peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Shima 4 akhir - cerita.seks.4



Shima 4 akhir

Shima Shake & Nora
episod
Di Saat Cipap Berlaga


Selepas daripada conference di genting tempoh hari , Shima mengajak Shake , lelaki
kacak yang ditemuinya semasa conference tersebut beserta dengan Nora untuk ke
apartmentnya menyambut hari lahirnya Shima sebenarnya sudah sangat "siap"
melayani Shake , kerana lelaki hendsome ini sepanjang party tersebut beliau tak henti
membujuk-merayu Shima. Dalam setiap kesempatan, ia memperlihatkan dan
menyatakan keinginannya untuk bercumbu. Terkadang Shima agak malu, takut
diperhatikan oleh geng dan temanya yang lain dan takut disangka terlalu
mengistimewakan Shake . Tetapi tamu lain nampak nya masing-masing sibuk dengan
urusan mereka. Cuma satu tamu yang tak hentinya memperhatikan mereka, kadang dari
kejauhan, kadang dari dekat. Dia lah Nora, gadis molek bermata erotis itu! Ketika Shima
pergi ke ruang tamu setelah mengantar para tamunya pulang, Shake nampak duduk
santai menonton siaran berita CNN ( Mega TV) di TV. Tadi ia kata tak ingin pulang dulu,
dan Shima tak boleh mengusirnya kerana setengah dari hatinya ingin lelaki ini tetap
tinggal. Nora juga tetap tinggal, tetapi ia tidak kelihatan di ruang tamu. Oh,.. ya! gadis itu
tadi minta izin kepada Shima untuk menggunakan bilik mandi. Kata gadis itu, badannya
berkeringat setelah menari tak kurang dari 2 jam. Shima tentu tidak dapat menolak. Ia
mengantar Nora ke biliknya, meminjamkan baju untuk mandi. Waktu itulah, Shima
sempat melihat gadis itu menanggalkan bajunya di bilik mandi yang pintunya tidak
ditutup (apakah ia sengaja?). Harus diakui oleh Shima, tubuh gadis itu sangat mulus
sempurna, penuh lika-liku yang menjanjikan. Sangat-sangat seksi!

Di ruang tamu, Shima menghempaskan tubuhnya di samping Shake . Kakinya agak
penat setelah sepanjang malam berdiri. Dengan santai, ditumpangkannya kedua kaki ke
atas meja. Shake mengalihkan pandangan dari TV , menoleh ke arah Shima sambil
tersenyum. Ah! Shima suka sekali senyum itu: manis dan juga terasa hangat-bergairah.
Dagunya nampak membiru kerana habis bercukur. Minyak wanginya yang semerbak
menambah kesan hendsome lelaki ini. Matanya, ya,... matanya itu juga pandai
membakar sesuatu yang memang mudah terbakar di dalam tubuh Shima!

"Mahu aku gigit?" ucap Shake setengah berbisik sambil menggeser duduknya lebih
dekat. Shima mengangguk sambil tersenyum tak kalah manis. Televisi menyiarkan
berita peperangan di Kamboja. Suara shower samar-samar datang dari bilik utama.
Shake segera memijat kedua kaki Shima setelah menyingkap gaunnya sampai ke lutut.
Betis Shima yang mulus nampak semakin mulus dalam suasana ruang tamu yang tidak
terlalu terang. Tangan Shake ternyata cukup ahli dalam memantat, menimbulkan rasa
nyaman yang perlahan-lahan merayap ke seluruh penjuru tubuh Shima.

Shima menyenderkan kepalanya ke sandaran sofa, memejamkan matanya, membiarkan
perasaan rileks menggantikan kegalauan yang sejak tadi membuatnya gelisah. Kini,
tangan Shake bagai menaburkan air sejuk, mengurangi kegelisahannya. Namun,
setelah kegelisahan itu hilang, muncul perasaan baru yang tak mengurangi debur
jantungnya. Itu lah birahi yang tadi ditahan-tahan; kini mulai bergejolak seirama gigit n
Shake .

Perlahan-lahan Shima lupa sekellilingnya, lupa pada pertanyaan-pertanyaan yang tadi
memenuhi kepalanya. Perlahan-lahan pula gigitan Shake semakin naik, dari

pergelangan kaki ke betis. Dari betis ke pangkal lutut. Dari pangkal lutut ke paha. Gaun
panjang Shima semakin tersingkap, sehingga kini sudah menampakkan seluruh paha
dan sedikit seluar dalam dalamnya. Shake berkali-kali menelan ludah memandang
kedua kaki Shima yang sangat sensual itu. Telapak tangannya terasa nikmat menyentuh
kulit mulus yang di sana-sini ditumbuhi bulu pirang halus itu.

