. Bongkah pantatnya sangat menggoda. Tadinya aku pengen doggy style. Tapi, sepertinya lebih enak untuk anal seks.

Kumasukkan penisku ke pantatnya yang besar dan indah. Kujejalkan ke anusnya yang sempit. Ia berteriak kesakitan. Teriakan yang indah. Kugenjot-genjot terus pantatnya yang padat berisi itu. Tubuhnya putihnya berguncang-guncang. Payudaranya naik turun sementara ia terus mendesah-desah. Kepalanya yang tertutup jilbab mengangguk-angguk kenikmatan. Lidahnya terjulur keluar, tidak mampu menahan nikmatnya. Tanganku menangkap toketnya dan memilin-milinnya. Akhirnya kami orgasme bersamaan.

Ohhhh! Crottt!

Kucabut penisku yang belum selesai muncrat. Kuhadapkan wajahnya yang cantik itu. Wajah sayu yang cantik itu kutembak dengan sperma. Wajahnya berlumuran cairan cinta, sebagian mengenai jilbabnya.

Tidak berhenti di situ, kusiramkan spermaku di tubuhnya kemudian kuoles-oleskan ke seluruh tubuhnya yang idah. Betisnya, lehernya yang jenjang, kakinya yang indah, perutnya yang sempurna, sekarang semuanya terkena sperma, ludah, dan cairan kewanitaannya. Ia tampak berkilauan. Bodinya yang montok semakin indah. Ia tergolek lemas….dan berbisik…”innalillahi….”

Untuk terakhir kalinya. Aku ngentot cewek yang udah lemes ini dengan doggy style sampai beberapa kali. Kumasukkan juga pisang ke vaginanya. Suaminya pingsan melihat istrinya diperlakukan sebejat itu. Sebaliknya, Syarrifah seperti menikmatinya. Ia orgasme sampai beberapa kali. Yang paling aku suka, tubuhnya menggelinjang indah, dengan pantat padat dan toket yang bergoyang-goyang menggoda. Matanya menyiratkan kesedihan, sekaligus kepuasan yang luar biasa.
---(Tamat)--- Anwar02
Addicted Kakis

Join Date: Nov 2006
Posts: 70
























































05-06-2008, 03:04 PM #12
Re: kuperkosa bibiku yang berjilbab
Jilbab Juga Punyai Nafsu

Namanya Ida Solikhatun, wanita berwajah teramat cantik dan berjilbab. Baju panjang muslimah, senantiasa menutupi sekujur tubuhnya yg putih mulus. Ya … walau hanya wajah dan telapak tangannya saja yang terlihat, saya tahu kulit tubuhnya tentulah seputih dan semulus wajahnya. Wanita idaman setiap pria, itulah sosok Ida Solikhatun. Berjilbab lebar anggun, cantik, sopan, alim, sungguh menawan. Bibirnya yang bibir sexy ... wow … sekilas wajahnya mirip sekali Yati Octavia, berdagu lancip dan….cantik deh pokoknya. Dia alumnus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fakultas Hukum. Beruntunglah Budiman, wakilku di perusahaan milikku, yang berhasil memperistrinya. Seringkali aku menatapi wajahnya yang lembut dan anggun setiap kali aku ke rumahnya kalau ada urusan dengan Budiman. Wah …. betapa enaknya ini tubuh wanita berjilbab. Sudah cantik, anggun, lembut, sopan, rapi, alim ... pokoknya segudang pujian dan sanjungan pantas kuberikan padanya. Namun karena sifatnya yang alim dan sangat menghragaiku sebagai atasan suaminya, membuatku tak berani menggodanya, ya … mengingat dia sangat alim, juga posisinya sebagai istri dari pegawaiku sendiri. Sering setiap aku bertandang ke rumahnya, Ida Solikhatun ikut duduk menemani suaminya ngobrol denganku. Nah … seringpula mataku mencoba menatapi dan mencuri-curi pandang ke istri Budiman ini. Betapa cantik dan anggunnya wanita ini, wah wah wah …. bagaimana ya nikmatnya kalo aku bisa menelanjangi tubuhnya yang selalu tertutup jilbab dan baju panjang ini … bahkan lebih jauh menidurinya?. Bulan Juli 2004 Pameran berskala internasional diselenggarakan di Jakarta, sudah menjadi kebiasaan perusahaanku ikut berpartisipasi.
Perencanaan harus matang, agar tak membuat malu. Dari persiapan mengurus stand, ijin, dan berbagai sarana harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Ya ... akhirnya Budiman selaku wakilku, kutugaskan untuk mengurus semuanya itu. Senin pagi berangkatlah Budiman bersama 5 orang pegawai kami ke Jakarta.

Tepat jam 08.00 WIB, kereta api senja utama meluncur meninggalkan stasiun Tugu Yogyakarta … dan nampak Ida Solikhatun mengantarkan kepergian suaminya. Rona muka kemerahan, ah … barangkali ia merasa sedih dan berat ditinggal suaminya. “Mbak Ida ... udah, nggak usah sedih … sebentar juga pulang” ucapku menghibur. “Ah…,iya Pak.” ia tersenyum. Nggak papa kok Pak, mari Pak kita pulang”.
Mobil sedan susuki Baleno warna biru metalik yang kukemudikan, perlahan bergerak meninggalkan stasium tugu menuju komplek perumahan elit di Yogya utara, ya … aku hendak mengantarkan mbak Ida yang cantik ini pulang ke rumahnya. Deg-degan juga hatiku, baru sekarang aku duduk bersandingan berduaan di dalam mobil bersama wanita yang selama ini aku kagumi. Jilbab putih bersih terjuntai hingga hampir ke perut, dipadu baju muslimah panjang warna ungu kembang-kembang, sangat indah dan serasi dengan kecantikannya. “Mbak Ida mau langsung pulang?” tanyaku. “Ya Pak…”, jawabnya. Rasanya deg2an semakin kuat. Aku bingung bagaimana mengakrabkan diriku dengan mbak Ida ku ini. “Wah … mbak Ida asli Indonesia nggak sih?” tanyaku sambil mencari-cari akal bagaimana mencairkan suasana. ”Iya, Memangnya kenapa Pak” “Nggak, kok kayak orang Indo Arab?” “Kok…?” “Iya … hidung mancung, alis item, kulit kuning, dan…cantik lagi.” jawabku mencoba menggoda.. “Hehehehhe..”, ia tertawa renyah sekali. Hatiku bersorak gembira, rupanya suasana makin akrab dan ia sudah tidak kaku lagi. “Masak sih Pak?” Iya, beruntung ya dik Budiman dapet istri kayak mbak Ida. Cantik, berjilbab, alim, sopan, wah wah … kalo aku punya istri kayak mbak, nggak bakal aku tinggalin deh satu detikpun.” “Hahahahhaha” ia kembali tertawa. Sesekali ia sampirkan jilbab pitihnya ke pundak. Wow….cantik sekali segala gerak dan gayanya. “Iya lho mbak…bagi saya, cewek cantik berjilbab sangat menarik dan … sangat sempurna., apalagi cantik seperti mbak.” Emang pacar bapak siapa sih, berjilbab juga ya?” “Hehe…belum punya” ”cariin dong mbak Ida yang kayak mbak Ida.” Kulirik Ida, ia tersenyum sungguh cantik sekali. “Kenapa sih Bapak suka wanita berjilbab?” “Sebab wanita berjilbab, sangat menjaga jarak dengan lawan jenis, sangat menjaga, kealiman dan kesuciannya. Dan karenanya, kalau bercinta … tentu sangat hot, hehehhe….!” “Ah bapak bisa aja”. “Iya lho mbak, walau saya orangnya metal gini, saya sangat menyukai wanita berjilbab.” Penampilanku saat ini memang metal, kaos ketat, celana jeans, dan memakai ikat kepala warna biru.

