peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Mahasiswa Yang Diperkosa - Cerita dan Foto Foto Sex - david2460



17.03.2012 09:13 PDT
Mahasiswa Yang Diperkosa
Aku adalah seorang mahasis wi yang memiliki nafsu seks yang cukup tinggi. Sejak keperaw ananku hilang di SMA aku selalu ingin melakuk annya lagi dan lagi. Kalau dipikir- pikir, entah sudah berapa orang yang menikma ti tubuhku ini, sudah berapa penis yang pernah masuk ke vaginaku ini, aku juga menikma ti sekali nge-seks dengan orang yang belum pernah aku kenal dan namanya pun belum aku tahu seperti para tukang yang pernah aku ceritakan pada kisah terdahul u. Nah ceritanya begini, aku baru saja pulang dari rumah temanku seusai mengerj akan tugas kelompo k salah satu mata kuliah. Tugas yang benar- benar melelahk an itu akhirnya selesai juga hari itu. Ketika aku meningg alkan rumah temanku langit sudah gelap, arlojiku menunju kkan pukul 8 lebih. Yang kutakutk an adalah bensinku tinggal sedikit sekali, padahal rumahku cukup jauh dari daerah ini lagipula aku agak asing dengan daerah ini karena aku jarang berkunju ng ke temanku yang satu ini. Di perjalana n aku melihat sebuah pom bensin, tapi harapank u langsung sirna karena begitu mau membelo kkan mobilku ternyata pom bensin itu sudah tutup, aku jadi kesal sampai menggeb rak setirku, terpaksa kuterusk an perjalana n sambil berharap menemu kan pom bensin yang masih buka atau segera sampai ke rumah. Ketika sedang berada di sebuah komplek s perumah an yang cukup sepi dan gelap, tiba-tiba mobilku mulai kehilang an tenaga, aku agak panik hingga kutepika n mobilku dan kucoba menstart ernya, namun walupun kucoba berulang- ulang tetap saja tidak berhasil, menyesa l sekali aku gara- gara tadi siang terlamba t kuliah jadi aku tidak sempat mengisi bensin terjebak tidak tahu harus bagaima na, kedua orang tuaku sedang di luar kota, di rumah cuma ada pembant u yang tidak bisa diharapk an bantuann ya. Tidak jauh dari mobilku nampak sebuah pos ronda yang lampuny a menyala remang- remang. Aku segera turun dan menuju ke sana untuk meminta bantuan, setibany a di sana aku melihat 5 orang di sana sedang ngobrol- ngobrol, juga ada 2 motor diparkir di sana, mereka adalah yang mendapa t giliran ronda malam itu dan juga 2 tukang ojek. “Ada apa Non, malam- malam begini? Nyasar ya?”, tanya salah seorang yang berpakai an hansip. “Eeh.. itu Pak, Bapak tau nggak pom bensin yang paling dekat dari sini tapi masih buka, soalnya mobil saya kehabisa n bensin”, kujawab sambil menunju k ke arah mobilku. “Wah, kalo pom bensin jam segini sudah tutup semua Non, ada yang buka terus tapi agak jauh dari sini”, timpal seorang Bapak berkumis tebal yang ternyata tukang ojek di daerah itu. “Aduuhh.. gimana ya! Atau gini aja deh Pak, Bapak kan punya motor, mau nggak Bapak beliin bensin buat saya, ntar saya bayar kok”, tawarku. Untung mereka berbaik hati menyetu juinya, si Bapak yang berkumis tebal itu mengam bil jaketnya dan segera berangka t dengan motorny a. Tinggalla h aku bersama 4 orang lainnya. “Mari Non duduk dulu di sini sambil nunggu”. Seorang pemuda berumur kira-kira 18 tahunan mengges er dudukny a untuk memberi ku tempat di kursi panjang itu. Seorang Bapak setengah baya yang memakai sarung menawa riku segelas air hangat, mereka tampak ramah sekali sampai- sampai aku harus terus tersenyu m dan berterim a kasih karena merasa merepot kan. Kami akhirnya ngobrol- ngobrol dengan akrab, aku