Foto penulis diambil 23 Agustus 2012
Saudaraku, ada sebuah hadits Rasulullah saw bersabda,"Allah benci kepada orang yg terlihat istimewa di tengah sahabat-sahabatnya."
Silahkan baca kitabku ini, tanpa ragu (buruk sangka), karena insyaa Allah bersumber dari referensi yang dapat dipertanggung jawabkan dunia akherat.
Yang mengacu pada kitab-kitab shahih dan karangan para ulama-ulama ahlussunnah wal jama'ah pengikut aqidah Asy'ariyah dan Maturidiyyah.
Penulis juga menambahkan sedikit sumbangan dari kitab-kitab asli yang ada pada penulis, yang diajarkan di pondok pesantren.
Semoga bermanfaat dan bisa membentengi diri dari ajaran-ajaran sesat.
Syari'at memang tdk melarang kita untuk menampakkan syi'ar Allah di muka bumi, bahkan Dia yg menampakkan syi'ar-Nya di muka bumi, hanya saja; jangan sampai pakaian kita, atau apapun yg merupakan tanda keislaman kita, menimbulkan riya' atau sekedar pamer kpd manusia, yg menyebabkan kita terjerumus ke dlm syirik khafi (samar). Wallahu a'lam, semoga saudara kita selamat dari perkara itu...
Dan merasa paling benar ibadahnya dari pada mereka yang dituduh musyrik, sesat, khurafat dan bid'ah. Padahal amalan mereka ada adalah karena tuntunan salafus-shaleh dan dengan dalil al-Qur'an dan hadits Rasulullah saw yang shahih, adapun Rasulullah saw jauh-jauh sebelumnya, telah memperingatkan,"janganlah menuduh saudaranya "kafir", maka jika tidak benar, maka tuduhannya akan kembali kepadanya."
Itulah, tuntunan yang benar, mereka para salafus-shaleh begitu mengutamakan akhlaq, lemah lembut.
Semoga, artikel ini diikuti oleh mereka yang selama ini masih bersikukuh dengan paham yang masih kurang pas dan sesuai dengan salafu-shaleh yang hidup dengan jarak ratusan tahun sebelum kemunculan mereka, yang nyata-nyata ajaran dan keyakinan mereka adalah panjang tangan dari paham khawarij sejak masa Rasulullah saw dan sahabat Ali bin Abi Thalib.
AL KISAH BERMULA DARI ASAL MUASAL AKIDAH MEREKA
Sebetulnya, mereka kelompok yang ramai diperbincangkan oleh mayoritas umat ini, mereka adalah kelompok kecil, yang pongah dan menyombongkan diri. Di Indonesia, begitu ajaran mereka banyak ditolak para ulama yang ada dan juga kaum awam yang tidak mau dibodohi. Misal tentang isu jihad, yang sebetulnya bukan jihad yang dikehendaki Islam, tapi mereka adalah kelompok orang yang salah dalam mentafsir ayat-ayat Al qur'an, dan seperti itu juga khawarij generasi awal.
Seperti terjadi "pemahaman jihad" mereka, bahwa membunuh di negeri Indonesia yang berhukum thaghut, maka sah hukumnya, terutama pemahaman ini diinspirasikan oleh yang kata mereka adalah alim ulama yang 'allamah, yang menjadi inspirator jihad, tapi sayang, Allah telah menumpasnya dengan tangan pemerintah Indonesia.
Karena mereka mengklaim "dimana kamu jumpai orang-orang kafir, maka bunuhlah" (al-ayah). Dan suatu negara yang tidak memakai hukum Allah, maka pemerintah dan rakyatnya adalah orang-orang kafir, yang halal darah, kehormatan dan hartanya. Suatu pendapat yg sangat menyalahi salafus-shaleh. Sehingga banyak anak-anak muda bau kencur, yang mudah terprovokasi dan mau melakukan tindakan konyol ini, dengan dalih membunuh antek-antek kafir harbi yang berada di Indonesia.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.
