Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: WHERE COUNTRY IS BEST IN ASIA? · More of this
    Search
 

   

pimpinan suamiku...
seperti biasanya suamiku sering pulang larut malam ....kubiarkan saja karena dia membawa kunci rumah sendiri jadi tidak merepotkanku untuk menanti kedatangannya hingga larut malam.......
biasanya setelah tiba dirumah ia lansung saja masuk kekamar dan tidur........kadang kewajibannya memberiku nafkah bathin terlalaikan....mungkin karena kecapaian kerja keras......
kami baru saja menikah....baru jalan 4 tahun.....tapi belum dikaruniai anak....apakah mas Rudi mandul...atau aku yang gak subur...entahlah....kami belum memeriksakan diri kedokter.....mungkin saat ini bagi kami ingin memperbaiki strata ekonomi dulu....maklum rumahpun masih kredit...dan berada dalam kompleks perumahan yang sederhana..
pekerjaaan suamiku sudah digelutinya selama 5 tahun...yaitu setahun sebelum kami menikah.....
kami menikah dikampung...dan saat pengantin baru dulu aku masih ingat...pimpinan suamiku yang bernama pak Anton...datang sowan kerumah membawakan hadiah perkawinan kami....
Pak Anton sebaya dengan mas Rudi....yang kudengar beliau belum berkeluarga......karena calon isterinya saat ini berada di australia menyelesaikan S2 nya begitu kata suamiku menceriterakan padaku suatu malam....
ma....,bisik suamiku....
yah?....ada apa mas?.....
mau gak nolong aku......
nolong apaan sih?....
dikantor ada lowongan jabatan yang kosong dan aku adalah salah seorang kandidat....termasuk tiga rekanku yang lainnya......
trusss?...tanyaku...
yah itu.....susah nyampeinnya....kata suamiku...
kok bisa gitu...?..katakanlah mas....
janji gak marah......???aku hanya mengangguk sambil senyum
pak Anton selalu memuji muji kecantikan mama...
katanya pantat mama mirip pantat Inul...lah....
bibir mama seksilah.......pokoknya macem macem...
masak sih pak Anton ngomong gitu mas....???
iyaaa....keliatannya beliau sangat tertarik sama mama...
aku hanya tersenyum....
suamiku kok gak cemburu yah?..ada orang lain yg mengagumi isterinya....
mau ggak nemenin Pak Anton semalam aja?.....
hah???.....bagai disambar petir ..aku terkejut mendengar perkataan suamiku.....
ngaco ...mas..ini....kataku ketuss...
ya itu....lah ma....tapi aku dijanjikan akan dijadikan kepala bagian...ma....tolonglah ....apasalahnya mama nolong papa sekaligus nolong Pak Anton khan?.....
ngaco ah.....
tidur....ayo tidur.........


Sentuhan dan isapan Mas Rudi benar-benar lain malam ini, membuat birahiku seketika melonjak naik. Apalagi ketika bibirnya mulai turun dan menciumi bagian vitalku, aku sampai basah kuyup dibuat kenikmatan. Tiba-tiba Mas Rudi mengubah posisiku, dibuatnya aku menghadap kekanan dengan posisi membelakangi tubuhnya. Ia kemudian menjilati sekujur punggungku setelah menarik turun daster yang kupakai. Tangannya kemudian menyibak daster bawahku sehingga dasterku terkumpul diperut. Dari belakang, kurasakan tangan Mas Rudi menyerang vaginaku, bibir mungil bawahku dibelai dengan jari-jarinya, kadang jari tengah disisip dan digesekkan tepat dibelahan vaginaku.

"Ouhh..," aku merintih kenikmatan saat jari tengah Mas Rudi mulai mengocok vaginaku dari belakang.

Sepuluh menit kocokan jari itu kurasakan, aku sudah melayang dan nyaris sampai puncak. Tapi mendadak jari itu berhenti dan dicabut dari liang senggamaku yang sudah monyong-monyong kenikmatan.

"Kok berhenti mas..," aku tetap terpejam dan membelakangi Mas Rudi.

Mas Rudi diam dan kembali mencumbuiku, tapi tetap tak bersuara. Masih dengan tubuh mebelakangi Mas Rudi, aku mencoba meraih bagian celana suamiku. Tapi, astaga, punya Mas Rudi ternyata bangun malam ini, tegak dan terasa keras.

Karena bingung campur penasaran, kupicingkan mata dan segera berbalik kebelakang.

