ARTIKEL: Keruntuhan Teori Evolusi

#_DIKUTIP DARI ARTIKEL-ARTIKEL HARUN YAHYA_#
-----------
Sebuah detail yang ada di alam ini menunjukkan pada adanya satu penciptaan yang superior. Sebaliknya materialisme, yang berusaha keras untuk menolak fakta adanya penciptaan di alam semesta ini, tak menghadirkan apa-apa kecuali suatu kerancuan teori sains.
Sekali saja materialisme dianggap tidak valid maka semua teori yang didasarkan pada teori ini menjadi sangat tidak berdasar. Di antara yang paling menonjol dari materialisme adalah Darwinisme yang terkenal dengan teori evolusinya. Teori ini yang menyatakan bahwa kehidupan ini berasal dari materi yang mati melalui teori kebetulan, telah dihancurkan dengan adanya pengakuan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Hugh Ross seorang astro-psikis asal amerika menerangkan, ´´Ateisme, Darwinisme, dan semua ´isme´ yang berasal dari filsafat abad kedelapan belas dan kesembilan belas didasarkan pada asumsi, tepatnya asumsi yang tidak benar, bahwa semesta ini adalah sesuatu yang infinit (tak terbatas). Ketunggalan telah membawa kita untuk berhadapan dengan satu sebab -atau penyebab- diatas/disamping/dan sebelum alam serta semua kandungannya, termasuk kehidupan itu sendiri.´´ (Huge Ross, The Fingerfrint of God, hlm. 50).
Allah-lah yang menciptakan semesta ini dan Dia pulalah yang telah merancangnya dalam detailnya yang paling kecil. Dengan demikian, sangat tidak mungkin bagi teori evolusi, yang menyatakan bahwa kehidupan ini tidak diciptakan oleh Allah dan hanya sebagai produk dari kebetulan, untuk dianggap sebagai sebuah teori yang benar.
Yang sangat menakjubkan adalah bahwa tatkala kita semua melihat pada teori evolusi ini, kita melihat bahwa teori ini ditolak oleh penemuan-penemuan ilmiah, dimana desain dalam hidup ini demikian kompleks dan rumit. Dalam sebuah dunia yang mati, misalnya, kita bisa mengeksplorasi sejauh mana sensitivitas keberimbangan dimana atom masih tersisa, kemudian bagaimana didunia yang mati, kita bisa mengobservasi bagaimana kompleksnya desain atom itu dimana mereka bisa bersatu, dan bagaimana anehnya mekanisme dan
struktur dari protein-protein, enzim, sel, yang diproduksi olehnya.
Kehebatan yang luar biasa dari desain dalam kehidupan ini telah menjadikan teori darwin kehilangan validitasnya diakhir abad ke-20.
Beberapa contoh teori-teori dari pemikiran darwinisme, atheisme dan materialisme yang tidak terbukti:
* Darwinisme tidak lagi mampu mengatakan bahwa protein dapat terbentuk melalui evolusi. Sebab peluang terbentuknya satu protein saja dengan urutan yang benar secara acak adalah 1 per 10<950> (10 pangkat 950) sebuah angka yang menunjukkan kemustahilan secara logika matematis.
* Darwinisme tidak mampu lagi merujuk kepada fosil-fosil sebagai bukti terjadinya evolusi. Hal ini dikarenakan seluruh penggalian yang dilakukan diseluruh dunia dari pertengahan abad ke-19 hingga hari ini, tak satupun dari ´´bentuk-bentuk peralihan´´ yang menurut para evolusionis seharusnya ada dalam jumlah jutaan ternyata tidak pernah ditemukan. telah
disadari bahwa bentuk-bentuk ´´mata rantai´´ ini tidak lain hanyalah sebuah kisah khayalan.
* para Evolusionis berputus asa dihadapan fosil-fosil yang berjumlah tak terhingga yang telah berhasil digali hingga saat ini. Hal ini disebabkan semua fosil-fosil ini memiliki seluruh ciri-ciri yang mendukung dan membuktikan penciptaan.