Baiklah, kita mulai dengan asal muasal akar khawarij, bermula dari protes terang-terangan atas nama "amar ma'ruf nahyi munkar" oleh seorang yang bernama "Dzul Khuwaishiroh" terhadap kebijakan Rasulullah dalam distribusi kekayaan negara, bahkan dia menuduh Nabi saw tidak berlaku adil, sampai dia berkata,"Wahai, Rasulullah! Berlaku adillah." Lalu Nabi saw bersabda :"Celaka engkau, siapa lagi yang bisa berlaku adil, jika aku tidak berlaku adil. Sungguh engkau celaka dan merugi jika aku tidak berlaku adil."
(HR. Muslim : 2505)
Nabi saw bersabda juga :"Sesungguhnya akan keluar dari "orang ini" satu kaum yang membaca kitabullah (al qur'an) dengan mudah, namun tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama bagaikan anak panah yang meleset dari sasarannya (sulit taubatnya).
(HR. Muslim : 2500)
Beliau saw juga bersabda :"Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al qur'an namun bacaan mereka tidak melewati kerongkongannya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka "PASTI TERTUMPAS".
Dalam satu riwayat Ibnu Umar ra, berkata :"Saya mendengar Rasulullah saw mengulang kalimat "setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas" lebih dari 20 kali. Hingga Beliau saw bersabda :"Sampai muncul Dajjal dalam barisan mereka."
(HR. Ibnu Majah).
Diriwayatkan juga, bahwasanya kaum Khawarij Haruriyah ketika memberontak kepada pemerintahan Ali bin Abi Thalib ra, mengatakan :"Tiada hukum kecuali milik Allah."
Maka Ali ra berkata :"Perkataan yang benar, namun yang diinginkan dengannya adalah kebatilan. Sesungguhnya Rasulullah saw pernah menjelaskan kepadaku tentang ciri-ciri sekelompok orang yang telah aku tahu sekarang bahwa ciri-ciri tersebut ada pada mereka (khawarij), yaitu mereka mengucapkan perkataan yang benar hanya dengan lisan-lisan mereka, namun tidak melewati kerongkongan mereka (yakni mereka tidak memahami)."
(HR. Muslim : 2517)
Akan tetapi, semua itu tidaklah berarti sama sekali bagi seseorang jika akidahnya rusak (diantaranya tasybih : menyamakan Allah sama dengan makhluk-Nya, bahwa Allah duduk di atas 'Arsy seperti makhluk. Padahal, mayoritas ulama mengingkari akidah ini. Dan akidah ini adalah akidah kaum Khawarij_pen). Yaitu yang mengikuti akidah sesat Khawarijn inilah keadaan kaum Khawarij dahulu. Sangat nampak kesholehan dan kuatnya ibadah mereka, namun sayang akidah mereka menyelisihi akidah Ahlussunnah wal jama'ah.
Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata :"Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir."
Seorang bertanya kepadanya :"Wahai Amirul mukminin, apakah sebab kekufuran mereka? atau karena pengingkaran?"
Sahabat Ali ra lalu menjawab :"Mereka menjadi kafir krn pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah swt) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan."
(Imam Ibn al-Mu'alimin al-Quraish (w. 725 H) dlm
..dlm kitab "Najar al-Muhtadi wa rajm al-Mu'tadi).
Nabi saw telah memperingatkan :"Akan keluar suatu kaum dari umatku yang membaca Al qur'an, dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bacaan mereka. Demikian shalat kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan shalat mereka, juga puasa kalian tidak ada apa-apanya dengan puasa mereka.
(HR. Muslim : 2516).
Perhatikanlah bagaimana hebatnya ibadah mereka, namun bersamaan dengan itu, Nabi saw menyatakan mereka adalah anjing-anjing neraka,
sebagaimana dalam hadits berikut ini :
"Mereka adalah anjing-anjing neraka ;seburuk-buruknya makhluk yang terbunuh di bawah kolong langit, sedang sebaik-baiknya makhluk yang terbunuh adalah yang dibunuh oleh mereka."
(HR. Tirmidzi : 3000, dari Abu Umamah al-Bahili ra).
Diriwayatkan ada seorang perawi bertanya :"Ya, Rasulallah, sesungguhnya fulanah menegakkan shalat lail, berpuasa di siang harinya, beramal dan bersedekah (tetapi) ia menyakiti tetangganya dengan lisannya."
