Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: WHICH IS UR FAVOURITE LEADER OF PAKISTAN? · More of this
    Search
 

   

ARTIKEL: Prinsip
ARTIKEL: Prinsip - prinsip.syahran
Prinsip adalah pegangan hidup yang diyakini mampu seseorang mampu membantu dirinya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan atau programkan.
Prinsip akan hancur jika ada unsur-unsur luar yang tidak sehaluan dengan tujuannya ikut dicampur adukkan, selalunya unsur tersebut berwujud emosi. Contohnya, seseorang memiliki prinsip menegakkan keadilan walau apapun yang dihadapi, tapi dalam prosesnya, di 'cemari' dengan rasa iba dan kata maaf sehingga hilanglah keadilan, terhentilah prinsip mencari keadilan.
Contoh lain, seorang pemimpin yang gagal memimpin anggotanya dan melanggar prinsipnya sendiri, ingin memperbaiki anggotanya tetapi jika anggotanya ingin memperbaiki komunitas dan pemimpinnya malah ditolak mentah-mentah. Ingin mengganti pemimpin orang lain tapi tidak mau jika pemimpinnya diganti. Mau mengusir para penggila jabatan, tapi malah menjadi orang yang gila jabatan, hilanglah keadilan, tercemarlah prinsipnya.
Kata maaf dan ikatan emosi lain seharusnya dipisahkan dari proses penegakkan keadilan dan prinsip. Kata maaf dan ikatan emosi lainnya memang bagus, tetapi keadilan dan prinsip tidak boleh terpengaruh, itulah KONSISTENSI.
Godaan harta, kekuasaan dan kedudukan terhormat memang banyak membuat para pemimpin disekitar kita menjadi buta, tuli dan bisu. Jangankan menegakkan keadilan dan prinsip yang mereka doktrinkan ke orang lain, meminta maaf saja dia sulit melakukannya. Keangkuhan dan kegilaan akan jabatan terhormat telah memenuhi perutnya yang korup dan tidak konsisten, sehingga tenggorokannya tidak bisa mengeluarkan kata maaf, apalagi kepada orang yang usianya lebih muda dari dirinya.
Memalukan memang jika kita memiliki pemimpin seperti itu, lebih menghina lagi jika dia seorang ayah, entah apa yang dia wariskan kepada anak dan anggota-anggotanya, mungkin hanya kedzaliman, kedunguan, lalai, korup, kerusakan dan lain-lain.
Jangankan kepada pemimpin yang nasionalis, ternyata pemimpin yang agamis-pun tidak kalah "menjijikkan", hanya mau menegakkan prinsipnya jika situasi dan hasilnya menguntungkan pribadinya, tapi jika merugikan, dia rela menjilat nafsunya, dosa dan api neraka.
Walaupun terkadang terasa pahit, prinsip adalah ibarat janji kepada orang lain dan diri kita sendiri. Tidak sepantasnya anda mengingkari janji tersebut atau mengelak bahwa anda tidak pernah berjanji seperti itu. Jika janji tidak ditepati, jangan heran jika ada relasi dan kerabat dekat anda berubah total menjadi tidak percaya lagi pada anda dan menentang keputusan-keputusan anda. Ini bukan salah orang lain, ini bukan salah relasi anda, mereka hanya mengawasi janji, wajar jika mereka bertindak offensive.
Selain emosi, ada unsur lain yang tidak kalah kuatnya merubah prinsip seseorang, yang paling berpengaruh adalah PROVOKASI orang luar maupun orang dalam yang tidak senang dengan kehadiran seseorang dikomunitas anda.
Saya sendiri tidak memungkiri bahwa persaingan itu ada dimana-mana. diluar komunitas, dengan kompetitor-kompetitor yang beda prinsip, maupun didalam komunitas yang berbeda kepentingan pribadi. Seorang penguasa atau pemimpin harus jeli melihat kedua situasi tersebut, jangan sampai tindakan tegas dan manuver-manuver yang dilakukan adalah hasil provokasi lawan yang dari awal tidak senang dengan kehadiran seseorang yang dia anggap "kekuatan sekunder".
Provokator sebenarnya mudah dilacak karena esensi terpentingnya adalah NEGATIF THINKING. inilah yang harus dinetralkan, bukan "kekuatan sekunder". Aneh jika sebaliknya, kemungkinan ikatan emosi hadir lebih 'menggigit' disitu.... Ikatan emosi family mungkin...? Atau teman lama.....
Sebuah prinsip tidak hanya memerlukan formulasi yang tepat maupun spesifikasi yang kompleks. Ibaratkan undang-undang, sehebat apapun undang-undangnya, jika yang mengeksekusi undang-undang tadi adalah orang yang eksklusif, angkuh, penggila jabatan dan suka korupsi serta nepotisme, maka tunggulah KERUNTUHANNYA.



Syahran.
Ahad, 8 januari 2006.

   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 20001   Help/FAQ   Terms   Imprint