ARTIKEL: Yang Berlalu Jangan Dilupakan

Artikel ini saya dedikasikan kepada yang dihormati, Saudara Ruslan dengan spirit asimilatif pada presentasinya (28/4) yang berjudul 'YANG BERLALU BIARLAH BERLALU' artikel ini hanya sebagai anotasi positif terhadap esensi presentasi tersebut, tidak ada maksud mendikotomi karakter mental saudara Ruslan karena apapun yang dianggap baik, bersumber dari Allah SWT.
Masa adalah prerogatif Allah SWT yang tidak dapat di intervensi oleh manusia, termasuk diramal oleh manusia manapun walau selebat apapun jenggot & cambangnya, karena manusia & Allah adalah dua unsur yang tidak bisa di komparasikan. Namun, masa lalu yang negatif tidak perlu disikapi dengan apatisme karena masa lalu tersebut adalah sebuah paradigma kehidupan yang dapat dijadikan argumen yang terjamin validitasnya dalam proses justifikasi menuju kemajuan & mengantisipasi agar tidak jatuh ke 'lubang' yang sama
Masa lalu juga sangat efektif dijadikan tolok ukur dalam menjustifikasi sejauh mana KEMAJUAN ataupun KEMUNDURAN yang telah dihasilkan oleh suatu struktur. Tidak sepantasnya seorang muslim yang dikaruniai akal sehat beserta kapasitas memorinya yang membuat takjub para saintis dunia, malah menghilangkan isi memori otaknya yang memang diciptakan untuk MENYIMPAN informasi dan MEMANFAATKANNYA sebagai bentuk syukur kepada Allah, bukan untuk DILUPAKAN.
Dengan fakta yang realistis, kita ingat-ingat kembali masa lalu dimana komunisme merajalela, pembantaian demi pembantaian yang amoral mereka praktekkan, sampai pada akhirnya tumbang juga akibat agresi REFORMASI POLITIK SOSIAL masyarakat indonesia yang sadar akan situasi yang dikonfrontir. lalu kenapa pada masa kini komunisme seperti tidak bernyawa lagi? padahal mereka memiliki kekuatan destruktif besar yang dimotori oleh para hipokrit, vandalis & penggila jabatan?
semua itu dikarenakan proses edukasi historis warga & pemerintah indonesi terhadap masa lalu mereka. Seandainya masyarakat masa lalu & masa kini tidak merestrospeksi sejarah yang kelam & sadistik tersebut, berarti kita telah melupakan & melecehkan para korban kebrutalan komunis dan jadilah kita masyarakat yang GAMPANG LUPA atau PIKUN, BAKHIL, SOMBONG & ANGKUH. Lupa akan kebodohan, lupa akan kedzaliman dan lupa akan peringatan-peringatan Allah.
Contoh lain adalah pada masa Orde Baru yang dikomandoi oleh Jendral 'Firaun' Indonesia yang menyuburkan virus-virus Korupsi, Kolusi & Nepotisme di otak masyarakat indonesia dan mengakibatkan rusaknya citra bangsa, hancurnya moral umat, maksiat ada dimana-mana, penculikan aktifis muslim bebas dipraktekkan, sumber daya alam diperas habis-habisan, dan sebagainya dan sebagainya.
tetapi sekali lagi, REFORMASI & RESTRUKTURISASI kepemimpinan telah mentransformasikan situasi pilu tersebut menjadi lebih baik, adil & kondusif. sampai saat ini individu-individu & aliansi massa yang sering disebut 'Reformis' tetap konsisten mengawal tindak tanduk anasir-anasir Orde Baru agar tidak bangkit kembali & semuanya dilakukan akibat justifikasi & edukasi masa lalu, jika tidak maka dekadensi kehidupan bangsa indonesia tidak dapat dielakkan & kita jugalah yang rugi.
Fakta-fakta tersebut adalah rekaman historis masa lalu kita, masa lalu yang seharusnya selalu dijadikan PERINGATAN dan MOTIVASI agar TIDAK TERULANG KEMBALI. Allah SWT juga kerap memberikan perumpamaan-perumpamaan & metaforis sejarah masa lalu peradaban islam yang tertulis sekian banyak di al-Qur'an sebagai informasi bagi hamba-hamba Allah dalam melakukan Ta'dib.
Muslim yang berpikir cerdas & jeli adalah muslim yang tidak melupakan begitu saja sejarah masa lalu. Begitu juga ketika memilih pemimpin, pemimpin ideal yang dipilih harus memiliki karakter keislaman yang benar & lurus sesuai dengan kemurnian islam itu sendiri agar selamat dunia & akhirat, pemimpin tersebut juga harus memiliki Track-Record yang baik,
jika Track-Record-nya buruk seperti akumulasi kegagalannya yang tinggi sehingga mengundang musibah bencana bagi umat, banyak melakukan Kolusi, senang mempraktekkan Nepotisme serta bermental gila jabatan atau berkepribadian sesat dan tidak adil, maka sudah seharusnya pemimpin atau calon pemimpin seperti itu dimasukkan kedalam penjara saja seperti para Komunis-komunis tadi dan ditemani oleh Firaun Orde Baru beserta antek-anteknya.
apatah lagi jika pemimpin dzalim tersebut tidak mau meminta maaf kepada orang-orang yang telah didzaliminya, tidak mau merubah/mereformasi diri dan kondisi sekitarnya, serta enggan berhenti melakukan praktek-praktek KKN, maka didunia masuk penjara dan diakhirat masuk neraka.
Syahran
Jum'at, 28 April 2006.