Maka Rasulullah saw bersabda :"Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk ahli neraka." Berkata (perawi) :"Sedangkan fulanah (yg lain) melakukan shalat maktubah (yg sudah dicontohkan) dan bersedekah dengan bejana kecil (tetapi) dia tidak menyakiti seorangpun."
Lalu bersabda Rasulullah saw :
"Dia termasuk ahli surga."
(silsilah hadits as-Shahihain : 190)
Imam Bukhari (Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah al-Bukhari, lahir 194 H) ketika ditimpa banyak fitnah maka para muridnya berkata," Wahai, Imam, kenapa tidak kau jawab dengan fatwa-fatwamu, mereka yang menfitnahmu?"
Imam Bukhari menjawab,"Aku teringat hadits Rasulullah saw : "Akan kalian lihat hal-hal yg tdk kamu sukai dari pd fitnah dan permasalahan kelak dan bersabarlah kalian sampai kalian berjumpa dg aku di telaga haudku."
Jika aku mendengar & teringat hadits ini, aku tenang & tdk peduli...
..dgn fitnah yang datang menimpaku."
Alhamdulillah, tulisan bagian pertama ini seusai menjelang berbuka puasa 13 Ramadhan 1431 H di maktabah Syeikh Shalih bin Abdullah al-Ghusn, di Riyadh, KSA.
Kami ucapkan jazakumullah, kepada Syeikh Shalih dan kepada..
Dan kepada al-akh Abu Syakir Imam Syuhada Iskandar, murid Syeikh Shalih yang menjaga maktabah beliau.
TULISAN INI SEBAGAI REALISASI TAUBAT KAMI DARI PEMAHAMAN KHAWARIJ yang dulu sempat kami yakini ketika bergabung dari salah satu kelompok yang menyesilihi Ahlussunnah namun terjangkit VIRUS KHAWARIJ di kota Makassar, Indonesia.
Penulis : al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Sumber : nasihatonline.wordpress.com/2010/08/23/perang-teroris-khawarij-bukan-perang-terhadap-Islam/
Imam Ibnu Asakir, Imam al-khatib dan Imam al-Hafidz al-Mizzi meriwayatkan sebuah hadits yg berbunyi :"Apabila akhir umat ini melaknat (generasi) awalnya, maka hendaklah orang2 yg mempunyai ilmu pd waktu itu menyampaikan ilmunya, sesungguhnya orang yg menyembunyikan ilmu pd waktu itu, seumpama seseorang yg menyembunyikan apa yg telah diwahyukan kpd Muhammad saw"
Quoted by : Zaheed el-Mushaffy el-Fandany
East Bekasi, Monday Sept 20th, 2011.
DALIL MENGAMBIL BERKAH DI KUBURAN ORANG SHALEH
Mengambil berkah ke makam para nabi as dan wali, Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah bahwa nabi Musa as berdoa : "Ya, Allah, dekatkanlah aku ke tanah Bayt al Maqdis meskipun sejauh lemparan batu."
Kemudian Rasulullah saw bersabda "Demi Allah, jika aku dekat kuburan nabi Musa as, niscaya akan aku perlihatkan kuburnya kepada kalian di samping jalan di daerah al Katsib al Ahmar."
Al Hafidz Waliyyuddin al-'Iraqi berkata :"Dalam hadits ini, terdapat dalil kesunahan untuk mengetahui kuburan orag-orang sholeh untuk berziarah ke sana dan memenuhi hak-haknya."
Karena itu para ahli hadits seperti al Hafidz Syamsuddin ibnu al Jazari mengatakan dalam kitabnya " 'Uddah al Hishn al Hashin." :
"Di antara tempat dikabulnya doa adalah kuburan orang-orang sholeh".
Al Imam Abu Hanifah (80-150 H/699-767 M), perkataan Abu Hanifah ketika berziarah ke Madinah dan berdiri di hadapan makam Rasulullah saw, yaitu :
"Hai orang yang termulia di antara manusia dan jin dan sebaik-baik makhluk, berilah aku kemurahanmu dan ridhailah aku dengan ridhamu. Aku merindukan kemurahan darimu, engkaulah satu-satunya harapan Abu Hanifah."
