peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Ebit G A D - lagukenangan



Ebit G A D
Ebit G A D - yusniawati
Download Lagu Ebiet G Ade=>>
http://m.melagu.com/artis/pop-kenangan/Ebiet+G+Ade/
Ebiet G Ade - Tatkala letih menunggu Menunggu adakalanya terasa mengasyikkan Banyak waktu kita miliki untuk berfikir Sendiri seringkali sangat kita perlukan Meneropong masa silam yang telah terlewat Mungkin ada apa yang kita cari Masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal Mungkin ada apa yang kita kerjakan Justru tak terjamah saat kita melintas Menunggu lebih terasa Beban yang membosankan Banyak waktu kita terbuang Tergilas cuaca Sendiri seringkali sangat menyakitkan Meneropong masa depan dari sisi yang gelap Mungkin ada apa yang kita takuti Cukuplah menghadap di lembaran hari-hari nanti Mungkin ada apa yang kita benci Justru t’lah menerkam menembus sisi jiwa kita Mungkin ada apa yang kita takuti Justru t’lah menghadang di lembaran hari-hari nanti Mungkin ada apa yang kita benci Justru t’lah menerkan menembus sisi jiwa kita Memang seharusnya Kita tak membuang semangat masa silam Bermain dalam dada Setelah usai mengantar kita Tertatih-tatih sampai disini..
DOWNLOAD MP3
http://dc108.4shared.com/img/118354356/6b9f7f0a/dlink__2Fdownl...

* Ebiet G Ade - Untukmu kekasih Ingin berjalan berdua denganmu kekasih Lewati malam setelah usai rinai gerimis Lelah wajah diluruh dengan rumput biru Jemari tangan kita lekat jadi satu Pipimu memerah, hasratku merekah Kenapakah waktu tertinggal jauh? Ku katakan kepadamu tentang hijau rumah Yang bakal kita kerjakan dengan sederhana Kita segera angkat dengan sinar pagi Nyanyikan kupu-kupu hingga di rambutmu Tersenyumlah kamu, tertawalah aku Kenapakah waktu tertinggal jauh? Malam, suntingkan rembulan untukku Agar cinta tak berpaling dariku Lama aku pelajari satu puisi Sayang bila hanya angin yang mengerti Oh burung bernyanyilah demi terjalin cinta Ho ho o, ho ho o o Malam, suntingkan rembulan untukku Agar cinta tak berpaling dariku Lama aku pelajari satu puisi Sayang bila hanya angin yang mengerti Oh burung bernyanyilah demi terjalin cinta Ho ho o, ho ho o o
DOWNLOAD MP3
http://dc125.4shared.com/img/93344832/481ba3ad/dlink__2Fdownlo...

* Ebiet G Ade - Kosong Ketika diam menjerat aku Ke dalam ruang hampa Angin berhembus tajam mengiris Menusuk rembulan Bayanganmu seperti lenyap di sapu gelombang Perahuku terombang ambing dan tenggelam Ketika hening merenggut aku Ke dalam danau jiwa Suara lanting meronta-ronta Merobek mentari Dekapanmu masih terasa hangat dalam dada Bintang gemintang bersembunyi ke dalam kelam Kosong, pikiran hampa menerawang Kosong, langit terasa s’makin gelap Entah bermimpi tentang apa terpenggal- penggal Entah senyum kepada siapa aku berserah Kosong, pikiran hampa menerawang Kosong, langit terasa s’makin gelap Mestinya aku hanya diam dalam tawakal Atau ku urai air mata dalam sembahyang Atau ku urai air mata dalam sembahyang
DOWNLOAD MP3
http://dc120.4shared.com/img/26965110/f747bf1e/dlink__2Fdownlo...

