peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters). 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Sandy and learn how to create your own mobile site!

Pembokat - montok



Pembokat
PEMBANTUKU SUPARTI NAMANYA
Best story Pengalamanku saat aku baru nikah 1 th, saat itu aku sdh berumah tangga sendiri, karena istriku juga bekerja maka kita mengambil seorang pembantu melalui biro jasa.

Pembantuku masih muda sekali usianya kira 26 th hanya kulitnya agak putih dan bersih. Dia sampai saat terjadinya kejadian ini sudah bekerja kira2 6 bulan. Saat itu aku ada keperluan mengambil surat2 yang tertinggal dirumah, pembantuku Parti namanya tapi panggilannya Parti yg membukakan pintu. Karena aku mencari surat yg tertinggal agak lama maka pintu ditutup lagi oleh Parti dan Parti kelihatannya langsung mandi. Akhirnya aku ketemukan suratku itu, tapi karena Parti masih mandi maka aku tunggu sebentar untuk menutup pintu depan. Aku duduk dipinggir tempat tidur, memang jendela kamarku menghadap kebelakang sehingga bisa lihat kebun juga kamar serta kamar mandi pembantu yg letaknya dibelakang kebun menghadap jendela kamarku. Pintu kamar mandinya kemudian terbuka dan Parti keluar dr kamar mandi hanya dgn handuk dililitkan ketubuhnya. Mungkin dianggap rumah sepi tak ada yg tahu jadi dia berani begitu pikirku. Diam2 aku perhatikan terus, Parti memasukkan pakaian kotornya keember cucian dan kemudian balik masuk kekamarnya. Tanpa ditutup juga kamarnya Parti kelihatan mengambil pakaian dr lemarinya. Lalu Parti melepas handuknya dan mengeringkan lagi tubuhnya, waaah terlihat sekali badannya yg langsing dan putih bersih dgn susunya yg hanya kecil dgn puting warna merah jambu serta memeknya yg masih belum ditumbuhi rambut sedikitpun. Kemudian Parti memakai BH nya yg tanpa spons dan CD yg mini juga lalu memakai rok bawahan dan kaos. Melihat tubuh yg kecil, bersih dan indah itu nafsuku bergairah. Setelah Parti selesai menyisir rambutnya yg pendek ala Yuni Sara dan membedaki mukanya, aku langsung panggil dia. "Parti"

"Iya pak". "Aku tolong pijit sebentar leher dan kepalaku sebab pusing" sambil aku duduk dikursi makan. Kemudian Parti memijit leherku , walaupun kecil tubuhnya tapi pijitannya cuku mantap. Habis mijit leher aku minta mijit bagian dahi dan pelipis kiri dan kanan. Parti mulai memijitnya, tapi karena kepalaku goyang2 lalu kepalaku tiba2 ditarinya kebelakang dan disandarkan kedadanya Parti. Aku jadi makin greng walaupun susunya kecil sehingga aku hanya merasakan sandarannya agak empuk. Ulahnya Parti membuat kontolku mulai bangun sedikit2, aku jadi penasaran lalu aku coba tanganku kuturunkan dan me-nyentuh kakinya. Ternyata Parti diam saja tak bereaksi negatif. Lalu kuberanikan utk meraba pahanya, ternyata Parti tetap diam saja dgn memijit dahiku terus.

Rabaanku kuteruskan dgn 2 tangan dipaha kiri dan kanan sambil ku-pijit pahanya dan tangan kananku terus merambat keatas sampai kememeknya Parti yg tertutup celana dlm. Saat itu Parti masih diam terus, lalu jariku coba kususupkan kedlm CD nya utk men-utik2 lubang memeknya, saat itu Parti mulai mendesis dan menggoyangkan pantatnya :"Sssseeeettt.....aduh pak geli kena itilku". Tetapi karena Parti tidak lari dan tetap memijtku terus maka pekerjaan tangan itu tak berhenti dan terus berjalan sampai akhirnya tangannya Parti lepas tak memijit lagi dan memegang lenganku erat2 dan berbisik:"Pak..pak...Parti nggak tahan minta yaak pak?". "Minta apa Tin?"tanyaku. Parti tak menjawab hanya memberi kode dgn tangannya yg digenggam dgn jempolnya dijepit antara jari tengah dan telunjuk, yg berarti minta disetubuhi. "Katanya kamu masih gadis"kataku. Parti lalu cerita, dia sudah dijodohkan didesa kira2 tahun yl, lalu saat pulang Lebaran kemarin, dia sudah digauli oleh pacarnya itu sampai beberapa kali. "Karena sudah merasakan digauli itu, Parti jadi sering kepingin begitu lagi sekarang " katanya. Dia cerita lagi:" Apalagi Parti sering lihat bapak dan ibu kalau main, jadi nafsu Parti sering bergelora". "Darimana kamu lihat" tanyaku. "Ngintip dari celah kordin kamar bapak" katanya polos. "Apa tiap malam kami ngintip" tanyaku. "Tidak pak, cuma Parti tahu kebiasaan ibu sebab tiap kali ibu memakai pakaian tidur yg tipis yg kelihatan BH dan CD nya itu baru Parti ngintip sebab selalu main". Lanjutnya:"Parti nafsu sekali kalau lihat ibu dgn telanjang lalu mengisap memeknya bapak dan saat bapak meniduri ibu sampai ibu keluar lendirnyaa. Parti juga lihat ibu yg dengan lahapnya meminum air maninya bapak yg disemprotkan dlm mulutnya ibu".