juga merasak an kalau mereka sedang memand angi tubuhku, hari itu aku memakai celana jeans ketat dan setelan luar berlenga n panjang dari bahan jeans, di dalamny a aku memakai tanktop merah yang potongan dadanya rendah sehingga belahan dadaku agak terlihat. Jadi tidak heran si pemuda di samping ku selalu berusaha mencuri pandang ingin melihat daerah itu. Komplek s itu sudah sepi sekali saat itu, sehingga mulai timbul niat isengku dan membay angkan bagaima na seandain ya kuberika n tubuhku untuk dinikmati mereka sekalian juga sebagai balas budi. Sehubun gan dengan cuaca di Jakarta yang cukup panas akhir- akhir ini, aku iseng- iseng berkata, “Wah.. panas banget yah belakang an ini Pak, sampai malam gini aja masih panas”. Aku mengata kan hal tersebut sambil mengiba s- ngibaska n leher bajuku kemudia n dengan santainy a kulepask an setelan luarku, sehingga nampakl ah lenganku yang putih mulus. Mereka menatap ku dengan tidak berkedip, agaknya umpanku sudah mengena , aku yakin mereka pasti terangsa ng dan tidak sabar ingin menikma ti tubuhku. Si pemuda di samping ku sepertiny a sudah tak tahan lagi, dia mulai member anikan diri membela i lenganku , aku diam saja diperlaku kan begitu. Salah satu dari mereka, seorang tukang ojek berusia 30 tahunan mengam bil tempat di sebelahk u, tanganny a diletakka n diatas pahaku, melihat tidak ada penolaka n dariku, perlahan- lahan tangan itu meramb at ke atas hingga sampai ke payudara ku. Aku mengelu arkan desahan lembut menggod a ketika si tukang ojek itu meremas payudara ku, tanganku meraba kemalua n pemuda di samping ku yang sudah terasa mengera s. Melihat hal ini kedua Bapak yang dari tadi hanya tertegun serentak maju ikut mengger ayangi tubuhku. Mereka berebuta n menyusu pkan tanganny a ke leher tanktop- ku yang rendah untuk mengerj ai dadaku, sebentar saja aku sudah merasak an kedua buah dadaku sudah digeraya ngi tangan- tangan hitam kasar. Aku mengera ng- ngerang keenaka n menikma ti keempat orang itu menikma tiku. “Eh.. kita bawa ke dalam pos aja biar aman!”, usul si hansip. Mereka pun setuju dan aku dibawa masuk ke pos yang berukura n 3×3 m itu, penerang annya hanya sebuah bohlam 40 watt. Mereka dengan tidak sabaran langsung melepas tank top dan bra- ku yang sudah tersingka p. Aku sendiri membuk a kancing celana jeansku dan menarikn ya ke bawah. Keempat orang ini terpeson a melihat tubuhku yang tinggal terbalut celana dalam pink yang minim, payudara ku yang montok dengan puting kemerah an itu membus ung tegak. Ini merupak an hal yang menyena ngkan dengan membua t pria tergiur dengan kemolek an tubuhku, untuk lebih merangs ang mereka, kubuka ikat rambutk u sehingga rambutk u terurai sampai menyent uh bahu. Si hansip menyuru h seseoran g untuk berjaga dulu di luar khawatir kalau ada yang memerg oki, akhirnya yang paling muda diantara mereka yaitu si pemuda itu yang mereka panggil Mat itulah yang diberi giliran jaga, Mat dengan bersungu t-sungut meningg alkan ruangan itu. Si hansip mendeka pku dari belakang dan tanganny a merogoh -rogoh celana dalamku, terasa benar jari- jarinya merayap masuk dan menyent uh dinding kewanita anku, sementa ra di tukang ojek membun gkuk untuk bisa mengeny ot payudara ku, putingku yang sudah menegan g itu disedot dan digigit kecil. Kemudia n aku dibaringk an pada tikar yang mereka gelar disitu. Mereka bertiga sudah membuk a celanany a sehingga terlihatla h tiga batang yang sudah mengera s, aku