peperonity Mobile Community
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Keutamaan Mendengarkan Bacaan Al Qur'an | kitaabullah


Keutamaan Mendengarkan Bacaan Al Qur'an
:<>:<>:<>:

Di dalam ajaran Islam, bukan membaca Al Qur'an saja yang menjadi ibadah dan amal yang mendapat pahala dan rahmat, tetapi mendengarkan bacaan Al Qur'an pun begitu pula.
Sebahagian ulama mengatakan, bahwa mendengarkan orang membaca Al Qur'an pahalanya sama dengan orang yang membacanya.

Tentang pahala orang mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan jelas dalam surat (7) Al A'raaf ayat 204 dijelaskan:

"Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat."

Mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras, serta mendatangkan petunjuk.
Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat ALLAH, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik.
Demikian besar mu'jizat Al Qur'an sebagai wahyu ILAHI, yang tak bosan-bosao orang membaca dan mendengarkannya.
Malahan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur'an;
bila Al Qur'an dibaca dengan lidah yang fasih, dengan suara yang baik dan merdu akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya.
Bagaimana keadaan orang Mu'min tatkala mendengarkan bacaan Al Qur'an itu, digambarkan oleh firman ALLAH:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) ALLAH, gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat NYA, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada ROBB lah mereka bertawakkal."
::QS Al Anfaal 2::

Diriwayatkan bahwa pada suatu malam, Nabi Muhammad SAW mendengarkan Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an sampai jauh malam.
Sepulang beliau dirumah, beliau ditanya oleh isteri beliau Aisyah r.a, apa sebabnya pulang sampai jauh malam.
Rosulullah menjawab, bahwa beliau terpikat oleh kemerduan suara Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an, seperti merdunya suara Nabi Daud a.s.

Di dalam riwayat, banyak sekali diceritakan, betapa pengaruh bacaan Al Qur'an pada masa Rosulullah terhadap hati orang-orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an itu.
Tidak sedikit hati yang pada mulanya keras dan marah kepada Muhammad SAW serta pengikut-pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan mau mengikuti ajaran Islam.

Rosulullah sendiri sangat gemar mendengarkan bacaan Al Qur'an dari orang lain.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori disebutkan bahwa Abdullah Ibnu Mas'ud menceritakan:

"Rosulullah berkata kepadaku:
`Hai Ibnu Mas'ud, bacakanlah Al Qur'an untukku!`
Lalu aku menjawab:
`Apakah aku pula yang membacakan Al Qur'an untukmu, ya Rosulullah, padahal Al Qur'an itu diturunkan ROBB kepadamu?`
Rosulullah menjawab:
`Aku senang mendengarkan bacaan Al Qur'an itu dari orang lain.`
Kemudian Ibnu Mas'ud membacakan beberapa ayat dari surat An Nisaa'.
Maka tatkala bacaan Ibnu Mas'ud sampai kepada ayat 41 yang artinya:

"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rosul dan nabi) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu);"

sedang ayat itu sangat mengharukan hati Rosulullah, lalu beliau berkata:
`Cukuplah sekian saja, ya Ibnu Mas'ud!`
Ibnu Mas'ud melihat Rosulullah meneteskan air matanya serta menundukkan kepalanya.

<><><>


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top