|
Welcome, guest. You are not logged in.
|
|
|

|
|
|
Winny The Pooh - cerita8
Sesuai janjiku pada kalian pembaca... dan karena memang cerinya nyambung jadi tanpa harus tunggu lebih lama lagi aku susun aja cerita sambungan ini. Semoga kalian puas dan basah membacanya.
Sekembaliku ke kamar di mana Diah dan Winny sedang tertidur pulas kelelahan, aku melihat sebagai dua mangsa yang siap dibantai ( disantap ) pada malam hingga pagi nanti. Abis cuci kaki aku tidur di tengah mereka dan tangan kananku memeluk Winny sedang tangan kiriku memeluk Diah, kelebihan tangan masih sempat dan dapat menggapai dada masing-masing di situ aku dapat menguasai total 4 buah dada sekaligus ( sepasang milik Winny dan sepasang milik Diah ), keduanya masih dalam keadaan telanjang bulat walau AC kamar masih menyala pada suhu di bawah 20 derajat Celcius seaka mereka tidak merasakan dinginnya udara dalam ruang tidur itu, bahkan menambah lelap tidur mereka setelah habis orgasme.
Aku coba pejamkan mata untuk mulai tidur, minimal istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga guna perang seri berikutnya. Namun karena dua tanganku masih menggenggam dua pasang dada besar. Karena susah tidur maka aku remas-remas terus aja dada-dada dalam gemnggaman sampe suatu ketika sipemiliknya bangun nah... sipemilik ini emang yang aku nantikan untuk dicoba... dia Winny adik ipar Kak Johnny. " Joss... loe kok ngegerayang terus sich ? " tanyanya sambil rada males buka mata. " Loe masih kepingin ya ? " tanyanya lagi karena aku tidak jawab pertanyaannya yang pertama. Aku jawab aja pake ciuman hangat... satu dua detik pertama dia ngga' ngebales... tapi pada detik selanjutnya aku merasakan bibirku dikemotnya hangat sekali...
Lama kami berciuman sampe aku harus lepas pelukan tangan kiriku yang tadinya meluk Diah... dan aku biarkan Diah tidur sendiri sedang aku asyik melayani Winny, memeluk tengkuknya dan mulai menindihnya sambil mulut kami tetap berciuman... sedikit berguling-guling... karena hotnya ciuman kami dan saat itu aku merasakan Winny mulai naik ( konak ) kutau dari desahan nafasnya yang mulai sering. Aku mulai menggosok-gosokkan meriamku pada lobang vertikalnya ( karena saat tidur kita bugil semua jadi bisa langsung ) agak lama sampe aku mulai mo masukin... " Joss jangan aku masih perawan " katanya mencoba melawan... " Kalo gitu digosok aja ya... tapi sampe sama-sama keluar " kataku. " Boleh asal kamu janji jangan dimasukin ya " pinta Winny. Kamipun asyik adu kelamin... gosok sana gosok sini sampe setiap ada kesempatan aku dorong dikit... tarik lagi... aku sebenarnya merasakan pada dorongan terakhir kepala bagianku sudah masuk... tapi masih ragu... walau saat itu dia ngga' melawan atau memperingatkanku untuk berhenti... aku tarik dulu... rasanya ngga' pas waktunya... nunggu dia yang minta ach... demikian pikirku.
