Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: What you want? · More of this
peperonity.com
    Search
 

   

ARTIKEL : Anda ingin menjadi Lebah
ARTIKEL : Anda ingin menjadi Lebah - me
Pernah melihat lebah? ciptaan Allah SWT yang mengagumkan. Meneliti kehidupan lebah seperti meneliti kehidupan seorang agen perubahan, tentu saja perubahan yang bermakna baik atau positif bagi diri sendiri, orang lain, lingkungan dan terutama meninggikan Allah SWT.
Pernahkan anda mencoba memperhatikan kehidupan lebah? atau setidaknya membacanya dari buku-buku atau internet mungkin, bagaimana seekor lebah saja dapat memberikan kehidupan, kesenangan dan harapan bagi lingkunganya. Ketika lebah mengumpulkan saripati bunga untuk diolah menjadi madu, para bunga-bunga yang ada disekitar lebah seperti kegirangan untuk dihinggapi oleh sang lebah dan dengan senang hati memberikan saripatinya kepada sang lebah. Sebuah kebutuhan sebenarnya bagi para bunga-bunga agar mereka dapat saling menukar bibit antar bunga yang lain dengan perantara lebah yang dengan senang hati menjadi 'kurir' bagi bunga-bunga, sehingga bunga-bunga tersebut dapat berkembang biak. Dan tidak ada satu bunga pun merasa tersakiti ataupun rusak akibat aksi sang lebah. Dengan amat rajin sekali sang lebah mengumpulkan saripati bunga tersebut setiap hari sampai mati, dan tidak pernah ada dalam cacatan sejarah tertulis ada satu koloni lebah madu yang pemalas. Setelah selesai dengan urusan pengumpulan saripati bunga kedalam sarang, lebah yang lain juga sibuk dengan urusanya sendiri yaitu membuat tempat-tempat saripati bunga untuk diolah menjadi madu. Sekali lagi sang lebah mengajarkan kita bagaimana caranya membuat struktur bangunan yang kokoh tapi efisien sekali. Bangunan atau sarang yang dibangun oleh lebah madu adalah bangunan yang paling sempurna setelah manusia, arsitek tentunya.
Lalu, madu yang dihasilkan lebah pun bukanlah sesuatu yang aneh atau berbahaya seperti racun ataupun benda yang sia-sia. Justru semua makhluk menyukai hasil produksi sang lebah, mulai dari hewan kecil seperti semut sampai yang besar seperti beruang, malah kita sendiri tidak mampu menahan diri dari manisnya rasa madu asli. Belum pernah ada satupun hewan selain lebah ataupun sebuah mesin buatan manusia yang mampu membuat madu. Madu sendiri diakui memiliki unsur-unsur tertentu yang dapat mengobati berbagai masalah kesehatan.
Lebah juga dikenal militan, memiliki hirarki komando yang lengkap didalam koloninya, seperti sebuah pasukan mujahidin. Dan jangan ditanya cara lebah mempertahankan dirinya ketika diganggu oleh makhluk lain, tidak peduli lawanya besar atau kecil, tanpa rasa takut sedikitpun sang lebah akan melawan membela dirinya sampai satu sengatan menancap pada tubuh lawanya. Tetapi jika sang lebah tidak diganggu, dengan hormat sang lebah pun akan menjauh dan membuka jalan bagi makhluk lain.
Banyak yang kita, sebagai muslim dan muslimah, dapat mempelajari kehidupan sang lebah, memposisikanya pada situasi dan keadaan sehingga mampu dikenal sebagai manusia yang BAIK. Maukah anda menjadi manusia yang baik-baik? jika tidak berarti sebaliknya, anda berusaha menjadi manusia yang buruk, jahat, terhina, tidak terhormat, dan lain-lain, itulah konsekuensinya. Saya pernah menanyakan ke salah satu anak didik saya, jika nanti dia telah dewasa apakah dia mau menjadi perempuan yang baik-baik seperti wanita-wanita sukses yang dihormati orang? atau sebaliknya, ingin menjadi perempuan yang buruk dan terhina seperti para wanita penghibur ditempat-tempat karaoke, pub, diskotik dan lokalisasi? dimana mereka dihina, dicaci maki, tanpa masa depan yang cerah dan berarti? jika ingin menjadi wanita yang baik-baik dan terhormat serta memiliki masa depan yang cerah