peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Pengertian dan Makna { 1 } | isra.mi.raj


Pengertian dan Makna { 1 }
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى الهم وازوجه وذريته واهل بيته واصحا به وبا رك وسلم


اسلام عليكم ورحمة الله و بركا ته..

Arti Isra adalah diperjalankannya Nabi Muhammad SAW oleh Allah pada suatu malam dari masjidil haram di Mekkah ke masjidil Aqsa di Yerussalem di Palestina. Hal ini telah dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا
إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS Al-Isra’ 17:1)

Sedangkan pengertian Mi’raj adalah diperjalankannya Nabi Muhammad SAW dari bumi ke langit, tepatnya adalah Sidratul Muntaha. Yang perlu kita garis bawahi disini adalah kata ” perjalanan”. Penertian Isra yang sementara ini kita ketahui adalah ” berjalan”, padahal sebenarnya adalah diperjalankan. Hal ini dijelaskan dari lafadz ” أسرى” Itu sendiri. Lafadz tersebut dalam ilmu nahwu sebanding dengan افعل yang mengandung makna ” pasif” maksudnya bukan Nabi sendiri yang berjalan namun Nabi dijalankan oleh Allah sehingga arti yang sesuai dengan lafadz tersebut adalah Nabi “diperjalankan” oleh Allah SWT.

Mengenai waktu terjadinya Isra Mi’raj, para ulama berbeda pendapat. Jumhur ulama mengatakan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun pertama sebelum Nabi melakukan Hijrah ke Medinah dan ini pendapat yang paling terkenal dikalangan kaum muslimin. Namun ulama lain mengatakan seperti Anas dan Hasan Basri berpendapat, Isra Mi’raj terjadi lebih dari 13 tahun sebelum hijrah, yaitu sebelum nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul. Sedangkan dalam hal cara Isra Mi’raj, terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ulama dan kalau kita kelompokkan pendapat itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :

1. Pendapat pertama
Sebagian ulama berpendapat bahwa peristiwa Isra Mi’raj itu terjadi pada diri Nabi dalam keadaan sadar sekaligus “jasad dengan ruh”, bukan merupakan mimpi sewaktu tidur, dengan alasan :

a. Kata “Subhana/maha suci” pada permulaan ayat, mengandung makna kagum dan kekaguman itu hanya terjadi atas perkara-perkara besar. Bila Isra Mi’raj hanya berupa mimpi, tentu bukan suatu perkara yang pantas dikagumi.

b. Kalimat ” Abdahu/hambanya”. Yang namanya hamba pasti adalah seorang manusia dan manusia terdiri dari jasad dan ruh dan kalau hanya jasad saja maka bukan dinamakan dengan manusia melainkan mayat. Sehingga dalam ayat pertama jelas menunjukkan arti kesatuan jasad dan ruh.

c. Kata “ar-Ru’ya/penglihatan mata” yang terdapat dalam ayat 60 surat Al-Isra, yaitu:
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ وَمَا جَعَلْنَا
الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ
الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلا طُغْيَانًا كَبِيرًا
Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Dengan perkataan “Penglihatan mata” tersebut diatas, maka jelas bahwa Isra Mi’raj itu dilakukan dengan ruh dan jasad, bukan hanya sekedar mimpi sebab mata itu merupakan anggota dari jasad.

d. Kecepatan gerak seperti tersebut dalam hadits Isra itu mungkin terjadi, sebab dalam al- Qur’an diceriterakan bahwa Nabi Sulaiman as dibawa angin kebeberapa tempat dalam waktu yang sangat singkat (lihat surat saba ayat 12) dan juga Asif bin Barkhiya salah seorang sahabat Nabi Sulaiman yang sanggup memindahkan singgasana ratu balqis dalam sekejap mata semata-mata karena kurnia Allah SWT (lihat surat an-Nahl ayat 40).


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top