Saudaraku,
Sebelum anda baca isi surat yang akan penulis persembahkan kepada anda, baiklah akan penulis ketengahkan sebuah hadits yang sangat erat hubungannya dgn kemunculan orang yang akan membuat fitnah di dalam agama Islam ini. Yang di dalam beberapa hadits shahih, di masa Rasulullah saw, nenek moyang ulama-ulama penyebar fitnah sudah hidup dan Nabi saw sendiri menyaksikan beserta para sahabat, bahwa dari keturunan merekalah pengikut Dajjal akan dilahirkan.
Selamat membaca :
Anas bin Malik ra meriwayatkan sebuah hadits bahwa di Madinah, ada seorang anak muda yang sangat shaleh. Suatu hari kami meminta keterangan tentang pemuda ini kepada Baginda Nabi saw. Meskipun para sahabat menggambarkan sifat dan ciri-ciri pemuda itu kepada Nabi saw, tapi Baginda saw tidak bisa mengenali pemuda yg disebutkan itu.
Bagaimanapun, beberapa hari kemudian, saat kami sedang bersama sahabat Nabi saw, pemuda itu lewat di jalan. Mengenai beliau saw melihat pemuda tadi, Nabi saw bersabda :"Aku melihat tanda pengkhianatan setan tertera di wajahnya. Lantas pemuda itu mendekati Nabi saw dan mengucapkan salam. Lalu Baginda Nabi saw bertanya pdnya :"Tidak benarkah bahwa kamu kini sedang berfikir bahwa tdk ada orang yg lebih baik darimu di sini?
pemuda itu lantas menjawab :"Ya (benar!) Pikiran ini, sungguh terlintas di otakku. Lalu dia berjalan menuju masjid. Nabi saw lalu menanyakan tentang siapa yg mau membunuh orang ini. Sahabat Abu Bakar ra bersedia melakukannya dan masuk masjid dan melihat pemuda itu dia sedang asyik mendirikan shalat dan belia ra teringat sebuah hadits Nabi saw yg melarang seorang untuk membunuh seseorang yg sedang melakukan shalat dan kembali ke hadapan Nabi saw
Nabi saw lagi-lagi menanyakan mengenai siapa yg mau membunuh anak muda itu, kali ini sahabat Umar ra bersedia membunuhnya dan masuk masjid dan mendapati pemuda itu sedang melakukan sujud, dan dengan pikiran yg sama seperti Abu Bakar ra, Umar ra kembali menghadap Nabi saw. Untuk kali yg ketiga, Nabi saw lagi2 menanyakan siapa yg mau membunuh pemuda itu, kali ini sahabat Ali kwh bersedia melakukannya, Nabi saw bersabda :"Betul, kamu mau membunuhnya, jika kamu dapati dia?
Saat sahabat Ali kwh memasuki masjid itu, dia terkejut saat melihat pemuda itu sudah tdk ada di dalam masjid dan dia juga kembali kepada Nabi saw seperti yg lainnya. Rasulullah saw bersabda :"Andai kalian telah membunuhnya, maka semua fitnah yg ada pada umatku sampai hari kiamat akan disingkirkan dan tidak satupun pada umatku akan saling cakar di antara mereka."
(Kitab Ibriz, pp/277, oleh 'Allamah Syah Abdul 'Aziz Dabbaag).
Penulis buku ini mengatakan bahwa akidah Muhammad bin Abdul Wahhab adalah akidah "Ahlussunnah wal Jama'ah". Ditulis oleh Abu Umamah dari kitabnya "Syaikh Sa'ad asy-Syuwai'ir.
Penyunting sendiri akan memberikan komentar dulu : setelah penyunting baca (Zaheed), tanpa suudhan kepada beliau Muhammad bin Abdul Wahhab, dalam surat itu masih ada bayang-bayang (kata-kata hati) yg masih tertulis dlm surat, yg merupakan akidah sebelumnya, fatwa-fatwa sebelumnya, contoh akan penyunting cuplikan sebelum anda membacanya :
1. "..dan barang siapa yg ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yg merugikan diri mereka sendiri, kekal di neraka. "
"kekal di neraka jahannam khusus
untuk orang-orang munafik dan kafir. Sedangkan muslim yg zalim, fasik dan pendosa, tidak kekal di neraka.