"Kalau gitu kamu lihat semua cara2 bapak dan ibu kalau main? tanyaku. "Iya pak, kalau didesa pacar Parti kalau main ya cuma biasa spt orang desa itu. Tidak spt ibu kadang duduk diatas, kadang bolak balik ibu mengisap memeknya bapak dan bapak mengisap memeknya ibu".
"Parti kamu datang bulannya kapan? " tanyaku." "Sudah lama pak, ini mungkin seminggu lagi dpt haid: sahutnya.Karena Parti kepingin dan sudah bukan perawan lagi, lagi pula tak masa subur langsung aku berdiri dan kulepasi pakaianku dan Parti kusuruh mengambil kasur lipat digudang dan dipasang disebelah meja makan. Aku langsung tiduran dan Parti aku minta mengisap kontolku. Walaupun Parti sdh lihat tehnik2 bermain cinta, tetapi karena belum dipraktekan jadi rasanya belum enak spt istriku. Parti aku suruh melepas semua pakaiannya sampai bugil. Lalu susunya kucoba kuremas tapi karena masih kecil jadi sulit, aku hanya bisa me-mencet2 putingnya lalu ku-isap2 juga sampai meng-usap2 memeknya yg gundul. Parti memegang kontolku dan menciuminya sambil bekata:"Kalau kontol orang desa itu kecil2 pak tidak ada yg gede spt punya bapak ini. Kalau gede kan bisa marem rasanya". Saat kupegang dan kumasukkan jariku kelubang memeknya selain memang masih sempit lubangnya juga lendirnya sdh banyak sekali tetapi encer tak sekental punya istriku. Ada lendir cewek yg banyak ini, aku makin bernafsu, Aku minta Parti main 69 atau bolak balik menurut istilahnya dia. Parti yg diatas sambil ngisap kontolku dan aku dibawah mempermaikan memeknya dgn mulut dan lidahku. Itilnya kujilati sambil lubangnya kontol kumasi 2 jari dan kugelitik bagian dlmnya. " Aduuuuuuh ........pak.kontolku geli sekali rasanya...aduuuuh Parti mau keluar lendirnya pak". Mendengar itu langsung lubang memeknya kucucup dan terus ku-sedot2 dgn kuat sampai terasa suuuuuur....suuuuuur....suuuuuur dgn disertai rintihan Parti:"Pak...pak...air santannya Parti sudah keluar semua". Kemudian kulihat lubangnya ternyata masi cukup banyak air santannya dilubangnya dan setelah kusedot lagi kubersihkan santan2 yg lepas menempel dibibir memeknya dan terasa penuh mulutku dgn maninya. Saat kutelan rasanya sama seperti punya istriku yaitu asem2 asin, hanya punya Parti lebih banyak tapi encer. Mungkin makin berumur lendirnya makin kental. Karena aku belum keluar maka segera kutancapkan kontolku ke lubangnya. Begitu kumasukkan total seluruh batang kontolku, Parti merintih:"Seeeeessst....aduh enaknya, pak memeknya bapak rasanya enak sekali beda jauh dgn punya pacar saya". Rintihan itu makin membuat aku garang dan hunjamkan terus dgn agak keras dan cepat kontolku kelubang memeknya sampai Parti betul2 tak tahan nikmatnya dgn menggelinjang2 terus". Pikirku pembantu yg kurang ajar berani ngintip ini mesti diajar betul.

Kira2 10 menit berlalu baru aku mencapai klimaks dan memeknya kusemprot dgn maniku dan Parti berbisik:"Aduuuh hangatnya memeknya bapak dan air maninya". Selesai main Parti kuminta mencuci kontolku dikamar mandinya. Sambil mencuci Parti bilang:"Waaaah, bapak mainnya hebat sih, pantasan ibu sering minta terus. Parti juga nanti minta lagi ya" Aku menyanggupi permintaanya asal jangan saat masa subur dan kira jam 10 pagi. Aku menyanggupi karena aku pikir tubuhnya bersih dan tak ada penyakitnya serta baru karena baru seorang yg pakai yaitu pacarnya walaupun susunya kecil, tapi puting kalau diisap Parti taoch terangsang banget. Jadi kalau nanti kepingin ditiduri, Parti pura2 batuk2 kecil saat mengepel lantai ruang tamu dimana saya selalu duduk membaca koran. Lalu dia memberi koda manggut2.

Kejadian ini berulang terus kira2 tiap 2 minggu sekali selama kl 4 bulan sampai akhirnya dia pamit keluar karena disuruh nikah.


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top