peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
New to peperonity.com?
Your username allows you to login later. Please choose a name with 3-20 alphabetic characters or digits (no special characters).

IMPORTANT: Choose your name WISELY as you cannot change it later on! This is due to the fact that we will submit your pages to major search engines so that they can be found properly. 
Please enter your own and correct e-mail address and be sure to spell it correctly. The e-mail adress will not be shown to any other user. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
This password protects your account. To avoid typos it must be entered twice. Please enter 5-20 alphabetic characters or digits (no special characters). Choose a password that is not easy to guess! Never disclose your password to anyone. 
Stay logged in
Enter your username and password to log in. Forgot login details?

Username 
CAUTION: Do not disclose your password to anybody! Only enter it at the official login of peperonity.com. We will never ask for your password in a message! 
Login
Stay logged in

Share photos, videos & audio files
Create your own WAP site for free
Get a blog
Invite your friends and meet people from all over the world
All this from your mobile phone!
For free!
Get started!

You can easily invite all your friends to peperonity.com. When you log in or register with us, you can tell your friends about exciting content on peperonity.com! The messaging costs are on us.
Meet our team member Marzus and learn how to create your own mobile site!

Siapa Jodoh Ku? - tafakur



Siapa Jodoh Ku?
~*<><>[[]]<><>*~
labyrinth - Siapa Jodoh Ku?
<><><>

Suatu hari, saya menerima telepon yang cukup menyentuh sekaligus memprihatinkan dari seorang saudara.
Sebenarnya bukan kali ini saja.
Disamping itu sebelumnya saya telah menerima sms semisal yang berasal dari saudara, teman ataupun sahabat yang mengajak sharing tentang suasana hatinya.
Intinya saat itu saudara saya tersebut sedang patah hati, begitu dia bilang.
Sepertinya ada setumpuk kesedihan tersimpan dalam hatinya.
Hati saya pun terusik untuk mencari, mengapa hal itu mesti terjadi?
Dan pada salah satu sms yang pernah saya terima ada pertanyaan tentang konsep jodoh, juga konsep takdir.
Serta pernyataan
"Yakinkan pada ku bahwa Allah telah menyiapkan jodoh terbaik bagiku", begitu antara lain akhir sebuah sms yang pernah saya terima dari seorang sahabat.

"Jodoh"
yah inilah misteri yang kan senantiasa mengikuti setiap orang sampai kapanpun termasuk pribadi saya.
Seakan tiada habisnya membicarakan masalah ini.
Fatwa dan penjelasan para 'alim pun belum bisa memberikan kepuasan dihati setiap insan.
Apakah jodoh adalah murni taqdir Allah yang tiada hubungannya dengan ikhtiar manusia?
Apakah murni ikhtiar manusia dan tidak ada hubungannya dengan Allah?
Ataukah kedua-duanya berperan?

Bahwa jodoh berkaitan dengan taqdir adalah benar.
Bahwa kita pada dasarnya sudah ditaqdirkan oleh Allah memiliki jodoh masing-masing adalah hal yang harus kita yakini.
Tapi yang menjadi persoalan adalah siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi jodoh kita??
It's mysterious problem

Jika kita membicarakan taqdir/kehendak Allah maka pada dasarnya ada dua yaitu,
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita
dan apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
"Kepada" tidak sama dengan "dari".
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita adalah sebuah rahasia Allah, biasanya disebut `taqdir mutlak`.
Kita tidak diberi tahu sebelum hal itu terjadi.
Siapa jodoh saya?
Kapan saya mati?
Kenapa saya kurus?
Kenapa saya berkulit coklat?
Kenapa saya lahir di Indonesia?
Semua itu adalah mutlak rahasia Allah.
Itu adalah urusan Allah, hak prerogatif Allah sebagai Rabb Yang Maha Kuasa.
Masalah ini bukan domain manusia
Memikirkan dan mempertanyakannya tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan bisa jadi akan melahirkan kesulitan yang mengantarkan pada kesesatan dan kebinasaan.