Maksud penyunting, biar pembaca tdk salah paham.
2. .."sesuatu yg tdk ada yg bisa mereka penuhinya kecuali Allah."
Kalimat ini betul adanya. Memang sesuatu yg tdk ada dari para waliyullah, yang merupakan hak khusus bagi Allah, tdk boleh diminta. Misal mengampuni, cuma bisa memintakan ampun dan mendoakan supaya selamat atau masuk surga, itu boleh diminta. Khawatir sekali Muhammad bin Abdul Wahhab,
Dan dari tulisan tadi, betapa dia tidak memahami, mencoba menelaah dan cari tahu kepada para waliyullah. Hal ini dikarenakan dlm kitab2nya sebelumnya dia menyesatkan kaum sufi, yang kebanyakan para waliyullah adalah dari kaum sufi. Tentang karamah mereka banyak sekali Rasulullah saw mengakui, menyinggung dlm hadits2 beliau saw, tapi hadits2 yg menyinggung mereka dilemahkan bahkan diingkari.
3. .."Dan saya meyakini bahwa semua perkara ibadah yg dibuat2 dlm Islam adalah bid'ah (tanpa kecuali). "
Pernyataan ini, masih belum sepaham dengan para imam empat, juga muhaddits Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Nawawi yg membagi bid'ah ada dua : hasanah dan dlalaalah, yg masih kuat taklidnya kepada Ibnu Taymiyah. Dan akan terus menjadi polemik sepanjang zaman, jadi suratnya ini belum memecahkan masalah khilafah.
4. Dan juga isi-isi surat itu yg lain : tdk mengkafirkan muslimin seluruhnya, khususnya para imam sebelum dia, membantah tdk mengkafirkan orang yg bertawassul, tdk menyuruh supaya tdk bermakmum di belakang imam yg dianggap ahli bid'ah. Yang dalam realitanya : banyak dari muslimin yg masih merujuk kitab2 yg ditulisnya. Sedangkan surat ini bukan pernyataan secara umum kepada muslimin, hanya ditujukan kpd penduduk al-Qashim, itupun hanya sekedar membantah fitnah (kata dia).
Saudaraku,
Kata-kata
hanyalah kata-kata. Pengakuan hanyalah pengakuan. Andai, dia memang seperti itu ajarannya, sesuai pendapat para pendahulu kita, semoga Allah meridhainya. Yg menjadi pertanyaan : "Terus muslimin setelah dia yang banyak dikatakan ulama ataupun orang awamnya yg mengaku dia adalah ulama panutannya, kok beda sekali dengan pernyataan beliau ini? Terus, mereka membaca kitab siapa? Berguru kepada siapa? Kok, berbeda? Apa mereka justru menyimpang dari ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab? Atau surat itu
hanya sekedar bantahan penuh emosi, atas banyaknya kritikan-kritikan tajam dari para ulama yg memang sudah tersohor mereka adalah "Ulama ahlussunnah wal jama'ah" dari Maghrib sampai Maghrib. Pepatah mengatakan "ada asap tentu ada bara api" yg menimbulkannya. Ya, saudaraku. Tanpa buruk sangka, mari kita baca surat beliau, ambil yg baik, dan buang jauh-jauh yg masih keliru (yg menyelisihi ulama ahlussunnah wal jama'ah), sebagai bahan pertimbangan dan penelitian, sehingga kita tidak tersesat.
Syaikh Sa'ad asy-Syuwa'ir dlm menutup kitabnya, dgn mencantumkan salah satu risalah (surat) Muhammmad bin 'Abdul Wahhab yg dikirimnya kepada penduduk al-Qashim, ketika ditanya apakah akidahnya, agar mereka tenang mengikutinya. Berikut isi suratnya :
"Saya bersaksi kpd Allah dan kepada siapa yg hadir bersamaku dari para malaikat, dan saya bersaksi kepada kalian, bahwa :"Saya meyakini apa yg diyakini oleh al-Firqah an-Najiyah (kelompok yg selamat) yaitu "Ahlussunnah wal-jama'ah", berupa keimanan kpd Allah
para malaikat-Nya, para rasul-Nya, kebangkitan setelah kematian, dan beriman kepada apa yg ditakdirkan, yg baik maupun yg buruk.
