peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

PENGHANCURAN SITUS ISLAM OLEH YAHUDI - kitab.mafahim.al-mushahhah



PENGHANCURAN SITUS ISLAM OLEH YAHUDI
Dalam rangka menyambut tuhannya DAJJAL LA'NATULLAH
PENGHANCURAN SITUS ISLAM OLEH YAHUDI - old city of jerusalem
Insert : Kota kuno Yerusalem masih terpelihara oleh Yahudi, bahkan semakin dibangun

Ditulis oleh : Syeikh Muhammad Hisyam al-Kabbani

Nabi saw pernah menyebutkan bahwa : "..salah satu tanda akhir zaman adalah pembangunan Bayt al-Maqdis di Yerusalem dan penghancuran Yatsrib (Madinah).."
Sebuah hadits dari Mu'adz bin Jabal ra, Nabi saw bersabda :"bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman adalah "Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, penghancuran Yatsrib (Madinah) dan penghancuran Yatsrib, munculnya pembantaian dan pertempuran dahsyat atau pertikaian berdarah, penaklukan Konstantinopel dan kemunculan Dajjal."
Lalu Nabi saw menepuk paha Mu'adz sambil berkata :"Sungguh, itu merupakan kebenaran, seperti halnya kenyataan bahwa kamu sedang duduk saat ini."

Kita mungkin akan berpikir bahwa untuk membangun Yerusalem (al-Quds) berarti membangun gedung2 tinggi beserta tampilan peradabannya yg bisa kita saksikan saat ini, dan bahwa di Madinah tdk akan ada peradaban semacam itu.
Namun di Madinah telah dibangun gedung2 tinggi, pusat2 perbelanjaan, hotel-hotel, terowongan2 menuju masjid dan perluasan masjid.
Semua ini tampaknya bertolak belakang dg hadits yg menyebutkan bahwa Madinah akan hancur.

Ketika kita cermati hadits itu lebih dalam, kita melihat
bahwa Nabi saw tdk menyebutkan bahwa seluruh kota Yerusalem akan dibangun, tetapi Bayt al-Maqdis akan diperbaiki. al-Quds mencakup seluruh Yerusalem dn Bayt al-Maqdis adalah kawasan suci tempat Nabi Muhammad saw naik ke langit dlm rangka Isra dan Mi'raj.
Kawasan itu telah dijaga selama berabad-abad dan dipelihara dlm bentuk yg asli. Melalui pengetahuan beliau saw yg diberikan Allah 'Azza wa jalla, Nabi saw telah melukiskan peristiwa itu 1400 tahun yg lalu.

Dan Yatsrib akan dihancurkan.
Namun, dg pencermatan yg lebih seksama, kita mengetahui bahwa Nabi saw secara khusus menyebutkan bahwa Yatsrib, bukan Madinah, akan dirusak.
Pernyataan Nabi saw sangat akurat itu mengungkapkan makna yg bisa dipahami dlm konteks modern. Yatsrib adalah kota Nabi saw tempat munculnya cahaya pengetahuan yg menyinari dunia. Ia merupakan tempat berdirinya pemerintahan Islam pertama kali, dn sumber banyak prestasi para sahabat.
"Kharaab Yatsrib" berarti bahwa peradaban kota tua Madinah
(yg dulu dikenal dg nama Yatsrib) akan dirusak. Dampaknya adalah bahwa segala peninggalan klasik dn tradisional dlm Islam akan dihancurkan pd masa-masa sebelum datangnya hari kiamat.

Pengrusakan bangunan Monumental Islam oleh Kaum Wahabi

Pengrusakan itu dilakukan oleh sekelompok orang yg menyebarkan versi Islam dg pemahaman yg dangkal, yg mendeskriditkan dan meremehkan tradisi-tradisi klasik. Kini, kita menyaksikan kemunculan orang yg menentang setiap aspek Islam Tradisional, Islam arus utama
(mayoritas umat), yg telah dipelihara oleh umat Islam selama lebih dari 1400 tahun. Kelompok tersebut ingin mengubah seluruh pemahaman keagamaan dg menawarkan Islam gaya baru mereka.

Orang2 tersebut merupakan kelompok yg ditolak dari berbagai sisi oleh para ulama Islam, seperti yg telah banyak ditulis orang. Tidak ada yg namanya Islam itu dimodernkan, diperbaiki, atau dibenahi. Islam adalah agama yg sudah sempurna, sejak pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad saw hingga hari kiamat.
Sementara Islam sendiri tdk mengenal reformasi, orang2 Islam sendiri itulah yg perlu merenovasi diri sehingga mereka mampu memahami dan melaksanakan Islam secara benar. Dalam kesempurnaannya, Islam mirip bulan purnama : bulatnya tdk kurang dan tidak lebih.

