Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: What you want? · More of this
    Search
 

   

ARTIKEL: Tidak Perlu Introspeksi Diri
ARTIKEL: Tidak Perlu Introspeksi Diri - reform
Bukan sebuah urgensi jika hanya konsep Introspeksi Diri yang diteriak-teriakkan seperti anjing kurap, korengan & bisulan yang sedang menggonggong tuannya minta makan. Bukan Introspeksi Diri caranya jika ingin terciptanya kesejahteraan dimasyarakat, tetapi dengan sebuah konsep yang telah terbukti efektifitasnya diseluruh dunia yaitu REFORMASI KEPEMIMPINAN. Konsep inilah yang akan merubah keadaan yang penuh dengan kekacauan, instabilitas sosial & tertimpa musibah menjadi harmonis & penuh dengan kejayaan.
Introspeksi diri tidak juga mampu merubah seseorang menjadi lebih baik, malah introspeksi diri yang berlebihan hanya akan menjadikan seseorang terbelakang & primitif serta selalu tertimpa musibah, serupa dengan doktrin-doktrin tasawuf yang berkembang pesat saat ini seperti virus AIDS yang mematikan.
Intelektual-intelektual muslim yang dihormati memberikan ulasan yang luas bahwa doktrin-doktrin maupun praktek-praktek tasawuf sama sekali tidak memiliki legitimasi didalam al-Qur'an & Hadits-hadits Shahih Nabi Muhammad SAW serta sejarah para sahabat
Reformasi Kepemimpinanlah yang selalu menjadi alat utama bagi sang agen perubahan pada zaman dahulu maupun zaman sekarang ini & tentu zaman akan datang.
Lihat saja negara PALESTINA dengan agen-agen al-Aqsha yang saat ini semakin disegani oleh kaum yang pengecut yaitu kaum yahudi israel.
Lihat juga negara MESIR dengan agen-agen Ikhwan yang berhasil merubah jalur perpolitikan domestik negara itu yang dahulu berupa politik sekularis menjadi politik islamis.
Dan perhatikan juga negara IRAN dengan Ahmadinejad yang juga berhasil membuat musuh-musuh islam ketakutan & mengeluarkan keringat panas dingin setelah dahulu para musuh-musuh islam itu bebas menghancurkan & mengintimidasi kaum muslim diseluruh dunia. Malah perdana menteri israel Ariel Sharon sampai tumbang terkena stroke karena kaget setengah mati setelah digertak oleh Ahmadinejad.
Semua contoh yang realistis tersebut jelas-jelas mengadopsi konsep Reformasi Kepemimpinan. Dengan Reformasi Kepemimpinan, tidak akan ada lagi NEPOTISME, KESAKRALAN PENGUASA & MUSIBAH yang selalu melanda umat manusia akibat waktu memimpin yang lama, otoriter, eksklusif & bodoh.

Perhatikan betapa pintarnya agen perubahan yang konsisten dengan konsep Reformasinya, tidak goyah idiologinya walau SIAPAPUN PEMIMPIN YANG DIHADAPI. Jika ada pemimpin idiot didekatnya yang gagal memimpin konstituennya, tidak mampu memberikan kejayaan & perubahan berarti, malah musibah demi musibah yang dia berikan, sudah tentu akan direformasi, restrukturisasi & regenerasi kepemimpinan tersebut.
Berbeda dengan orang-orang bodoh seperti pengikut tasawuf & pendukungnya yang munafiq yang terbelakang itu, hanya berkutat pada pemikiran-pemikiran yang cengeng, membiuskan & memabukkan sel-sel otak serta mereduksi kreatifitas berfikirnya. Mereka ini harus disadarkan dari kebodohan mereka yang seperti pengguna narkoba yang merusak jiwa & raga sehingga musibah yang datang akan terhenti.
Sadarkan mereka dengan Reformasi Kepemimpinan. ibarat lantai yang kotor & jorok, tidak mungkin bersih jika sapunya saja sudah USANG, RAPUH & KOTOR, sapu tersebut harus diganti dengan yang baru.
Perlu juga saya jelaskan definisi dari kata ORANG YANG PINTAR dengan kata ORANG YANG BODOH dalam artikata yang universal, rasional & logik. Karena banyak orang [terutama kalangan tasawuf & pendukungnya] yang mendefinisikan kata tersebut secara berlebihan, emosional sekali & tidak relevan.
Definisi yang paling tepat dari kata ORANG YANG PINTAR adalah ORANG YANG TELAH DAHULU TAHU & TELAH DAHULU MENGERTI, sedangkan definisi kata ORANG YANG BODOH adalah ORANG YANG LAMBAT TAHU & LAMBAT MENGERTI.