Akhirnya sampailah di rumah nomor 158, sebuah rumah mewah warna krem bersih dan genting warna merah. “Masuk dulu Pak” tawar Ida. “Ya…makasih.” Jantungku semakin deg-degan. Dalam hati aku sudah tak tahan lagi menelanjangi dan menggauli wanita cantik berjilbab ini. Sambil melangkah masuk ke dalam rumah, kubetulkan ikat kepala yang melilit di kepalaku sambil mataku tak lepas menatap pantat Ida yang kelihatan montok. Celana dalamnya kadang tercetak jelas di balik bongkahan pantatnya. Ouww….ingin sekali aku mencolek dan meremas pantat bahenol tersebut wanita berjilbab ini. Sampai di dalam rumah, ia persilahkan aku duduk, ”Pak….duduk dulu ya, mau bikin minum”. Tanganku cepat menarik tangannya. “Nggak usah Mbak” jawabku sambil menggenggam tangannya. Ia memandangku dengan tenang. Wow…..betapa lembut tatapan mata itu. Ia nampak tak menolak saat tangannya berada dalam genggamanku. “Mbak Ida … kamu cantik sekali.” kataku merayunya. Aku sungguh tak tahan dengan kecantikan mbak. Akhirnya kebaranikan diri, kupeluk tubuhnya yang masih mengenakan jilbab putih dan baju panjangnya itu. “Mbak Ida … kamu cantik sekali …” kuciumi wajahnya, pipinya….dan kupeluk kuat2 tubuhnya yang sangat menggiurkan itu. jilbab putih segara kuangkat di bagian dadanya. Wajahku menciumi buah dadanya yang masih tertutup baju jubah panjang. Ida menggeliat-geliat kegelian. “Pak….jangan…”, ia merintih. Aku tak peduli lagi. Semuanya sudah terlanjur basah. Kugenggam kain jilbab di belakangnya punggungnya … sambil tanganku yang satunya turun ke bawah … meraih pantatnya … meremasnya … dan mengusap-usapnya…dan meremas-remasnya. Mulutku terus menciumi buah dadanya, pipinya, bibirnya, lehernya, sambil tanganku terus bergerilya membelai, mengusap, meraba. dan merenmas-remas pantatnya. Wanita berjilbab ini menggelinjang, tubuhnya menggeliat-geliat, rupanya ia telah mulai bernafsu. Tanganku kini mengelus-elus selangkangannya yang tertutup jubah panjang itu. Ida Solikhatun … wanita berjilbab ini akhirnya pasrah dan tak menolak perlakuanku. Kulepaskan semua pakaianku. Aku sudah tak tahan lagi ingin mengentot wanita berjilbab ini. Aku ingin mengentotnya…sambil kubiarkan ia tetap memakaijilbab dan baju muslimahnya. Wow….Ida…..aku ingin merasakan memek wanita berjilbab … “Ida … aku suka kecantikanmu.” “Aku telah lama mendambakan yang seperti ini.” Kuangkat tubuhnya ke atas meja, hingga posisinya kini Ida Solikhatun duduk di atas meja. Dengan begitu kemaluannya tepat sejajar dengan penisku yang telah mengacung tegak ini.

Dengan bersandar dan duduk di atas meja,aku semakin mudah memandangi kecantikan wajahnya. Mata wanita cantik berjilbab ini meredup, menahan gejolak birahi. Namun sesekali bibirnya tersenyum, menandakan iapun menikmati permainan sex dari lelaki brutal sepertiku. jilbab putih semakin membuatku bernafsu, sungguh suatu pemandangan yang erotis sekali. Seorang wanita cantik, berjilbab, kini duduk mengangkang di atas meja, berhadapan dengan tubuhku yang telah bugil dan polos..
Akhirnya … kusibakkan ke atas jubah panjang muslimahnya … kutarik ke bawah celana dalamnya yang berwarna hitam, kupeluk erat tubuhnya, … dan segera kuarahkan penisku ke dalam kemaluannya. Dengan gerakan yang lembut daan pelan, kuarahkan penis ku yang telah tegang ini ke dalam memek Solikhatun. Sementara tanganku terus memompa buah dadanya yang masih terlindungi jilbab dan baju panjangnya … bibirku tiada henti mengecup bibirnya … menyedotnya dengan mesra. Dan saat itu kini datang, memek Solikhatun telah basah oleh lendir birahi yang melanda. Kini kudorong penisku masuk ke memeknya … bles … kepala penisku menyeruak ke dalam liang kewanitaan wanita berjilbab ini. Kutarik dan kudorong lagi penisku secara berulang-ulang, dengan pelan-pelan, hingga akhirnya aku mempercepat gerakanku.

Solikhatun., istri temanku yang berjilbab itu kini tak mampu lagi berkata-kata. Hanya desahan dan geliatan tubuh saja yang dapat dilakukan, karena gejokak nafsu birahi telah membakar jiwanya. Bagiku, gerakan tubuhnya yang menggeliat-geliat dan expresi wajahnya yang cantik dalam balutan jilbab putih ... membuatku semakin merasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya. Terus terang aku telah biasa bermain perempuan.Tak terhitung lagi perempuan yang pernah kutiduri. Dari gadis2 toko, teman2 kuliah, sampai gadis2 nakal di komplek2 pelacuran. Namun mengentotin seorang wanita yang cantik dan berjilbab, baru sekarang ini aku lakukan. Betul2 nikmat ... erotis ... sensasional. Apalagi wanita berjilbab secantik Ida Solikhatun, benar2 membuatku ingin memuncratkan sperma sebanyak mungkin kedalam memeknya.

Sekitar 15 menit aku menyetubuhi Solikhatun dalam posisi di atas meja seperti ini. Keringat birahi telah membasahi tubuhku dan juga tubuh Solikhatun.jilbab putih yang dikenakannya nampak kusut dan awut-awutan, namun aku tetap konsisten membiarkan jilbab putihnya itu tetap membalut wajah dan kepala Solikhatun. Sementara baju panjang warna ungu yang dikenakan Solikhatun juga nampak kian amburadul. Gerakan maju mundur penisku yang panjang menimbulkan bunyi yang sensasional.
Solikhatun nampak sangat bernafsu menikmatu gerakan-gerakan ini. Ya….nikmat sekali rasanya … Bunyi yang ditimbulkan oleh gerakan penisku yang mengobrak-abrik seisi liang kewanitaannya yang dipadu dengan denyut-denyut nikmat otot di memeknya menimbulkan gejolak dan nafsu yang membakar jiwa. Dan aku memang sengaja ingin menunjukkan segala daya dan kekuatan sexku. Aku ingin Solikhatun mengakui kejantananku, kebrutalanku … ya … aku tak mau kalah dibanding suaminya dalam memuaskan wanita. Aku ingin membuat kesan yang sangat mendalam pada diri wanita berjilbab ini. Setidaknya aku ingin membuatnya ketagihan bercinta denganku.