Aku tiduran di bawah dan Winny menduduki meriamku... vaginanya ditaruh pas pada batang meriamku yang telah merafdang dari tadi... dia gosok maju mundur seperti kalo orang lagi main beneran... diputar-putar persis seperti apa yang dilakukan Diah padaku tadi. Winny tetap menghadapku... sehingga dengan leluasa aku dapat meremas dan memilin dada serta putingnya... sampe saat dia berputar cepat dan makin ganas... aku coba untuk mengarahkan meriamku supaya dapat masuk sedikit... berhasil... kabagku sudah mengarah di lobangnya... aku juga ikut irama putaran winny... sambil kalo ada kesempatan aku dorong lagi dikit... " Joss... aku ngga' kuat rasanya mo keluar... punya kamu di mana... masukin dech Joss... tapi pelan-pelan ya... supaya ngga' sakit " pintanya setengah merengek. Tanpa tunggu perintah kedua... aku mulai mendorong... perlahan tapi pasti... setengah batangku sudah terbenam... " Sakit Win ? " tanyaku. Dijawab dengan gelengan kepala... rupanya dia sudah tinggi banget nafsunya... aku pastikan dia tidak akan merasakan kesakitan... maka aku tekan sekaligus sisanya... benar... dia ngga' protes atau menunjukkan kesakitan... berarti benar kata Naek L. Tobing... kalo cewecnya siap... pasti ngga' sakit... dan mudah masuknya. Setelah meriamku tertancap penuh aku mulai aksi goyang yang sebenarnya dan Winny juga makin gila... Erangan kami keras sekali saat itu sampe Diah terbangun dari tidurnya dan melihat kami sedang bergoyang... dia diem aja... ngga' ngeganggu juga ngga' ngikut joinan. Winny bergerak naik turun dengan liar dan dadanya dalam remasanku... aku pilin-pilin putingnya hal ini menambah deras nafsunya dan terakhir dengan jeritan tertahan dia mengejang... " Aaaaaaacccccchh....... aaaachhhh " suara itu saja yang keluar dari mulut Winny. Sedang Diah mulai duduk di sisiku, sambil mengelus pundak dan dada Winny.... " Diah abis gini kamu ya... " kataku.... Diah diem seribu basa... Winny ambruk di dadaku yang bidang setelah melewati masa orgasme yang melelahkan... ngga' lama kemudian dia cabut dan " Diah cepet kamu naik " perintahku pada Diah...
Diah mengambil posisi Winny dan aku masih saja tiduran dan belum dapat keluar... baru mungkin pelumasnya aja... Diah mulai dengan membimbing meriamku untuk memasuki lobangnya yang masih kering sekali... meriamku berlumuran sperma Winny saat dalam genggaman Diah... Masuk perlahan... dengan hati-hati Diah menurunkan badannya... sampe amblas semua meriamku dalam vaginanya. Dia membungkuk dan aku dapat menggoyang maju mundur dan Diah balas dengan memutar pantatnya.... dada besar Diah bergoyang menyapu dadaku... menambah seeeerrrr rasanya. Diah sekarang bergerak maju mundur... dan aku bergerak denganputaran pinggul... agak kudorong ke atas supaya mentok dan makin seru... " Mas... enak ya kaya' gini... kalo bisa sering-sering aja saya nginep sini biar bisa gini terus... " Kata Diah diantara goyangannya yang agak melambat temponya. Rupanya Diah sedang mengatur nafsunya karena ngga' pengen keluar lebih awal.
Aku melihat Winny yang sedang tiduran males di samping pertempuranku dengan Diah... entah apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya... masa bodo ach... EGP aja lah. Kini aku balik Diah supaya dia yang di bawah dengan demikian aku bisa lebih leluasa merajam lobangnya yang sangat hangat dan menjanjikan kenikmatan itu... pada saat aku banting Diah di ranjang... aku lihat dadanya yang memang besar... bergerak kenyal... walau kandisi kamar saat itu remang karena lampu dalam ruangan dimatikan hanya sinar yang berhasil menerobos tidak cukup banyak untuk menyinari seluruh tubuh bugil Diah... tapi cukuplah untuk membayangkan mana kepala mana kaki... sesekali danpat sinar yang pas jatuh di dada baru bisa