"Haahh, pak Anton ....., apa-apaan ini?" aku sangat terkejut karena ternyata yang sedang mencumbuiku ternyata Pak Anton, bukan Mas Rudi. Anton juga terkejut, mungkin tak mengira kalau aku akan bangun. Tiba-tiba tangan kekar Anton membekap mulutku dan ia pun segera menindih tubuhku.

"Ayo Tiin, please.. Tolong aku, ini sudah tanggung.., jangan melawan kalau tak mau kukasari," Anton sedikit mengancamku.

Keadaan memang sudah tanggung, aku dan Anton sudah sama bernafsunya. Tapi aku harus melawan, aku tak boleh begitu saja pasrah, aku gengsi dan malu dong. Namun aku tak berkutik ditindih berat tubuh Pak Anton.....

"Jangan Pak....., aku takut Rudi tahu," pintaku, walau sebenarnya aku pun ingin menikmati cumbuan itu lagi.
"Hsstt.., Tin..... Tolong aku. Oke aku tak akan masukan penisku ke vaginamu, tapi tolong bantu aku sampai aku puas ya..," Anton merengek.

Pak Anton aktif lagi mencumbuiku. Sudah kepalang tanggung pikirku, sehingga akupun pasrah terbawa cumbuannya. Dengan posisi menindihku, Pak Anton membuka celananya dan menempelkan penis panjangnya yang sudah tegap di vaginaku. Menepati janjinya, penis itu tidak dimasukan dalam liang vaginaku, tetapi hanya digesekkan saja dipermukaan vaginaku. Lima menit berlalu rupanya pertahananku hampir bobol. Meski tak masuk keliang nikmatku, namun gesekan penis Pak Anton... ditambah bobot tubuhnya diatas tubuhku membuat vaginaku menerima rangsangan yang cukup dibagian klitorisnya.

"Emmhh.. pak..........," akhirnya erangan nikmatku keluar juga. Saat itu kurasakan klitorisku mulai membesar dan denyutan kecil mulai terasa mengitarinya, aku hampir orgasme.
"Tin.....," Pak Anton memanggilku dan menghentikan aktifitasnya. Setelah itu kurasa dia memindahkan posisi penisnya sehingga ujung penisnya tepat berada dibelahan bibir vaginaku yang sudah basah kuyup.

Pak Anton kini lebih berani, penis itu ditekan masuk ke vaginaku yang memang sudah resah menunggu. Akhirnya aku dan Anton bersenggama, ya Pak Anton jadi pejantanku malam itu. Kuakui mungkin Pak Anton lah pria pertama yang memberi kepuasan begitu dasyat padaku. walaupun pada awalnya ia kewalahan dengan goyangan erotisku.........
Duhhss, Pakk......, cepeetaan dong.. Titin..... nggak tahaan.. aahhmmpp," belum selesai ceracauku, Anton sudah menyumpal bibirku dengan mulutnya. Disedotnya seluruh bibirku dengan nafsu, dan penisnya yang tegang mulai amblas dalam vaginaku. Bleess.. jleepp.., Jdia mulai menggoyangku dengan sangat nafsunya.
"Eiihh.. huuss.. eenaakk sekallii Tin... memekmu enaak..," Pak Anton terus menggenjotku.
"Aahh.. ohh..," aku mulai merasa nikmat yang sama menjalari tubuhku, pinggulku kubuat seirama kocokan penis nya.

Tapi rupanya gerakanku itu salah, karena membuat nafsu Pak Anton tak terkendali. Baru lima menit gerakan pinggul kulakukan, tubuh Pak Anton sudah mengejang kaku diatas tubuhku.

"Ahh.. uueennaakk.. sayaang," crot.. crot.. Pak Anton orgasme karena nafsu yang sangat tinggi akibat goyangan dan suara erotisku.

dia ingin mencoba dengan posisi yang baru..... nungging.. badanku dibaliknya dan membantu posisiku menjadi tengkurap....lalu Pak anton mengangkat pantatku keatas...dan aku dudah betul betul mendongakkan pantatku keatas....posisi anjing ingin bersetubuh begitulah kira kira poseku saat itu.......

"Nah.., akan kubuat kamu lebih enak dari yang tadi. Anggap saja aku suamimu Tin....." Pak Anton membelai-belai bokongku, lalu jongkok tepat di belahan bokongku. Tangannya menyibak bongkahan bokongku sehingga vaginaku jelas terlihat olehnya, setelah itu, astaga, Pak Anton mulai menjilati vaginaku.
"Ahh.. sstt Pakk.. aouhh gelii Pak," aku tak bisa lagi berpura-pura, jilatan nya dalam posisiku nungging begitu terasa nikmat sekali.