Bukankah akan menyenangkan jika ternyata wanita berjilbab ini ketagihan dan merengek-rengek minta bermain seks denganku? Di tengah-tengah kami berdua menikmati percintaan yang heboh ini, tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi. Thing..thong..!!! “Assalamu’alaikum……”. Suara seorang wanita mengucapkan salam mengagetkan sekaligus menghentikan gerakan erotis kami berdua. Ida Solikhatun nampak agak gugup, karena ada seorang tamu datang. Ya…wajar, ia nampak kuatir kalau skandal ini terungkap dan diketahui tetangga. “SSSSttt…..tenang nggak usah gugup, siapa sih itu?”, tanyaku mencoba menenangkan. “Itu Bu Siti Maesaroh tetangga sebelah”, jawab Solikhatun. “Sekarang betulkan dulu jilbab dan pakaianmu, kamu boleh keluar dan temui tamu kamu itu, bersikaplah seolah tak ada apa2. Tenangkan hatimu sayang….”, pintaku.

Solikhatun membetulkan jilbab dan baju muslimahnya lalu melangkah keluar membuka pintu. Aku mengintip dari dalam, wow rupanya wanita yang bernama Siti Maesaroh ini seorang wanita cantik yang juga mengenakan jilbab. Baju panjang merah hati dipadu jilbab warna merah pula. “Eh … Bu Maesaroh, silahkan masuk Bu’. ”’Makasih Bu Solikhatun, saya Cuma mau ngasih undangan Pengajian nanti malam kok. Dan…kebetulan nanti malam Bu Solikhatun yang mendapat jatah mengisi ceramah pengajian. Aku lihat wanita cantik yang juga berjilbab itu menyodorkan secarik kertas kepada Solikhatun, yang rupanya undangan untuk menghadiri pengajian yang biasa diselenggarakan rutin di komplek perumahan tempat Solikhatun tinggal. Namun itu tak terlalu menarik bagiku, tubuhku yang masih telanjang bulat dengan penis mengacung tegak lebih tertarik memelototi Maesaroh yang tak kalah cantik dengan Solikhatun. Wow … tangan kananku mengocok penis sambil memandangi wanita cantik berjilbab yang bernama Siti Maesaroh itu.

Aku menghayalkan bagaimana indahnya sendainya Maesaroh turut serta dalam percintaanku dengan Solikhatun ini. Ya … dua wanita cantik berjilbab kuembat sekaligus … tentu nikmat sekali. Namun akhirnya Bu Maesaroh itupun pulang, kini Solikhatun kembali menutup pintu dan melangkah masuk ke dalam. Langsung aku memeluk tubuhnya. Kembali menciuminya, menggelutinya dan membawa tubuhnya ke dalam kamar. Namun tiba2 Solikhatun memandangku. “Pak…..aku ingin di atas, bapak tiduran saja di karpet lantai.” bisik Solikhatun. Belum juga sadar menangkap maksudnya ,ia telah mendorongku hingga terdoromg ke belakang hingga tertidur di lantai.

Wah … wah … wah … rupanya Solikhatun benar2 buas Juga. Aku terlentang di lantai, segera Solikhatun mengangkangiku dan kini ia berdiri mengangkang persis di atas tubuhku yang terlentang di lantai. Solikhatun meraih kain bawah baju panjangnya, disingkapkan dan ditariknya ke atas sampai ke perutnya dan ia kini berjongkok mengarahkan penis tegakku agar tepat menuju lobang memeknya. Wow ... benar2 nikmatnya seorang wanita cantik yang masih mengenakan jilbab dan baju panjang kini rela mempertontonkan keindahan pahanya, tubuhnya, memeknya, jembutnya, bahkan ikhlas membiarkan penis lelaki lain selain suaminya menerobos dan mendobrak dan mengobrak-abrik liang kemaluannya. Aku menunggu saat2 indah memeknya menyentuh penisku, aku menunggu dengan jantung berdebar-debar sambil mataku terus memandangi wajah cantik Solikhatun, wanita berjilbab ini. Akhirnya … penisku yang tegang menelusupi lobang memek wanita berjilbab ini. Nampak Solikhatun menggigit bibir bawahnya dengan desahan dan rintihan. Solikhatun tak mampu menyembunyikan perasaan nikmat tiada tara ini. Dengan gerakan2 yang semakin cepatdan cepat, Solikhatun naik turun … naik turun … dengan sangat erotis sekali. Kepalanya oleng ke sana ke mari mengikuti geliatan tubuh dan mengimbangi gerakan maju mundur penisku ke dalam memeknya. jilbab putih itu kini sungguh sangat menawan bergetar-getar, berkibar-kibar, sungguh suatu pemandangan indah dan sensasional.
Wanita cantik berjilbab kini bergerak naik turun dengan bersemangat, mengeluar masukkan penisku ke dalam memeknya … wow …aku tak ingin semua ini cepat selesai. Ya … aku ingin menikmati pemandangan indah ini selama mungkin … di mana Solikhatun adalah seorang wanita cantik berjilbab kini naik turun di atas tubuhku yang bugil, dan wanita berjilbab yang sangat cantik itu tengah memompa seluruh isi kemaluannya dengan kontolku yang besar ini.

Naik…..turun…dengan berulang-ulang. Begitulah gerakan kontinyu terus dilakukan wanita berjilbab ini. Hingga sampailah pada saatnya, penisku terasa sangat tegang, sangat kuat, ya ... tekanan dan denyutan di penisku kurasakan sangat kuat … dan akhirnya cairan sperma itu muncrat dengan deras dan kuat … memancar dan membanjiri seluruh isi lobang memek Solikhatun.

Seiring dengan menyemburnya spermaku ke dalam memeknya … Solikhatun menjerit sangat kuat …. begitupun diriku …. “Aaaaahhhhhh …… ooouwww ……… Ahhhhhhhhhh.!!!!!!…Solikhatun….Oouuhh….”’Pak…..Ena aaaaakkkk…!!!!! Oouuuhh…!!!”, teriakan histeris mengiringi semburan sperma dan cairan kenikmatan kami berdua. Anwar02
Addicted Kakis

Join Date: Nov 2006
Posts: 70

05-06-2008, 03:20 PM #13
Re: kuperkosa bibiku yang berjilbab
Ngentotin Dosen Berjilbab

Saya berasal dari daerah Timur Indonesia, lahir 30 tahun yang lalu . dan sekarang bekerja di perusahaan swasta di Semarang. Saya sering di panggil temen - temen item . maybe coz kulit saya agak burem ato hitem .. hehheheh. saya paling suka ngebayangin bercinta degan wanita yg cantik,dan saya paling suka wanita berjilbab. Sudah menjadi obsesi saya adalah make love dengan wanita berjilbab yang berumur antara 25-40 tahun. Suatu hari di bis kota saya berkenalan dengan seorang dosen cantik,berjilbab,mengajar di Universitas swasta di Semarang.