lihat dada... goyanganku dengan kaki lurus ke belakang... aku ayun keras... persis orang push up... aku bertumpu pada kedua lenganku yang aku luruskan sedang yang naik turun hanya pinggulku saja... pompaan cukup panjang karena batang meriamku emang ngga' bisa dibilang pendek... ( kalo ngga' percaya tanya sama Sammy ). --- No Comment !!! At least he've a big dick head like a mushroom ( Sammy Zara ) --- Diah mulai menggeleng-gelengkan kepalanya sedang raut wajahnya seakan menahan sesuatu.... " Aaaaachhhh.... mmmmmhhhhhhhh....hhhh " Erang Diah... rupanya dia udah nyampe... Aku cabut batangku dari Diah dan aku lap sedikit dengan selimut yang ada dekatku saat itu... lalu aku merangkak ke atas tubuh Winny... kali ini dia langsung menyambut dengan kedua tangannya merangkul tengkukku... aku cium Winny... sebagai pembukaan ( anggap aja permisinya orang mo ngentot ) aku gosok-gosok dulu depan lobang Winny... aku tindih Winny... aku dekap dia habis-habisan... rasa saat itu aku sayang banget sama Winny... ( iya lah abis dikasi perawannya kok ). Winny asyik mencium pipi, leher... belakang telingaku yang menambah hangat suasana... sambil perlaha aku masukkan meriamku pada Winny... kami bergoyang perlahan... aku mesti ati-ati soalnya khan Winny masih sempit... tapi saat itu aku rasakan sisa sperma Winny yang tadi banyak keluar dan belum sempat dibersihkan sudah mulai mengering... buktinya susah juga geraknya. Aku gerak dengan saling medekap dengan Winny sukup lama... mesra sekali saat itu... dan yang menambah mesra malam itu adalah suara hujan di luar... kudengar Diah berjalan ke kamar mandi mau basuh kali... aku masih saja asyik dengan goyangan perlahan dengan sesekali meremas dada Winny... kenyal sekali dada putih Winny... yang jelas ngga' pernah diremas cowoc... setahuku.
Aku berusaha membungkukkan badanku supaya bisa tetap goyang dan aku bisa mengulum putingnya... dengan sedikit miring... aku berhasil nggapai puting kiri Winny... aku mainkan dengan lidah... Winny tampak mengerang... Tiba-tiba aku mendengar lagu perlahan diputar dari CD playerku oleh Diah... dan dia menyalakan lampu kecil dekat meja computerku. Lagu itu seakan tambah menghanyutkan permainan kami... " Diah kamu coba ambil di laci meja itu ada sesuatu yang kamu suka di sana " perintahku pada Diah tanpa menoleh... " Apa... mana... auuu... " kaget Diah saat tangannya mencapai apa yang aku maksud, langsung ditariknya keluar dan ditunjukkan padaku. " Ini yang Mas maksud ? " "Iya... kamu suka khan ? " Barang itu adalah meriam dari karet dengan dua kepala... panjangnya sekitar 40 Cm... lalu dia bawa ke ranjang... " Wow... apa ini... asyik nich.... kok loe punya ginian buat apa Joss ? " tanya Winny saat mengetahui barang tersebut... dia mulai memasukkan barang tersebut dalam mulutnya... " Wah... seru " kata Diah... Diahpun merangkak dan bertumpuk pada lututnya dan mulai memasukkan ujung meriam satunya pada lobangnya.... " Sekarang kamu berdua main sendiri ya " kataku sambil mencabut batangku dari Winny. Dan mereka memasukkan masing-masing ujung pada milik mereka.... dan mulai bergoyang maju mundur... aku kangkangkan kakiku di atas dada Diah dan mulai memasukkan meriamku pada mulut Diah dan dia mengulumnya dengan hot sekali.
Lama permainan seperti itu dan detailnya aku sudah tidak terlalu jelas karena konsentrasiku terpecah antara Diah dan Winny. Yang aku ingat saat mereka berdua mencapai orgasme yang hampir bersamaan... aku cabut meriamku dari mulut Diah dan aku betot meriam karet dari vagina Winny yang telah duluan orgasme... lalu langsung aku masukkan meriamku... aku pompa keras sekali... karena takut Winny ngga' kuat lagi melayaniku sedang aku masih belum mencapai orgasme kedua malam itu.