Shima mengerang pelan ketika tangan Shake mengusap-usap permukaan kedua
pahanya. Oh... rasa geli menyelinap ke pangkal pahanya, ke lepitan-lepitan di sana.
Apalagi kemudian salah satu tangan itu naik semakin tinggi, mengusap-usap bahagian
depan cipap Shima yang agak menonjol itu.Shima menggeliat ketika merasakan nafas
Shake yang hangat menerpa lehernya. Bibir lelaki itu kini dengan leluasa menjalari
tengkuk dan bahagian bawah telinganya. Itulah bahagian-bahagian sensitif wanita yang
selalu akan membangkitkan api birahi. Shake nampak nya pro dalam hal ini. Sebentar
saja, Shima sudah merasakan tubuhnya terbakar api asmara.

Harum sekali wanita ini, pikir Shake sambil terus menciumi leher Shima yang jenjang.
Harumnya tak semerbak seperti kebanyakan wanita, melainkan lembut nyaris tak
tercium hidung. Harum yang mendatangkan perasaan rindu, selain juga gairah sensual.
Shake senang sekali membenamkan hidungnya di kulit putih mulus agak sedikit di
bawah telinga Shima. Lalu Shima tersentak terdiam ketika salah satu jari Shake tahutahu
sudah menyelinap ke bawah seluar dalam dalamnya, menyentuh si Kecil Merah
yang sudah sejak tadi menegang. Sentuhan itu sangat tiba-tiba dan tak terduga.
Menimbulkan sergapan birahi yang memenuhi seluruh tubuh dalam sekejap. Tak
terkendali, kedua paha Shima juga langsung membuka dengan cepat.

Shake pun kini leluasa mengelus-elus permukaan cipap Shima, menyelipkan jarinya di
antara dua bibir yang membasah di bawah sana. Ujung jarinya segera diselimuti air
mani tipis yang hangat. Wanita ini sudah sangat terangsang, pikirnya girang. Ia
menginginkan percumbuan walau pura-pura menolak! Shima kini sungguh tak ingat apaapa
lagi. Terutama, ia tak ingat bahwa Nora masih bersama mereka walaupun kini
sedang mandi di dalam. Sentuhan dan ciuman Shake membuatnya sangat bergairah,
dan kini dirinya cuma punya satu keinginan: segera disetubuhi oleh lelaki yang
mengagumkan hatinya itu. Tubuhnya telah terbuka-terpampang lebar. Cipapnya sudah
terkuak-tersedia, siap dihujam-ditikam oleh batang Shake yang pasti kekar dan kokoh
itu. (Shima sering memandang ke arah tubuh bawah Shake setiap kali lelaki itu
memakai jeans ketat).

Mulut Shake kini merayap turun, dan dengan dagunya lelaki itu mendorong gaun Shima
di bahagian atas hingga terkuak lebar. Kedua tetek wanita yang menggairahkan ini
segera tersembul keluar dari persembunyiannya. Wow,.. Shake menelan ludah
kembali,.. memandang dua bukit menantang-menggairahkan di hadapannya. Tak sabar,
ia sergap salah satu puting yang memerah-menonjol itu. Aaaaah...! .. Shima mengerang
keras, menggeliat merasakan panas mulut Shake mencengkram puncak dadanya.
Rasanya nikmat sekali diperlakukan serba penuh kejutan seperti ini! Lalu segalanya
berlangsung cepat. Shima tak pernah tahu, kapan seluar dalam dalamnya lolos
melewati kedua kakinya. Tahu-tahu ia sudah setengah telanjang, dan gaun panjangnya
sudah tak berfungsi lagi. Ia tersandar dengan kedua kaki mengangkang, duduk di
pinggir sofa, nyaris merosot jatuh. Cipapnya yang kini sudah basah, nampak terkuak
lebar, ditelusupi oleh jari-jari Shake yang sangat cekatan. Si Kecil Merah di lepitan di
bahagian atas, kini sudah nampak jelas, berkilat diselaputi lendir tipis. Berkali-kali ujung
jari tengah Shake bermain di sana, membuat Shima menggeliat kekiri-kekanan. Berkali

kali pula salah satu jari yang lain masuk menelusup ke liang cinta Shima yang sudah
sangat basah itu.

Kedua tangan Shima erat merengkuh leher Shake , membuat lelaki ini semakin erat
menindih tubuhnya. Salah satu kaki Shima terangkat sedikit ke atas, tersangkut di
tangan sofa, membuat cipapnya semakin terkuak lebar, terpampang bebas. Tangan
Shake semakin leluasa bermain di sana. Gairah Shima pun semakin membara. Tahutahu
Shima merasa tubuhnya melayang. Shake membopong wanita molek ini dengan
sekali rengkuh. Kuat sekali lelaki itu. Dengan santai ia membawa Shima ke ruang tidur
utama sambil menciumi bibirnya. Shima tetap memejamkan mata, membiarkan sang
pangeran membawanya ke peraduan cinta. Membiarkan pula bibirnya dilumat dan
digigit mesra. Membiarkan segalanya terjadi begitu saja.