* Ebiet G Ade - Cintaku kandas di rerumputan Aku mulai resah Menunggu engkau datang Berpita jingga sepatu hitam Kau bawa cinta yang kupesan Aku mulai ragu Dengan keberanianku Berapa cinta kau tawarkan Berapa banyak yang kau minta Aku merasa terjebak dalam lingkaran membiusku Namun dorongan jiwa tak sanggup ku tahan Iblis manakah yang merasuk aku memilih cara ini Mungkinkah aku merasa tak punya apa-apa Dan ketika engkau datang Aku pejamkan mataku Samar kudengar suaramu Lembut memanggil namaku Seketika sukmaku melambung Ku putuskan untuk berlari Menghindarimu sejauh mungkin Cintaku kandas di rerumputan Aku mulai sadar Cinta tak mungkin ku kejar Akan kutunggu harus kutunggu Sampai saatnya giliranku Dan ketika engkau datang Aku pejamkan mataku Samar kudengar suaramu Lembut memanggil namaku Seketika sukmaku melambung Ku putuskan untuk berlari Menghindarimu sejauh mungkin Cintaku kandas di rerumputan
DOWNLOAD MP3
http://dc144.4shared.com/img/59002901/5e5d0a50/dlink__2Fdownlo...

* Ebiet G Ade - Cinta di kereta biru malam Semakin dekat aku memandangmu Semakin rindu di keningmu Gelora cinta membara di bibirmu Gemercik hujan di luar jendela Engkau terpejam bibirmu merekah Mengisyaratkan rasa di dadaku Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku Menahan dingin di kereta biru malam Kau nyalakan gairah nafsuku Kau hela cinta di dadaku Kau ciptakan musik irama tralalalala lala Kau ciptakan gerak irama tralalalala Kau ciptakan panas irama tralalalala lala Kau ciptakan diam, irama tralalala lala, la la la la Bukti keringat basah bersatu Nafas birahipun besar Kereta makin terlambat berhenti Ku ulurkan lembut tanganku Ku benahi kusut gaunmu Engkau tersenyum pergi dan menangis Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku kini basah bersimbah peluh kita berdua Kuhempaskan lelah tubuhku Kubuang cinta di dadaku Ku ciptakan janji irama tralalalala lala Ku ciptakan ingkar irama tralalala Ku ciptakan dosa irama tralalala lala Ku ciptakan diam irama tralalala lala la, lalala
DOWNLOAD MP3
http://dc123.4shared.com/img/82061743/da569817/dlink__2Fdownlo...

* Ebiet G Ade - Izinkan ku reguk cintaMu Aku bertasbih bukan hanya karena Takut akan azab neraka Aku bertahmid bukan hanya karena Ingin merebut nikmat surgaMu Aku bertakbir seluruh jiwa dan raga Karena sungguh mendambakanMu MerindukanMu, mencintaiMu Kekasihku Izinkan aku membasahi sajadah Bersimbah air mata dalam sujud Aku bertakbir seluruh jiwa dan raga Karena sungguh mendambakanMu MerindukanMu, mencintaiMu Kekasihku Engkaulah yang Maha Perkasa Engkaulah yang Maha Segalanya.. Ya Allah.., Ya Rahman.., Ya Rahim.., Ya Karim.. S’gala puji bagiMu.. Izinkan aku nunduk memohon ampun Lafdazkan taubat dan istigfar Aku bertakbir seluruh jiwa dan raga Karena sungguh mendambakanMu MerindukanMu.., mencintaiMu.. Kekasihku.. Engkaulah yang Maha Perkasa Engkaulah yang Maha Segalanya.. Ya Allah.., Ya Rahman.., Ya Rahim.., Ya Karim.. Segala puji bagiMu.. Izinkan aku reguk cintaMu..

* Ebiet G Ade - Camelia II Gugusan hari-hari Indah bersamamu Camelia Bangkitkan kembali Rinduku mengajakku kesana Ingin ku berlari Mengejar seribu bayangmu Camelia Tak pedulikan ku terjang Biarpun harus ku tembus padang ilalang Tiba-tiba langkahku terhenti Sejuta tangan t’lah menahanku Ingin ku maki mereka berkata “Tak perlu kau berlari, Mengejar mimpi yang tak pasti Hari ini juga mimpi, Maka biarkan dia datang, Di hatimu, di hatimu..” Tiba-tiba langkahku terhenti Sejuta tangan t’lah menahanku Ingin ku maki mereka berkata “Tak perlu kau berlari, Mengejar mimpi yang tak pasti Hari ini juga mimpi, Maka biarkan dia datang, Di hatimu.., di hatimu.. Di hatimu.., di hatimu.. Di hatimu.., di hatimu.. Di hatimu.., di hatimu..”