"Kharaab (penghancuran) Yatsrib disebutkan 2 kali dalam hadits tersebut. Pertama adalah penghancuran peradaban pengetahuan Nabi saw, yaitu agama dlm bentuk penyimpangan terhadap pesan-pesan Nabi saw.

Mereka mengklaim diri sebagai "pembaharu Islam" yg berusaha menyuguhkan hal-hal baru untuk menggantikan dan menghapus hal-hal klasik dn tradisional dlm Islam.
Aliran Wahabi inilah yg pertama kali mengajukan pemahaman yg sepenuhnya baru tentang Islam, dengan "KEDOK PEMURNIAN ISLAM".
Ideologi Wahabisme ini telah merusak Islam tradisional atas nama "PEMURNIAN ISLAM", seakan-akan semua orang Islam sebelum munculnya MUHAMMAD IBN 'ABDUL WAHHAB telah tersesat semuanya.

Alih-alih membawa pemurnian,
ia justru telah menghancurkan praktek keislaman yg telah berakar selama berabad-abad. Semua hal yg telah diwariskan Nabi saw dan generasi Islam sepeninggalan beliau saw tiba-tiba dicap sebagai "BENTUK PENYEMBAHAN BERHALA (SYIRIK) YG HARUS DIMUSNAHKAN."

Orang2 Islam yg melaksanakan ibadah haji dijejali dg bahan-bahan bacaan dn propaganda mereka, sehingga para jama'ah itu menganggap bahwa keyakinan dan praktek tradisional mereka selama ini bertentangan dengan Islam.
Sekte Salafi Wahabi MERAGUKAN TRADISI KEILMUAN YG TELAH BERUSIA 1400 TAHUN, dan melontarkan tuduhan kufur, syirik, bid'ah dan haram terhadap berbagai praktek dan pemahaman tradisional.
Kerusakan pertama yg menimpa Yatsrib adalah ketika Muhammad ibn 'Abdul Wahhab menghancurkan ilmu-ilmu keislaman dg cara meracuni pemahaman-pemahaman orang2 Islam terhadap agama mereka, telah terpenuhi.

Ungkapan "khuraab (penghancuran)" kedua Yatsrib menunjuk pada penghancuran fisik bangunan dan monumen yg berasal dari
masa Nabi saw di Yatsrib, kota Madinah klasik. Di Madinah memang terjadi perluasan Masjidil Haram (Nabawi), tetapi kenyataan itu tdk bertolak belakang dg ungkapan "Kharaab Yatsrib", krn hadits itu merujuk pada kota Madinah yg dikenal Yatsrib (dulu), dan semua yg mewakilinya.

Segala sesuatu yg terkait dg kehidupan Nabi saw telah dipelihara oleh orang2 Islam bertahun-tahun, apakah masjid tua, benda-benda bersejarah, atau makam Rasul saw, para sahabat, istri dan anak-anaknya.

Meskipun orang-orang Islam selama berabad-abad sepakat bahwa situs-situs tersebut merupakan bagian penting dlm sejarah dan tradisi Islam, semua dihancurkan oleh aliran Wahabi dg menggunakan dalil "BAHWA SEMUA ITU BUKAN LAGI ISLAM".

Pemahaman mereka yg dangkal terhadap Islam, mengakibatkan
penghancuran sejumlah peninggalan sejarah dan monumen. Kharaab berarti "penghancuran" tetapi kata ini bermakna "peruntuhan".

Memang, kantong-kantong tradisi klasik masih ada, dan hendak dibangun kembali oleh Umat Islam, tetapi mereka tidak diperbolehkan membangunnya kembali, sehingga yg tersisa hanyalah reruntuhan dan puing-puing bangunan.
Tidak ada lagi orang-orang yg mengetahui lokasi kuburan para sahabat, di gunung Uhud dekat Madinah, kita bisa menyaksikan puing-puing bangunan yg awalnya merupakan
makam yg dilengkapi dg kubah dan hiasan-hiasan indah. Dengan makam yg terlihat jelas, bangunan suci itu mengenang para sahabat yg gugur bersama Sayyidina Hamzah ra di gunung Uhud.
Kini, hanya ada reruntuhan dinding yg diabaikan oleh para pengunjungnya. Demikian pula halnya, sdh tdk ada lagi bekas-bekas yg menunjukkan makam para syuhada Badar. Juga, tdk ada lagi tanda kuburan istri Nabi saw, Khadijah al-Kubra ra di Jannat al-Mu'laa, Mekkah.