Membiarkan pula Nora bergabung di ruang tidur! Di bilik tidur, Shake menurunkan tubuh
Shima dan mulai menelanjanginya. Shima berdiri saja diam seperti maneqquin yang
sedang didandani. Sekejap tubuhnya sudah telanjang bulat, mulus menantang
menakjubkan siapa pun yang melihatnya. Shake kmudian menciumi seluruh permukaan
dada Shima dengan bergairah, membuat wanita ini menggelinjang kegelian. Shima pun
merasakan dirinya melayang-layang di awan birahi di langit cinta yang luas. Ia terus
memejamkan mata, seakan-akan takut terbangun dari mimpi yang menggairahkan ini.
Rasa geli-nikmat memenuhi seluruh permukaan dadanya, membuatnya menggelinjanggelinjang
liar.

Lalu, samar-sama dirasakannya seseorang meraba-raba bahagian belakang tubuhnya.
Siapa itu? Nora!!.. sejenak Shima panik memikirkan kemungkinan seorang wanita
mencumbu dirinya. Sejenak tubuhnya menegang antara ingin menghentikan apa pun
yang terjadi dan ingin melanjutkan. Di belakang, Nora menggigit l pantat Shima Oh,
Shima terperangkap di antara dua serbuan-serbuan kenikmatan yang memenuhi
seluruh tubuhnya. Berdirinya sudah limbung, untung tangan-tangan Shake kokoh
menopang tubuhnya. Shima mengerang-erang saja, merintih-rintih nikmat, merasakan
dua mulut panas membakar badannya. Segala kepanikan tiba-tiba saja sirna, berganti
kenikmatan belaka. Lalu, satu tangan Nora bermain di cipapnya, mengusap-membelai
bibir-bibirnya. Jelas sekali, sebagai wanita, Nora tahu di mana harus meraba. Ahhh,...
Shima kegelian, membuka kedua pahanya semakin lebar. Mulut Shake telah pula
sampai di salah satu putingnya. Oohh,... Shima mengerang mendorong dadanya
semakin kedepan, mengundang Shake untuk lebih kuat mengenyot-menyedot.

Jari-jari Nora menguak bibir cipap Shima, lalu menggosok-gosok bahagian dalamnya.
Satu tangan Shake merayap ke bawah, menemukan si Kecil Merah tak terjamah.
Dengan jari tengah, Shake mengurut-menelusur tonjolan itu. Aaah..., Shima menjerit
tertahan merasakan kenikmatan datang dari mana-mana.

"Oooh..., yess!" erang Shima ketika merasakan lidah Nora menjilati celah-celah
bahagian belakangnya, turun perlahan menuju cipapnya yang telah mulai basah. Tanpa
sadar ia menunggingkan tubuhnya, memberikan semakin banyak keleluasaan kepada
gadis itu. Kini, sama sekali tidak ada panik di kepala Shima. Cuma ada kenikmatan dan
keinginan untuk segera melanjutkan permainan cinta ini ke tingkat yang lebih liar lagi,
lebih bergairah lagi.

"Nggg...!" rintih Shima ketika ternyata Shake juga turun, menciumi perutnya, lalu mulai
menjilati si Kecil Merah. Tubuh Shima terasa melayang-layang, dijilati dari depan dan

belakang di bahagian-bahagian yang sangat sensitif. Satu tangannya mencengkram
rambut Shake di depan, satu tangan lagi mencengkram rambut Nora di belakang. Oh....,
kedua kakinya semakin terentang, dan ia semakin tak kuat menahan tubuhnya yang
bergetar. Oh...., ia bagai sedang menunggang dua kuda sekaligus. Seorang satria
wanita yang menuju perang bergelora. Tubuhnya berguncang-guncang merasakan
serbuan-serbuan kenikmatan yang semakin lama semakin intensif.Apalagi kemudian ia
merasakan lidah Nora yang kecil dan panas itu menelusup masuk, menjilati dindingdinding
permukaan cipapnya dari arah belakang. Shima mengerang keras ... setengah
berteriak, bahkan.... merasakan geli-nikmat menyerbu masuk ke tubuhnya, datang dari
lidah yang bergerak-gerak cepat, keluar-masuk, berkeliling-keliling. Sementara di depan,
mulut Shake telah pula menghisap-hisap tonjolan kenikmatan yang memerah itu. Tak
terkira rasanya! Nikmat sekali rasanya! ... Shima segera merasakan klimaks menyerbu,
datang menderu. Sebuah sedotan kuat dari mulut Shake dan hujaman lidah Nora dari
belakang menjebol tanggul orgasmenya. Bergulung-gulung kenikmatan tiada tara
menyerbu seluruh tubuh Shima, membuat wanita ini berguncang-menggeliat-gelisah.
Sebuah teriakan, bagai orang yang sedang melepaskan seluruh perasaannya, keluar
dari mulut Shima.