* Ebiet G Ade - Seraut wajah Wajah, yang s’lalu dilumuri senyum Legam, tersengat terik matahari Keperkasaannya tak memudar Terbaca dari garis-garis di dagu Waktu telah menggilas semuanya Ia, tinggal punya jiwa Pengorbanan yang tak sia-sia Untuk negeri yang dicintai dikasihi Tangan dan kaki rela kau serahkan Darah, keringat rela kau cucurkan Bukan hanya untuk ukir namamu Ihklas demi langit bumi Bersumpah mempertahankan Setiap jengkal tanah Wajah, yang tak pernah mengeluh Tegar dalam sikap sempurna Pantang menyerah Tangan dan kaki rela kau serahkan Darah, keringat rela kau cucurkan Bukan hanya untuk ukir namamu Ihklas demi langit bumi Bersumpah mempertahankan Setiap jengkal tanah.. Merah merdeka Demi merdeka Pernah merdeka

* Ebiet G Ade - Untuk kita renungkan Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih Suci lahir dan di dalam batin Tengoklah ke dalam sebelum bicara Singkirkan debu yang masih melekat Ooo singkirkan debu yang masih melekat Du du du du du.. Du du du.. Oo.. Ooo.. Oo.. ho Anugerah dan bencana adalah kehendaknya Kita mesti tabah menjalani Hanya cambuk kecil agar kita sadar Adalah Dia di atas segalanya Adalah Dia di atas segalanya Anak menjerit-jerit Rasa panas membakar Lahar dan badai menyapu bersih Ini bukan hukuman Hanya satu isyarat Bahwa kita meski banyak bebenah Memang bila kita kaji lebih jauh Dalam kekalutan masih banyak tangan Yang tega berbuat nista Ooho.. Tuhan pasti telah memperhitungkan Amal dan dosa yang kita perbuat Kemanakah lagi kita kan sembunyi Hanya kepadaNya kita kembali Tak ada yang bakal bisa menjawab Mari hanyalah sujud padaNya Du du du du du Du du du.. Oo.. Ooo.. Oo.. ho

* Ebiet G Ade - Elegi besok pagi Ijinkanlah kukecup keningmu Bukan hanya ada di dalam angan Esok pagi kau buka jendela Kan kau dapat seikat kembang merah Engkau tahu aku mulai bosan Bercumbu dengan bayang-bayang Bantulah aku temukan diri Menyambut pagi membuang sepi Ijinkanlah aku kenang Sejenak perjalanan Dan biarkan ku mengerti Apa yang tersimpan di matamu Barangkali di tengah telaga Ada tersisa butiran cinta Dan semoga kerinduan ini Bukan jadi mimpi diatas mimpi Ijinkanlah aku rindu Pada hitam rambutmu Dan biarkan ku bernyanyi Demi hati yang risau ini Barangkali di tengah telaga Ada tersisa butiran cinta Dan semoga kerinduan ini Bukan jadi mimpi diatas mimpi

* Ebiet G Ade - Menjaring matahari Kabut, Sengajakah engkau mewakili pikiranku Pekat, Hitam berarak menyelimuti matahari Aku dan semua yang ada di sekelilingku Merangkak menggapai dalam gelap Mendung, Benarkah pertanda akan segera turun hujan Deras, Agar semua basah yang ada di muka bumi Siramilah juga jiwa kami semua Yang pernah dirundung kegalauan Roda zaman menggilas kita Terseret tertatih-tatih Sungguh hidup terus diburu Berpacu dengan waktu Tak ada yang dapat menolong Selain yang di sana Tak ada yang dapat membantu Selain yang di sana Dialah.. Tuhan Dialah.. Tuhan.. Roda zaman menggilas kita Terseret tertatih-tatih Sungguh hidup terus diburu Berpacu dengan waktu Tak ada yang dapat menolong Selain yang di sana Tak ada yang dapat membantu Selain yang di sana.. Dialah.. Tuhan Dialah.. Tuhan..

