Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: WHERE COUNTRY IS BEST IN ASIA? · More of this
    Search
 

   

Preman Perkosa ABG
Hari sudah mulai sore . Suara canda dan tawa khas ABG , sambil berjalan menuju pintu gerbang sekolah . Ada yang di jemput oleh orang tua mereka , ada yang membawa mobil pribadi dan ada juga yang naik kendaraan umum. Mereka baru selesai latihan paduan suara .

Aku sangat hafal dengan , aktifitas anak anak SMU ini . Karena Aku sudah sebulan ini di sekolah ini sebagai tukang banguan . UsiaKu sudak tak muda lagi , 45 tahun ,

Aku telah bercerai dengan istriKu , setelah dia ngamuk karena Aku memperkosa adiknya. Adiknya yang berusia 18 tahun , Aku perkosa hingga pingsan dan masuk rumah sakit . Lalu Aku di cari cari polisi , tapi aku sempat kabur ke Jakarta .

Di Jakarta , Aku bekerja sebagai germo di kalijodoh , dan juga menjual ganja . Sempat Aku hidup senang selama 4 bulan , tapi Akhirnya aku di gerebek polisi , Aku kabur , tapi satu anak buahKu di tembak mati polisi . Kini , untuk sementara , dan sembunyi aku bekerja sebagai tukang bangunan di SMU ini . Aku di bayar murah , tapi Aku boleh tinggal di gudang sekolah ini.

Aku bersama satu anak buahKu . Gito Tatto namanya , dia berasal dari daearah yang sama sepertiKu . Dia residivis kambuhan , sering keluar masuk penjara . Tapi setelah kenal Aku dia lebih banyak bersamaKu .

Di SMU ini , ada seorang gadis cantik , putih kulitnya , dan matanya sipit . Namanya Adinda. Postur tubuhnya kecil , rambutnya hitam , panjang sebahu . Sehari hari , Aku selalu memperhatikannya , terutama sebagian betis dan pahanya .

Dia selalu memakai rok abu abu yang mini . Aku selalu memperhatikan anak ini . Dan dia tampaknya sudah punya pacar . Aku pernah melihatnya berciuman , dekat WC sekolahnya . Aku benar benar bergairah melihatnya.

Setiap hari , Aku selalu mencari informasi mengenai gadis ini . Dari informasi yang kudapat , dia kelas 2 SMU , dan baru saja merayakan ultahnya yang ke 16 tahun , bersama teman teman . Dia jarang sekali di jemput ortunya . Pulang pergi sekolah dia biasa nebeng temannya , ataupun naik kendaraan umum .

Aku sampai , pernah memanjat atap dan membuka genting untuk mengintip dia lagi dalam WC . Saat dia ingin pipis , Aku melihat , dia mengangkat roknya , dan celana dalamnya yang pink terlihat jelas . Aku meraba raba penisKu sendiri , yang langsung ngaceng melihatnya. Ketika dia membuka celana dalamnya sebatas lutut , lalu jongkok .

Aku sempat melihat vaginanya , dengan sedikit bulu bulu halus di bukitnya . Tak cukup jelas , karena aku melihatnya dari atas . Tapi , aku jadi sangat nafsu sekali . setelah itu Aku makin tak bisa menahan diri .

Lalu Aku menyusun rencara . Aku mengajak , Gito . Aku menantikan saat saat , mereka habis latihan paduan suara . Dimana hari sudah larut .

Ketika Adinda , hendak masuk ke mobil temannya , sore itu , Aku mencegatnya , “ dik , Pak Bondan , mencari kamu , kamu di suruh ke ruang aula “ kata Ku.

“ aduh , si bandot itu kenapa sih , kasih gua tugas gak abis abis , udah eloe jalan ajah deh , entar gua pulang sendiri aja “ kata Adinda , lalu turun dari mobil .

Dia bergegas ke ruang aula , aku mengikutinya dari belakang . Karena pintu depan telah di kunci , Adinda harus jalan lewat samping , untuk tiba di aula itu . Ketika melewati gudang yang ada di samping sekolah itu , tiba tiba Gito , mendorongnya masuk ke gudang itu .

Suara guntur , bergerumuh , dan hujan mulai turun . Dan seorang gadis SMU , Terlentang di atas meja dengan tangan terikat pada kaki meja , dan kakinya menjulur kebawa . Mulutnya Aku sumpal pakai kain kain bekas .