Di jannat al-Baqi' (pemakaman yg bersebelahan dg makam dan masjid Nabi saw di Madinah), makam 'Utsman, 'Aisyah ra dn sejumlah sahabat yg telah dipelihara oleh penguasa 'Utsmani (Turki) hingga awal abad 20-an, namun jejak-jejaknya kini telah dihilangkan. Hal itu merupakan pengrusakan fisik terhadap peradaban Islam yg ada sejak Nabi saw tinggal di Yatsrib. Dg perlahan-lahan serta diam-diam para pengikut Wahabi telah melenyapkan semua hal yg terkait dg Nabi saw dan Islam tradisional, sehingga saat ini
nyaris tak tersisa. Di samping Ka'bah di Mekkah al-Mukarramah terdapat Maqam Ibrahim yang memuat jejak kaki Nabi Ibrahim as, ketika beliau as membangun Ka'bah.

Allah 'Azza wa jalla berfirman : "Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yg aman. Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat."
(QS. al-Baqarah : 125).

Meskipun demikian, penguasa keagamaan Wahabi atau Salafi di Mekkah pernah mencoba melenyapkan Maqam Ibrahim.
Itu terjadi pd masa almarhum Syeikh Mutawalli asy-Sya'rawi dr Mesir yg memberi tahu Raja Faizal tentang rencana mereka (pengikut sekte Salafi), sehingga raja memerintahkan mereka agar membiarkan Maqam Ibrahim ditempatnya semula.

Raja berdiri menentang mereka dlm persoalan serius itu, tetapi banyak kejadian serupa dimana beliau hampir mustahil menahan gelombang perusakan terhadap benda-benda peninggalan dn tradisi Islam. Hingga tahun 1960-an makam ayah Nabi saw di Madinah ditandai dg tulisan dinding
sebuah rumah dekat Masjid Nabawi, tetapi tanda itu kini sudah hilang. Di Masjid Nabawi, semua dinding dn tiang masjid awalnya dihiasi dg puisi-puisi pujian terhadap Nabi saw, para pengikut aliran Wahabi kemudian menghilangkan hiasan-hiasan itu, baik dg mengganti dinding marmer itu, atau menghapusnya hingga tdk terlihat lagi hiasan puisi yg tersisa.

Satu-satunya hal yg tidak dapat mereka lenyapkan adalah tulisan di depan mimbar pd mihrab (tempat shalat imam) yg berisi dg pujian kpd Nabi saw dn 200
nama beliau saw. Pada th. 1936, orang-orang Wahabi bahkan berusaha memisahkan Masjid Nabawi dari makam Nabi saw, tetapi negara-negara Muslim dunia bersatu padu menentang rencana tersebut dan berhasil menggagalkannya, sebuah keberhasilan yg sangat jarang terjadi. Di depan gerbang menuju makam Nabi saw (al-wajihah al-Syarifah) pada awalnya terdapat tulisan "Ya, Allah, ya Muhammad!"
Pengikut aliran Wahabi kemudian menghapus huruf "ya" dlm ngkapan "Ya Muhammad!" hingga hanya tersisa huruf "alif"
Jadi tinggal bunyi ungkapan "a Muhammad atau Muhammad saja." Belakangan, mereka melangkah lebih jauh lagi dg menempatkan huruf "ya" kembali, tetapi menambahkan pd huruf "ha" satu titik dibawahnya yg berubah menjadi "huruf jim" dn menambahkan titik dua di bawah huruf "mim" sehingga menjadi "ya" dengan begitu "ya Muhammad" berubah menjadi "ya Majiid", sehingga kalau dibaca lengkap menjadi "Ya Allah, ya Masjiid".

Persis seperti ketika melenyapkan tulisan di makam para sahabat dn keluarga Nabi saw,

mereka kini juga telah menghapus nama Nabi saw dari makam beliau saw sendiri.

Ini bertentangan dg kenyataan bahwa Allah telah memuliakan nama beliau saw bersanding dengan nama-Nya, dalam kalimat syahadat "LAA ILAAHA ILLALLAH, MUHAMMAD RASUL ALLAH".

Kharaab Yatsrib yg disebutkan kedua kalinya dalam hadits di atas telah terpenuhi.
Ungkapan 'Umran Bayt al-Maqdis berarti pembangunan kembali peninggalan-peninggalan klasik (Yahudi) di Yerusalem, sementara ungkapan "Kharaab Yatsrib" berarti
penghancuran terhadap cara-cara dan peninggalan klasik di kota Yatsrib.

Kesaksian penerjemah :"Saya hanya ingin menambahkan sedikit saja, tentang kehancuran kota Madinah, yg baru saya saksikan secara langsung ketika mengunjungi Madinah al-Munawwarah (17-20 Juli 2005).

(Sumber http://barrynuqaba.wordpress.com).

Allah berfirman : "Apakah (orang-orang) yg memberi minuman orang-orang yg mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram kamu samakan dengan orang-orang yg beriman kepada Allah dan hari kemudian
serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah ; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."
(QS. at-Taubah : 19).

Disunting oleh : Zahed al-Mushaffi
Bekasi, 15 Januari 2012
Visits: 888


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top