Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: WHERE COUNTRY IS BEST IN ASIA? · More of this
    Search
 

   

Swapping
Malam minggu kemarin aku dan keponakanku Rico menghabiskan malam di sebuah café di bilangan Sudirman Jakarta. Kami duduk duduk di pojokan bar. Minum dan menikmati musik. Suasana malam itu cukup ramai maklum malam minggu. Musik rock yang di bawakan oleh live band membuat suasana menjadi cukup panas.

Rico berdiri di belakangku yang duduk di bar stool di pojokan bar itu. Seperti biasa tangan Rico tak pernah bisa diam. Ada saja yang di lakukan nya untuk menggodaku. Entah itu meremas payudaraku atau sekedar mencumbu belakang leherku.

Suasana semakin memanas ketika live band sudah berhenti dan di ganti dengan house music. Sambil bergoyang Rico terus menggerayangi tubuhku. Bahkan bar stool yang aku duduki di putarnya hingga kami berhadap hadapan. Ia berdiri diantara kedua kakiku.

Kami bercumbu begitu panas tanpa memperdulikan sekitar. Bahkan Rico sempat menyelipkan jarinya ke dalam celana span yang kukenakan. Rico memberikan Hand Service kepadaku selama beberapa saat. Sempat kuperhatikan beberapa orang mencuri curi pandang ke arah kami yang menjadi tontonan gratis. Aku tak perduli.

Bahkan kudapatkan klimaksku atas permainan jari Rico di selangkanganku. Desahku tertahan dengan lumatan bibir nya di bibirku. Permainan usai. Aku kembali menghadap bar meminum minumanku dan menyalakan Rokok.

Diujung sana seorang laki laki bule mengacungkan jempol ke arah kami, memberikan salutnya.
Aku hanya tersenyum saja. Teman wanitanya yang juga bule tersenyum ke arah kami, dan mengangkat minuman nya sebagai tanda salut akan apa yang kami perbuat beberapa menit sebelumnya.

Beberapa kali mata kami bertemu. Kulihat teman wanitanya pergi meninggalkan nya. Dengan ekor mataku kuikuti kemana dia berjalan. Ternyata ia menghampiri Rico yang rupanya sudah meninggalkanku beberapa saat untuk bergoyang mengikuti irama musik. Rico bergoyang sendirian di pojokan itu.

Sementara wanita bule itu berjalan mendekat kearahnya. Ia pun mulai bergoyang seirama dengan Rico. Jarak antara mereka begitu dekat sekarang. Kadang mereka berbisik entah apa yang di bicarakan mereka. Tarian mereka pun semakin panas. Rico bahkan sekarang telah memeluknya dari belakang.

Seiring dengan irama lagu mereka melakukan gerakan gerakan erotis. Kulihat berkali kali Rico menjamah payudara wanita itu. Yang kutaksir berumur 30 an. Kadang mereka berciuman sambil terus menari. Tarian mereka semakin memanas. Tangan Rico sudah berada di dalam tank top wanita itu dan terlihat jelas sedang meremas remas payudaranya.

Sementara wanita itu terus saja bergoyang sambil menikmati remasan Rico.Wanita itu tersenyum ke arahku. Aku pun membalas senyumnya.

“Hello I’m Steve” aku di kejutkan dengan bisikan yang begitu dekat dari telingaku. Ternyata pasangan wanita tadi telah menghampiriku. Kami bersalaman dan saling mengenalkan diri.

“I hope you don’t mind about that” katanya sambil menunjuk Rico dan Temannya yang terus menari erotis.
“No not at all” aku tersenyum dan menggeleng
“My wife crush on your err…Is he your boyfriend?”
Aku hanya mengangguk

Steve mengatakan bahwa istrinya bernama Ellen dan dia juga bilang dia dari tadi memperhatikan aksi berani kami. Dan dia terang terangan berkata bahwa Istrinya menyukai Rico. Aku senyum senyum saja mendengarkan nya dan sesekali menjawab pertanyaan nya.