Kalau tidak ada Shake , pastilah Shima sudah bergelimpangan di lantai. Dengan kedua
tangannya yang kukuh, lelaki itu menahan pinggang Shima. Ia segera menghentikan
ciumannya, lalu dengan sekali rengkuh mengangkat tubuh Shima ke tempat tidur king
size yang masih ditutupi bed cover merah itu. Nora segera ikut naik ke katil,
memposisikan dirinya di belakang Shima.

Shima akhirnya berbaring dalam posisi terlentang pasrah. Wanita ini benar-benar telah
menyerahkan tubuhnya ke dua pasangan bercintanya. Segala perasaan kuatir yang
tadinya memenuhi kepala Shima kini sirna sudah. Ia kini ingin sekali menikmati
permainan cinta bertiga dengan seorang lelaki gagah dan seorang gadis montel molek.

Shake berbaring di sebelah kanan, sudah dalam keadaan telanjang. Entah kenapa ia
melepas baju-bajunya, Shima tak pernah tahu kerana sepanjang percumbuan ia lebih
banyak memejamkan mata. Kini Shake , menciumi leher, bahu dan teteknya. Shima
mengerang-merintih merasakan geli-nikmat menyebar ke seluruh tubuh. Apalagi tangan
lelaki itu meremas-remas pangkal teteknya, menimbulkan sedikit perih bercampur
nikmat. Oh..., pandai sekali ia bercumbu.

Sementara itu, Shima juga tak peduli apa yang dilakukan Nora dengan cipapnya di
bawah sana. Gadis itu juga nampak "profesional" sekali bercumbu bertiga seperti ini.
Bagi Shima, ini adalah pengalamannya yang pertama, kerana itu sesungguhnya ia tak
tahu harus berbuat apa selain membiarkan saja kedua pasangannya berbuat
sekehendak hati. Lagipula, ia sendiri memang ingin menikmati saja permainan ini. Itu lah
yang terbaik baginya saat ini!

Sudah tentu, bagi Shima, permainan cinta kali ini lebih nikmat dari biasanya. Kali ini,
kenikmatan datang dari segala penjuru. Kalau bercinta dengan seorang lelaki, biasanya
kenikmatan terkonsentrasi di salah satu bahagian tubuh. Kalau lelaki itu sedang
mengulum putingnya, dari sanalah datang kenikmatan utama, walau tangannya juga
bermain di bawah. Kalau lelaki itu sedang menjilati cipapnya, dari sanalah datang
kenikmatan, walau tangannya menggerayangi dada. Kini, kedua tempat itu mendapat
perlakukan erotis yang sama kuatnya. Mendatangkan dua kenikmatan sekaligus,
berlipat-lipat ganda rasanya.

Nora tahu betul apa yang harus dilakukannya di bawah sana. Tentu saja! Sebagai
wanita, ia tahu persis bahagian-bahagian mana yang harus mendapat perlakuan haluslembut,
mana yang harus agak keras. Lidahnya yang kecil dan basah kini bermain-main
di atas si Kecil Merah yang sudah sangat memerah itu. Ohh..., Shima merasa seperti
dikelitiki oleh sejuta kupu-kupu yang terbang berkeliling-keliling di atas cipapnya. Lalu
dua jari gadis itu sudah pula menyeruak ke dalam liang cintanya. Satu jari terasa
mengurut-urut dinding bahagian atas, tempat adanya sebuah tonjolan yang mengeras,
yang menjadi pusat saraf kenikmatan di bahagian dalam. Ohh..., Shima rasanya seperti
berayun-ayun di awan sensei. Nora juga tak henti-hentinya mengeluarkan suara
mendesah; dan nafasnya yang hangat menambah kenikmatan bagi Shima. Cipapnya
serasa terbakar oleh birahi yang semakin lama semakin menggelegak. Apalagi ketika
jari-jari Nora menguak bibir cipap itu, Shima merasa semakin lebar terpampang.
Bahagian dalam cipapnya terasa bergerak-bergelora ketika kini lidah Nora mulai
menelusup-nelusup. Mula-mula hanya di pinggir-pinggiran, di pembukaan liang basah
yang berdenyut itu. Lalu agak masuk ke dalam, menyentuh-nyentuh dinding yang
memerah, menimbulkan rasa geli sekaligus nikmat luar biasa. Melayang-layang rasanya
tubuh Shima, di angkasa birahi yang luas tak berbatas.