Namanya Ibu Umi Faizah. Ngobrol kesanakemari...akhirnya dia memberikan no. HP dan dari beberap kali obrolan selajutnya kami sepakat makan siang bersama. Dari pembicaraan kami selama ini saya berasumsi gadis ini cukup hangat dan enak diajak ngobrol. Siang itu setelah janjian . kami sepakat untuk bertemu di salah satu mall di daerah Thamrin. Terus terang saya agak nervous .. karena ini untuk pertama kali saya kencan dengan seorang wanita alim, dosen lagi.Wanita inilah yang selama ini menjadi kriteria saya .. umur antara 25 sampai 35 tahun . I don't care how she look like .. the most important is . dia umuran segitu dan feeling saya mengatakan dia cukup pinter dan enak diajak ngobrol. 10 menit menunggu akhirnya mobile phone saya berdering ... tatapan saya tertuju ke pintu mall. di sana berdiri seorang wanita cantik,berjilbab putih berkacamata berusia sekitar 25 -an .. mengenakan kerudung dengan bros cantik di leher, tinggi sekitar 165 - an dengan berat antara 45- an.

Kulit kuning langsat,bibirnya dibalut lisptik sepadan dengan dandanannya ... penampilannya sungguh seorang wanita yang alim dan sholehah. Saya berdiri menuju pintu .. dan menyalaminya . Mbak Umi!? Iya . kamu Item ? Iya Mbak .. kami kemudian berjalan menuju ke meja yang sudah saya reserve sebelumnya ... sablengnya saya .. semua biaya date ini adalah tanggungan dia . maklum orang kere gue .. heheheh. Cukup banyak obrolan yang kami bicarakan siang itu ... sampai akhirnya saya tahu bahwa dia berusia 27 tahun ... wow .... sedikit bersorak saya dalam bathin ... bisakah saya bisa meniduri perempuan cantik berjilbab ini?

Date siang ini berjalan mulus ... dan kemungkinan untuk ngeseks dengan dia kelihatan semakin besar saat saya mengantar dia menuju ke mobilnya. Sebelum menginjak pedal gas ... dia sempat memberikan sebuah ciuman manis di bibir saya ... bathin saya bersorak ... wow .. ini kesempatan bagus. Beberapa hari kami saling mengirimkan sms ... sampai pada suatu siang Mbak Umi menelpon saya dan meminta saya untuk datang ke sebuah hotel di daerah slipi. Ada sedikit kecemasan yang berkecamuk di hati saya ... apa yang akan terjadi ... is it happy ending or bad story will be happen ? Di depan kamar hotel saya berdiri sejenak meredam kecamuk yang bergejolak .... saat saya bunyikan bel pintu .... dan kepala Mbak Umi menjulur keluar saat membukakan pintu .. wooooooooooooooow ... sebuah pemandangan yang tidak pernah saya perkirakan sebelumnya .. menjumpai sosok seorang wanita mengenakan jilbab/kerudung,mengenakan hem lengan panjang warna biru,tapi bagian bawah polos telanjang tanpa penutup apapun... gila.... wonderful ..... she is so pretty.

Sedikit kaget dan terpesona ... sambil menutup pintu ... Mbak Umi berjalan menuju sofa sambil tangannya memegang segelasair.. duduk berselonjor sambil meneguk air ... dia menoleh ke arah saya sambil mempersilakan saya duduk .. "santai aja Item ... gak usah melotot gitu kenapa? candanya" Sambil tertawa kecil .. saya duduk disamping dia .... tangan saya langsung melingkar punggungnya ... saat dia menuangkan segelas wine buat saya ... dengan badan agak condong ke depan .... kedua payudaranya yang montok dan kencang.... terlihat dengan sangat jelas .... Sambil berguman .... "Maaf Mbak ... saya pengen banget cium bibir kamu!" kata saya. Saat berpaling menatap wajah saya .... tiba - tiba bibirnya mendarat di mulut saya .. belum sempat hilang rasa kaget saya .

Mbak Umi sudah mulai memainkan lidahnya di sela - sela mulut saya sambil mendesah dan mengerang ... hmhmhmhmhm acchhhhhhhhhh. Saya tidak menyia - nyiakan kesempatan itu dan mulai berusaha mengimbangin keganasan bibirnya ...... Sambil berlutut didepan sofa ... tangan saya merangkul pinggulnya .. lidah saya berusaha memainkan sensasi di daerah belakang telingan - nya yang masih tertutup jilbab .... sambil mengerang ... "hmhmhmhmhm acchhhhhhhhhh enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak .. terussssssssssssssssin Item" saya berusaha membangkitkan birahi dia agar lebih panas ..... Gesekan kedua payudara Mbak Umi di dada saya .. turut merangsang permainkan kami menuju area yang lebih panas ... mulut Mbak Umi tidak berhenti berdesis ... ssstt ehmm ach ..... ,tanganku berusaha membuka jilbab dan kerudung kepalanya...hingga lehernya yg putih bersih terlihat jelas,kuciumi lehernya.

Saat lidah ku mulai menjilati daerah sekitar leher sambil pelan - pelan turun ke daerah dadanya ..... tanpa membuka baju panjangnya... saya masih bergerilya di sekitar dadanya ..... saat saya mengeluarkan kedua payudara yang agak menggantung tersebut ... wow .... sangat menawan ... fantastis .. saya tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut .... mulut saya mengulum nipple kanan sambil tangan kiri saya memainkan payudara kirinya ... bibir Mbak Umi,mahasiswi berjilbab ini tidak berhenti bersuara dan berdesis ... sambil berteriak .... ochh ahh.... enaaaakk Item .. terusin ... gigiiit dikit sayang .............. gigiiiit yang keras sayang .......... saya melakukan semua yang dimintanya ..... merasa posisi tersebut kurang nyaman .

Saya membimbing tangan Mbak Umi menuju tempat tidur dan membaringkan dia ........ sebelumnya saya mencopoti baju lengan panjangnya tersebut ... wooow .. mata saya tidak lepas memandang dan mengagumi bentuk badan dosen cantik berjilbab yang kini telah telanjang ini. Dengan hanya mengenakan celana dalam ... saya mulai melanjutkan aktivitas saya .... dengan kembali menjilat dan mengulum payudara kirinya ..... sementara jari tangan saya yang lain .... pelan pelan meraya menuju ke selangkangan Mbak Umi. Jari - jari tangan saya telah leluasa membelai dan dan memainkan klitorisnya ...... jilatan saya makin ganas menuju ke daerah puser ... sementara teriakan kenikmatan tidak henti - hentinya keluar dari mulut Mbak Umi ..... Item ..... please ... give me all .. make me wet sayang ..... pls ....... erangan dari bibirnya tidak berhenti ...... malah semakin lepas saat dua jari saya sudah berada di dalam lobang pussynya ...