(kitab al-Ziyarah Nabawiyah hal. 56 karya sayyid Muhammad al-Maliki)
Dari Abi bin Maimun :
Imam Syafi'iy (150-204 H/767-819 M) berkata :"Aku selalu bertabarruk dengan Abu Hanifah dan mendatangi makamnya dan berziarah setiap hari. Jika aku mempunyai hajat, maka aku menunaikan shalat 2 raka'at, lalu aku datangi makam beliau dan aku memohon hajat itu kepada Allah di sisi makamnya, sehingga tidak lama kemudian hajatku segera dikabulkan."
(kitab Tarikh al-Baghdad, juz I :hal. 123 dgn sanad yg shahih, karya al-Hafidz Abi Bakr Ahmad bin Ali)
Abu Ali al-Husaini bin Ali bin Yazib al-Asbihany (277-349 H/900-961 M), beliau berkomentar sbb :
"Al-Hakim berkata bahwa aku telah mendengar Abu Ali al-Naisabury berkata :"Pada suatu ketika aku dalam kesusahan yg sangat mendalam, lalu aku bermimpi bertemu Rasulullah saw, dan beliau saw berkata kepadaku :"Pergilah ke makam Yahya bin Yahya (142-226 H/759-840 M), bacalah istighfar dan berdoalah kepada Allah nanti kebutuhanmu akan dikabulkan. Kemudian pagi harinya aku melakukan perbuatan tersebut...
..lalu kebutuhanku segera dikabulkan."
(kitab Tahdzib, juz II ; hal. 261 karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani).
Demikianlah, amalan "Ahlussunnah wal jama'ah" yang mayoritas mereka adalah melakukan amalan tabarruk, tawassul dan lainnya yang dianggap bid'ah, syirik oleh kelompok neo-khawarij.
Mereka golongan ini adakah golongan sesat yang faktanya dalam sanad dan sejarah berkiprah menyebarkan akidah mereka sejak dari abad 4 hijrah-1115 H (kurang lebih 11 abad) sebelum kemunculan sekte "wahabiyyah".
Rasulullah saw pernah bersabda :"Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatku di atas suatu kesesatan."
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim dlm al-Mustadrak, dan Ahmad dlm kitab "Musnad Ahmad).
Dalam hadits lain Rasulullah saw juga bersabda :"Maka jika kamu melihat perselisihan, maka kamu hendaknya bersama kumpulan yang paling besar."
(HR. Ibnu Majah).
Hadits mauquf, atas Abu Mas'ud al-Badri, yaitu :
"mafhumnya" :"Dan kamu hendaklah bersama kumpulan karena sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan..
..umat ini di atas suatu kesesatan."
(HR. Ibn Abi 'Asim dalam al-Sunnah) oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dlm kitab "Muwafaqatul-khabar al-khabar : isnad hasan hadits ini.
Lalu Nabi saw juga bersabda :"Satu golongan dari pada umatku unggul di atas kebenaran sehingga hari kiamat."
(HR. Hakim)
Dan juga Rasulullah saw bersabda :"Hendaklah kalian berpegang kepada mayoritas (al-jama'ah) dan jauhilah perpecahan, karena setan akan menyertai orang yang menyendiri. Dia (setan) dari dua orang akan lebih jauh..
..Maka barang siapa menginginkan tempat lapang di surga, hendaklah ia berpegang teguh kepada keyakinan al-jama'ah."
(HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih, dishahihkan oleh al-Imam al-Bayhaqi)
al-Imam al-Hafidz as-Sayyid Murtadla az-Zabidi (wafat 1205 H), dalam kitab "Ithaf as-Sadah al-Muttaqin bi syarh Ihya 'Ulumiddin menuliskan :
"Jika disebut ahlussunnah wl jama'ah maka yang dimaksud adalah al-'Asy'ariyah dan al-Maturidiyah."
TENTANG JAMPI (DOA), AZIMAT DAN OBAT
Seorang sahabat bernama Hakim bin Hizam ra pernah bertanya kepada Nabi saw :"Ya, Rasulullah, apa pendapat tuan tentang jampi (doa) dan obat? Adakah ia menyanggah qadar (ketentuan) Allah?" Jawab Nabi saw : "Ia (jampi dan obat) adalah juga dari pada qadar Allah."