Mendengar desahku dia kembali menjilati alat vitalku itu. Cukup lama Pak Anton menciumi dan menjilati vaginaku, sampai kurasa sesuatu mulai mengumpul di paha, pantat dan bibir vaginaku itu. Aku hampir orgasme.............yah....kedutan kedutan nikmat mulai mendesak dari dalam rongga vaginaku........
achhhh....shhhhhhhhhh....aku kelojotan....badanku kuhempaskan kebawah..........aku tengkurap lurus.....kenikmatan orgasme yang begitu dahsyatttt.......
aku dibiarkannya kelojotan menikmati enak yang tiada taranya ini kemudian Pak Anton mulai kembali menggasakku......kontolnya yang besar panjang dan tegang langsung menusuk ke liang nikmatku.

"Ahh, enaak ya Tin?....," Pak Anton menggenjot tubuhku dari belakang, maju mundur.

Aku terbuai, posisiku hampir kalah, kedutan kecil mulai tercipta di dinding vaginaku. Pak Anton mempercepat goyangnya, hingga sepuluh menit kemudian aku semakin merasa mau jebol. Posisi nunggingku sudah utuh, tangan tak lagi menyangga tubuh. Kini aku seperti tiarap dengan kaki berlutut di atas tempat tidurku...., Pak Anton ikut jongkok, aku mirip betina yang sedang di setubuhi jantannya.

"Ouughh..Paakk.., akuu.. ammpuun..," pertahananku jebol, kurasakan semua sendiku ngilu, dan kedutan di dinding vaginaku menjepit-jepit penis PakAnton yang masih aktif.

Tapi tak lama berselang, ia pun sampai puncaknya, dan tegang kaku di atas punggungku.

"Ahh ssshhhh....Tiiiinnnn... ohh," Pak Anton masih menidihku, dan posisi kami masih seperti pasangan jantan dan betina yang sedang senggama.
Kurasakan kedutan kelamin kami berpadu sampai akhirnya hilang perlahan, aku ngantuk dan terpejam, aku tertidur pulas dibuai kenikmatan dari penis Pak Anton.....Pimpinan Suamiku.......

Paginya aku terbangun dan kulihat Pak Anton sudah tak ada lagi.....mungkin keluar dengan suamiku Rudi.......fikirku...maklum sudah jam setengah sebelas siang.....


"Mas.., kemana aja semalaman?....." tanyaku pada Mas Rudi malam itu. Kami sudah berbaring di kamar karena memang jam sudah menunjuk angka 10 malam.
"Heemm, kenapa sayang? ..........Aku keluar....memberi kesempatan pada Pak Anton.....katanya dia segan bila ada aku dirumah.....," Mas Rudi menjawab sambil memeluk tubuhku.

Mas Rudi kemudian menjelaskan padaku tentang bagaimana Pak Anton yang selalu memuji kecantikanku dikantornya....dan bagaimana juga ahirnya suamiku ini menawarkanku pada pimpinannya agar karir serta jabatannya menjadi mulus........

"Tapi Mas..,"
"Sudah sayang.., kamu nggak usah takut. Itu resiko kerja namanya," katanya lagi.

Pembicaraan kami akhirnya berhenti, dan kami berdua terlelap tidur. Seharian tadi memang aku sangat capek aku hanya beristirahat dikamar setelah digenjot boss suamiku ,.

"Sayang.., bangun sayang..," suara Mas Rudi membangunkan aku pagi sekali......
"Tuh dengar.. Sepertinya ada yang masuk ke rumah," kata Mas Rudi saat aku membuka mataku. Benar saja, di ruang tamu rumah kami terdengar banyak langkah kaki dan suara berisik. Mas Rudi segera bangkit dan membuka pintu kamar.

Bapak baru bangun?.....
maaf ...mengganggu....
ini kami disuruh pak Anton mengantarkan mobil dinas Operasional......karena kata beliau saat ini bapak diangkat menjadi kepala bagian Operasional.......
akupun keluar kamar....suamiku tersenyum kepadaku.....
dan berbisik.........ini karena pelayanan Mama yang luar biasa...sehingga Pak Anton menepati janjinya........
memek mama benner benner enakkkk....
itu dibisikkannya setelah suruhan pak Anton telah meninggalkan rumah kami.........


Visits: 87888
   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 15293   Help/FAQ   Terms   Imprint