Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: 2,3,5,7,11,?,17 · More of this
    Search
 

   

Flashing
Sekarang aku punya kesibukan baru, yaitu kursus bahasa perancis. Ya aku memang banyak ikut kursus ini itu dari dulu. Maklum aku tak pernah menyelesaikan sekolahku. Jadi kursus kursus ini sangat berjasa dalam mengembangkan dan merangsang logikaku untuk berkembang. Jay yang dari dulu menyuruhku ikut berbagai macam kursus. Dari mulai bahasa Inggris sampai kursus kepribadian John Robert Powel.

Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, ketika aku sedang makan di sebuah fast food di bilangan kebayoran sehabis kursus bahasa perancis yang ku ikuti. Sedang asyik asyiknya makan aku di kejutkan oleh teguran seorang anak muda, Alex teman kursus ku. Yah aku sendiri tidak keberatan di temani makan malam oleh Alex.


"Mba ini udah nikah belum sih?"
"Kenapa gitu?"
"Kok kayanya nyantai banget, abis kursus gak langsung pulang"
"Ngga aku masih sendiri"
"Oyah? Kerja dimana mba?"
"Aku wiraswasta"
"Bidang apa mba"
"Panti Pijat" Kataku bercanda lalu tertawa.

Rupanya omongan tentang panti pijat ini benar benar di manfaatkan oleh Alex untuk terus berbicara seputar itu yang kujawab asal asal saja. Sambil tertawa tawa kami teruskan obrolan imajiner tentang usahaku yang panti pijat ini.

Aku yakin Alex tahu aku cuma bercanda waktu bilang usahaku panti pijat. Dia cuma mencoba ikut ikutan gila dengan obrolan ini.

"Mba kalau di pijat itu cowok apa cewek?"
"Cowok lah" Kataku asal saja, sambil senyum senyum.
"Telanjang ga?" Katanya tambah jail
"Iya dong"
"Mba apa cowoknya yang telanjang?" Katanya menggoda
"Dua dua nya" Kataku semakin menggila

Kami tertawa.

"Mba kan udah tua, emang kalau telangjang ada yang mau?"
"Eh sembarangan, gini gini badan gue masih kenceng tau"
"Masa siih???"

Kami Tertawa.

"Tapi serius nih emang mba umur berapa?"
"34"
"C?"

Kami tertawa lagi.
"C?" katanya lagi menekankan minta jawaban.
"Emang keliatan nya?"
"Heheh gak keliatan kali..."
"Emang mau liat?"
"Mauuuuuuu!!!"

Kami tertawa lagi.

"Boleh ga?"
"Apaan?"
"Liat?"
Aku tertawa

"Boleh ga?"
"Apaan sih?"
"Liat"
"Liat apa?" tanyaku galak tapi menahan senyum
"Yang 34C"

Aku tertawa

"Boleh ga?"

Saat itu memang sudah hampir tutup di lantai 2 fast food. Kami tinggal berdua. Dan aku duduk menghadap tembok. Kubuka satu kancing hem yang kupakai.

"Tapi liat aja yah. Jangan di pegang"

Alex melotot, bingung campur senang tapi banyakan senangnya.
Kulepas kancing hem ku satu lagi. Dan kukeluarkan payudaraku sebelah kiri hingga ia bisa melihat putingnya. Kubiarkan ia melihat itu sebentar lalu kukancingkan lagi bajuku. Alex terbengong bengong dengan apa yang dialaminya.

Aku meneruskan makan tanpa ada obrolan lagi. Dia terus menatapku. Bulak balik melihat arlojinya. Tampaknya ia sedang memutuskan mana yang ia pilih pulang atau mengajakku ke suatu tempat.

Memang otak laki laki itu sempit. Tidak bisa pikir panjang.

"Mba suka dugem?"

Aku tertawa
Malam itu kami habiskan di sebuah club dengan aku terus menerus dalam pelukan nya. Hampir setiap saat tangan nya berada di dada dan selangkanganku.
"Emang ini 34C mba?" Katanya sambil memilin milin putingku dari balik baju yang kupakai
"34B" kataku

Visits: 43232
   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 15644   Help/FAQ   Terms   Imprint