Termasuk beriman kepada Allah adalah mengimani semua yg Dia sifatkan diri-Nya dengannya dlm kitab-Nya melalui lisan rasul-Nya tanpa melakukan tahrif (pemalingan makna/huruf) dan tdk pula ta'thil (mengingkari sifat).
Bahkan saya meyakini bahwasanya tak ada sesuatu pun yg semisal dengan Allah dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka saya tdk menafikan dari-Nya apa yg Dia
sifatkan untuk Diri-Nya dan saya tdk memalingkan kata-kata (sifat Allah) dari makna sebenarnya. Saya tdk melakukan penyimpangan dlm nama-nama dan ayat-ayat-Nya, saya tdk melakukan tahyif (membagaimanakan sifat Allah), saya tdk memisalkan sifat-sifat Allah dg sifat-sifat makhluk-Nya. Krn Allah tdk ada yg setinggi dengan-Nya, tdk ada yg setara dengan-Nya, dan tdk boleh dikiyas dengan makhluk-Nya.
Krn Allah paling Mengetahui tentang diri-Nya dari apa yg disifatkan oleh para penentang-Nya dari para pelaku
tahyit dan tamtsiil (menyerupakan Allah dgn makhluk). Dia berfirman :"Maha Suci Tuhan-mu yg mempunyai keperkasaan dari apa yg mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul."
(QS. Ash-Shaffat : 180-181).
al-Firqah an-Najiyah berada di pertengahan_dlm masalah perbuatan Allah antara Qadariyah dan Jabariyah. Mereka berada di pertengahan dlm masalah ancaman_antara Murji'ah dan Wa'idiyah. Mereka berada di pertengahan dlm masalah iman dan agama antara Haruriyah (khawarij) dan Mu'tazilah
Saya jga meyakini bahwa Allah Maha Berbuat apa yg Dia kehendaki, tdk ada sesuatupun yang akan terjadi kecuali dgn kehendak-Nya, tdk ada satupun yg keluar dari keinginan-Nya.
(dlm hal ini kadang muqallidnya tdk mengakui karamah seorang muslim yg diberi karunia mengetahui yang gaib, dgn dalih hanya Allah yang mengetahui yg gaib atau hanya para Rasul-Nya saja. Juga dlm kitabnya, juga komentar seperti itu_penyt).
Tdk ada satupun dlm alam ini yg keluar dari ketetapan-Nya, tak ada satupun yg lahir kecuali
atas pengaturan-Nya, dan tdk ada jalan keluar bagi seorangpun dari takdir yg telah dibatasi untuknya dalam "Lauh al-Mahfudz."
Saya meyakini keimanan kpd semua yg dikabarkan oleh Nabi berupa semua perkara yg terjadi setelah kematian. Maka saya mengimani adanya (fitnah) dlm kubur dan kenikmatannya, dan dikembalikannya roh-roh kepada jasad2, sehingga seluruh manusia akan berdiri untuk Rabb semesta alam dlm keadaan tdk beralas kaki, telanjang lagi tak berkhitan, sementara matahari dekat kpd mereka.
Mizan2 (timbangan) ditegakkan, yg padanya semua amalan hamba akan ditimbang. Barang siapa yg berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-2 yg beruntung, dan siapa yg ringan timbangan kebaikannya maka mereka itulah orang-2 yg merugikan diri mereka sendiri, KEKAL DI DALAM JAHANNAM.
Buku2 catatan amalan akan disebar, maka di antara manusia ada yg menerimanya dari tangan kanannya dan ada juga yg menerimanya dg tangan kirinya.
Saya mengimani adanya telaga Nabi kita Muhammad di pelataran hari kiamat.