"Iteem ... mainin itil saaaya sayang ... elus yang lembut sayang ........ " rintihnya
Suasana saat itu sudah tidak terkontrol ..... item , fuck me hard ... lick me... make me we saya ..
bikin saya bash Item ... woo ooooow ..... Erangan wanita cantik yang alim ini sungguh tak terduga....ternyata wanita berjilbab sangat nikmat untuk di-entot...dikennyot...dan dilahap memeknya.Pemandangan yang sungguh kontras....kesehariannya berjilbab...namun kini telah telanjang bulat bagai ular betina yang buas.. Saat bibir saya sudah mendekati daerah sekitar pinggulnya ... mulut dan lidah saya tidak berhenti menjilati daerah pinggul Mbak Umi. Tanpa meminta .. saya balikan badan Umi .. dan mulai menjilati kedua bokong pantat .......... nya.

"Iteeeem ... apa yang kamu lakuin ? Kamu nekad ..... tapi enaaaak terusin ...... sayang ochhhhhh ....", achhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" Saya berusaha untuk membuat suasana nikmat dan berusaha mengimbangi gerak tubuhnya yang semakin liar saat saya pelan - pelan membuka kedua bokong pantatnya kerasssss ....... "Jangaaaaaaaaan ... " sambil desahan occcchhhhhh achhhhhhh hmhmhmhm makin mengganas ... saya tidak menghiraukan teriakan tersebut karena feeling saya mengatakan Umi menikmati sensasi nikkkkkkmat ini saat pantatnya kugigit pelan..di jilaaat. Entah karena nikmat atau merasa tidak nyaman dengen posisi tersebut ... Mbak Umi menekuk dan membetulkan kakinya sehingga sekarang dia nungging. Sebuah posis yang sangat bagus buat lidah dan mulut saya memainkan seluruh daerah pantat dan lobang kemaluannya,teriakan kenikmatan tidak berhenti ... enaaaaak Item .. terusin ..... sayaaang ... Lidah saya makin ganas menyerang lobang vagina Mbak Umi.. dan pelan pelan saya mulai menarik kedua kakinya sehingga posisinya menjadi tertelungkup ... Bibir dan lidah saya memindahkan sensasi dari daerah lobang kemaluan menuju ujung jari - jari kakinya.

"Iteemmmm .. enakkkk .. terusin sayang .. fuck me hard sayang .... lick me ... give me alll" saya tekuk kakinya sambil mengulum ibu jari kakinya sambil jari tangan saya memainkan daerah sekitar pussy Mbak Umi. Keringat sudah mulai membasahi punggun Umi.. ... pelan tapi pasti ... jilatan saya menyusuri betis dan naik ke daerah paha Mbak Umi naik kembali ke lobang kemaluan Umi.. saya sudah tidak terlalu menghiraukan segala teriakan ahhhhhh ooohhh enaaaak lagi ... karena konsentrasi saya sekarang mulai untuk memberikan fantasi pada daerah rambut2 halus di memeknya .. tiba - tiba teriakan Umi semakin keras ..... keras ........ dan kerass... lahar dan banjir hangat membasahi mulut saya ... saat itu orgasme pertama Umi sampai ke puncaknya .... sambil menjepit kepala saya dengan kedua paha saya Mbak Umi mencapai orgasme pertamanya ..... Iteemmm saya mo kaluaaaaaaar .... sedotan saya ke lobang pussy nya semakin ganas .... Itemmmm ... Mbak keluaaaar .. sambil berteriak .... vaginanya memuntahkan banyak sekali juice .. wondeful .... permainan tahab pertama yang nikkkkkkkkkmat ...... erangan dan gejotan mbak Umi dari yang sangat liaar sambil lidah saya dan mulut saya tidak berhenti mempermainkan vaginanya ........... enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak .... nikkkkkkkkmat oh my gooooooood .. I'm cuminnnn sayangggggg ........ ooooohhhhhhhhhhhh achhhhhhhhhhhhhh hmhmhmhm enaaaaaaakkkkk Itemmmmmmmm...... Umi akhirnya terbaring ..... saat orgasmenya mencapai puncak ... sambil butir - butir keringat di punggungnya semakin banyak. Umi berbaring tertelungkup ... sambil kami saling ciuman ... saya bantu mengeringkan keringat di payudaranya,saya lap dengan kerudung putih yang tadi dipakainya. dengan posisi berbaring menyamping .... sedang berusaha untuk membangkitkan kembali gairah Umi.

Sambil mengelus kepala saya .. Umi berbisik .... "Maaf yah Item .. Mbak sudah duluan keluar" saat itu waktu sudah menujukan pukul 2 siang ... perkiraan saya .. pergumulan pertama tidak sampai 45 menit. "Tidak apa - apa Mbak" jawab saya sambil tangan saya tidak berhenti mengelus payudaranya. Pelan - pelan saya mengecup kening nyA sambil menjilati keringat di kening dan turun ke pundak nya ... "Kamu nakal Itemmmmmmmmmm ..... tapi Mbak sukaaaaaaaaaaaa banget ... belon pernah Mbak ngalamin ini ....belon pernah Mbak dijilat seluruh badan seperti yang kamu lakukan" ...... "kalo Mbak mau nambah saya lakuin lagi ... hehehehehh" jawab saya sambil mengelus pinggulnya. Paha Umi pelan - pelan mulai di gesek - kesek didaerah paha saya. Umi kelihatan sedang berusaha untuk membuat penis saya kembali erect.

Tangan saya masih asyik mnegelus gelambiran daging di sekitar daerah pinggulnya sambil mulut kami berdua sudah saling bertautan ..... ciuman pelan .. makin hangat .... hmhmhhmhm. Ciuman Mbak Umi semakin ganas ditengan erangan kenikmatan yang perlahan menanjak menuju ke puncak kenikmatan ..... gesekan paha .. erangan dari Umi semakin menaikan birahiku ke puncak puncak kenikmatan ....... Dengan vagina yang masih berlumuran cairan ........ di tambah kocokan jari tangan saya ... semakin membuat lobang memek Mbak Umi enak untuk di suck.Saua memungut jilbabnya yang jatuh di lantai untuk membersihkan tetesan cairan di sekitar vaginanya. Saat saya merasa bahwa timing itu sudah pas ........ sambil mendorong tubuk nya untuk tidur telentang ..... saya berusaha untuk menaikan kedua kakinya ke pundak saya ..... Mata saya menatap sebentar lobang vagina untuk mengukur kemampuan jepitan vagina sekaligus jari - jari telunjuk saya dengan perlahan dan lembut mengelus dan mempermainkan lobang vagina tersebut.

Jari - jari tangan saya membelai lembut daging lembut itu ... sesekali menekan dan mempermainkan itilnya ... sambil erangan dan goyangan .. teriakan .. dari mbak Umi semakin seru ................... Massssssss ... masukinnnnnnn ... Umi udah gak tahaaaaaaaan lagiiiiiiiiiiiii ... Massssssssss ... ngentotin memek saya ................. pleaseeeeeeeeee ...... Masssssssssssss .. ngentotin sayaaaaaa ... Pada saat yang pas .... saya mulai mendekatkan dick saya .... membimbingnya mendekati lobang memek yang semakin memerah tersebut .... dan .............. bleeeeeeeep ... achhhhhhhhhhh .. wow .... nikmaaaaaaaaaaat banget .... dengan perlahan tapi pasti saya mulai menggerakan pinggul saya mengimbangi gerakan - gerakan yang semakin liar. Saya mengocok makin ganas, dengan kedua kakinya terangkat di pundak saya. Saya melesakan penis saya masuk ke vagina Mbak Umi hingga menyentuh dinding terdalamnya, dengan disertai dorongan yang semakin keras .. cenderung kasar saya merasakan seakan akan terbang ke awang awang kenikmatan.