Beberapa saat kemudian Rico dan Ellen menghampiri kami.
“Oh you have a hot boyfriend you know” Ellen berkata “You didn’t mind about that did you”
“Not at all” kataku tersenyum

Selama beberapa saat kami mengobrol dengan Ellen terus di peluk Rico dari belakang. Steve sendiri begitu sopan. Kami hanya mengobrol. Tanpa ada sentuhan sentuhan yang berarti. Ellen begitu manja bergelayut pada Rico seolah olah pasangan yang sedang kasmaran.

“I think my wife really like him” Steve berkata padaku
“No doubt about that” Aku tertawa
“Listen, if you don’t have any plan after this err… you guys can come with us to our hotel. It’s not far from here”
Aku tertawa saja mendengar tawaran nya.
How bout that?”
“Sounds great” Kataku

Akhirnya kami keluar dari Café itu dan menuju hotel mereka yang tak jauh dari Bundaran HI. Dengan Rico mengemudi, Ellen duduk di sebelahnya. Sementara aku dan Steve duduk di belakang. Steve sudah berani merangkulku di mobil sekarang. Perjalanan menuju hotel mereka hanya 10 menit saja.

Sesampainya di kamar hotel, Ellen begitu liar. Dengan pro aktif ia menciumi dan melumat bibir Rico. Dalam beberapa detik saja pakaian mereka sudah terlepas semua. Tanganku di tarik oleh Steve. Ia mendudukanku di pangkuan nya. Sementara kami menonton secara langsung istrinya di setubuhi oleh Rico.

“See that hun?” Ellen Berkata “See this local boy, He is Fucking your wife Steve”
“Look He is Inside Me” Ellen terus meracau. Terus berkata kata seolah mengejek Steve yang menonton istrinya di gauli laki laki lain.
Pertunjukan itu berlangsung selama 40 menit. Daya tahan Rico memang tak di ragukan. Kami terlena menyaksikan aksi live tersebut. Rico dan Ellen begitu ganas di tempat tidur. Begitu liar.

“You are really really great” Ellen berkata setelah mereka seleasi. Dan dia mencium Rico dalam dalam. Tampak benar mereka menikmatinya. Sprei sudah berantakan. Bantal berjatuhan.

Steve mendorongku agar berdiri.
“I bet you are equal as your boyfriend” Steve berkata sambil menyeringai dan mengusap usap selangkangan nya sendiri. Aku terawa memperhatikan nya.
“Come on, take your clothes off” katanya

Aku mulai melucuti pakaianku. Sementara Steve terus mengusap usap kemaluan nya. Rico terus menggodaku. Sampai aku tersipu sipu di buatnya. Bahkan ketika aku mulai jongkok diantara kaki Steve Rico tak berhenti menggodaku.

Sementara Ellen menberikan semangat kepadaku. Ia bilang agar aku jangan mau kalah dengan mereka. Aku tersenyum saja. Rico terus saja menggodaku. Bahkan beberapa kali aku harus melepaskan penis Steve dari mulutku untuk tertawa.

“You know Steve, She deep throat” Rico Berkata
“Really?” Steve berkata
“Really?” Ellen berkata keheranan
“You do deep throat sweety?” Tanya Steve kepadaku. Aku mengangguk dan memberikan tanda dengan tanganku di belakang kepala.

“You have to hold her head Steve” kata Rico.
Aku pun setengah berdiri dan bend over ke arah Steve. Tidak mungkin melakukan Deepthroat dengan berjongkok. Tak mungkin Penis sebesar itu masuk ke tenggorokanku bila aku tidak berdiri.

“Push her head down and hold it”
Aku merasa kepalaku di dorong oleh Steve. Kurasakan benda kenyal itu melewati tonsilku. Dan akhir nya sampai di tenggorkanku. Steve berteriak dan mendesah ketika tenggorokanku memijat Penisnya.

Tubuh steve yang begitu besar terus berkuasa atas diriku selama setengah jam berikutnya.

Visits: 53867
   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 23519   Help/FAQ   Terms   Imprint