Airnya lebih putih dr pada susu, lebih manis dari pada madu, bejana-bejana sebanyak bintang2 di langit, dan barang siapa minum darinya sekali niscaya dia tdk akan merasakan haus setelahnya selama2nya.
Saya mengimani adanya sirath (titian) yang akan di pasang di atas punggung jahannam, yg seluruh manusia akan melewatinya sesuai dgn kadar amalan-amalan mereka. Saya mengimani adanya syafa'at Nabi dan bahwa beliau adalah Syafi' pertama dan yg pertama kali diberikan izin untuk memberi syafa'at. Tdk ada
yg mengingkari adanya syafa'at nabi kecuali para penganut bid'ah dn kesesatan. Hanya saja syafa'at beliau ini tak akan terwujud kecuali setelah ada izin & keridhaan dr Allah, sebagaimana pd firman Allah :
"Dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kpd orang yg diridhai-Nya."
(QS. Al-baqarah : 255).
"Dan berapa banyak malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tdk berguna, kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yg dikehendaki dan diridhai-Nya."
(QS. An-Najm : 26).
Sementara Dia tdk meridhai
kecuali tauhid dn tidak mengizinkan kecuali kepada yang memiliki tauhid. Adapun kaum musyrikin maka mereka tdk punya sedikitpun bagian dari syafa'at. Sebagaimana pada firman-Nya :
"Maka tdk berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-2 yg memberikan syafa'at."
(QS. al-Muddatsir : 48).
Saya mengimani bahwa surga dan neraka adalah makhluk, keduanya sudah ada sekarang dan keduanya tdk akan fana (rusak). Saya mengimani bahwa kaum mukminin akan melihat Rabb mereka dgn penglihatan mereka pd hari Kiamat
sebagaimana mereka melihat bulan pd malam purnama, mereka tdk kesulitan dlm melihat-Nya. Saya mengimani bahwa nabi kita Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul. Dan tdk sah keimanan seorang hamba sehingga dia beriman kpd risalah Beliau dan mempersaksikan kenabian beliau. Saya mengimani bahwa manusia paling utama dari umat beliau adalah Abu Bakr as-Shiddiq, kemudian Umar al-Faruq, kemudian Utsman Dzu an-Nurain, kemudian Ali al-Murtadha, kemudian mereka yg ikut perang Badr, kemudian mereka yg membai'at
Nabi di bawah pohon, yg mengikuti bai'at Ridhwan, kemudian sahabat lainnya. Saya berloyal kpd para sahabat Rasulullah, menyebutkan kebaikan2 mereka, mendoakan untuk mereka, dn meminta ampunan untuk mereka, serta saya MENAHAN DIRI DARI MENYEBUTKAN KEJELEKAN2 MEREKA DAN DIAM PADA PERKARA YG MEREKA BERSELISIH PADANYA.
Saya meyakini KEUTAMAAN (KEISTIMEWAAN KEDUDUKAN MEREKA), sebagai pengalaman dari firman Allah :
"Dan orang2 yg datang sesudah mereka (Muhajirin & Anshar), mereka berdoa :"Ya, Rabb Kami,
beri ampunlah kami, dan saudara2 kami yg telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dlm hati kami terhadap orang-orang beriman ; ya Rabb Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."
(QS. al-Hasyr : 10).
Saya mendoakan kepada ibu2 kaum mukminin (istri2 Rasulullah) ra, yg disucikan dari berbagai kejelekan.
SAYA MENGAKUI KARAMAH PARA WALI DAN MUKASYAFAH (kejadian-kejadian luar biasa) yg terjadi pada mereka, HANYA SAJA MEREKA TDK PANTAS MENDAPATKAN
SEDIKITPUN APA YG MENJADI HAK ALLAH DAN TIDAK BOLEH DIMINTA DARI MEREKA SESUATU YG TIDAK ADA YANG BISA MEMENUHINYA KECUALI ALLAH."
Saya tdk memastikan untk seorang muslim bahwa dia masuk surga dan tdk pula memastikan masuk neraka, kecuali orang yg telah dipastikan oleh Rasulullah. Akan tetapi saya mengharapkan orang2 yg berbuat baik bisa masuk surga dan megkhawatirkan orang2 yg berbuat jelek akan masuk neraka.