Buah dada Umi ikut bergoyang goyang seirama kocokan saya. Wow, very nice breast, buah dada yang semakin menggantung . gede .. I love it komentar saya dalam bathin. Gerakan - gerakan kami berdua semakin kasar . teriakan enaaaaaaaaaak . ngentot . dan kata - kata kasar keluar dari mulut mbak Umi semakin menambah gairah kami berdua .. Ngentooooooooooooooooot Mas .. Ngewein gueeeeeeeeee Iteeeeeeeeeeeeem ... perkosaaaaaaaaaaain saya sayaaaaaaaaaaaang . Tangan saya tidak ketinggalan bergerilya di sekitar dua bukit kembar mbak Umi .. meremas .. keraaaaaaaas .. dan semakin .. keraaaaaaaas. Maaaaasss ... aaaooookkh mmmphh... ngentooooooot ... gumam mbak Umi. Mmmpphh... puaskan aku yach sayang ....... rengek mbak Umi manja. Penisku yang berukuran 16 cm semakin dalam menjejali lobang memek Umi menekan dan membiarkannya lebih dalam terbenam sambil memainkan otot-otot penisku untuk memberi rasa geli pada gadis berjilbab ini. Iteeeeeeeem ... ooaaakhh... aakhhh... mmpphhh.. nikmat sekali, kamu pinteeeeer ngeeeeeentot Item ... puji mbak Umi.

Mau yang lebih nikmat sayang .. !!? tanyaku. Occccccccchhhhhkkkk hmmmmmmmm ... mbak Umi hanya memejamkan matanya menyambut apa yang akan aku lakukan atas vaginanya. Sangat cantik wajahnya..tubuh mulusnya yang selalu tertutup jilbab kini telanjang bulat,terpampang jelas dan menggairahkan. Pelan namun pasti aku mulai mengocok lagi lubang yang lebar dan semakin memerah tersebut. Acccccccchaaghh... aaghhh... ssshhh mmfffh... terusshh... aaannggghh ... ceracau Umi. Aku sedikit menarik dadaku agar tubuhku tegap berdiri dengan begitu kepala penisku akan dengan mudah menyentuh G-spot-nya. Aaakkhhh.. yacchhh.. yaahh... mmpphhh... aaanggghhh yaaaaaaahhh, umi semakin tenggelam dalam irama birahinya. Ia meremas sendiri kedua payudaranya dan kadang putingnya ia tarik sambil dipilin-dilepas lagi dan diulangi lagi berulang sehingga ia sendiri semakin tenggelam dalam ritme yang mengasyikkan ini. Aaaghkku.. agh ahhk... aaahh... aahh.. aamphh... umi melepas kedua tangannya dari dadanya dan berpegangan erat pada kedua sisi tempat tidur.

Kepalanya oleng seperti orang kesurupan lalu dadanya ia busungkan, pinggulnya bergelinjang penuh dengan gairah birahi yang mendalam. Kami semakin jauh tenggelam dalam irama permainan ini dan tak menghiraukan lagi suasan sekitar kami. Segelas wine yang berada di di atas meja kecil saya ambil ... Sambil saya tuangkan sekitar paha, pinggul dan buah dada nya.. Tangan saya tidak ketinggalan meremas buah dada mbak Umi sambil menarik - narik putting susunya yang semakin membesar .. aak... aahhh ... aku tak sanggup menahan laju spermaku dan bersamaan itu pula. Maaaaaaas .. aaaccccccccccckh... aaaghhh ... Umimenjerit dan memegang erat kedua sisi tempat tidur, pinggulnya ia hentakkan se-kencang-kencangnya. Aaagghh .. desahku keras. Rupanya denyutan penisku saat maniku memancar menyebabkan Umi kegelian dan buru-buru ia bangun lalu mendekapku erat-erat.

Kami berdekapan mesra sampai tetes maniku terakhir aku rasakan. Kami berpelukan dalam posisi tersebut cukup lama ... saat pelan - paln saya manrik kontol saya keluar dari lobang vaginanya ... tetesan sperma saya pelan - pelan mengalir dari lobang vaginanya .. sambil berdiri ... saya sodor-kan kontol saya yang terlihat tertidur tersebut .. MBak Umi mengambil jilbab yg tergolek di lantai untuk mewngelap dan membersihkan sisa - sisa sperma yang tercampur cairan vagina nya

T A M A T Anwar02
Addicted Kakis

Join Date: Nov 2006
Posts: 70

05-06-2008, 03:22 PM #14
Re: kuperkosa bibiku yang berjilbab
Ibu Guru Siti Maghfiroh

Hari itu aku berangkat pagi-pagi ke sekolah. Biasa, mau nyontek PR teman. O,ya aku sekolah di SMA negeri di kota X. sekolah ini termasuk unggulan, namun bukan dalam hal akademisnya melainkan dalam hal ekskulnya. setiap pulang para siswa terlebih dahulu mengikuti ekskul hingga sore hari. Karena termasuk sekolah baru, guru yang mengajar umumnya masih muda. Mereka rata-rata tidak ada yang berumur lebih dari 30 tahun.
Jam 6 pagi aku sampai di sekolah, segera kucontek PR temanku yang terlebih dahulu datang. Tidak terasa aku mengerjakan PR hingga bel masuk berbunyi. Untungnya PRku selesai lebih dulu. Pelajaran pertama biologi.

Aku sih enjoy aja mengikutinya apalagi gurunya manis, masih muda lebih tinggi sedikit dariku dengan berat badan yang ideal, dan berjilbab. Dia baru mulai mengajar 3 hari yang lalu. Namanya Siti Maghfiroh. Kami biasa memanggilnya Bu Firoh. Pagi itu Bu Firoh datang memakai baju warna hitam dan jilbab dengan warna sama. Dia menggunakan jilbab selengan. Selain mengajar biologi, dia juga menjadi pengurus UKS maklum sekolah kami masih baru minim SDM.
Aku tidak konsen menerima pelajaran karena memperhatikan tubuh Bu Firoh. Aku membayangkan apabila Bu Firoh yang selalu berjilbab dan berbusana muslimah itu telanjang. Tentu merupakan hal yang menarik apabila wanita berjilbab namun tidak berbusana. Selama ini aku hanya bisa mengkhayal bu Firoh yang berjilbab telanjang di depanku. Memikirkan hal itu aku jadi ngaceng. Tak terasa pelajaran selesai kulihat jilbabnya melambai-lambai.