(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Juga Nabi saw bersabda :"Gunakanlah dua penyembuh. Madu dan Al qur'an."
(HR. Ibnu Majah dan al-Hakim).
Dalam kitab"Masail al-Imam Ahmad (hal. 260) karya Abu Dawud as-Sijistani sbb :
"Telah memberitakan kepada kami Abu Bakr, telah meriwayatkan kepada kami Abu Dawud, ia berkata :"Aku melihat tamimah (hirz/azimat) yang terbuat dari kulit dikalungkan pada leher putra Ahmad yang masih kecil".
Abu Dawud berkata :"Aku mendengar pertanyaan yg ditujukan kepada Imam Ahmad :"Menulis al-Qur'an kepada sesuatu kemudian dicuci dan dibuat mandi? Beliau menjawab :"Saya tdk mendengar kalau itu dilarang."
Trish
East Bekasi, September 15th, 2011
00.10 a.m.
Saudaraku...
Penulis, bukan mencari apa-apa (ketenaran, pengakuan, pujian, atau menyebarkan aib, memfitnah seseorang, dll) atas artikelku ini. Tapi, demi Dzat Yang Maha Hidup, hanya prihatin, akan umat ini. Pada mulanya, umat Islam ini bersatu, beramal dan tidak ada pertentangan, pelecehan, pengkafiran, penyesatan terhadap saudaranya (muslim), tiba-tiba hampir umat ini pecah, hanya karena ada segelintir golongan dengan mengatas namakan kembali kepada kitabullah dan sunnah Nabi saw,
Lalu mereka dengan tidak merujuk kepada keaslian ijtihad para ulama salafu-sholeh, mengkafirkan, menyesatkan saudaranya yang tidak sepaham.
Lalu mengklaim diri mereka adalah golongan yang paling benar, dan mengatakan golongan lain penghuni neraka karena dianggap sesat.
Saudaraku,
Dengan hati yang jauh dari rasa dengki, hasad, maka kutulis artikel ini hanya dengan maksud :"memberitahukan seluruh muslimin, supaya tahu dan sejauh mungkin menghindari golongan yang mengaku benar sendiri itu,
jika tidak kuasa menasehati mereka dengan tangan atau lisan (tulisan), dan selemah-lemahnya iman, adalah mengingkari dengan hati.
Dari pada merusak dan membuat keragu-raguan akidah yang selama ini kokoh di dalam dada.
Dan, saudaraku! Tapi, penulis menjadi tenang sedikit. Bahwa zaman ini memang sudah kodrat Allah, harus terjadi untuk membenarkan bahwa kalam-Nya hak (benar). Dan perselisihan umat-Nya ini akan terus berlangsung sampai hari kiamat.
By : Zaheed el-Mushaffi al-Fandany....
Sungguh Iblis, tertawa dan puas : dengan pertentangan di antara umat Muhammad saw ini, yang berhasil selamat dari tipu dayanya, mereka selamat. Yang celaka (menyeleweng dari ajaran yang benar), maka muslim-muslim itu berguguran di punggung neraka Jahannam.
NA'UDZUBILLAH MIN DZALIK
Jika Allah mau, tentu perselisihan ini diselesaikan di dunia ini dengan mengirimkan utusan-utusan-Nya, dengan menyiksa para pendurhaka. Tapi, kehendak-Nya, menunda balasan sampai hari kiamat.
Seperti dalam firman-Nya, Allah menegaskan :
"Dan tidaklah manusia itu ada (pada awalnya) kecuali adalah umat yang satu (dalam iman), kemudian mereka berselisih (tentang agama mereka), andai tidak ada kalimat Tuhan-Mu yang telah mendahuluinya, niscaya sudah diselesaikan (diadili di dunia) perkara yang mereka perselisihkan di dalamnya."
(QS. Yunus : 19)
Untuk memperkuat pembahasan artikel halaman depan ini, silahkan baca "KESESATAN ITU BERASAL DARI NAJD".