Kejadian ini sudah 14 tahun yang lalu. Waktu itu umurku baru 19 tahun. Masa itu film indonesia di penuhi nuansa panas. Sex adalah menu utama film Indonesia ketika itu. Hampir semua film yang di produksi saat itu mengusung tema yang sama.
Suatu hari aku menemukan sebuah iklan menarik dari sebuah surat kabar. Iklan Casting dan langsung shooting. Biasa saja. Sampai sekarang juga banyak iklan iklan seperti ini. Aku yang masih remaja waktu itu sangat tertarik dengan apa yang di tawarkan. Iming iming menjadi artis seperti biasa menggelitik keinginanku.
Pagi itu setelah melakukan janji temu aku datang ke sebuah production house yang saat itu memang sering memproduksi film film panas. Tempatnya biasa saja. Hanya sebuah rumah di salah satu perumahan di daerah Jakarta Timur.
Sesampainya aku disana aku disodorkan sebuah form isian sebelum aku di bawa ke ruang studio untuk wawancara dan test shoot. Aku yang tidak punya pengalaman sama sekali tidak merasa heran hanya aku sendiri yang di jadwal Casting waktu itu.
"Kami sedang cari bakat baru" Sebut saja Roy, laki laki berumur 30 an yang waktu itu meng-casting aku. Aku mengangguk saja. Suasana waktu itu juga santai. Kami berbicara di ruang kerjanya yang nyaman duduk di sebuah set sofa.
"Anda sering nonton film Indonesia?"
Aku menggeleng ketika ia mempertanyakan itu. Lalu ia menjelaskan bahwa film yang sedang di garapnya adalah sebuah film drama percintaan. Dimana artis yang memerankan nya di tuntut untuk melakukan adegan adegan percintaan. Dia berhenti untuk menunggu reaksiku. Aku diam saja.
"Anda keberatan mendapat peran seperti itu?"
Aku hanya tersenyum saja. Kurasakan pipiku merona merah. Aku tahu persis apa yang dimaksud dan kemana arah pembicaraan nya.
Ketika kami sedang berbincang bincang, masuk seorang aktor terkenal dan meminta maaf karena ia terlambat. Aku di perkenalkan. Wawancara pun diteruskan. Aktor ini duduk di sofa persis disebelahku. Hampir tak ada jarak diantara kami. Selama Roy mewawancaraiku, aktor ini terus saja memperhatikan tubuhku.
"Ada beberapa adegan yang mengharuskan anda tampil hanya dengan pakaian dalam" Katanya
Aku menggangguk saja. "Tidak ada masalah dengan ini kan?"
Aku menggeleng. Tampak samar samar mereka menyeringai.
"Anda tidak keberatan melakukan adegan percintaan dengan pakaian yang minim?"
Aku bertanya seperti apa tepatnya adegan percintaan itu. Ia pun menjelaskan bahwa ada banyak adegan dimana aku dituntut untuk berciuman. Aku mengangguk angguk saja. Dan dia menambahkan bahwa di beberapa adegan sebenarnya aku harus rela payudaraku di remas dan di perlihatkan seluruhnya.
Aku cukup terkejut mendengarnya. Tapi aku tetap menyetujui ketika dia minta persetujuanku. Akhirnya mereka meminta aku untuk menanggalkan pakaianku. Mereka harus memeriksa tubuhku katanya. Akupun melepas satu persatu pakaianku sampai menyisakan pakaian dalam.
Aku disuruhnya berdiri dan berputar. Mereka memeriksa setiap senti dari tubuhku. Mungkin mencari cacat atau ketidak mulusan nya. Mereka cukup puas dengan tidak menemukan suatu cacat apapun pada tubuhku.
Tanpa meminta persetujuanku, bra yang kukenakan pun di lepasnya. Aku diam saja menerima pelecehan ini. Aku diminta menari dengan erotis. Sampai akhirnya perlahan namun pasti aku di giring kearah persetubuhan. Aktor itu akhirnya melakukan nya padaku.