"Ahhh...!" sebuah desah panjang lepas menghambur dari mulut Shima ketika ia
merasakan orgasmenya datang menyerbu. Pinggangnya meregang, terangkat tinggitinggi,
hampir saja membuat Nora terdorong keluar katil. Sementara itu Shake menyedot
kuat salah satu putingnya, menimbulkan semacam ledakan kecil yang mengawali
serangkaian ledakan-ledakan dahsyat di tubuh Shima. Bagai terlanda gelombang yang
tak kelihatan, tubuh Shima terlontar-lontar di atas katil ketika klimaks menyerbu. Kalau
saja Shake tak kuat menekan tubuh wanita itu, niscaya mereka bertiga sudah
bergelimpangan ke luar katil."Ngggg...!" sebuah erangan keras menghambur pula dari
mulut Shima kerana rasa geli dan nikmat yang sangat kuat melanda tubuhnya, kerana
kedua pasangan bercumbunya tak berhenti menjilat dan menyedot. Seluruh urat syaraf
di tubuhnya terasa meletup-letup.

Lalu, tiba-tiba Shake menyelusup ke bawah tubuh Shima, sehingga wanita itu kini
terlentang di sepanjang tubuh lelaki yang kokoh itu. Entah bagaimana caranya Shake
ber-"akrobat", laki-laki itu sungguh ahli dalam bercinta. Shima membiarkan saja
tubuhnya diatur sedemikian rupa sehingga kini ia terlentang mengangkang di atas tubuh
Shake . Samar-samar Shima merasakan Nora mengatur sesuatu di bawah sana, dan
sebelum ia boleh berpikir lebih jauh, dirasakannya ujung batang Shake mulai menyeruak
di permukaan liang cintanya. Oh! .. rupanya tangan Nora menuntun batang itu ke tempat
yang tepat, dan ketika Shake menyorongkan pinggangnya ke atas, batang itu pun
perlahan melesak. Oh!.. besar dan kenyal sekali batang itu, menerobos perlahan,
meregangkan lebih jauh lagi dinding-dinding cipap Shima, membuat wanita itu menjerit
nikmat. Sungguh seperti dibelah dua rasanya di bawah sana. Seperti diterobos oleh
kekenyalan yang keras-kokoh, memenuhi seluruh rongga yang sudah basah dan
berdenyut-denyut itu.

Lalu Shake mendorong punggung Shima perlahan-lahan, sehingga akhirnya Shima
berada dalam posisi duduk mengangkangi pangkuan Shake . Oh!... Shima kini bagai
sedang menunggang kuda tetapi menghadap ke belakang. Batang Shake kini tertanam
dalam-dalam, menyentuh dinding paling belakang dari cipap Shima. Belum apa-apa,
Shima sudah merasakan klimaksnya mulai terbentuk lagi. Padahal klimaks yang
sebelumnya belum lagi reda!

Secara naluriah, Shima mulai menggoyang-goyangkan pinggangnya. Maju-mundur,
kekiri-kekanan, berputar-putar. Oh!.. seluruh liang cipapnya seperti disodok-sodok
batang kenyal-panas yang menimbulkan gelora birahi berkepanjangan. Badan Shima
mulai bergetar keras merasakan serbuan-serbuan kenikmatan menyebar ke seluruh
tubuh. Terlebih lagi, lidah Nora kini , bermain di tonjolan kecil yang sudah sangat
terangsang itu. Gila!.. Shima rasanya seperti mengalami klimaks yang tak hentihentinya,
tak putus-putusnya.Lalu Shima mulai bergerak naik turun. Batang Shake yang
tegak-tegang kini keluar masuk, menimbulkan suara-suara sensual bagai lesung yang
sedang disodok-sodokan ke palung becek. Akibat gerakan ini pula, si Kecil Merah terasa
semakin geli tersentuh-sentuh lidah Nora yang hangat dan lembut. Belum pernah Shima
mengalami kenikmatan begitu dahsyat seperti saat ini. Gerakan naik turunnya menjadi
semakin cepat. Semakin cepat dan semakin liar.

Kedua tangan Shima bertelektekan di lututnya sendiri. Wajahnya yang cantik terlihat
semakin cantik dengan rona kemerahan. Matanya kini setengah terbuka, tetapi
pandangannya menerawang. Mulutnya terbuka lebar, tetapi hanya dengusan nafas yang
keluar menderu-deru. Seluruh tubuhnya menegang seperti orang mengejan. Seperti
seorang lifter (atlit angkat besi) yang sedang berusaha mengangkat beban terberat.Lalu
Shima menjerit keras sekali. Suaranya bagai sapi yang sedang disembelih. Kalau tidak
dalam keadaan begini, pastilah Shima ngeri sendiri mendengar suara itu. Tetapi dalam
keadaan orgasme yang memuncak seperti ini, teriakan itu justru melegakan. Teriakan
itu justru menandai tercapainya puncak kenikmatan yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi
dari puncak-puncak yang selama ini didakinya. Jauh lebih dahsyat pula gemuruh lahar
yang tumpah ruah dari gunung birahinya. Meledak-ledak seperti paip pecah di Jalan
Cheras tempoh hari yang mampu mengguncang-guncang katil yang terbuat dari besi.