SAYA TIDAK MENGKAFIRKAN SEORANGPUN DARI KAUM MUSLIMIN karena suatu dosa yg dia buat, dan saya
saya TIDAK MENGELUARKAN DIA DARI LINGKUP ISLAM.
(pertanyaannya : tapi muqallidnya banyak yg menuduh saudaranya muslim sebagai musyrik, kafir dan ahli bid'ah. Terus mereka yg ngajarin siapa?_penyt).
Saya memandang jihad tetap berlaku bersama setiap pemimpin yang baik maupun yg fajir (zalim), dan SHALAT BERJAMA'AH DI BELAKANG MEREKA ADALAH BOLEH."
(pertanyaan : tapi muqallidnya banyak yg mengharamkannya dgn alasan shalat di belakang ahli bid'ah_kata mereka. Ini siapa yang mengajarinya?_peny).
Jihad tetap berlaku semenjak Alah mengutus Muhammad sehingga akhir umat ini memerangi Dajjal, jihad ini tdk dibatalkan oleh kejahatan seorang imam yg fajir dan tdk pula dibatalkan oleh keadilan seorang imam yg adil.
Saya menilai wajibnya mendengar kepada imam-imam kaum muslimin yg baik maupun yg fajir di antara mereka, selama mereka tdk memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah. Siapa saja yg memegang khilafah, manusia dan sudah sepakat akan kepemimpinannya dan mereka ridha kepadanya, ataukah
orang itu menundukkan mereka dgn pedangnya hingga dia bisa menjadi khalifah (secara paksa) mereka tetap wajib untuk taat kepadanya dan haram untuk keluar dari ketaatan kepadanya.
Saya memandang disyari'atkannya memboikot para penganut bid'ah dan menjauhi mereka
hingga mereka bertaubat. Saya menghukumi mereka dgn agama (yg bersifat lahiriyah), dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah.
(tapi banyak dari muqallidnya, malah bersifat kasar, dgn alasan musyrik, khurafat, takhayul dan bid'ah, sesuai pemahaman guru2 mereka, yang penyunting tdk tahu, siapa._peny).
DAN SAYA MEYAKINI BAHWA SEMUA PERKARA IBADAH YANG DIBUAT-BUAT DLM ISLAM ADALAH BID'AH.
(tanpa perincian, seperti yg sudah dirinci oleh para muhaddits dan imam-imam ahlussunnah, maka akan terus menjadi
polemik, dan kenyataannya sampai sekarang muqallidnya jika berdakwah selalu yg dibahas tentang ini, padahal para imam sudah selesai membahas_peny).
Saya meyakini bahwa iman itu adalah ucapan dgn lisan, amalan dgn anggota badan, dan keyakinan dg hati, dia bisa bertambah dg ketaatan dan berkurang dn kemaksiatan. Dia terdiri dari 73 cabang sampai 79 cabang, dimana cabang tertingginya adalah "syahadat" Laa ilaaha illallah" dan cabang yg paling rendah adalah menyingkirkan segala gangguan dari jalanan.
Saya memandang wajibnya amar ma'ruf dan nahi munkar sesuai dg apa yg diwajibkan oleh syari'at Muhammadiyah yg suci. Ini adalah aqidah ringkas yg SAYA TULISKAN DALAM KEADAAN PIKIRAN SAYA SEDANG SIBUK, AGAR KALIAN BISA MENGETAHUI APA YG ADA PADA SAYA DEMI ALLAH YG MENJADI TEMPAT BERSANDAR ATAS APA YG KAMI KATAKAN."
Kemudian tdk samar bagi anda bahwa telah sampai kepadaku kabar bahwa risalah SULAIMAN BIN SUHAIM telah sampai kepada anda, dan bahwa risalah tersebut telah diterima & dibenarkan oleh
sebagian orang yg menisbatkan dirinya kpd ilmu di negeri anda. Dan Allah mengetahui bahwa orang ini (Ibn Suhaim), TELAH MEMBUAT BANYAK PERKARA DUSTA ATAS NAMA SAYA YG TIDAK PERNAH SAYA UCAPKAN, DAN KEBANYAKANNYA TDK PERNAH TERBETIK DI DLM PIKIRANKU."