* para Evolusionis tidak lagi mampu menyatakan bahwa ARCHAEOPTERYX adalah nenek moyang burung, sebab penelitian terkini terhadap fosil-fosil ARCHAEOPTERYX telah sama sekali menggugurkan pernyataan bahwa ARCHAEOPTERYX adalah makhluk ´´setengah-burung´´. Telah diketahui bahwa ARCHAEOPTERYX memiliki struktur anatomi dan otak yang sempurna yang diperlukan untuk terbang, dengan kata lain ARCHAEOPTERYX adalah seekor burung sejati, dan ´´dongeng khayal tentang Evolusi burung´´ tidak lagi dapat dipertahankan keabsahannya.
* Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan urutan palsu yang dikenal sebagai ´´silsilah evolusi kuda´´ telah diketahui bahwa urutan silsilah palsu ini tersusun dari sejumlah spesies terpisah yang hidup dizaman yang berbeda dandiwilayah yang berbeda.
* Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan fosil yang dikenal sebagai COELOCANTH untuk mendukung dongeng khayal peralihan dari air kedarat, sebab sejak penyataan tersebut dikemukakan diketahui bahwa makhluk ini, yang sebelumnya dikukuhkan sebagai bentuk peralihan yang punah, ternyata ikan yang menghuni dasar lautan yang kini masih hidup, dan lebih dari 200 ikan hidup dari jenis tersebut hingga kini telah berhasil ditangkap.
* Darwinisme tidak mampu lagi menyatakan bahwa makhluk hidup seperti RAMAPITHECUS dan serangkaian AUSTRALOPITHECUS (A. Bosei, A. Robustus, A. Aferensis, Africanus dst) adalah para nenek moyang manusia. Hal ini disebabkan penelitian terhadap fosil-fosil ini telah memperlihatkan bahwa semua makhluk ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan
manusia dan merupakan spesies-spesies kera sejati yang punah.
* Darwinisme tidak akan mampu lagi membohongi masyarakat dengan gambar-gambar Rekonstruksi (reka ulang), sebab para ilmuwan telah dengan jelas mengungkapkan bahwa rekonstruksi ini, yang didasarkan pada sisa-sisa tubuh hewan yang pernah hidup dimasa lalu, tidaklah bernilai ilmiah dan sama sekali tidak dapat dipercaya.
* Darwinisme tidak mampu lagi mengemukakan ´´manusia PILTDOWN´´ sebagai bukti bagi Evolusi, sebab penelitian menunjukkan bahwa fosil seperti ´´manusia PILTDOWN´´ tidak pernah ada dan selama 40 tahun masyarakat telah dibohongi dengan sepotong rahang orang hutan yang direkatkan pada sebongkah tengkorak manusia.
* Darwinisme tidak dapat lagi menyatakan bahwa ´´manusia nebraska´´ dan keluarganya membenarkan Evolusi, sebab telah dikukuhkan bahwa fosil-fosil gigi geraham yang dijadikan bukti bagi kisah ´´manusia nebraska´´ ternyata milik sejenis babi liar yang telah punah.
* Darwinisme tidak lagi mampu menyatakan bahwa seleksi alam mendorong terjadinya Evolusi, sebab telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mekanisme yang dimaksud tidak dapat menyebabkan makhluk hidup berevolusi & tidak dapat menyebabkan mereka mendapat sifat-sifat baru.
* Mutasi yang dulunya dinyatakan memiliki daya evolusi ternyata malah sama sekali bersifat merusak, dan berdampak menimbulkan penyakit, cacat atau kematian, & bukan perbaikan.
* telah diketahui bahwa struktur pada embrio manusia yang dulunya dikatakan oleh para Darwinis sebagai insang ternyata adalah cikal bakal saluran telinga bagian tengah, kelenjar paratiroid & kelenjar timus.
* telah terungkap pula bahwa perubahan-perubahan telah sengaja dilakukan pada gambar-gambar embrio untuk memberi dukungan pada Evolusi.
* telah diketahui bahwa informasi genetik bagi kekebalan terhadap berbagai antibiotik yang terdapat pada bakteri ternyata telah ada pada DNA mereka ´´sejak saat bakteri tersebut ada didunia ini´´
Nurul F.
Khamis, 13 Oktober 2005