* Ebiet G Ade - Rembulan menangis Rembulan menagis Diserami malam Bintang buah hatimu Di cabik tangan-tangan serigala Bintang-bintang bulan Beku dalam luka Oh Untukmu saudaraku Kami semua turut berduka Lolong burung malam di rimba Melengking menyayat jiwa Tangis kami pecah di batu Duka kami remuk di dada Doa kami bersama-sama untukmu Untukmu Anginpun menjerit Badai bergemuruh oh Semuanya marah Hanya iblis terbahak, bersorak Lolong burung malam di rimba Melengking menyayat jiwa Tangis kami pecah di batu Duka kami remuk di dada Doa kami bersama-sama untukmu Lolong burung malam di rimba Melengking menyayat jiwa Tangis kami pecah di batu Duka kami remuk di dada Doa kami bersama-sama untukmu Untukmu Untukmu Untukmu Untukmu

* Ebiet G Ade - Kalian dengarkah keluhanku Dari pintu ke pintu Ku coba tawarkan nama Demi terhenti tangis anakku Dan ke ibunya Tetapi nampaknya semua mata Memandangku curiga Seperti hendak telanjangi Dan kuliti jiwaku Apakah buku diri ini Harus selalu hitam pekat Apakah dalam sejarah orang Mesti jadi pahlawan Sedang Tuhan di atas sana Tak pernah menghukum Dengar sinar matanya yang lebih tajam Dari matahari Kemanakah sirnanya nurani embun pagi Yang biasanya ramah kini membakar hati Apakah bila terjanjur salah Akan tetap dianggap salah Tak ada waktu lagi benahi diri Tak ada tempat lagi untuk kembali Kembali dari keterasingan ke bumi berada Ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang Tuhan bimbinglah batin ini Agar tak gelap mata Dan sampakanlah rasa inginku Kembali bersatu Kemanakah sirnanya nurani embun pagi Yang biasanya ramah kini membakar hati Apakah bila terjanjur salah Akan tetap dianggap salah Tak ada waktu lagi benahi diri Tak ada tempat lagi untuk kembali

* Ebiet G Ade - Cinta sebening embun Pernahkan kau coba menerka Apa yang tersembunyi di sudut hati Derita di mata, derita dalam jiwa Kenapa tak engkau pedulikan Sepasang kepodang terbang melambung Menukik di bawah seberkas pelangi Gelora cinta gelora dalam dada Kenapa tak pernah engkau hiraukan Selama musim belum bergulir Masih ada waktu saling membuka diri Sejauh batas pengertian, pintu pun tersibak Cinta mengalir sebening embun Kasihpun mulai deras mengalir Cemerlang sebening embun Pernahkan kau coba membaca Sorot mata dalam menyimpan rindu Sejuta impian, sejuta harapan Kenapa mesti kau abaikan Selama musim belum bergulir Masih ada waktu saling membuka diri Sejauh batas pengertian, pintu pun tersibak Cinta mengalir sebening embun Kasihpun mulai deras mengalir Cemerlang sebening embun Selama musim belum bergulir Masih ada waktu saling membuka diri Sejauh batas pengertian, pintu pun tersibak Cinta mengalir sebening embun Kasihpun mulai deras mengalir Cemerlang sebening embun

* Ebiet G Ade - Titip rindu buat ayah Dimatamu masih tersimpan Selaksa peristiwa Benturan dan hempasan Terpahat dikeningmu Kau Nampak tua dan lelah Keringat mengucur deras Namun kau tetap tabah Meski nafasmu kadang tersengal Memikul berat yang makin sarat Kau tetap bertahan Engkau telah mengerti hitam Dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran Perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkus Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setiap setia Ayah.. dalam hening sepi kurindu Untuk.. menuai padi milik kita Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkus Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setiap setia