(tapi banyak kaum muslimin sekarang, kok ajarannya beda, dengan perkataan Muhammad bin Abdul Wahhab ini. Terus, mereka yg ngajari? Krn mereka mengklaim ulama panutannya adalah Muhammad bin Abdul Wahhab_peny).
Di antara bentuk-bentuk KEDUSTAAN TERSEBUT ADALAH dia mengatakan bahwasanya SAYA TIDAK MENGGUNAKAN KITAB-KITAB MADZHAB EMPAT, dan bahwasanya SAYA MENGATAKAN BAHWA MANUSIA TDK BERADA DI ATAS AKIDAH YG BENAR SEJAK 600 TAHUN YG LALU (penyunting kebetulan pernah menemukan tulisannya tentang masalah ini, dikitabnya kalau pernyataannya ini berbeda dgn isi suratnya ini_peny).
dan bahwasanya SAYA MENGKLAIM DIRI SAYA SEBAGAI ORANG YG MAMPU BERIJTIHAD (muncul madzhab baru), dan bahwasanya SAYA TDK MENGIKUTI PARA ULAMA, dan bahwasanya SAYA MENGATAKAN BAHWA PERBEDAAN PENDAPAT DI KALANGAN ULAMA ITU ADALAH (menyebabkan siksaan), dan bahwasanya SAYA MENGKAFIRKAN ORANG YG BERTAWASSUL MELALUI ORANG-ORANG SHOLEH, dan bahwasanya SAYA MENGKAFIRKAN AL-BUSHIRI krn ucapannya :"
Wahai makhluk yg paling mulia," dan bahwasanya SAYA MENGATAKAN BAHWA JIKA SEANDAINYA SAYA SANGUP, UNTUK MEROBOHKAN KUBAH (yg berada di atas kuburan Rasulullah saw), NISCAYA SAYA AKAN MEROBOHKANNYA. DAN SEANDAINYA SAYA YG BERKUASA ATAS KA'BAH MAKA SAYA AKAN MENGGANTI SALURAN AIRNYA DGN SALURAN AIR YG TERBUAT DARI KAYU, dan bahwasanya SAYA MENGHARAMKAN ZIARAH KUBURAN NABI, DAN BAHWASANYA SAYA MENGINGKARI ZIARAH KE KUBUR KEDUA ORANG TUA DAN SELAIN KEDUANYA, dan bahwasanya SAYA MENGKAFIRKAN ORANG YG BERSUMPAH
DG SELAIN NAMA ALLAH, dan bahwasanya SAYA MENGKAFIRKAN IBNU AL-FARIDH DAN IBNU ARABI, dan bahwasanya SAYA MEMBAKAR KITAB "DALA'IL AL-AKHIRAT DAN RAUDH AR-RIYAHIN DAN SAYA MENAMAKANNYA "RAUDH ASY-SYAYATHIIN". Jawaban saya atas SEMUA TUDUHAN DI ATAS ADALAH :
"MAHA SUCI ENGKAU YA, ALLAH! ITU SUNGGUH MERUPAKAN KEDUSTAAN YG BESAR."
(terus sebagian muslimin sepeninggalan dia banyak yg melakukan perbuatan itu. Terus siapa yang menjadi ulama panutannya/guru-guru mereka?_peny).
Sumber : "TASH-HIIH KHATHA' TARIKHI HAULA AL-WAHHABIYYAH" oleh Syeikh Dr. Muhammad bin Sa'ad asy-Syuwai'ir I, edisi Indonesia :"Wahabi dan Imperialisme", penerjemah : Abu Mu'awiyyah Hammad I, penerbit : Griya Ilmu.
Saudaraku,
Untuk referensi maka silahkan baca halaman penyunting yg berjudul "KUMPULAN FATWA-FATWA MENYESATKAN"
By : Zaheed al-Mushaffi al-Fandani.
Bekasi, 22 Okt 2011