Dia meronta , kakinya menendang nendang , dan roknya tersingkap , wah celana dalamnya yang putih pun terlihat , membuat peniskuKu langsung ngaceng. Aku memainkan pisauKu . Dia tampak ketakutan sekali , tiba tiba , celana dalamnya basah , dan nampak cairan kuning membasahi celananya . Dia ketakutan sampai terkencing kencing .

Aku meninggalkannya sebentar , untuk Setelah memastikan , semua orang sudah pulang , Dan Aku mengembok pintu gerbang sekolah , Lalu Aku kembali ke gudang , bersama Gito .

Aku melihatnya , air matanya berlinang . Dia sepertinya memohon padaKu untuk melepaskannya . Dan sesekali meronta , namun sia sia Aku mengikatnya kuat pada kaki meja .

“ Bang Togar , kapan mau mulai , koq cuma di lihatin saja , Gua dula deh yang e-n-t-o-t-i-n dia …” kata Gito . “ Gito , macam man Kau ini , Gua sedang menikmati wajahnya yang mengiba , minta di e-n-t-o-t , guoblok …” kataKu sambil tertawa . Lalu mendekati gadis malang itu .

“ Gito , Kau tunggu saja dulu , Aku dulu baru kau …” kataKu lagi . “ OK deh bosss…” jawab Gito .

Aku mulai mengelus elus pahanya , tapi dia meronta . “ Plak ..” Aku menampar pipinya ,” diam loe jangan meronta , Aku bunuh baru tau loe …” . Aku kembali mengelus elus pahanya yang mulus . Yang selama ini Aku impikan . Lalu aku membuka lebar pahanya .

Aku menatap , celana dalam putihnya yang basah oleh pipisnya tadi . Aku mendekatkan hidungKu pada noda kuning di celana dalamnya. Aku menciumi bau aroma air pipisnya , membuat penisKu makin keras , meronta dalam kolorKu minta di keluarkan . Kepala gadis itu berkerak ke kiri kekanan .

Lalu Aku menciumi pipinya , lembut sekali rasanya , juga lehernya , aku jilat, dan Aku membuat cupang . Dia tak berani meronta tampak pasrah Dia takut ancamanKu ”

Aku meraba dadanya , terasa dekat jantung berdegub keras . Lalu Aku meremas buah dada yang mulai tumbuh itu . Aku membuka bajunya , Aku tarik kuat sehingga kancingnya putus . BHnya aku naikkan keatas .

Dan sepasang buah dada yang kecil , dengan putingnya yang memerah kecil tampak jelas . Aku menjilat dan menyedotnya kuat kuat dan penuh nafsu . Terdengar erangan tertahan .

Auk menatap wajahnya yang pucat , melepas sumbat di mulutnya , aku mau mendengar rintihannya. “ Bang , ampun bang jangan bang…..” begitu katanya ketika sumbatnya Aku buka .

Namun “ plak…” Aku menamparnya . Belati ku aku mainkan di hadapan mukanya “baik , eleo boleh pilih , gua e-n-t-o-t atau gua bunuh ” .

Dia terisak , “ ampun jangan , jangan bunuh , bang… ampun saya mau..saya mau….” .

Aku tertawa ,” nah gitu , bagus…..” . Lalu aku meremas kembali tetenya yang kecil itu , Dia meringgis , dan mengigit bibirnya , aku menyedot nyedot putingnya . mengigit putingnya yang merangsang itu . Andinda mengerang “ Agh , Sakit……” katanya.

Puas memainkan tetenya , aku membuka rok abu abunya ,dan celana dalam . Aku melebarkan kakinya , dan menatap vaginanya yang kecil . Bulunya benar benar halus . Aku mebuka lebar vaginanya dangan jariku . terlihat , klitorisnya yang kecil dan lobangnya yang memerah dan tampaknya masih rapat .

Aku tersenyum , sial indah kali vagina nya kataku dalam hati . “ Hei , eloe pernah di e-n-t-o-t belum…” aku bertanya . Dia menanggis tak menjawab .

Aku lalu menjilat bibir vagina nya . Dia mengelijing , Aku terus menjilatinya . Lalu dengan jariKu , Aku memainkan lobang mvaginanya . Dia mengelijing , “ agh , tolong ampun “ katanya pelan , sambil terisak .

JariKu sedikit aku masukkan , dia menjerit pelan “ Aww , jangan ahh sakit…” . Wah mungkin dia benar benar perawan pikirKu . Lalu aku membuka celanaKu , dan penisku yang ngaceng itu , Aku arahkan ke lobang vaginanya . Dia menjerit “ ampun bang , jangan.. tolong bang….jangan….”