Di tengah-tengah klimaks, Nora melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia menggigit si
Kecil Merah, tidak terlalu keras, tetapi mampu menimbulkan perasaan yang tak terkira
dalam diri Shima. Sambil terus mengerang, ia menengok ke bawah, melihat apa yang
terjadi di cipapnya. Dilihatnya Nora menyedot kuat-kuat, menjepit si Kecil Merah di
antara bibirnya yang seksi. Oh!... pemandangan yang sensual itu, ditambah gigitan kecil
itu ...ditambah sodokan-sodokan batang Shake ... . Oh!.. Oh!.. Oh!...emmm annhhhh
ohhhh emmmmm ahhhhhh Shima tak sanggup lagi berpikir. Dunia terasa meledak lagi,
berkeping-keping. Setiap kepingannya adalah sebentuk kenikmatan tiada tara.

Entah apa yang terjadi, dalam 10 detik Shima kehilangan sedarnya. Tubuhnya yang
molek terhempas ke katil, ke sebelah Shake . Keringat membanjir, berleleran di manamana,
mengalir seperti sungai kecil di antara bukit-bukit dadanya yang turun-naik
dengan cepat. Shima setengah mampus.

Sementara itu Shake juga sudah sangat terangsang. Gerakan-gerakan Shima membuat
batangnya terasa sangat-sangat tegang. Ia segera menarik tubuh Nora ke atas
tubuhnya. Gadis itu pun juga sudah sangat terpesona dan ingin segera melanjutkan
permainan. Ia segera mengangkangi Shake , menuntun batang lelaki itu tepat ke depan
liang surgawinya. Lalu, dengan sekali gerakan ia mendudukkan dirinya di pangkuan
Shake ."Aaaah....!" Nora mengerang panjang ketika merasakan otot kenyal-keras-panas
menyeruak masuk ke dalam cipapnya yang sempit. Sebagai wanita melayu, tentu saja
liang cipapnya setengah kali lebih sempit daripada milik Shima. Bagi Shake , pergantian
ini sungguh sebuah kejutan yang nikmat. Dari liang yang berdenyut-denyut liar, kini

batangnya pindah ke sebuah gua daging yang kesat-liat.

Dengan kedua tangan mencengkram pinggang Nora, lelaki itu pun mengendalikan
permainan cinta yang bergelora ini. Nora membiarkan Shake menaik-turunkan
tubuhnya. Lelaki itu sangat perkasa. Tubuhnya terasa ringan dinaik-turunkan sepanjang
batang yang tegak-tegang itu. Nora bergidik-bergetar merasakan klimaksnya sudah
datang dengan cepatnya. Setiap kali tubuhnya bergerak naik-turun, setiap kali pula
kenikmatan bertambah intens terasa. Hujung batang Shake yang keras-kenyal
membentur-bentur dinding terdalam cipap Nora, membuat gadis ini mengerang-erang
keenakan.

"Yes.. yes.. yes!" jerit Nora setiap kali tubuhnya menghujam ke bawah. Suaranya
melengking manja. Matanya membelalak indah, menatap ke wajah Shake yang juga
menatapnya dengan mata bersinar bergairah. Kedua teteknya berguncang-guncang
hebat setiap kali tubuh mungilnya bergerak naik-turun dengan cepat.

Shake merasakan batangnya seperti diremas-diurut oleh liang licin-basah yang kenyal.
Wow!... tak kuasa ia menahan gemuruh di dalam tubuhnya, yang bagai air bah meminta
jalan keluar. Sejak tadi ia berusaha mengendalikan diri untuk memberikan klimaks
kepada Shima. Tetapi kini ia tidak tahan lagi. Dengan erangan keras, ia tarik ke bawah
tubuh Nora sekuat tenaga.

"Aaaaaah!" gadis itu menjerit keras, bukan kerana kesakitan, melainkan kerana ia tak
kuasa pula menahan ledakan klimaks ketika cipapnya berbenturan dengan pangkal
batang Shake . Gadis itu menghenyakkan pula tubuhnya ke bawah sekuat tenaga, lalu
menekan dengan segala daya, memutar-mutar pinggangnya. Klimaks datang dengan
cepat, membuat tubuhnya meregang-regang. Berguncang-guncang hebat.
Menggelepar-gelepar. Mengeliat-gelinjang. Di sebelah pasangan yang sedang asyik itu,
Shima membuka matanya. Pemandangan yang ditemuinya sungguh menakjubkan.
Nora, yang tubuhnya sangat padat mempesona, nampak berkeringat dengan kedua
buah dada yang tegak menantang, dan dua puting coklat-kehitaman yang mencuat.
Shake yang badannya sebahagian ditumbuhi bulu lebat juga nampak penuh keringat,
sedang meregang sepanjang badan. Keduanya nampak tak terkendali. Keduanya
mengerang-menggeram berkali-kali. Lalu keduanya terhempas di katil, menimbulkan
suara berderit yang ramai.

