Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: What you want? · More of this
    Search
 

   

ARTIKEL: Ulama Su'
ARTIKEL: Ulama Su' - ulama.syahran
Sering kita temukan dimimbar-mimbar khutbah seorang ulama atau ustadz yang berpakaian putih-putih, dengan jubah dan songkok yang dililit surban dikepalanya (sebenarnya pakaian seperti itu adalah pakaian tradisi arab, bukan simbol islam karena abu Jahal dan abu Lahab yang divonis musuh islam dan masuk neraka juga berpakaian seperti itu, begitu juga bahasa arab), lalu ulama atau ustadz tadi berceramah dan memberikan anjuran-anjuran, atas nama agama.
Muslim yang awam pasti terkesima melihat sosok seperti itu, biasanya memberikan hormat kepada ulama atau ustadz tadi, terkadang juga sampai mensakralkannya, sehingga apa saja yang ulama atau ustadz tersebut katakan, adalah perintah agama dan harus diikuti tanpa mau mencernanya dengan hati-hati, karena bisa saja apa yang dia katakan adalah aturan islam yang dia tambah sendiri (bid'ah) dan bisa juga aturan yang baru yang tidak ada dalam islam, sebenarnya dia hanya ingin memenuhi ambisi pribadinya sendiri.
Jika benar, maka ulama atau ustadz tersebut telah mengotori ajaran agamanya, aturan-aturan didalam islam sudah lengkap, tidak ada lagi utusan (Nabi) Allah SWT yang turun kebumi membawa aturan-aturan baru setelah Nabi Muhammad SAW.
Terlaknatlah ulama dan ustadz tersebut. Hadits dari Tsauban, Rasulullah SAW bersabda: ''...dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para ulama-ulama yang menyesatkan.'' (H.R. Abu Daud)
Agama hanya dia jadikan pemanis dalam kepentingan pribadinya, ibarat berbulu domba tapi berhati seburuk serigala.
Ada kalanya ulama atau ustadz tersebut menjilat para pemimpin-pemimpin yang gila jabatan dengan selalu membela mereka dengan anjuran-anjuran yang menyesatkan didalam ceramahnya, demi mendapatkan kedudukan terhormat, pangkat, pengaruh dan penghargaan duniawi serta ingin disebut-sebut namanya alias merindukan popularitas.
Ulama dan ustadz seharusnya memprogram masyarakat, bukan malah dia yang diprogram oleh kepentingan sekelompok masyarakat yang gila jabatan.
Ulama dan ustadz seharusnya mewarnai masyarakat, bukan malah dia yang diwarnai oleh kepentingan pribadinya dan segelintir organisasi serta penguasa.
Ulama dan ustadz seharusnya mengendalikan kehendak masyarakat, bukan malah dia yang dikendalikan oleh pemimpin-pemimpin yang dzalim dan pengkhianat.
Jika hal-hal buruk tersebut terus terjadi pada ulama, ustadz dan da'i-da'i didaerah kita, bukan tidak mungkin masyarakat akan meninggalkan mereka, masyarakat pasti mengeluh ingin memperbaiki pemimpin-pemimpin yang dzalim, para penggila jabatan, KKN dan ketidak adilan, tetapi, justru membangun peradaban orang-orang dzalim, membela para penggila jabatan, KKN dan menciptakan ketidak adilan kepada masyarakat, bukankah itu yang dinamakan melanggar prinsip? Prinsipnya agen perubahan?
Dan pasti akan datang suatu saat para ulama, ustadz dan da'i-da'i tersebut hanya akan menjadi simbol yang tidak punya pengaruh sama sekali, itulah ulama Su', ulama yang buruk dan jahat.



Syahran
Sabtu, 1Ø-Desember-2ØØ5.

   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 25548   Help/FAQ   Terms   Imprint