lalu sukses dunia akhirat, maka contohilah kehidupan lebah. Lebah rajin bekerja, berusaha untuk mendapatkan madu agar dapat dinikmati nantinya. Bukan pekerjaan mudah mencari madu, sang lebah harus terbang berkeliling puluhan meter mencari bunga dengan ukuran tubuh yang kecil, serta hasil melakukan itu berulang-ulang sampai matahari terbenam. Dan bukan hal yang sulit menjadi manusia yang baik-baik, anda hanya perlu belajar, bekerja, dan menahan diri dari hal-hal negatif dengan cara menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, banyak sekali pilihanya, menyibukkan diri dimasjid-masjid dengan IRMA-nya, atau masuk keorganisasi papan atas yang tidak membutuhkan legalitas ijazah seperti Muhammadiyah, NU, Hidayatullah, dan lain-lain. Atau menyibukkan diri pada olahraga sekaligus mengolah fisik disepakbola yang ada dilapangan mana saja, bulutangkis digedung-gedung dan halaman rumah tetangga atau sahabat, ada beladiri tae kwon do dan pencak silat dengan beragam aliran seperti TAPAK SUCI yang dikenal sebagai aliran pencak silat murni tanpa tenaga dalam dan tanpa syirik.
Mulailah dari sekarang, mulai dengan cara mencari jaringan untuk masuk keorganisasi islam dan membantu mereka dalam berdakwah, dekati aktifis-aktifisnya yang sebaya dengan anda dan jalin persahabatan. Tidak perlu malu dengan apa yang ada pada diri anda, seiring perjalanan persahabatan kalian pasti akan bernilai positif dan tergantikan dengan yang baik-baik saja. Anda tidak akan rugi apa-apa jika memiliki sahabat yang baik-baik, justru anda akan rugi besar jika bersahabat dengan pemabuk, penjudi, pelacur dan preman. Lakukan perubahan dengan cara sedikit demi sedikit tapi berkelanjutan dan santai serta bervariasi agar tetap konsisten dan tidak cepat bosan, nikmati pekerjaan anda dengan cara merenungi kebelakang dan sisi-sisi lain dari kegiatan anda walaupun hasilnya buruk tapi jika anda pikirkan lagi pasti ada hikmahnya yang bisa anda nikmati dan ceritakan kepada orang lain, dan pasti anda pun akan merasa bangga dengan hikmah tersebut.
Ketika anda telah berada ditengah jalan, jangan sekali-kali merasa diri ini lebih hebat daripada orang lain, yakinlah rasa angkuh itu adalah awal kerusakan. Tidak ada yang lebih baik, lebih hebat atau lebih ahli selain Allah. Anda merasa lebih hebat dalam bidang tertentu daripada orang lain maka itu sama saja mulai menantang keahlian Allah juga tanpa kau sadari. Lebah tidak pernah merusak bunga yang ia hinggapi, karena tujuannya bukanlah merusak tapi bekerja sekeras mungkin agar hasil akhirnya maksimal didapat, itu saja yang sang lebah pikirkan, bukan hal lain. Sang lebah tidak butuh pujian lebah lain karena puji-pujian tidak menambah banyak madu yang ia hasilkan. Begitu juga kita, kita hanya perlu menumpukan perhatian kita kepada kegiatan kita, dakwah kita, agar hasilnya maksimal juga. Kita tidak perlu membagi perhatian kita kepada siapa yang paling ahli, karena itu TIDAK MENYELESAIKAN PEKERJAAN tetapi hanya MEMBUANG-BUANG WAKTU sedangkan WAKTU ADALAH UANG kata orang bijak.
Kita juga harus memiliki keberanian seperti lebah jika diganggu, tidak gentar menghadapi para pengganggu dan perusak islam. Yang mengganggu manusia juga, makan nasi juga seperti kita, kenapa harus takut. Takutlah hanya kepada Allah dan hukum-hukumnya, karena jika Allah sudah marah, pulau Aceh pun bisa Dia tenggelamkan, kota Sidoarjo pun bisa Dia binasakan hanya dengan lumpur saja.
Berani kepada lawan bukan berarti angkuh karena kemenangan yang sejati adalah jika kita mampu mengajak lawan bergabung kepada kita.


15 Ramadhan 1429 Hijriyah
15 September 2008 Masehi
Syahran
Dedicaten for Ade, Nurul & Marni

   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 13819   Help/FAQ   Terms   Imprint