Tugas kita sebagai makhlukNya adalah memikirkan dan mengikhtiarkan kehendak Allah yang kedua,
yaitu apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
Dan biasanya disebut taqdir `ikhtiari`
yaitu ketetapan Allah yang ada kaitannya dengan usaha manusia.
Inilah tugas kita sebagai makhluk.
Allah menghendaki kita menuntut ilmu, silaturahmi, shalat, dzikir, berdo'a, berusaha dan lain-lain.
Termasuk dalam hal jodoh,
Allah menghendaki kita agar berusaha mencari dan menemukan jodoh terbaik kita masing-masing.
Sebelum mendapatkannya,
kita tidak tahu pasti siapa jodoh kita.
Rahasianya masih tersimpan rapih dalam database Allah di Lauhul Mahfuzh.
Untuk mengetahui siapa jodoh kita,
maka kita dituntut melakukan usaha, ikhtiar dan upaya.

Jodoh adalah taqdir yang sekaligus berkaitan dengan peran Allah dan ikhtiar manusia.
Jodoh bukan taqdir mutlak,
namun taqdir ikhtiar.
Sehingga kaidah dalam menemukan jodoh adalah usaha/ikhtiar secara syar'i "dan" tawakkal.
Disini sengaja saya menggunakan kata penghubung "dan" bukan "lalu", "kemudian", atau "setelah itu".
Artinya tawakkal, pasrah dan do'a harus terus mengiringi usaha kita dalam menemukan jodoh tersebut.
Dan ternyata inilah yang akan dinilai oleh Allah,
yaitu proses usaha atau ikhtiar dan tawakkal kita kepada Allah.
Dengan demikian hasil dari proses tersebut akan kita pandang sebagai "yang terbaik".
Hati kitapun akan ikhlas menerima sehingga tidak ada istilah sakit hati, patah hati maupun duka hati.

Siapa jodoh ku?

Untuk mengetahui, tepatnya menebak siapa jodoh kita dalam bahasa ikhtiarnya,
maka sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengetahui
"siapa diri kita"
Sangat sulit menebak siapa jodohnya bagi orang yang belum mengenal dirinya.
Oleh karena itu orang yang sudah faham siapa dirinya akan mudah menemukan jodohnya.
Jadi ikhtiar yang harus kita lakukan pertama kali agar mendapatkan jodoh "terbaik" adalah "memperbaiki diri".
Karena Allah telah berjanji

"Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula"

Siapa jodoh kita?
tidak begitu masalah karena memang kita tidak pernah tahu siapa sosok yang telah dipilihkan oleh Allah untuk mendampingi kita.
Yang menjadi masalah adalah penerimaan kita kepada sosok yang menjadi jodoh kita tersebut.
Apakah hati kita menerimanya dengan ikhlas, kemudian mensyukurinya dengan prasangka baik kepada Allah
atau justru hati kita menolak dan mengingkarinya dengan prasangka buruk kepadaNya??
Mungkin kelak jodoh kita bukanlah sosok yang selama ini menjadi dambaan dan pujaan hati.
Mungkin jodoh kita bukanlah yang kita idam-idamkan.
Mungkin jodoh kita bukanlah yang memiliki kesempurnaan fisik dan atau ekonomi.
Mungkin.. mungkin.. dan beragam mungkin lainnya yang tidak sesuai dengan hati kita.
Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa ternyata dia adalah sosok manusia terbaik yang Allah anugerahkan kepada kita?

"Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kita.
Juga boleh jadi kita mencintai sesuatu padahal ia amat buruk buruk bagi kita.
Allah Maha Tahu sedangkan kita tidak"

Allahu a'lam
Hanya Allah Yang Maha Tahu..

<><><>
Terimakasih pada:
Akh. Muhamad Mujari
<><><>
Dan terimakasih pula untuk Pie;
http://afif.wen.ru/
atas wiseword nya:

"Sakit patah hati kan bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasinya,
melainkan apa hikmah yang bisa diambil darinya"

`Ya Allah, aku jatuh cinta`
.::Burhan Shadiq::.
<<>[[]]<>>


This page:





Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top