Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: 2,3,5,7,11,?,17 · More of this
    Search
 

   

Tank Top
"Belanjaan nya boleh saya bawain Tante?" tegur seorang pemuda di sebuah mall di bilangan senayan. Ketika itu aku habis berbelanja. Pemuda ini begitu berani. Entah apa yang menyebabkan ia berani.
Apakah penampilanku yang memang seperti tante tante pencari laki laki? atau karena tank top yang begitu rendah belahan dadanya sehingga kesan slinky nya begitu tampak, atau karena rok putihku yang begitu pendek.
"Tante ini sexy loh, ada cewek yang berani pakai pakaian kaya tante" begitu ia melanjutkan ketika kami berjalan keluar dari mall. Ah godaan laki laki biasa. Khas berondong hahaha.

"Wangi lagi" katanya.

Itulah perkenalan awal ku dengan Rico. Rico ini bergerak cepat, memang pengalaman dalam mencari mangsa di mal mal. Tawaran berikutnya cukup mengejutkan.


"Kalau tante capek capek, aku bisa pijit loh tan" Begitu katanya sambil berbisik.
Aku tertawa saja. Kukatakan padanya aku tidak biasa di pijat.


Dia terus menawarkan jasa pijat itu. Kukagumi jiwa marketing nya. Kuterima tawaran nya dan aku ikut ke kost dia. Ternyata tidak main main, begitu kami sampai disana ia menyiapkan semuanya. Handuk hangat, massage oil dan aroma therapi.


"Silahkan tante di buka bajunya" katanya tanpa basa basi. Aku tersenyum dan melepas tank top ku dan rok yang kukenakan. Memang saat itu aku tidak mengenakan bra. Rico tidak melotot melihat payudaraku.


"Cd nya sekalian tante gak papa kok" katanya sambil tersenyum. Dan aku pun menurunkan celana dalamku dan melangkah keluar darinya. Sambil memijat punggungku Rico terus memuji tubuh telanjangku. Beberapa kali bagian sisi payudaraku di usap dan di pijatnya.


Pijatan dilanjutkan dengan berlama lama di belahan pantatku. Sampai ia akhirnya benar benar menusukkan jari nya kedalam lubang kewanitaanku. Aku hanya menikmati dengan pasrah. Kubiarkan ia bermain main disana. Tanpa ada perlawanan, sampai ia akhirnya benar benar menyetubuhiku.

Hampir satu jam aku di jadikan objek pelampiasan nafsunya. Sampai akhir nya kami benar benar mengalami beberapa kali orgasme.

"Tante hebat" Katanya "Jarang ada yang masih punya tenaga habis main kaya tadi" katanya. Memang setelah Rico selesai aku langsung turun dari tempat tidur mengambil air minum membasuh peluh dan menyalakan sebatang rokok. Aku tersenyum saja dengan pujian nya.

"Pasti susah ngalahin tante ya?" katanya.
"Ngga juga" kataku sambil tertawa.
"Masa sih?"
"Dari sejak kamu masih pijat pijat saja tadi aku sudah klimaks kok" kataku dengan jujur.
"Masa sih?" Katanya dengan heran.

Kujelaskan padanya bahwa pada dasarnya aku akan terima saja serangan serangan darinya dan menikmati apa adanya. Dan aku bisa menikmati permainan itu dalam waktu yang lama. Walaupun aku sudah mendapatkan klimaksku berkali kali, aku akan terus menerima.

"Selalu nafsu dong tan?" tanyanya lagi.
Kukatakan padanya bahwa aku tidak selalu bernafsu. Aku ini mudah terpuaskan. Hanya saja aku juga tipe wanita yang benar benar menikmati sex apa adanya, dengan kepasrahanku. Aku bukan wanita yang sulit di kalahkan. 10 menit cukup bagiku. Namun berjam jam pun aku terima.

Rico terbengong bengong mendengar penjelasanku. Dan bertanya bagaimana kalau dia undang teman nya untuk bergabung. Dan malam itu kami gila gilaan di sebuah rave, dan diakhiri dengan permainan threesome di rumahku. Aku selalu terima mereka, bahkan ketika mereka ajak satu atau dua teman.

Visits: 77551
   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 16139   Help/FAQ   Terms   Imprint