Dengan sekuat tenaga , Aku melesakkan penisKu ke dalam lobang vaginanya yang terasa sempit itu . Adinda menjerit histeris “ AHHHH. , sakit ampun….” . Aku membenamkan penislKu dalam vaginanya . Terasa hangat dan berdenyut denyut .

Kulihat badang Adinda mengejang , dan dia mengigit bibirnya , Kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan . Aku perlahan menarik penisKu keluar , lalu Aku menekannya lagi , lalu mendiamkan sebentar , Kemudian Aku menarik keluar lagi sampai lepas . Aku mau melihat lobang vaginanya .

Lobang vaginanya tampak membesar dan tampak ada darah yang mengalir keluar . “ yah inang , eloe benar benar perwan yah “ kataKu . Aku memasukan lagi penisku dalam lobang vaginanya . Sekali hentakan keras , amblas semua batang penisku masuk ke lobang vaginanya . Dan Adinda gadis SMU yang cantik itu , menjerit keras ,” ampunnn sakit” .

Wajahnya tampak pucat , desah nafasnya terdengar keras , Tubuhnya seperti lemas , Dengan memegang pinggangnya yang ramping , Aku menyodok nyodok lobang vaginanya .

Suara rintihan kesakitannya terdengar bagai musik yang indah buatKu .“ Shhhh , ahhh , sakit , asshh….” . Makin lama Aku makin mempercepat goyangKu. Badannya , juga mengeliat geliat , karena sodokan penisKu.

Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vaginanya. “ Ahh, ohhh, sakit , ihhh…ash….” . Suaranya terdengar lemah , dan makin lemah tubuhnya juga tampak lemah , seprtinya dia kehabisan tenaga , menahan sakit.

Bosan menge-n-t-o-t-nya dengan posisi ini , Aku melepas ikatan tangannya . Lalu meletakannya di lantai , Lalu Aku menyuruhnya nungging . dan “ plak “ aku menamparnya lagi sebagai shock terapi , supaya dia tak meronta ataupun melawan . “ Ampun bang , jangan pukul .” Dia mengiba. “ Baik , jangan coba coba melawan yah …” bentakKu .

Lalu dia menungging , kepalanya menepel di lantai yang dingin , kakinya terbuka . Dengan posisi ini pantatnya terlihat menawan sekail . Vaginanya yang sudah memar , dan memerah itu , nampak indah sekali . Dari belakang , penisKu aku hentaKan dan langsung masuk ke dalam lobang vaginanya . Tubuhnya mengejang , dan kepalanya terangkat “ Awww, sakit , ampun…..” rintihnya .

Aku meng-e-n-t-o-t-nya dangan penuh nafsu . Tubuh Adinda mengeliat , Aku terus mempercepat entotanKu , dan Aku menghentak keras keras ,.Adinda tampak kelojotan “ Asss ampun sakit , perih asshhh…” Desahan dan rintihan yang memilukan itu membuatKu semakin nafsu meng-e-n-t-o-t-nya.

Beberepa menit kemudian , Aku pun sudah hampir keluar , Aku mengejam , penisku Aku tekan dalam dalam , “ AHHHH……” dan Aku keluar , dalam liang vaginanya. perlahan Aku mencabut penisKu . Adinda terjebab , terkulai di lantai menangis .

Dari liang vaginanya yang memar , Air maniKu merembes keluar , dan bercampur dengan darah perawannya .

Lalu kulihat Gito , gila dia sudah bugil , penisnya tegang sekali “ Wah , gila juga Abang ini yah , gede kali k-o-n-t-o-l kau , Gito …” KataKu . Gito tersenyum “ Bang gantian , Aku yah…” .

Dengan memakai kain bekas , Gito dengan kasar melap sisa spermaKu di vaginanya membuat Adinda kembali merintih “ Ammpun., jangan bang , ampun jangan ” .

“ sialan kau , sama Togar kau mau , masak sama aku tidak boleh “ maki Gito , mabil memukul vaginanya . “ ughh .. “ Adinda mengepalkan tangannya menahan sakit Lalu dengan jarinya , Gito menyodok nyodok vaginanya yang baru Aku perawanin , Tubuhnya mengejam , kesakitan . Aku menontonnya , sambil menghisap sebatang rokok keretek.

“ AHHHHH………” jerit gadis itu , Kulihat penis besar Gito , menancap di lobang vaginanya. Dan Gito seperti orang kesurupan meng-e-n-t-o-t Adinda dengan kasar , tubuh gadis SMU yang mungil itu sampai terguncang kuat .