sampai terpana melihat batang mereka yang besar- besar itu, terutama punya si hansip, penisnya paling besar diantara ketigany a, hitam dan dipenuhi urat-urat menonjol . Celana dalamku mereka lucuti jadi sekarang aku sudah telanjang bulat. Aku langsung meraih penisnya, kukocok lalu kumasuk kan ke mulutku untuk dijilat dan dikulum, selain itu tangan lembutku meremas -remas buah zakarnya , sungguh besar penisnya ini sampai tidak muat seluruhn ya di mulutku yang mungil, paling cuma masuk tiga perempa tnya. Si tukang ojek mengang kat sedikit pinggulk u dan menyelip kan kepalany a di antara kedua belah paha mulusku, dengan kedua jarinya dia sibakkan kemalua nku sehingga terlihatla h vagina pink-ku di antara bulu-bulu hitam. Lidahnya mulai menyent uh bagian dalam vaginaku , dia juga melakuk an jilatan- jilatan dan menyedo tnya, tubuhku menggeli njang merasak an birahi yang memunc ak, kedua pahaku mengapit kencang kepalany a karena merasa geli dan nikmat di bawah sana. Bapak bersarun g menikma ti payudara ku sambil penisnya kukocok dengan tanganku dan payudara ku yang satunya diremasi si hansip yang sedang ku- karaoke. Aku sering melihat sebentar - sebentar Mat nongol di jendela menginti pku diperkos a teman- temanny a, nampakn ya dia sudah gelisah karena tidak sabaran lagi untuk bisa menikma ti tubuhku. Tak lama kemudia n aku mencapa i orgasme pertama ku melalui permaina n mulut si tukang ojek pada kemalua nku, tubuhku mengeja ng sesaat, dari mulutku terdenga r erangan tertahan karena mulutku penuh oleh penis si hansip. Cairanku yang mengalir dengan deras itu dilahap olehnya dengan rakus sampai terdenga r bunyi, “Slurrpp.., sluupp..”. Puas menjilati vaginaku , si tukang ojek menerus kannya dengan memasu kkan penisnya ke vaginaku , erangank u mengirin gi masukny a penis itu, cairan cintaku menyeba bkan penis itu lebih leluasa menanca p ke dalam. Aku merasak an nikmatny a setiap gesekan nya dengan melipat kakiku menjepit pantatny a agar tusukann ya semakin dalam. Bapak bersarun g mengger am- geram keenaka n saat penisnya kujilati dan kuemut, sedangk an si hansip sekarang sedang meremas -remas payudara ku sambil menjilati leher jenjangk u. Aku dibuatny a kegelian nikmat oleh jilatan- jilatanny a, selain leher dia jilati juga telingaku lalu turun lagi ke payudara ku yang langsung dia caplok dengan mulutnya Beberapa saat lamanya si tukang ojek menggen jotku, tiba-tiba genjotan nya makin cepat dan pinggulk u dipegang makin erat, akhirnya tumpahla h maninya di dalam kemalua nku diiringi dengan erangann ya, lalu dia lepaskan penisnya dari vaginaku . Posisinya segera digantika n oleh si hansip yang mengatu r tubuhku dengan posisi bertump u pada kedua tangan dan lututku. Kembali vaginaku dimasuki penis, penis yang besar sampai aku meringis dan mengera ng menahan sakit ketika penis itu. “Wuah.. memek Non ini sempit banget, untung banget gua hari ini bisa ngentot sama anak kuliahan.. emmhh.. ohh..”, komenta r si hansip. Sodokan- sodokan nya benar- benar mantap sehingga aku merintih keras setiap penis itu menghuj am ke dalam, kegaduh anku diredam oleh Bapak bersarun g yang duduk mekangk ang di depanku dan menjejali mulutku dengan penisnya, penis itu ditekan- tekankan ke dalam mulutku hingga wajahku hampir terbena m pada bulu-bulu kemalua nnya. Aku sangat menikma ti menyepo ng penisnya, kedua buah zakarnya kupijati dengan tanganku , sementa ra di belakang si hansip mengaka ngkan