Pukul 1 siang "teeeeeeeeeee.............t" bel pulang berbunyi aku segera mempersiapkan diri untuk ikut ekskul. Aku menjadi kapten tim sepak bola di sekolahku. Sehingga harus bertanggung jawab pada ekskul itu. Ekskul yang kuikuti berlangsung mulai jam 2 siang hingga 4 sore.
Tak terasa sudah jam 4 sore. Semua anggota tim pulang, sedangkan aku masih ada di sekolah untuk membereskan peralatan ekskul. Memasuki sekolah, suasana terasa lain. Jika setiap pagi sangat ramai, keadaan di sore hari berbeda 180 derajat. Koridor yang tadinya ramai kini menjadi sepi.
Aku berjalan menuju gudang untuk meletakkan bola sepak. Pada saat perjalanan kembali aku melewati ruang guru. Kulirik sebentar hanya tinggal tas Bu Firoh. Guru lainnya sudah pulang sedangkan dia masih di sekolah. Aku menyempatkan diri mandi di kamar mandi dekat ruang guru. Di sana hanya ada 2 kamar mandi satu untuk pria satu untuk wanita. Namun dindingnya tidak membatasi dengan sempurna, ada sekitar 30 cm celah di atas dinding yang membatasi kamar mandi itu.

Di kamar mandi bajuku tidak segera kulepas. Aku menunggu keringatku mengering. Belum selesai aku menunggu keringatku kering, terdengar suara kamar mandi sebelah terbuka. Aku hanya diam saja karena kupikir bisa mendapat pemandangan bagus. Saat mengintip aku terkejut karena ternya di sana kulihat Bu Firoh, guru berjilbab yang mempunyai wajah manis seperti artis sinetron. Aku lebih terkejut lagi karena bu Firoh saat itu sedang berjongkok tanpa mengenakan rok panjangnya. Terlihat roknya berada di gantungan kamar mandi. Saat itu dia memandangi gambar di ponselnya. Aku menduga dia tengah menonton bokep, karena terlihat dia tidak bias mengendalikan diri dan menggosok-gosok vaginanya. Tak kusangka walaupun berjilbab, Bu Firoh sangat bernafsu. Kuabadikan masturbasi bu Firoh tersebut dalam ponsel kameraku. Bu Firoh tidak sampai mengerang, muungkin dia malu apabila terdengar orang lain. Walaupun berjilbab namun suka masturbasi ternyata dia masih punya malu.

15 menit setelah Bu Firoh muslimah berjilbab yang "alim" itu keluar dari kamar mandi, aku selesai mandi. Kulihat foto hasil jepretanku tadi. Kulihat seeorang wanita manis berjilbab dengan tangan yang berada di vaginanya. Kulihat kakinya putih dan mulus sekali. Aku jadi ternagsang melihatnya.
Sengaja kulewati ruang guru, kulihat Bu Firoh masih di sana.
Segera kuhampiri dia kemudian kuelus-elus jibab hitamnya.
"Ngapain kamu!" dia menggertak Kutunjukkan fotonya saat bermasturbasi tadi, kulihat dia sangat syok. "kalo ibu tidak mau melayani saya, foto ini akan kusebar luaskan" ancamku sambil terus mengelus-elus jilbabnya.
Dia hanya terdiam tanpa kata-kata. Kujambak jilbabnya agar dia mengikutiku menuju ruang UKS. Sesampainya di sana pintu kukunci.

"Ibu meskipun pakai jilbab ternyata libidonya tinggi yah" kataku. Kulihat air matanya hampir keluar. Segera kuperintah Bu Firoh untuk mengoral kontolku. Dia menurutiku karena takut gambarnya tersebar. Kuusap-usap jilbab Bu Firoh. Air matanya terlihat menetes membasahi jilbabnya. Namun aku tertawa penuh kemenangan sambil mengusap-usap jilbabnya. 15 menit kemudian kurasakan gejolak di penisku, tak mampu menahan lebih lama, spermaku keluar dengan deras. Karena kaget Bu Firoh melepas kulumannya sehingga spermaku tidak hanya menodai wajah manisnya namun juga jilbabnya. Kulihat jilbabnya yang semula hitam polos kini ada motif putih karena spermaku. Namun aku belum puas. Kuperintahkan dia melepas semua bajunya namun tetap mamakai jilbabnya. Dan aku juga segera melepas bajukku. "impianku melihat Bu Firoh berjilbab namun tidak berbusana akhirnya terpenuhi" kataku dalam hati.

Kulihat dugaanku tidak salah, bu Firoh terlihat menantang walau telanjang tanpa melepas jilbabnya. Dadanya montok seolah minta untuk diemut. Segera kuraih dada kanannya dan kukulum dengan rakus.
"ah..ah...ah.." walau kupaksa ternyata Bu Firoh menikmatinya. Kulihat wajahnya di balik jilbab ketika sedang horny, hal itu segera membuatku "ON" lagi.
Bu Firoh kubaringkan di ranjang dalam UKS dan kuserbu mulut guru berjilbab itu dengan nafsunya. Sekitar 10 menit kulakukan hal itu. Kemudian kupandangi wajahnya yang masih terbalut jilbab manis sekali. Kemudian kusuruh dia menungging. Segera kutancapkan kontolku ke memeknya, rasanya semppit sekali. Kugenjot tubuh guruku sambil memegangi jilbab hitamnya. Seperti joki yang memacu kuda. Sekitar 20 menit kurasakan kontolku tidak kuat menahan sperma yang akan keluar.
"ah............" aku berteriak bersamaan dengan keluarnya spermaku dalam memeknya. Setelah keluar semua. Kucopot jilbab guruku untuk membersihkan kontolku dan memeknya dari cairan yang keluar baik dari memeknya maupun dari kontolku. Terlihat rambutnya yang hitam sebahu yeang selama ini tersembunyi di balik jilbabnya.

Aku sangat terangsang melihatnya, apalagi saat itu Bu Firoh terlihat sangat menggairahkan dengan keringat di sekujur tubuhnya.
Setelah aku merasa masih mampu untuk mengocok bu Firoh, kuminta dia untuk berbaring telentang. Tanpa membuang waktu segera kutusuk vaginanya. Dia terlihta sangat menikmati permainanku ini. Puas dengan posisi itu, gentian aku yang telentang, kemudian kuminta dia menggenjot kontolku dari atas. Jepitan vaginanya terasa enak sekali. Genjotannya yang liar membuatku tidak bisaertahan lama. Lima menit kemudian aku memuncratkan spermaku di lubang kenikmatan Bu Firoh. Terlihat wajahnya yang manis menunjukkan ekspresi kepuasan.
Sehabis itu kami ngobrol sebentar sambil memakai baju. Aku cukup penasaran mengapa tadi waktu kuentot tidak keluar darah, dari ceritanya aku tahu walau berjilbab,dulu Bu Firoh pernah nge-seks dengan pacarnya.
Ngesex pertama dilakaukan saat masih SMA. Sebenarnya Bu Firoh sudah berjilbab sejak SMA. Saat kuliah pun ia selalu berjilbab. Ternyata walau berjilbab ia termasuk wanita berpikiran modern. Ia menganut sex bebas.