Dia mendesah dan menangis “ Ahhhh sakit, ahh…..” . Gito terus saja meng-e-n-t-o-tnya . Aku memperhatikan dengan seksama . Makin lama rintihannya makin pelan…

Tak lama Gito menarik keluar penisnya , lalu membalikan tubuh gadis itu , sekarang Gito memintanya menungging . Lgi lagi rintihan memilukan keluar dari mulut gadis itu . perlahan Gito mulai mengoyang . Adinda merintih , “ Ahhh ,sakit jangan yang itu, ahh amapun sakit, jangan yang itu…” katanya lemah .

Aku penasaran dan Aku mendekat . “ Yah , inang , Gito gila juga kau ini , tega kali kau sodomi gadisKu ini…” Kata ku . “ Vaginanya gak enak bang , enakkan bo’olnya ….” Kata gito .

Sambil terus memompa lobang anusnya . Rintihan Adinda makin melemah . Tapi tubuhnya tetap tegang , menahan sakit , yang di berikan Gito.

Penisku sepertinya sudah , ngaceng lagi , Lalu Aku menghapiri nya , PenisKu yang ngaceng itu Aku masukan di mulutnya . Adinda sama sekali tak melawan , Dia sepertinya pasrah . Aku mengoyang penisKu dalam mulutnya , dan Gito turus asik meng-e-n-t-o-t anusnya . Sesekali Aku merasa tubuh Adinda mengejang menahan sakit.

Tak lama , Gito mengejam , dia ejalkulasi , dalam lobang anusnya. Aku melihat air mani Gito , banyak keluar menetes dari lobang anusnya yang membengkak .Dan Gito pun lunglai , dan terbaring di samping Adinda. Lalu Aku teruskan , Aku mengoyang penisku dalam mulut Adinda.

Setelah beberapa saat , Aku keluar dalam mulutnya . Matanya terpejam dan pasrah menerima spermaKu yang hangat dalam mulutnya. Aku pun terduduk lemas. Aku tertidur sesaat , Sampai Aku terbangun karena mendengar suara rintihan lemah .

Ketika Aku membuka mata , Aku melihat Gito tengah memperkosa Anus Adinda lagi , dalam posisi menungging .

Melihatnya Aku yang baru terjaga langsung penisKu ikut terjaga . Aku langsung menghampiri mereka . Dari bawah Aku meraba raba vaginanya .

Vaginanya yang berlendir , dari pejuKu dan peju Gito . Lalu jariKu aku masukan di lobang vaginanya . Aku mengorek ngorek lobang vaginanya.

Adinda merintih rintih , menahan sakit , suaranya terdengan parau , matanya memejam. Entah sudah berapa lama Gito meng-e-n-t-o-t nya , Aku tak peduli . Dan tak lama Gito pun keluar , Gito mengejam dan keluar dalam lobang anusnya lagi .

Aku masih terus menyolok nyolok lobang vaginanya , Penisku sudah semakin tegang , segera mengarahkan penisku ke lobang vaginanya .

Satu desahan pendek yang lemah terdengar “ Ahhwwww…….” Ketika batang penisKu masuk ke lobang vaginanya. Kembali Aku menikmati vaginanya . terus mengoyang tubuh imutnya itu . Raut muka Adinda telah lunglai , seperti hampir pingsan . Tidak ada suara yang keluar lagi dari mulutnya yang indah itu .

Tapi Aku tak peduli Aku terus melampiaskan nafsuKu , sampai akhirnya Aku keluar , menyemprot spermaku dalam lobang vaginanya . Lalu Aku cabut penisku , dan memandangi air pejuku keluar dari lobang vaginanya yang bengkak dan memerah itu .

Adinda tampak tak bergerak , hanya desah nafasnya yang terdengar . Aku masih memandangi vaginanya , sampai tetes spermaku yang terakhir .

Lalu Aku memegang vaginanya dan jariKu masuk kelobang vaginanya yang hangat , dan merasakan dinding vaginanya . yang terakhir kali .

Sekarang waktunya Aku untuk pergi . Aku mengenakan pakaianKu . dan Gito juga sudah siap . Sebelum pergi , Aku mengambil celana dalamnya , ada noda kuning , Aku sempat membaui aromanya , lalu Aku memasukan dalam saku celanaKu .

Visits: 67125
   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 23537   Help/FAQ   Terms   Imprint