Sudah lama sekali aku tidak pakai narkotik. Memang tidak berhenti total. Kadang aku masih menggunakan shabu shabu. Namun tidak menjadi kebutuhan rutin. Hanya kalau teman mengajak saja. Itu pun hanya sekali sekali.
Namun hari itu aku benar benar kangen sekali merasakannya. Aku sendiri sudah tidak pernah beli lagi. Aku tahu tempatnya. Tapi udah lama sekali aku ga pernah beli sendiri. Akupun tidak punya perlengkapan nya.
Akhirnya siang itu aku putuskan untuk mencoba keberuntunganku. Aku kemudikan mobilku ke daerah Jakarta Timur dan kuparkir di sebuah taman. Ada beberapa mobil disana. Jadi masih sama seperti beberapa tahun lalu. Tempat ini masih menjadi tempat transaksi. Aku buka jendela ku dan mulai menyalakan rokok.
Satu dua orang memperhatikanku. Tampak beberapa transaksi cukup jelas disana. Tapi tak satupun kukenal. Seorang anak muda mendekati mobilku dan menyapaku.
"Cari siapa tante?"
"Cipto" kataku pendek
Si anak muda cair begitu kusebut nama sakti ini. Dia bilang kalau cipto sudah tertangkap beberapa bulan lalu. Dia tanya aku cari apa. Aku bilang kalau aku cari shabu shabu. Aku jelaskan padanya kalau aku ga punya alat alatnya juga. Kalau bisa ada yang bantuin. Bisa pakai sama sama kataku. Anak itu terbelalak dan dia bilang akan dia tanyakan teman nya.
Beberapa menit kemudian ia kembali beserta tiga orang teman nya.
"Tante, mau shabu?"
Aku mengangguk
"Tapi mau pakai sama sama kita orang?"
Aku mengangguk lagi.
"Dimana?"
"Hotel aja" kataku
"Kita bertiga gak papa?
"Boleh aja"
Akhirnya kami bertransaksi. Membeli beberapa gram barang haram itu dan meluncur ke sebuah hotel. Disana Rudi (salah satu dari mereka) langsung mempersiapkan bong, foil dan kompor nya. Sementara aku mengobrol dengan Fey dan Iwan.
Setelah Rudi mempersiapkan semuanya Fey dan Iwan membuka kaus yang mereka kenakan.
"Tante, Sorry ya kita buka baju"
"Gak papa kok, biasa" Kataku tersenyum
Mereka membuka baju nya hingga tersisa celana dalam saja. Aku sendiri masih berpakaian lengkap. Kami bergantian menghirup asap putih setan itu. Rudi yang men'dokter'i aku pura pura tidak sengaja beberapa kali menyentuh tubuhku.
Aku tahu persis apa yang ada di otak mereka. Parfumku yang berbau erotis tentu saja tercium oleh mereka. Bahkan ketika Rudi membantu ku menghisap asap setan itu, ia memposisikan tangan nya tepat di payudaraku. Sehingga hampir separuh tangan nya terbenam menekan payudaraku.
Dengan di pengaruhi shabu shabu yang kami hisap bersama sama malam itu kami lewatkan dengan persetubuhan yang begitu dahsyat. Seolah olah tanpa lelah mereka bersama sama dan bergantian menikmati tubuhku yang hari ini juga begitu bernafsu.