Sejenak suasana mereda. Shake terletak dengan senyum kepuasan tipis menghias
wajahnya. Lelaki itu terlentang di antara dua wanita yang juga terletak dengan wajah
penuh kepuasan. Ketiganya berkeringat seperti para pelari marathon yang baru saja
mencapai garisan final. Shima merasakan tubuhnya mulai pulih setelah hal tadi terasa
pecah berkeping-keping. Bersamaan dengan itu, ia merasakan birahinya telah pula
datang kembali. Masih ada rasa geli-gatal di sekitar cipapnya. Masih ingin rasanya ia
dijilat dan digigit di bahagian itu. Maka tanpa tunggu ia berbisik, "Let's do it again ..."

Dan Nora juga belum kehabisan energy. Gairahnya masih menggebu-gebu. Mendengar
desah setengah memohon dari Shima, gadis ini bergulingan melewati tubuh Shake .
Sekejap ia sudah berada di bawah, dan langsung menjilati cipap Shima. "Aahh... !" jerit
Shima antara terdiam dan senang. Ia sebetulnya tak mengarahkan permintaannya ke
gadis itu, tetapi seketika lidah kecil yang hangat itu bermain di bawah sana, seketika itu
pula segala pertimbangan rasionya hilang. Seketika itu pula Shima membiarkan
tubuhnya menerima cumbuan yang menggairahkan dari Nora, dan pikirannya pun bagai

tertutup rapat. Yang ada cuma gairah dan birahi. Shake terpesona memandang adegan
di sebelahnya. Dua wanita yang sangat seksi terlibat dalam percumbuan yang
bergelora! Bukan main...., ia tadinya ragu bahwa Shima akan menyukai permainan yang
telah lama ditunggunya ini. Ia tadinya setengah berjudi ketika mengajak Nora ke pesta
Shima malam ini. Namun kini Shake bersukur tidak membatalkan rencananya di tengah
jalan. Ternyata segala sesuatunya berjalan lancar! Gairah Shake dengan cepat bangkit
kembali. Diraihnya selembar tisu yang tadi ia lihat terletak di meja di dekat katil. Dengan
tisu itu, ia membersihkan sisa-sisa air mani cinta yang masih melekat di batangnya. Kini
otot kenyal itu bersih sudah, dan mulai menegang pula! Di tengah-tengah gelombang
kenikmatan yang datang dari lidah Nora, Shima melihat Shake telah bergairah kembali.
Oh..., lelaki itu memerlukan cumbuan ku, pikir Shima. Maka ia berbisik, "Come here..",
sambil menarik tangan Shake .

Shake memposisikan dirinya dekat kepala Shima. Dalam hati ia berharap agar Shima
memanggilnya untuk melakukan sesuatu yang memang ia inginkan pula. Harapan itu
ternyata tak sia-sia! Mulut Shima yang seksi dan basah itu dengan cepat telah
mengulum batang Shake . Wow!... Shake tersentak ketika merasakan kelembutankehangatan
menyelimuti oto-kenyalnya.

Percumbuan pun berlanjut dengan saling hisap dan saling mengulum. Secara otomatis,
ketiganya membentuk segitiga dengan masing-masing kepala berada di selangkangan
pasangannya. Nora mendesah-desah menjilati cipap Shima, sementara wanita itu
sendiri sibuk mengulum-ulum batang Shake , dan lelaki satu-satunya dalam permainan
ini asyik pula menjilati cipap Nora. Suara-suara desah dan decap memenuhi bilik, seksi
sekali! Bagi Shima, inilah permainan yang sangat mengasyikkan. Kalau tadi ia kuatir
tidak akan boleh melakukannya, kini ia sudah merasa menjadi ahlinya! Ia biarkan saja
kekuatiran itu sirna oleh datangnya birahi yang menggebu-gebu. Dengan bersemangat
ia mengemut-menyedot batang Shake . Apalagi ketika kemudian ia merasakan klimaks
datang dari lidah dan jari-jari Nora yang aktif. Sambil mengerang-erang, Shima
membiarkan tubuhnya didera gelombang orgasme yang melenakan itu. Oh!... betapa
nikmat rasanya seluruh tubuh diterpa orgasme.