pahaku lebih lebar lagi sambil terus menyodo kku, si tukang ojek beristira hat sambil memain- mainkan payudara ku yang menggan tung. Si Bapak bersarun g akhirnya ejakulasi lebih dulu di mulutku, dia melengu h panjang dan meremas -remas rambutk u saat aku mengelu arkan teknik mengisa pku, kuminum semua air maninya, tapi saking banyakn ya ada sedikit yang menetes di bibirku. “Wah, si Non ini.. cantik- cantik demen nenggak peju!”, komenta r si tukang ojek melihatk u dengan rakus members ihkan penis si Bapak bersarun g dengan jilatanku. Tiba-tiba pintu terbuka, aku sedikit terkejut, di depan pintu muncul si Mat dan si tukang ojek berkumis tebal yang sudah kembali dari membeli bensin. “Wah.. ngapain nih, ngentot kok gak ngajak- ngajak”, katanya. “Iya nih, cepetan dong, masa gua dari tadi cuma disuruh jaga, udah kebelet nih!”, sambung si Mat. “Ya udah, lu dua-an ngentot dulu sana, gua yang jaga sekarang ”, kata si tukang ojek yang satu sambil merapika n lagi celanany a. Segera setelah si tukang ojek keluar dan menutup pintu, mereka berdua langsung melucuti pakaiann ya, si Mat juga membuk a kaosnya sampai telanjang bulat, tubuhnya agak kurus tapi penisnya lumayan juga, pas si tukang ojek berkumis melepas celanany a barulah aku menatap nya takjub karena penisnya ternyata lebih besar daripada punya si hansip, diameter nya lebih tebal pula. “Gile, bisa mati kepuasa n gua, keluar satu datang dua, mana kontolny a gede lagi!”, kataku dalam hati. Si hansip yang masih belum keluar masih menggen jotku dari belakang , kali ini dia memega ngi kedua lenganku sehingga posisiku setengah berlutut. Si Mat langsung melumat bibirku sambil meremas -remas dadaku, dan payudara ku yang lain dilumat si tukang ojek itu. Nampak Mat begitu buasnya mencium dan memain- mainkan lidahnya dalam mulutku, pelampia san dari hajat yang dari tadi ditahan- tahan, aku pun membala s perlakua nnya dengan mengadu kan lidahku dengann ya. Kumis si tukang ojek yang lebat itu terasa sekali menyapu -nyapu payudara ku memberi kan sensasi geli dan nikmat yang luar biasa. Si Bapak bersarun g sekarang mengistir ahatkan penisnya sambil mencupa ngi leher jenjangk u membua t darahku makin bergolak saja memberi perasaan nikmat ke seluruh tubuhku. Ketika aku merasa sudah mau keluar lagi, sodokan si hansip pun terasa makin keras dan peganga nnya pada lenganku juga makin erat. “Aaahh.. !”, aku mendesa h panjang saat tidak kuasa menahan orgasme ku yang hampir bersama an dengan si hansip, vaginaku terasa hangat oleh sembura n maninya, selangka nganku yang sudah becek semakin banjir saja sampai cairan itu meleleh di salah satu pahaku. Tubuhku sudah basah berkerin gat, ditambah lagi cuaca yang cukup gerah. Setelah mencapa i klimaks panjang mereka melepas kanku, lalu si Bapak bersarun g berbarin g di tikar dan menyuru hku menaiki penisnya. Baru saja aku mendudu ki dan menanca pkan penis itu, si tukang ojek menindih ku dari belakang dan kurasaka n ada sesuatu yang menyeru ak ke dalam anusku. Edan memang si tukang ojek ini, sudah batangny a paling besar minta main sodomi lagi. Untung daerah selangan ku sudah penuh lendir sehingga melicinka n jalan bagi benda hitam besar itu untuk menerob osnya, tapi tetap saja sakitnya terasa sekali sampai aku menjerit- jerit kesakita n, kalau saja ada orang lewat dan mendeng arku pasti disangka nya sedang terjadi pemerko saan. Dua penis besar mengadu k-aduk kedua liang senggam aku, si Bapak bersarun