Keras sekali aku hajar lobang kenikmatan Winny malam itu sampai goncangannya ngga' karuan lagi... pada saatnya kenikmatanku mencapai puncaknya... Winny keluar lagi untuk yang kesekan kalinya... bersamaan denganku kali ini... dia mendekapku keras sekali sambil menancapkan kukunya pada pungungku dan aku tidak perduli lagi... aku keluarkan semua muatan yang ada dalam vagina Winny... sampai pada semprotan terakhir aku masih tekan sekali lagi. Ku dekap lama sekali... ingin rasanya mengexpresikan rasa sayang terima kasih dan entah rasa apa lagi yang jelas puas banget dan kaya'nya suka banget aku sama Winny malem itu... dia tampak terkulai lemas.
Malam itu sampe pagi kami tertidur kelelahan... pagi hari saat aku bangun... ternyata Diah sudah ngga' ada di antara kita... sambil bermalas-malasan... aku keluar kamar untuk cuci muka... tiba-tiba... " Pagi Mas... capek ya semalem ? " sapa Diah sambil meletakkan sarapan pagi... " Eh kamu, kirain kamu kemana tadi " jawabku sambil tetap membasuh mukaku yang rasanya hangat dan tebal sekali... terus aku ambil sikat gigi sekalian gosok gigi. Abis gitu aku nongkrong di meja makan sambil ngopi dan ngrokok ditemenin Diah dan ngobrol kanan kiri... di situ baru tau kalo Diah itu baru lulus SMA tahun ini dan umurnya baru 18 tahun. Setelah ngobrol kemana-mana baru Winny bangun dan langsung gabung makan tanpa gosok gigi dulu...
Setelah sarapan kita bertiga mandi bareng dan pasti karena mandinya di shower, kita saling gosok badan teman yang lain dan buntutnya sudah pasti main lagi... ternyata Winny dan Diah emang doyan ngesek semua ketahuan Diah terus ngajakin main sedang Winny yang baru semalem kehilangan keperawanannya juga ngga' mo kalah... terima terus setiap ada kesempatan main... kami keluar kamar mandi sudah jam 10.30 berarti sekitar 2 jam kita main bertiga... sampe lemes badan rasanya. Untung mandinya pake air hangat... kalo ngga' mungkin udah beku kedinginan... mana pagi itu gerimis lagi...
Acara selanjutnya kami bertiga main di kamarku... Diah aku pasangin film dari Vivid Entertainment... judulnya Night Nurse... yang main Asia Carrera... doi mah cakep banget... dan doi salah satu bintang favoriteku... kalo ngisep asyik banget... gayanya minta banget... pokoknya buat kalian yang sering nonton filmnya Vivid pasti kenal... dan pasti setuju kalo aku bilang ngisepnya si Asia Carrera itu nafsuin. Sedangkan saat itu aku asik ngegumulin Winny sambil berdiri... dia lagi ganti baju... belum selesai pake bajunya aku ciumin dan gerayangin... rasanya ngga' bosen... gitu kali kalo pengantin baru... pas asyiknya ciumin Winny tiba-tiba pintu ada yang ngetuk dan belum sempet ngejawab udah... " Winn... kamu ada di rumah ? " terdengar teriakan dari luar rumah... " Joss... itu temenku yang semalem aku mo tidur rumahnya... si Nita " jawab Winny memberi penjelasan dan langsung dia ngeloyor keluar kamar tanpa menyelesaikan pake bajunya... jadi bajunya masih kebuka dadanya... ngga' pake BH lagi pagi itu.
