peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Marzus and learn how to create your own mobile site!

PENARIK RIZKI BERLIMPAH - gaib



PENARIK RIZKI BERLIMPAH
images - PENARIK RIZKI BERLIMPAH Newest pictures
MENGENAI KEMUDAHAN JALAN REZEKI
Menurut pembahasan dan postingan dalam
FORUM SUPRANATURAL KASKUS.
Rahasia si Untung
Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan
dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada
saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika
bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak
pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal
berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah
itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont
worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.
Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba
meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman
merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok
lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main,
bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang
yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.
Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman
memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang
dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan
waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari
kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?
Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan
yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di
koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung
gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan
lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti
Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan
pesan tadi! Memang benar2 sial.
Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman
menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:
1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih
peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak
ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?
Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan
terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap
interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan
jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga
tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New
York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di
depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di
sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan
dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir
lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet,
salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan
jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya,
dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet.
Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak
mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada
Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko
permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.
2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata
sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada
hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi
final decision umumnya dari "gut feeling".
Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi
akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak
berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk
mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada
kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih
mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin
tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana?
Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?
Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar
suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.
Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.
Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam
berbagai bentuk, misalnya:
- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-deg an
ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering
memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2
meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang
lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain
ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami.
Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited
setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian
saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa
hal lain.
3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu
berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental
yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan
akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda
lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal,
bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme
dan harapan.
4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya
menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam
salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang
pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok
bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang
dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial bener ada di tengah2 perampokan
begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada
disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit".
Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.
Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya
menjadi keberuntungan.
Sekolah Keberuntungan.
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan
membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus
mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.
Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit,
tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan
semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.
Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka,
mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip "law of
attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin
banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.
Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa
beruntung. Termasuk temans semua.
Selain 4 faktor yg dikemukakan sama Prof Richard Wiseman ini,
inget film 'Oshin' kisah gadis jepang yg lahir dari keluarga miskin..film thn 80an yg mengisahkan masa
kecil si Oshin yg miskin bergulat dgn kesulitan sampai akhirnya hidup sukses di masa tuanya..pasti tau
donk film serial ini. Si Oshin ini semenjak kecil sampe besar besar selalu bergelut sama kemiskinan.
Karena ketabahan dan kejujuran si Oshin sampai akhirnya hidup sukses di masa tuanya. Sekilas kalau
dipikir2 mungkin point ini bisa ditambah jadi salah satu faktor untuk jadi orang beruntung..walaupun ada
orang yg belum merasa jadi orang beruntung, tapi hitung2 'berpikiran positip' bisa mendorong kita untuk
bekerja keras pantang menyerah. Kalau menurut saya, keberuntungan bagi setiap orang itu tidak sama.
Ada orang yg beruntung hanya makan nasi sekali dalam sehari, tapi dalam kata kasarnya lebih pas kalau
menyebut 'bisa makan hari ini merasa beruntung', karena kalau melihat orang yg tidak bisa makan
berhari2 jadi merasa beruntung. Jadi kalo dilihat dari faktor keberuntungan jelas orang yg bisa makan
sekali dalam sehari lebih beruntung dari orang yg tidak bisa makan berhari2.
Balik ke film 'Oshin' ini, pada masa kecilnya si Oshin ini hidupnya waktu kecil selalu penuh dgn kerja keras
sampai mejelang tua pun masih kerja keras..tapi yg pasti sih akhir2nya si Oshin ini hidup tua nya tidak
lagi sesulit masa mudanya..anak2 cucunya jg bisa menikmati hidup yg bagi Oshin ini lebih penting karena
ia juga berusaha untuk mendidik anak2nya utk selalu memegang teguh 'kejujuran dan kerja keras'..
Terkadang dalam hidup kita ini banyak peluang2 yg datang. Jangan lupa keberuntungan itu tidak selalu
mengenai 'uang' dan 'kemakmuran'..Orang yg hidupnya berlimpah uang belum tentu beruntung. Tapi
menurut saya tidak ada orang di dunia ini yg tidak beruntung..karena arti 'keberuntungan' itu tidak
'sesempit' kalimat 'tidak bisa makan hari ini' atau 'tidak memiliki uang sepeser pun'..Saya jadi ingat ketika
membaca sebuah cerita dari india mengenai seseorang yg ingin merasa beruntung. Kata orang ini, "saya
tidak pernah merasa beruntung, saya melihat orang2 disekitar saya hidup makmur, harta berlimpah, tapi
saya kok hidup masih senin kemis, harus bekerja keras berkeringat siang malam. sedangkan saya lihat
hidup mereka tdk pernah bekerja sesekeras saya tapi hidupnya enak.
Lalu tengah malam orang ini bermimpi ada orang tua yg berkata kepadanya bila ingin melihat orang yg
beruntung pergilah ke sebuah tempat yg bernama 'Ganisa' letaknya sekitar 20km dari tempatnya.Lalu
orang ini besok paginya beranjak dari tempat tidurnya dan pergi 20km ke tempat yg bernama Ganisa
ini..Ketika sampai kok tidak ada tempat yg bernama Ganisa..ada juga Ganesa kota yg berjarak 20km ini
dan tidak ada tempat bernama Ganisa..ada juga rumah sakit 'Ganisa'..Orang ini berpikir mungkin dia
salah nangkap mimpi, karena tidak mungkin rumah sakit ini jadi tempat beruntung pikirnya. Tidak ada
salahnya bertanya ke rumah sakit ini..Maka ditanya satu persatu orang di rumah sakit ini, dari dokter,
perawat, sampai pasien yg sakit pun ditanyai. Orang pertama yg ingin ditanyai seorang dokter..tapi
sebelum ditanya, dokter itu berkata,"wah saya beruntung bisa menyelamatkan pemuda yg hampir mati
kena gigitan ular kobra.." lalu melihat dokter itu sibuk dgn pasiennya, ia berbalik bertanya kepada
perawat di sebelahnya..sebelum ditanya perawatnya berkata "hari ini saya merawat seorang pengendara
motor yg tidak bisa ditolong lagi jiwanya..sungguh beruntung anaknya tidak ikut terenggut jiwanya dalam
kecelakaan tsb.." Merasa tdk enak ingin bertanya dalam situasi tsb berjalanlah dia kedalam rumah sakit.
Di dalam ruangan pesakitan tsb dilhat lah banyak orang yg berbaring. Merasa beruntung berkata lah
orang ini dalam hatinya' saya sungguh ...


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top