Setelah itu kami segera keluar sekolah karena takut ketahuan orang lain.
Tak terasa terdengar adzan maghrib Bu Firoh kulihat segera menuju tempat parkir dan menutupi jilbabnya yang penuh sperma dengan helm sepeda motor, mungkin dia malu bila ketahuan ada sperma di jilbabnya. Akupun segera pulang dengan penuh senyum kemenangan Anwar02
Addicted Kakis

Join Date: Nov 2006
Posts: 70

05-06-2008, 03:25 PM #15
Re: kuperkosa bibiku yang berjilbab
Perjalanan Hidup Ukhti Ela

Panggil saja aku Ela, aku mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, wajahku kata orang orang sih cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, dan sejak SMA aku sudah memakai jilbab dan di kulihan ini dari semester 1 aku lebih banyak bergaul dengan para jilbaber, aku juga aktif di organisasi mahasiswa KAMMI (Kesatuan Akhwat Muda Muda Indonesia) hehe.. sehingga waktu ku padat sekali,

Dulu iman ku baik baik saja, tinggal di kontrakan akhwat menjadikan aku sebagai akhwat yang begitu semangat dalam aktivitas ku. Tetapi semenjak kejadian dengan Erik (dalam cerita Dauroh pembawa nikmat 1,2) kehidupanku nyaris hancur.

Setelah dauroh itu aku tidak sadarkan diri selama beberapa hari, aku syok, teman temanku masih mengira aku kerasukan jin penunggu pohon besar itu..memang benar sih tapi mereka tidak mengetahui bahwa malam itu erik telah memperkosaku, dia mengambil kesempatan saat aku telah dikuasai oleh jin penunggu pohon besar itu. Hal itu aku sadari setelah beberapa hari dairoh itu, bayangan Erik yang menyetubuhiku mulai muncul. Aku mulai stress, ingin aku ceritakan dan ku laporkan bajingan itu ke polisi tapi..mengingat 2 minggu lagi aku mau menikah dan undangan juga telah tersebar, acara juga dah dipersiapkan orang tua kami maka niat itu aku urungkan. Aku tau konsekuensi ketika aku melaporkan Erik maka pernikahanku akan berantakan, orang tuaku juga akan syok dan menaggung malu seumur hidup. Karena itulah akhirnya ku pendam saja deritaku di dauroh itu.

Sekarang aku mulai menata hidupku lagi, suamiku yang berprofesi sebagai kontraktor sering meninggalkan aku untuk pekerjaannya. Dia juga tidak curiga ketika aku hamil, karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan terlihat dia begitu mempercayaiku. Bahkan dia jarang di rumah untuk ku. Aku hanya dianggap sebagai penunggu rumah. Aku begitu kesepian. Mungkin itu sebabnya bayangan erik terus muncul di benakku..bayangan persetubuhan dengan erik di malam itu semakin jelas di ingatanku..dan tanpa tahu kenapa birahiku muncul ketika mengingat Erik menyetubuhi diriku.
Setahun lebih waktu berlalu, aku sudah melahirkan seorang putra yang karenanya aku semakin stress, setiap melihatnya aku melihat bayangan ayahnya...Erik an itu..

Dan sekarang hatiku sangat senang ketika permintaanku untuk meneruskan kuliahku disetujui oleh suamiku. Indra anakku ku titipkan di mertuaku, yang tinggal tak jauh dari surabaya. Di surabaya aku di kontrakkan sebuah rumah kecil oleh suamiku, walaupun disana aku juga harus sendirian ditemani dengan Bi Inah pembantuku. Suamiku yang memang berdomisili di kota Malang hanya menjengukku ketika hari Sabtu dan Minggu, itupun tidak setip Minggu..

Sekarang aku mulai kuliah, temen temen akhwat mulai menjengukku, dan mengajakku untuk kembali aktif di organisasi yang aku tinggalkan dulu." Ayo dong ukhti,minggu depan ada kajian kemuslimahan lho..Datang ya..!!"ajak seorang akhwat kepadaku.Akupun dengan dingin menanggapinya. Trauma di organisasi itu masih membekas dengan jelas di ingatanku. Dan dari akhwat tersebut aku tahu bahwa Erik ternyata sekarang yang menjadi ketua organisasi tersebut..Ya..Erik, Erik yang pernah menodai kesucianku..Dia sangat sangat tidak pantas untuk menjadi ketua organisasi yang berlandaskan Islam itu..

Hari demi hari aku kuliah aku merasakan sesuatu yang lain pada diriku, aku malah merasakan bangga dengan tubuhku, aku sering begitu lama di depan cermin sambil mengagumi wajah dan bentuk tubuhku..payudaraku yang terbilang besar walaupun tertutup dengan jilbab lebar namun masih terlihat dengan jelas. .hmmm pantas saja ikhwan sekaliber Erik juga tidak mampu menahan nafsunya di depanku..batinku. Aku semakin bangga ketika melihat seorang ikhwan memandangiku di kampus dan menjadikannya salah tingkah terhadapku, aku tahu mulai terangsang melihatku..dia lalu menundukan pandangannya.."huu..sok alim amat sih.."batinku..

Aku semakin merasakan ada sesuatu yang salah pada diriku, di malam malam tertentu aku merasakan tubuhku panas dingin ingin sekali merasakan kehangatan seorang lelaki, tapi apa daya suamiku saat ini tidak bersamaku..malah mungkin saat ini dia sedang bersama wanita lain..huuu..ikhwan tidak ikhwan tetap sama saja..hanya menjadikan wanita sebagai pemuas nafsunya..

Hari itu aku pergi keperpustakaan untuk mencari bahan tugas kuliahku..perpustakaan itu ternyata sedang sepi terlihat hanya beberapa orang saja yang datang ke sana, setelah aku mendapatkan beberapa buku aku pun duduk di kursi yang ada di sana untuk membaca, setelah beberapa menit aku baru sadar di kejauhan ada seseorang yang tengah mengamatiku..dan orang itu tak lain adalah Erik, dia berpura pura juga membaca buku namun aku tahu di seberang sana dia tengah mengamatiku. Beberapa kali kami saling berpandangan, dan akhirnya dia jadi salah tingkah dan mengalihkan pandanganya dariku.."huu..dasar setelah yang kamu perbuat dengan diriku..masih saja sok alim.."

Tapi tidak tahu knapa aku mulai merasakan gairah di dalam diriku, bayangan malam di perkebunan itu mulai muncul di ingatanku..ku lihat erik masih curi curi pandang kepadaku. Ku sengaja menyilangkan kakiku sehingga gamisku agak terangkat, dan dilihat dari samping (dari posisi Erik) terlihat jelas pahaku yang mulus ini, aku tahu dia mulai terangsang melihatku..dan itu malah membuat gairahku semakin tinggi, dan kurasakan memekku semakin basah..Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan saat itu. Aku semakin tidak konsentrasi dalam membaca buku..Gilanya..aku membayangkan saat ini aku mendatangi Erik dan akhirnya kami bercinta disini, saling bergumul, saling melepaskan rindu diantara kami, dan saling memuaskan nafsu yang ada di antara kami..ya..di sini..di perpustakan ini..

Kemudian..

Bersambung..!!
Visits: 104950


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top