Nita masuk dan langsung ikut nimbrung di kamar... " Wah lagi pada ngapain ni ? " sapa Nita. Nita ngintip film VCD yang sedang ditonton Diah di computerku... karena computerku pake monitor 17" layar datar... jadi makin seru aja nontonnya... " Pagi gini udah nonton film ginian " protes Nita. " Kenapa... khan pas... hari sedang hujan... dan kebetulan di rumah lagi sepi " jawabku. " Nah semaleman pasti abis ngapa-ngapain hayo... " goda Nita. " Salah kamu semalam kamu keluar sama cowoc kamu sampe jam berapa... aku capek nunggunya, makanya aku balik ke rumah aja... acaranya jadi makin seru... ngga' rugi aku pulang semaleman " jawab Winny. Aku baru tau kenapa Winny pulang dan ngga' jadi nginep di rumah Nita karena janjinya khan mo nginep sono. Ternyata Nita asyik pacaran... sampe Winny merasa nganggur sendirian pantes ditinggal pulang. " Sini Nit... nonton dari ranjang sini " ajakku pada Nita. Saat dia menghampiri dan mo duduk aku pegang jidatnya dan aku elus sepintas... pas dia duduk aku langsung rangkul... kaya' kalo ngerangkul adik aja. Sedang Winny duduk di sisi satunya... aku rangkul Winny juga...tapi Winny ngga' mo diem dia ciumin aku pelan-pelan... kadang ngelus... sesekali Nita menoleh ngeliat apa yang dikerjakan temennya. Sadar ngga' sadar rupanya Nita terpancing juga untuk ikut ngedusel... satunya karena suasana luar lagi hujan.... masang film blue... curtain masih tertutup... jadi suasana jadi tambah seru... dan rumah lagi sepi... semuanya itu makin meningkatkan libido Nita... juga mungkin yang lain. Akhirnya aku berhasil cium bibir Nita...ni temen Winny lama sudah aku kenal dia karena dia sering main ke rumah sini dan kadang dia ikut nginep... tapi selama ini aku hanya bisa menghayalkan bila dapat menciumnya... meremas dadanya yang perkiraanku minimal 36 B. Eh.... kali inin aku sudah dapat mencium bibirnya dan dia balas dengan hangat sekali... permulaan yang baik... dari bibir ke dada khan cuman sejengkal... dari dada ke pinggang khan cuman sejengkal... dari pinggang ke hutan khan juga sejengkal jadi kalo mo ngajak Nita main kira-kira tinggal 3 jengkal lagi... dengan hangatnya ciuman Nita... agak lama... aku coba pindahkan tanganku yang sedang merangkul Winny untuk pindah mulai pegang pundak dan langsung turun ke dada... ternyata Nita diam saja... aku remas-remas dadanya. Lalu aku lepas... aku padang wajah Nita dan dia hanya tersenyum lalu menundukkan wajahnya sambil bilang " Kenapa Joss... jangan ngeliat kaya' gitu ach... ".
" Iya ni... dari semalem Jossy gayanya nafsu mulu " jawab Winny.... yang aku balas dengan serangan ciuman pada Winny... dan kamipun bergumul di ranjang.
Pokoknya hari itu aku nambah lagi dengan Winny dua kali... Diah satu kali dan diiesep sama Nita sampe keluar dalam mulutnya satu kali... dan sebagai balasan untuk Nita aku jilatin dia ampe keluar dua kali... Emang kali ini aku ngga' main sama Nita... karena dia masih takut mengkhianati cowocnya... dia mo isep aku karena dia sendiri udah ngga' tahan ngelihat kami bermain.... Sore jam 4an baru kita selesai semua... dan kamipun mandi berempat... abis gitu Diah pamit pulang dan Nita masih di rumah sampe malam jam delapan pulang dianter sama Winny pada saat keluarga yang lain sudah dateng dari week end jam 7.30. Malam itu aku tidur sendiri lagi tapi kali ini dengan badan dan perasaan yang puas sekali... abis maraton ngerasain 3 cewec... mana badan ereka ngga' ada yang bisa dibilang jelek... rata-rata bagus dan menggairahkan... maklum mereka khan barang abru semua... usianya masih pada muda... toketnya juga rata-rata gede semua... ngga' tau kenapa kok bisa pas sama seleraku... toket gede... kenceng jadi ngeremesnya mantap Maannn.... dan anti selip....
Sekian dulu cerita tentang Winny the Pooh dan Nita aku anggap sebagai Pigletnga ( temen Pooh di cartoon )... kalo gitu Diah jadi Tiger donk.... ha... ha... ha... udah la ya la ya... see yaa....
|
|
|
|
|
Top
|
|
|
|
|
|
|
|