g asyik menikma ti payudara ku yang menggan tung tepat di depan wajahny a. Si Mat berlutut di depan wajahku, tanpa disuruh lagi kuraih penisnya dan kukocok dalam mulutku, tidak terlalu besar memang, tapi cukup keras. Kulihat wajahny a merah padam sambil mendesa h-desah, sepertiny a dia grogi “Enak gak Mat? Kamu udah pernah ngentot belum?”, tanyaku di tengah desahan. “Aduh.. enak banget Non, baru pernah saya ngerasai n ngentot”, katanya dengan bergetar. Aku terus mengem ut penis si Mat sambil tanganku yang satu lagi mengoco k penis supernya si hansip. Si Mat memaju- mundurk an pantatny a di mulutku sampai akhirnya menyem protkan maninya dengan deras yang langsung kuhisap dan kutelan dengan rakus. Tidak sampai dua menit si tukang ojek menyusu l orgasme, dia melepas penisnya dari duburku lalu menyem protkan sperman ya ke punggun gku. Si Bapak bersarun g juga sepertiny a sudah mau orgasme, tampak dari erangann ya dan cengkera mannya yang makin erat pada payudara ku. Maka kugoyan g pinggulk u lebih cepat sampai kurasaka n cairan hangat memenu hi vaginaku . Karena aku masih belum klimaks, aku tetap menaik- turunkan tubuhku sampai 3 menit kemudia n aku pun mencapa inya. Setelah itu si Bapak bersarun g itu keluar dan si tukang ojek yang tadi berjaga itu kembali masuk. “Aduh, belum puas juga nih orang.. bisa pingsan gua lama- lama nih!”, pikirku Tubuhku kembali ditelenta ngkan di atas tikar. Kali ini giliran si Mat, dasar perjaka.. dia masih terlihat agak canggun g saat ke mau mulai sehingga harus kubimbin g penisnya untuk menusuk vaginaku dan kurangsa ng dengan kata- kata “Ayo Mat, kapan lagi lu bisa ngerasai n ngentot sama cewek kampus, puasin Mbak dong kalo lu laki- laki!”. Setelah masuk setengah kusuruh dia gerakkan pingguln ya maju- mundur. Tidak sampai lima menit dia nampak sudah terbiasa dan menikma tinya. Si hansip sekarang naik ke dadaku dan menjepit kan penisnya di antara kedua payudara ku, lalu dia kocok penisnya disitu. Aku melihat jelas sekali kepala penis itu maju mundur di bawah wajahku. Si tukang ojek berkumis menarik wajahku ke samping dan menyodo rkan penisnya. Kugengg am dan kujilati kepalany a sehingga pemilikn ya mendesa h nikmat, mulutku tidak muat menamp ung penisnya yang paling besar di antara mereka berlima. Aku sudah tidak bisa ngapa- ngapain lagi, tubuhku dikuasai sepenuh nya oleh mereka, aku hanya bisa mengger akkan tangan kiriku, itupun untuk mengoco k penis si tukang ojek yang satu lagi. Tubuhku basah kuyup oleh keringat dan juga sperma yang disembur kan oleh mereka yang menggau liku. Setelah mereka semua kebagian jatah, aku members ihkan tubuhku dengan handuk basah yang diberikan si hansip lalu memakai kembali pakaiank u. Mereka berpamit an padaku dengan meneput pantatku atau meremas dadaku. Si tukang ojek berkumis mengant arku ke mobil sambil membaw a sejerigen bensin yang tadi dibelinya. Setelah memban tuku menuang kan bensin ternyata dia masih belum puas, dengan paksa dilepaska nnya celanaku dan menyodo kkan penisnya ke vaginaku . Kami melakuk annya dalam posisi berdiri sambil berpegan gan pada mobilku selama 10 menit. Untung saja tidak ada orang atau mobil yang lewat disini. Setibany a di rumah aku langsung mengguy ur tubuhku yang bau sperma itu di bawah shower lalu tidur dengan perasaan puas. Sungguh pengala man yang memuas kan, dan aku suka dengan seks liar seperti ini.


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top