Ketika orgasme mencapai puncak, Shima tak sanggup lagi mengulum-menyedot. Ia
menjerit keras, lalu mengerang-erang kerana Nora tak berhenti menyedot sambil
menggigit-gigit kecil. Akibatnya, batang Shake terlepas dari kemutan Shima, dan lelaki
itu segera bangkit memposisikan dirinya di belakang Nora. Kini giliran Nora yang
menjerit manja ketika merasakan batang Shake menyeruak masuk tanpa order atau
isyarat. Terpaksalah gadis itu melepaskan mulutnya dari cipap Shima yang sedang
menggeliat-geliat menikmati orgasmenya. Kini konsentrasi Nora ke dirinya sendiri. Ia
pun kini berada dalam posisi merangkak, bertelektekan dengan kedua kaki dan kedua
tangan, bersiap-siap menyambut datangnya orgasme. Shake telah tegak di kedua
lututnya, menghujam-hujamkan batangnya dari belakang.

Entah kenapa, Shima perlahan-lahan menyelinap ke bawah tubuh Nora yang sedang
berguncang-guncang diterjang hujaman Shake . Posisinya sedemikian rupa sehingga
kini Shima terlentang dengan kepala tepat berada di selangkangan Nora, di antara
kedua pahanya. Dari posisi ini, Shima boleh melihat dengan jelas bagaimana batang
Shake menerobos keluar-masuk cipap Nora. Sebuah pemandangan yang sangat erotis
dari jarak sangat dekat! Kerana posisi itu pula, kepala Nora berada di antara
selangkangan Shima. Segera gadis ini membenamkan mukanya di cipap Shima,
menjilat dan menyedot lagi dengan sangat bersemangat. Orgasmenya mulai datang

dalam gelombang-gelombang panjang, dan setiap hujaman Shake ditimpalinya dengan
menyedot-nyedot si Kecil Merah milik Shima.

Shima pun tak ingin tinggal diam. Dijulurkannya lidahnya, menyentuh tonjolan milik Nora
yang agak tersembunyi. Digerak-gerakannya lidahnya ketika ia mendengar gadis itu
mengerang. Dirinya sendiri sudah sangat kegelian. Setiap kali Nora menjilat dirinya,
Shima membalas dengan menjilati pula gadis itu. Oh!... ini memang kerjasama yang
menakjubkan. Nora tidak tahan lagi. Ia terpaksa mengangkat muka dari selangkanan
Shima kerana ia harus menjerit mengeluarkan segala perasaannya. Klimaks kali ini
sangat kuat terasa, datang tidak saja dari liang cipapnya yang dihujam-hujam oleh otot
kenyal-panas, tetapi juga dari tonjolan kecil yang dijlati dan sesekali dikulum oleh Shima.
Dengan sepenuh hati, gadis ini menjeritkan, "Ah!" yang panjang, disambung rintihan
kecil ketika puncak klimaks sudah terlewati.

Shake merasakan liang kenyal milik Nora berdenyut-denyut. Oh!.. ia pun merasa bagai
diremas-remas di bawah sana. Segera saja rasa nikmat menyelimuti tubuhnya. Ah!..
orgasmenya sudah pula datang dengan cepat dan kuat, menderu-deru hendak
menyerbu keluar.Cepat-cepat ia menarik keluar batangnya. Setelah tadi menumpahkan
air mani cinta di liang surgawi milik Nora, kini Shake merasa tak adil jika , berejakulasi di
tempat yang sama. Segera ia merubah posisi, menarik tubuh Shima dari bawah tubuh
Nora yang langsung terjerembab-tertelungkup. Lalu, dengan sekali dorong, Shake
menghujamkan batangnya ke liang surgawi Shima.

"Yessss!", Shima mendesis merasakan batang Shake menyeruak masuk. Sudah sangat
tegang dan keras batang itu. Hebat sekali lelaki ini, dalam waktu cepat boleh mencapai
orgasme dua kali! Shima merasakan betapa dinding-dinding cipapnya digosok-gosok
oleh batang yang kokoh itu. Shima juga merasakan dengan jelas betapa batang itu
sesaat seperti menggembung besar sekali, lalu ........ srrrrt!... Shima merasakan
semprotan panas memenuhi rongga cipapya. Semprotan itu bagai sebuah picu yang
menyebabkan meledaknya sebuah dinamit di dalam tubuh Shima.

Tubuh keduanya meregang-mengejang. Berguncang-guncang hebat. Shima
mencengkram punggung Shake , tak sengaja meremas terlalu keras sehingga kulit lelaki
itu agak terkelupas. Kedua pahanya yang mulus menjepit pinggang lelaki itu, menarik
tubuh lelaki itu rapat-rapat ke tubuhnya. Shake pun mengerang, antara memprotes
kerana sakit di punggungnya dan menyampaikan terimakasih atas kenikmatan luar
biasa yang diterimanya. Lalu dunia seperti berputar-putar di mata Shima. Warna-warni
pelangi memenuhi pandangannya, sejalan dengan menyebarnya rasa nikmat dari
pinggang ke seluruh tubuh. Dari ujung jempol kaki sampai ujung rambut. Nikmat luar
biasa! Dan kerana itu, Shima tak kan pernah melupakan malam yang sangat sensual ini!

.
Visits: 12796


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top