ingin juga saya berikan sebuah contoh abstrak yang sedikit sebanyak mendekati dari pembahasan antara orang yang pintar dengan orang yang bodoh ini, misalkan saja saya menulis sebuah artikel yang secara tidak langsung menyinggung perasaan seseorang, katakankah subyek tersebut bernama M. FULAN, S.Pi. Lalu si fulan ini mencoba untuk meng-counter artikel saya dengan berbagai macam cara.
Baik melalui internet, buletin, pamflet, spanduk, orasi & ceramah yang mendiskreditkan, memfitnah saya serta memanipulasi hak milik saya yang berada ditempat-tempat umum & mencitrakan pribadi saya sebagai pribadi yang negatif & tidak bermoral. kemudian karena keterbatasan kreatifitas & pengetahuan untuk melawan argumen-argumen diartikel saya,
si fulan ini pun meminta bantuan kepada kelompok-kelompok lain dengan cara memfitnah & mengadu domba kelompok-kelompok tersebut yang tidak mengerti apa masalah sebenarnya, sehingga menjadi 100 (si fulan & kelompoknya) lawan 1 (saya). mereka dikibuli oleh si fulan yang sebenarnya bodoh, jahil, kemampuan berfikir & kreatifitasnya yang rendah sekali. hasilnya pun KOSONG MELOMPONG.
Dari contoh itu saja sudah dapat ditarik kesimpulan, betapa KEPINTARAN SATU ORANG tidak dapat dikalahkan oleh KEBODOHAN SERATUS ORANG. Sebuah fenomena yang membedakan antara ORANG YANG PINTAR dengan ORANG YANG BODOH.

Orang yang pintar selalu mencerna input-input yang kredibel serta tidak mudah terpengaruh oleh anasir-anasir negatif seperti pemimpin yang gila jabatan, ahli ibadah yang senang korupsi, & guru tolol yang temperamental lagi tidak pandai menyelesaikan masalah.
Berbeda dengan orang yang bodoh, orang yang bodoh selalu mencerna sesuatu hal melalui input yang tidak dapat dipertanggung jawabkan & dipengaruhi oleh anasir-anasir negatif yang destruktif & kontra produktif.
Banyak contohnya, seorang pemimpin idiot yang buta terhadap keadilan serta sangat gila terhadap jabatannya akan mudah terprovokasi oleh provokator-provokator banci yang ada disekitarnya tanpa ia sadari.
Seorang yang taat beragama tapi tidak memiliki kesadaran & pengetahuan mengenai kondisi persekitarannya, seperti tempat kerja yang kotor, korup, penuh dengan kolusi, penipuan sistematis & mark-up yang sengaja dipelihara seperti Badan-badan usaha milik negara yang selalu menindas & memeras rakyat kecil. tentu orang tersebut akan menjadi ahli ibadah yang jahil, dungu & dzalim.
Lalu seorang pengajar yang hanya mampu mengajar tapi tidak pandai menyelesaikan masalah, ibarat kambing yang berjenggot tapi tidak mampu menyebrangi sungai karena takut pada air.
itulah kebodohan-kebodohan yang mengundang musibah. jika input mereka saja sudah bobrok, korup & konyol tentu output-nya akan menjadi lebih parah.

Memang pantas mereka dicaci maki, dihina & dilemparkan kedalam neraka karena kebodohan & kesesatan mereka.
"Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (QS. AL-BAQARAH: 15)



Syahran.
Khamis, 9-Maret-2006

   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 21154   Help/FAQ   Terms   Imprint