peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

++TATA MAKNA++ | bahasa-indonesia


++TATA MAKNA++
Imam Fauzi
indonesia - Newest pictures
A. MACAM MAKNA
1. Makna Leksikal: makna yang mengacu pada makna dalam kamus.
Contoh: Rumah: bangunan untuk tempat tinggal.
2. Makna Gramatikal: makna yang timbul akibat proses tata bahasa seperti afiksasi, reduplikasi dan komposisi.
Contoh:
- Perumahan: kumpulan beberapa rumah
- Rumah-rumah: banyak rumah
- Rumah makan: restoran
3. Makna Denotasi: makna dasar atau umum/lugas.
Contoh:
- Adik jatuh dari pohon mangga.
- Dia mempunyai istri yang cantik.
4. Makna Konotasi: makna yang timbul berdasarkan nilai rasa atau bukan sebenarnya.
Cotoh: Harga sembako jatuh. (bukan arti sebenarnya)
B. HUBUNGAN MAKNA
1. Sinonim= persamaan kata.
Contoh: mati = meninggal
2. Antonim= lawan kata.
Contoh: hidup ¤ mati
3. Homonim= tulisan dan lafalnya sama, arti berbeda.
Contoh:
- bisa = racun
- bisa = dapat
4. Homograf: tulisan sama, lafal dan arti beda.
Contoh:
- apel = nama buah
- apel = berkunjung kerumah pacar
5. Homofon= lafal sama, tulisan dan arti beda.
Contoh:
- bang = kakak laki-laki
- bank = lembaga keuangan
6. Polisemi= kata yang bersumber pada makna dasar yang sama.
Contoh:
- Kepala Jawatan itu berkepala botak
- Kepala adikku baru saja dioperasi
- Ayahku sekarang sudah mencapai kepala empat.
7. Hipernim= dari umum ke khusus.
Contoh: Bunga itu meliputi mawar, melati, dan anggrek.
8. Hiponim= dari khusus ke umum.
Contoh: Ayam, itik, burung termasuk binatang unggas.
9. Kohiponim= dari khusus ke khusus.
Contoh: Mawar, melati, anggrek dan kenanga masih dalam satu keluarga.
C. PERUBAHAN MAKNA
1. Meluas (generalisasi): makna baru lebih luas cakupannya daripada makna semula.
Contoh: Bapak, putera, berlayar.
2. Menyempit (spesialisasi): makna baru lebih sempit cakupannya daripada makna semula.
Contoh: Sarjana, madrasah.
3. Ameliorasi: makna baru dirasakan lebih halus atau tinggi nilainya daripada dahulu.
Contoh: Wanita, hamil, pembantu.
4. Peyorasi: makna baru dirasakan lebih kasar atau rendah nilainya daripada dahulu.
Contoh: Bini, bunting, kacung.
5. Asosiasi: persamaan sifat antara makna baru dan makna lama.
Contoh:
- Dia menjadi kembang di desanya.
- Bams suka mencatut karcis bioskop.
6. Sinestesia: makna yang muncul karena pertukaran tanggapan indra yang berbeda.
Contoh:
- Kata-katanya pedas
- Suaranya hambar
- Tutur katanya halus
D. UNGKAPAN/IDIOM
Kelompok kata yang mempunyai arti kias atau arti baru.
Contoh:
- besar kepala = sombong
- makan garam = berpengalaman
- barang gelap = barang selundupan
F. PERIBAHASA
Kiasan yang dinyatakan dengan kalimat pendek yang berisi kebenaran yang nyata dan tegas.
Contoh: Sambil menyelam minum air = dua tiga pekerjaan yang dapat dikerjakan sekaligus.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top