* Ebiet G Ade - Kupu-kupu kertas Setiap waktu engkau tersenyum Di sudut matamu memancarkan rasa Keresahan yang terbenam Kerinduan yang tertahan Duka dalam yang tersembunyi Jauh di lubuk hati Kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis Seperti angin tak pernah diam Slalu beranjak setiap saat Menebarkan jala asmara Menaburkan aroma luka Benih kebencian kau tanam Bahkan lading gersang Entah sampai kapan berhenti menipu diri.. Kupu-kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Di bias lampu temaram Membasuh debu yang lekat dalam jiwa Mencuci bersih dari sgala kekotoran Aku menunggu hujan turunlah Aku emngharap badai datanglah Gemuruhnya akan melumatkan semua Kupu-kupu kertas Kupu-kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Di bias lampu temaram Kupu-kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Di bias lampu temaram Kupu-kupu kertas Yang terbang kian kemari Aneka rupa dan warna Di bias lampu temaram

* Ebiet G Ade - Nyanyian rindu Coba engkau katakan padaku Apa yang seharusnya aku lakukan Bila larut tiba, wajahmu terbayang Kerinduan ini semakin dalam Gemuruh ombak di Pandai Kuta Sejuk lembut angin di Bukit Kintamani Gadis-gadis kecil menjajakan cincin Tak mampu mengusir kau yang manis Bila saja kau ada disampingku Sama-sama arungi danau biru Bila malam mata enggan terpejam Berbincang tentang bulan merah Coba engkau dengar lagu ini Aku yang tertidur dan tengah bermimpi Langit-langit kamar jadi penuh gambar Wajahmu yang bening sejuk segar Kapan lagi kita akan bertemu Meski hanya sekilas kau tersenyum Kapan lagi kita nyanyi bersama Tatapanmu membasuh luka

* Ebiet G Ade - Lagu untuk sebuah nama Mengapa jiwaku mesti bergetar Sedang musikpun manis ku dengar Mungkin karna ku lihat lagi Lentik bulu matamu, bibirmu Dan rambutmu yang kau biarkan Jatuh bergerai di keningmu Makin mengajakku terpana Kau goreskan gita cinta Mengapa aku meski duduk disini Sedang kau tepat di depanku Mestinya aku berdiri berjalan ke depanmu Kusapa dan ku nikmati wajahmu Atau ku isyaratkan cinta Tapi semua tak ku lakukan Kata orang cinta mesti berkorban Mengapa dadaku mesti berguncang Bila ku sebutkan namamu Sedang kau diciptakan bukanlah untukku Itu pasti, tapi aku tak mau peduli Sebab cinta bukan mesti bersatu Biar ku cumbui bayangmu Dan kusandarkan harapanku

* Ebiet G Ade - Masih ada waktu Bila masih mungkin kita menorehkan batin Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas Mumpung masih ada kesempatan buat kita Mengumpulkan doa perjalanan abadi Kita mesti ingat tragedi yang memilukan Kenapa harus mereka yang pergi menghadap Tentu ada hikmah yang harus kita petik Atas nama jiwa mengheningkan cipta Kita meski bersyukur Bahwa kita masih di beri waktu Entah sampai kapan Tak ada yang dapat menghitung Hanya atas kasihNya Hanya atas kehendakMu Kita masih bertemu matahari Kepada rumput ilalang Kepada bintang gemintang Kita dapat mencoba meminjam catatannya Sampai kapan kita berada Waktu yang masih tersisa Semuanya menggeleng Semuanya terdiam Semuanya menjawab tak mengerti Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud Mumpung kita masih diberi waktu Kita meski bersyukur Bahwa kita masih di beri waktu Entah sampai kapan Tak ada yang dapat menghitung Hanya atas kasihNya Hanya atas kehendakMu Kita masih bertemu matahari Kepada rumput ilalang Kepada bintang gemintang Kita dapat mencoba meminjam catatannya Sampai kapan kita berada Waktu yang masih tersisa Semuanya menggeleng Semuanya terdiam Semuanya menjawab tak mengerti Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud Mumpung kita masih diberi waktu

Ebiet G Ade - Berita kepada kawan Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan Banyak cerita yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan Kaki tergetar menempa kering rerumputan perjalanan inipun seperti jadi saksi Gembala kecil menangis sedih Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika ia ku tanya mengapa Bapak ibunya telah lama mati Ditelan bencana tanah ini Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam, tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali disana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika ia ku tanya mengapa Bapak ibunya telah lama mati Ditelan bencana tanah ini Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak kepada matahari Tetapi semua diam, tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit Barangkali disana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Visits: 1002


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top