Welcome, guest. You are not logged in.
Language / Choose language
 
Username Password  
Today: What you want? · More of this
    Search
 

   

ARTIKEL : Kawanmu & Lawanku
Menciptakan lawan sebenarnya diawali dengan menciptakan kawan. Logikanya, seorang lawan tidak akan menjadi lawan jika tidak kenal, tapi jika telah kenal lalu diperjalanan dikecewakan (dengan sadar atau tidak itu urusan kita masing-masing) lalu timbul amarah yang dipelihara dan dibiarkan merasuk tanpa tindakan pencegahan, sehingga dari kekecewaan menjadi amarah dan terus menjadi dendam sehingga terlahirlah perlawanan atau dalam kata lain, anda telah menciptakan lawan anda sendiri. Orang lain tidak mungkin menjadi lawan anda jika tidak ada masalah, apalagi jika tidak kenal. Itulah sifat manusia, semua manusia kecuali Nabi. Baik dan buruknya tergantung cara anda menanggapinya dan secepat apa anda menanggapinya serta dengan apa anda menanggapinya. Apakah anda menanggapinya dengan cara yang kasar atau lembut, apakah anda menanggapinya dengan cepat atau terus menunggu, mungkin anda menanggapinya dengan peperangan atau perdamaian. Semua tergantungan anda dan sejauh mana hasil yang baik-baik menutupi yang buruk-buruk, disitulah nilai atau tingkat kedewasaan anda dalam berfikir dan bertindak, itulah tolok ukur yang paling rasional.

Menjaga kawan agar tetap menjadi kawan, tidak perlu diukur seberapa besar masalah antara kita dan kawan anda. Tapi ukurannya adalah masalah itu baik yang besar maupun kecil sudah terselesaikan atau belum? Jika belum, kenapa bisa? Apa yang dibutuhkan agar terselesaikan? Apa jaminan jika masalah itu tidak terulang kembali? Pertanyaan besarnya adalah APA TINDAKAN ANDA SELANJUTNYA?
Kata "Selanjutnya" yang saya maksud disini bukan tahun depan, bulan depan, minggu depan atau hari esok, tapi saat ini juga. Jika anda membiarkan sampai esok hari, sepertinya kita sombong kepada Tuhan, seolah-olah besok anda dapat memastikan bahwa anda masih hidup atau masih punya kekuatan atau masih punya kesempatan. Andai saja anda melewatkannya hingga esok, maka dapat dipastikan hari ini hidup anda tidak ada maknanya sama sekali. Hari ini anda telah menjadi mayat karena hidup anda tidak bermakna, kaku, tidak berdaya, tidak berguna dan hanya menyusahkan orang lain saja.

Menghadapi seorang lawan bukan dengan cara-cara berlawan, api melawan api tetap saja menghanguskan sekitarnya. Perang dilawan dengan perang maka kedua pihak yang merugi, rugi amunisi, rugi tenaga, rugi waktu, rugi nyawa dan rugi harta sedangkan keuntungan yang anda dapatkan hanya egoisme yang tidak bisa anda tukar dengan uang walau satu rupiah pun, egoisme yang tidak ada harganya sama sekali. Hanya saja, sebagian orang menganggap egoisme cukup berharga untuk dipertahankan daripada sekedar persahabatan, karena dibalik egoismenya terdapat kepentingan duniawi yang sebenarnya belum jelas takdirnya, apakah hal-hal duniawi tersebut akan dimilikinya atau tidak. Ada juga yang karena telah tertipu duluan oleh kepentingan lain yang dianggap lebih besar daripada persahabatan dan juga persaudaraan. Ironis memang, persaudaraan menjadi terganggu karena kepentingan duniawi, apalagi kepentingan partai politik, seakan-akan konsistensi menjadi hamba Tuhan digadaikan untuk kepentingan kelompoknya.

   
 Top


Advertise on our site! Click here

 powered by Peperoni.de Users online right now: 18671   Help/FAQ   Terms   Imprint